Rabu, 30 September 2026

 



Tebingtinggi | Bandar Meriah  News
- Pemerintah Kota Tebing Tinggi menegaskan komitmennya dalam mendukung penuh program Keluarga Berencana (KB) dan kesehatan reproduksi. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Wali Kota Tebing Tinggi, H. Iman Irdian Saragih, saat menghadiri peringatan Hari Kontrasepsi Sedunia (World Contraception Day) di Aula RSUD dr. H. Kumpulan Pane, Jalan Pendidikan, Rabu (30/09/2026).


Dalam arahannya, Wali Kota memaparkan empat komitmen utama Pemko Tebing Tinggi. Komitmen pertama adalah memberikan dukungan penuh terhadap program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) sebagai program prioritas nasional. Kedua, Pemko Tebing Tinggi berkomitmen untuk terus memperkuat akses dan kualitas pelayanan kontrasepsi di seluruh fasilitas layanan kesehatan, puskesmas, serta rumah sakit di wilayah Kota Tebing Tinggi.


Lebih lanjut, komitmen ketiga diwujudkan melalui instruksi kepada seluruh jajaran Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB), Dinas Kesehatan, para camat dan lurah, hingga Penyuluh KB (PLKB) selaku ujung tombak di lapangan untuk terus gencar melakukan edukasi dengan sasaran remaja, calon pengantin, dan Pasangan Usia Subur (PUS). Sementara komitmen keempat adalah mengajak seluruh tokoh agama, tokoh masyarakat, dan kader untuk bersama-sama menghilangkan stigma negatif masyarakat tentang kontrasepsi.


"Mari kita sampaikan bahwa ber-KB itu adalah ikhtiar untuk menjaga kesehatan ibu dan masa depan anak," ujar Wali Kota.


Wali Kota juga mengajak seluruh jajaran dan masyarakat untuk menjadikan momen peringatan ini sebagai pengingat akan pentingnya perencanaan dalam sebuah keluarga. 


"Jadikan momentum Hari Kontrasepsi Sedunia ini sebagai pengingat bahwa satu ibu yang selamat berarti satu keluarga yang utuh. Satu kehamilan yang direncanakan berarti satu generasi yang lebih berkualitas. Mari kita wujudkan Kota Tebing Tinggi sebagai kota yang peduli pada kesehatan ibu dan anak, melalui keluarga yang terencana," ungkap Wali Kota.


Sebelumnya, Kepala Dinas PPKB Kota Tebing Tinggi, Dedi Parulian Siagian, melaporkan bahwa Hari Kontrasepsi Sedunia yang diperingati setiap tanggal 26 September merupakan momentum berharga dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya perencanaan keluarga dan kesehatan reproduksi. Momentum ini dimeriahkan melalui program pelayanan KB gratis yang berlangsung secara serentak mulai 7 September hingga 7 Oktober 2026.


"Pelayanan KB yang diberikan terdiri dari Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP), yaitu IUD, implan, Medis Operasi Pria (MOP), dan Medis Operasi Wanita (MOW), serta metode kontrasepsi jangka pendek yaitu pil, suntik, dan kondom," ujar Kadis PPKB.


Kadis PPKB memaparkan bahwa capaian pelayanan KB gratis di Kota Tebing Tinggi sejauh ini menunjukkan hasil memuaskan. Untuk peserta KB baru dengan target 181 orang telah tercapai sebanyak 478 orang atau 264,09 persen. Adapun peserta KB MKJP dari target 124 orang telah tercapai 118 orang atau 95,16 persen, serta peserta KB pasca-persalinan dari target 202 orang telah tercapai 204 orang atau 100,99 persen.


Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan penyerahan bantuan biaya transportasi secara simbolis kepada para akseptor KB, sesi foto bersama, serta peninjauan langsung oleh Wali Kota bersama jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) ke ruangan tempat pelaksanaan pemberian kontrasepsi implan.


Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Direktur RSUD dr. H. Kumpulan Pane drg. Lili Marliana, para camat atau yang mewakili, Kabag Prokopim Setdako Faisal Ahmad, para tamu undangan, serta tim peliputan Diskominfo Kota Tebing Tinggi.(fit)

  


Medan | Bandar Meriah News
- Wakil Wali Kota Medan, Zakiyuddin Harahap, menghadiri acara Nikah Massal yang dirangkaikan dengan peringatan Milad ke-25 Pengajian An-Nisa di Raz Plaza Hotel, Jalan Dr Mansyur, Rabu (30/09/2026). Dalam acara tersebut, Zakiyuddin Harahap menyerahkan buku nikah secara simbolis serta memberikan hadiah berupa uang saku bagi 23 pasangan pengantin.   

Didampingi Staf Ahli TP PKK Kota Medan, Ny. Martinijal Zakiyuddin Harahap, Wakil Wali Kota Zakiyuddin menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasihnya kepada para penyelenggara, termasuk Yayasan Safiatul dan Pengajian An-Nisa. Ia menilai kegiatan sosial ini sangat membantu masyarakat kurang mampu yang ingin melangsungkan pernikahan secara sah.   

"Program seperti ini sangat baik dan harus didukung penuh. Pasangan pengantin sudah disiapkan pakaian, mahar, ongkos, uang saku, hingga penginapan hotel. Bahkan hari ini, saya pribadi juga akan menambah uang saku untuk para pengantin," ujar Zakiyuddin dalam sambutannya.   

Selain memberikan ucapan selamat, Zakiyuddin menekankan pentingnya komitmen dalam membina rumah tangga. Ia menyoroti angka perceraian di Kota Medan yang terus meningkat, dari 3.500 kasus pada 2024 menjadi 3.800 kasus pada 2025.   

Ia mengingatkan agar para pasangan pengantin tidak menjadikan faktor ekonomi atau materi sebagai alasan utama untuk berpisah. Menurutnya, rezeki sudah diatur oleh Allah SWT selama pasangan mau terus berusaha. Zakiyuddin juga berpesan agar pasangan suami istri dapat menjaga kehormatan pernikahan serta menjadikan anak sebagai amanah yang harus dijaga bersama.   

"Menikah itu mudah dan gratis, tetapi yang sulit adalah mempertahankannya. Jangan pernah bercerai hanya karena harta atau godaan perselingkuhan. Jaga kebersamaan, saling mendoakan, dan lindungi amanah anak yang diberikan," tegasnya.   

Acara tersebut turut dihadiri oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Medan Dr. H. Impun Siregar, M.A. Kepala Badan Kesbangpol Andi Mario Siregar, Kabag Kesra Agus Maryono, Ketua Pengajian An-Nisa Hj. Mas Tiara (Kak Imas), Founder Sri Wahyuni Foundation, serta sejumlah pejabat Pemko Medan seperti Camat dan Lurah.  

Di akhir sambutannya, Zakiyuddin berharap Pengajian An-Nisa dan organisasi masyarakat lainnya dapat terus menjadi contoh dalam menebar kebaikan dan kepedulian sosial bagi warga Kota Medan.(safrizal)

Selasa, 29 September 2026

 


Binjai | Bandar Meriah News - Satresnarkoba Polres Binjai kembali mengungkap dugaan tindak pidana peredaran narkotika. Petugas mengamankan seorang pria berinisial MIH (18), warga Kecamatan Ulu Barumun, Kabupaten Padang Lawas, Sumatera Utara.

Kapolres Binjai AKBP R. Bimo Moernanda, S.I.K., M.H., menegaskan komitmennya dalam memberantas peredaran narkoba di wilayah hukum Polres Binjai.

“Polres Binjai akan terus melakukan upaya pemberantasan peredaran narkotika serta menindak setiap pihak yang terlibat dalam penyalahgunaan maupun peredaran narkoba,” tegas Kapolres Binjai.

Pengungkapan kasus tersebut berawal dari informasi yang diterima personel Satresnarkoba Polres Binjai terkait dugaan peredaran narkotika. Menindaklanjuti informasi tersebut, Kasatresnarkoba Polres Binjai AKP Ismail Pane, S.H., M.H., memerintahkan Kanit-2 Satresnarkoba IPDA M. Yuda Mulyawan, S.H., M.H., bersama tim untuk melakukan serangkaian penyelidikan.

Dari hasil penyelidikan, petugas kemudian mengamankan MIH (18) di Jalan Kasturi, Kelurahan Suka Ramai, Kecamatan Binjai Barat, Kota Binjai, pada Minggu (27/09/2026) sekitar pukul 20.00 WIB.

Dalam penangkapan tersebut, petugas turut mengamankan barang bukti berupa 8 plastik klip yang diduga berisi narkotika jenis sabu dengan berat bruto 4,67 gram, 1 plastik klip kosong, serta uang tunai Rp100.000 yang diduga berkaitan dengan hasil penjualan narkotika.

Selanjutnya, terduga MIH beserta barang bukti diamankan ke Satresnarkoba Polres Binjai untuk menjalani proses hukum dan pemeriksaan lebih lanjut.

Atas dugaan perbuatannya, MIH dijerat Pasal 114 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika jo. Pasal 609 ayat (1) huruf a UU RI Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP jo. UU RI Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana, dengan ancaman pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 12 tahun.

“Penindakan ini merupakan bentuk komitmen Polres Binjai dalam memerangi peredaran narkotika. Kami juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama berperan aktif memberikan informasi apabila mengetahui adanya dugaan penyalahgunaan maupun peredaran narkoba,” ucap AKBP Bimo Moernanda.(Humasresbinjai/torong/ 29/09/2026)



 



Binjai | Bandar Meriah News -
  Kapolres Binjai AKBP R. Bimo Moernanda, S.I.K., M.H., membuka Pelatihan Bahasa Isyarat bagi personel yang bertugas pada pelayanan publik Polres Binjai Tahun Anggaran 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Anindya Polres Binjai, Jalan Sultan Hasanuddin No. 1, Binjai, Selasa (29/09/2026) pukul 10.00 WIB.


Kegiatan ini diikuti personel Polres Binjai yang bertugas pada bidang pelayanan publik, dengan menghadirkan narasumber dari Sekolah Luar Biasa (SLB) Binjai, yakni Wahyu Rahmadana, Wanita Fatharani Ardita, dan Putri Zahwa.


Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kapolres Binjai AKBP R. Bimo Moernanda, S.I.K., M.H., Kompol Arnawaty, S.H., M.H., serta personel yang bertugas pada pelayanan publik Polres Binjai.


Mengawali kegiatan, Kapolres Binjai secara resmi membuka pelatihan bahasa isyarat sekaligus menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada para narasumber dari SLB Binjai yang telah bersedia memberikan pengetahuan dan keterampilan bahasa isyarat kepada personel Polres Binjai.


Kapolres Binjai mengatakan, pelatihan tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan kemampuan personel dalam memberikan pelayanan kepada seluruh lapisan masyarakat, termasuk masyarakat yang memiliki kebutuhan komunikasi khusus.


“Saya mengajak seluruh peserta mengikuti pelatihan ini dengan serius dan sungguh-sungguh. Pengetahuan bahasa isyarat ini sangat penting untuk mendukung pelayanan yang ramah, setara dan mudah diakses oleh seluruh masyarakat yang membutuhkan pelayanan di Polres Binjai,” ujar Kapolres.


Menurutnya, kemampuan berkomunikasi dengan menggunakan bahasa isyarat diharapkan dapat membantu personel memberikan pelayanan secara lebih baik, sehingga tidak ada masyarakat yang merasa kesulitan dalam menyampaikan kebutuhan maupun memperoleh informasi ketika datang ke Polres Binjai.


“Dengan adanya pelatihan ini, saya berharap personel semakin siap memberikan pelayanan publik yang humanis, profesional dan inklusif kepada masyarakat,” pungkasnya.


Pelatihan kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi dan praktik bahasa isyarat oleh para narasumber dari SLB Binjai kepada personel peserta pelatihan.(Humasresbinjai/torong)



 


Medan | Bandar Meriah News
- Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution mendorong penguatan kerja sama perdagangan antardaerah sebagai salah satu langkah menghadapi tantangan ekonomi global. Menurutnya, potensi ekonomi dalam negeri, khususnya sektor Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), perlu menjadi prioritas untuk memperkuat perekonomian daerah.


Hal tersebut disampaikan Bobby Nasution saat menghadiri Misi Dagang dan Investasi Jawa Timur (Jatim)-Sumut bertema “Meningkatkan Jejaring Konektivitas antara Jawa Timur dan Sumatera Utara” di Ballroom Hotel Grand Mercure, Selasa (29/09/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa serta puluhan pelaku usaha dari kedua provinsi.


Bobby Nasution mengapresiasi perhatian Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa terhadap Sumut. Sebelumnya, Khofifah hadir di Sumut saat bencana hidrometeorologi melanda sejumlah wilayah Sumut pada November 2025 lalu.


"Selamat datang kembali Gubernur Jatim, Ibu Khofifah Indar Parawansa. Sebelumnya hadir di sini membawa bantuan kepedulian untuk Sumatera Utara yang terdampak bencana. Tetapi kali ini datang membawa pedagang, di mana ini merupakan terobosan luar biasa dan mengangkat perekonomian masyarakat," ujar Bobby Nasution.


Menurut Bobby, misi dagang yang bermuara pada kerja sama perdagangan antardaerah merupakan salah satu langkah antisipatif dalam menghadapi tantangan perekonomian global yang saat ini masih menghadapi tekanan. Kondisi tersebut, menurutnya, turut menjadi tantangan dalam upaya menarik investasi dari luar negeri.


"Ini menjadi tantangan tersendiri bagi kita. Oleh karena itu, hari ini yang punya potensi besar adalah sektor UMKM. Karenanya Sumatera Utara mencoba mengganti pendekatan kepada para pelaku UMKM," sebut Bobby Nasution.


Karena itu, Bobby Nasution mendorong agar misi dagang dan investasi tidak berhenti pada transaksi perdagangan, tetapi dilanjutkan dengan kerja sama usaha yang lebih luas. Dengan demikian, produk-produk UMKM dari Sumut dan Jatim diharapkan mampu memperluas pasar hingga tingkat nasional.


"Tadi Pak Kadis (Perindag-ESDM) menyampaikan hitungan untuk angka transaksinya hingga Pukul 10.00 WIB tadi, sudah mencapai Rp2,288 Triliun. Jadi kalau saya pidato dan di belakang masih ramai, berarti transaksinya bisa meningkat. Namun ini menjadi tantangan bagi Sumatera Utara, bagaimana mengkurasi (pemenuhan standar) para pelaku UMKM," jelas Bobby Nasution yang akan membawa misi dagang dan investasi dari Sumut ke Jatim dalam waktu dekat.


Bobby juga menilai proses kurasi terhadap pelaku usaha, mulai dari seleksi, pelatihan hingga pemahaman terhadap pasar, merupakan bagian penting dari pengembangan UMKM. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak semata-mata berorientasi pada keuntungan finansial, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran bagi pelaku usaha, khususnya di Sumut.


"Jadi bagaimana nanti misi dagang kita perkenalan produk-produk kita, pesan kepada Pak Kadis agar neraca perdagangannya bisa naik, stabil. Jadi kalau bisa berikutnya, angka Rp2 Triliun bisa meningkat menjadi Rp4 Triliun," ungkap Bobby Nasution.


Sementara itu, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menilai kegiatan tersebut dapat memberikan nilai tambah bagi kedua provinsi, terutama dalam memperkuat jejaring antarpelaku usaha. Karena itu, Jatim menunggu kunjungan balasan dari Sumut dengan membawa misi yang sama untuk memperluas kerja sama perdagangan.


"Saya rasa kita bisa membangun keseimbangan antara Jatim dan Sumatera Utara. Seperti pelaku usaha dari Jawa Timur, ada yang menjual kopi, ada yang membeli. Bayangan saya, itu Kopi Sidikalang yang brand-nya luar biasa. Nah, PR kita sama-sama Pak Gub, bagaimana produksi kita ditingkatkan," sebut Khofifah yang memuji berbagai kualitas produk dari Sumut.


Hingga sekitar pukul 12.30 WIB, nilai transaksi dalam kegiatan tersebut mencapai Rp2,5 triliun. Sebelumnya, telah dilakukan penandatanganan kerja sama perdagangan antara Jatim dan Sumut yang melibatkan instansi pemerintah, organisasi perdagangan, serta pelaku usaha dari kedua provinsi.


Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Perwakilan Bank Indonesia, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Badan Pusat Statistik (BPS), Kamar Dagang dan Industri (Kadin), Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), Gerakan Ekonomi Kreatif (Gekraf), Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI), serta perwakilan organisasi dan pelaku usaha lainnya dari kedua provinsi. Turut hadir Bupati Probolinggo Muhamad Haris Damanhuri. (torong)


  


Langkat | Bandar Meriah News -
Personel Polsek Padang Tualang, Polres Langkat, Polda Sumatera Utara, bergerak cepat melakukan pengaturan lalu lintas di tengah kondisi banjir yang menggenangi ruas Jalan Lintas Sumorbor menuju Tanjung Selamat, Dusun Sumorbor, Desa Tebing Tanjung Selamat, Kecamatan Padang Tualang, Kabupaten Langkat, Selasa (29/09/2026).

Waka Polsek Padang Tualang, IPTU Didi Iskandar, S.H  M.H., bersama Aipda JH. Togatorop dan Bripka Yogi Sugawa, Personel melakukan pengaturan arus kendaraan dengan sistem buka-tutup untuk mengantisipasi kepadatan serta memastikan pengguna jalan tetap dapat melintas dengan aman di tengah genangan air.

Langkah ini dilakukan sebagai bentuk respons cepat Polri terhadap kondisi masyarakat, khususnya pengguna jalan yang melintas di kawasan terdampak banjir.

“Personel terus melakukan pemantauan dan pengaturan arus lalu lintas agar kendaraan tetap dapat melintas dengan aman dan tertib,” ujar IPTU Didi Iskandar.

Berkat pengaturan yang dilakukan personel, arus lalu lintas di jalur tersebut hingga saat ini dapat berjalan lancar. Situasi di sekitar lokasi banjir juga terpantau aman dan kondusif.

Kapolres Langkat AKBP Hannry P.H.Tambunan, S.E., S.I.K. Melalui Kapolsek Padang Tualang IPTU M. Yassir Parinduri, M.H. mengimbau masyarakat yang melintas agar tetap berhati-hati, mengurangi kecepatan kendaraan, serta mengikuti arahan petugas di lapangan.

Kehadiran personel Polri di tengah masyarakat diharapkan dapat memberikan rasa aman sekaligus memastikan aktivitas warga tetap berjalan meski sejumlah ruas jalan terdampak banjir.

Polres Langkat juga terus mendorong jajaran di lapangan untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi gangguan kamtibmas maupun kondisi darurat, termasuk bencana banjir, sebagai wujud pelayanan Polri yang presisi, responsif, dan humanis.

Kegiatan tersebut merupakan implementasi dari program Polisi Langkat Garuda Ksatria, yang diinisiasi oleh Kapolres Langkat dengan semangat “Gagah Berani untuk Dicintai Masyarakat, Kuat, Sadar Aturan, Taat, Responsibility, Inovatif, dan Aman.”

Melalui semangat “Satu Langkah, Satu Hati untuk Langkat yang Aman dan Damai,” Polres Langkat terus berkomitmen menghadirkan sosok Polri yang humanis, responsif, serta dekat dengan masyarakat.(ros)

Senin, 28 September 2026



Binjai | Bandar Meriah News -  Kapolres Binjai AKBP R. Bimo Moernanda, S.I.K., M.H., menegaskan komitmennya dalam memberantas berbagai tindak kejahatan 3C (Curat, Curas dan Curanmor) di wilayah hukum Polres Binjai.


Komitmen tersebut dibuktikan jajaran Polsek Binjai Kota dengan mengungkap kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang terjadi di Jalan Tamtama, Kelurahan Satria, Kecamatan Binjai Kota.


Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis, 10 September 2026 sekitar pukul 19.00 WIB. Saat itu, korban EY (18) tiba di rumah kos dengan mengendarai sepeda motor Honda Beat nomor polisi BK 2411 RBA. Korban kemudian memarkirkan sepeda motornya di depan kamar.


Namun, saat korban kembali keluar kamar, sepeda motor tersebut telah hilang. Akibat kejadian itu, korban mengalami kerugian sekitar Rp12 juta.


Berdasarkan hasil penyelidikan, petugas memperoleh informasi mengenai keberadaan terduga pelaku pada Senin, 28 September 2026 sekitar pukul 01.00 WIB.


Kapolsek Binjai Kota AKP Diah Retno Sari, S.T., S.H., M.Tr.A.P., kemudian memerintahkan Kanit Reskrim AKP H. M. Firdaus, S.H., bersama  timnya untuk melakukan penindakan.


Petugas akhirnya berhasil mengamankan dua terduga pelaku, yakni J alias Jeki (29) dan GS alias Gagak (18), di Jalan Tengku Amir Hamzah, Kelurahan Nangka, Kecamatan Binjai Utara, pada Senin, 28 September 2026 sekitar pukul 01.30 WIB.


Saat akan diamankan, kedua terduga pelaku disebut melakukan perlawanan terhadap petugas sehingga personel melakukan tindakan tegas dan terukur sesuai prosedur.


Kedua terduga pelaku selanjutnya diamankan di Mako Polsek Binjai Kota untuk menjalani proses hukum lebih lanjut," tegas Kapolsek Binjai Kota



Kapolres Binjai menegaskan bahwa jajaran Polres Binjai akan terus meningkatkan upaya penindakan terhadap kejahatan 3C guna menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah hukum Polres Binjai," ucap AKBP Bimo Moernanda.(Humasresbinjai/torong/28/09/2026)






Medan | Bandar Meriah News
- Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution menyiapkan dua bentuk dukungan bagi Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), yakni dukungan terhadap pembangunan Kampus IV UMSU dan pemberian kuota khusus beasiswa bagi mahasiswa UMSU. Dukungan tersebut diharapkan semakin memperkuat pengembangan pendidikan tinggi sekaligus membuka akses pendidikan bagi lebih banyak mahasiswa di Sumut.


Hal tersebut disampaikan Bobby Nasution di hadapan ribuan mahasiswa baru UMSU, Kapolri Listyo Sigit Prabowo, para Wakil Menteri, anggota DPR RI, Kapolda Sumut, sejumlah kepala daerah, civitas akademika UMSU, serta undangan lainnya pada kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) di Jalan Kapten Muchtar Basri, Kota Medan, Senin (28/09/2026).


“Di Provinsi Sumut banyak sekali paket untuk beasiswa. Dan kami juga akan meluncurkan beasiswa kepada mahasiswa UMSU. Jumlah mahasiswa baru sebanyak 6.027 orang, kami yakin banyak yang bisa kami berikan beasiswa sampai tamat,” ujar Bobby.


Bobby mengatakan, Pemprov Sumut juga telah mengubah mekanisme pemberian beasiswa agar diberikan secara tuntas. Beasiswa tidak hanya diberikan kepada mahasiswa baru, tetapi akan diberikan hingga mahasiswa tersebut menyelesaikan pendidikannya.


“Pak Wamen, setelah ini yang dibilang Pak Rektor tadi selesai. Jadi Pak Rektor ini ada hadiah tambahan selain yang harus selesai 2027. Kami akan memberikan kuota khusus bagi mahasiswa UMSU,” ucapnya.


Pada kesempatan itu, Bobby juga menyampaikan sejumlah pesan kepada mahasiswa UMSU. Menurutnya, tema PKKMB “Satu Klik Sejuta Dampak” berkaitan erat dengan perkembangan dunia digital dan kecerdasan buatan (AI).


Bobby berpesan agar mahasiswa tidak hanya menjadi konsumen teknologi, tetapi mampu memanfaatkannya untuk menghasilkan karya, bahkan menjadi pencipta.


“Ini kampus yang tepat untuk adik-adik. Karena itu belajarlah yang baik dan benar. Dan yang paling penting juga adalah tetap berbakti kepada orangtua,” pesannya.


Sementara itu, Rektor UMSU Prof. Dr. Akrim, M.Pd menyebutkan UMSU merupakan salah satu perguruan tinggi terbesar di Sumut. Jumlah mahasiswa baru UMSU tahun ini juga mengalami peningkatan hingga mencapai 6.027 orang, sehingga total mahasiswa UMSU kini mencapai 29.617 orang.


“Tahun ini terjadi peningkatan penerimaan mahasiswa baru sebanyak 1.000 orang. Terdapat 194 mahasiswa baru yang non muslim, sehingga total mahasiswa non muslin menjadi 1.031 orang. Ini membuktikan kampus yang terbuka dan inklusif pada siapa saja untuk belajar di UMSU,” katanya.


UMSU, katanya, juga menerima mahasiswa asing yang jumlahnya telah mencapai 117 orang dari kawasan Asia dan Afrika. Selain itu, UMSU terus mengembangkan pembangunan Kampus IV Terpadu UMSU yang berlokasi di Desa Saentis, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deliserdang.


Kampus tersebut dirancang di atas lahan seluas 25 hektare sebagai pusat pendidikan modern terintegrasi, dilengkapi sarana olahraga hingga pusat penelitian lingkungan. Pembangunan kampus terpadu itu telah menunjukkan progres signifikan dan ditargetkan mulai beroperasi sebagian pada Januari 2027.


Keberadaan Kampus IV Terpadu UMSU juga disiapkan untuk mendukung kebutuhan infrastruktur Sumut yang akan menjadi tuan rumah Muktamar ke-49 Muhammadiyah dan Aisyiyah pada 2027. 


Usai menghadiri acara PKKMB di Kampus Utama UMSU, Gubernur bersama Kapolri dan Ketua Umum PP Muhammadiyah  melanjutkan peninjauan ke Gedung Auditorium UMSU dan sport hall milik UMSU di Kecamatan Percut Sei Tuan. 


Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga melakukan penanamam pohon durian.(torong)

 



Medan | Bandar Meriah News
-  DPRD Kota Medan menyusun program kerja tahun anggaran 2027 dengan fokus memperkuat fungsi anggaran, pengawasan, dan pembentukan peraturan daerah melalui inovasi dan digitalisasi.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua DPRD Kota Medan Zulkarnain saat membacakan laporan hasil rapat kerja pimpinan dan anggota DPRD Kota Medan dalam rapat paripurna di Gedung DPRD Kota Medan, Senin (28/09/2026).

Kegiatan yang berlangsung 2–4 Agustus 2026 di The Hill Hotel and Resort Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, itu diikuti pimpinan, anggota, dan seluruh alat kelengkapan DPRD Kota Medan.

“Rapat kerja ini tidak hanya dimaksudkan untuk menyusun agenda kerja DPRD dalam satu tahun ke depan, tetapi juga untuk memperkuat kinerja kelembagaan DPRD dalam menjalankan tugas dan fungsinya,” kata Zulkarnain.

Menurutnya, program kerja 2027 diarahkan untuk memperkuat pelaksanaan fungsi anggaran, pengawasan, dan pembentukan peraturan daerah. Rapat kerja juga mengusung tema transformasi fungsi DPRD Kota Medan melalui penguatan inovasi dan digitalisasi guna mendukung percepatan pembangunan kota yang maju dan inklusif.

Dalam fungsi anggaran, program kerja mencakup pembahasan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS), APBD dan perubahannya, laporan semester, serta pertanggungjawaban pelaksanaan APBD.

Sementara fungsi pengawasan meliputi pengawasan terhadap pelaksanaan peraturan daerah dan APBD, penyelenggaraan urusan pemerintahan, penggunaan anggaran, tindak lanjut hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), serta laporan keterangan pertanggungjawaban kepala daerah.

Untuk fungsi pembentukan peraturan daerah, program kerja mencakup penyusunan dan pembahasan program pembentukan perda, target rancangan peraturan daerah yang akan dibahas dan ditetapkan menjadi perda pada 2027, penyusunan naskah akademik, serta pembahasan ranperda inisiatif DPRD maupun usulan Pemko Medan.

Selain itu, agenda 2027 mencakup peningkatan kapasitas pimpinan dan anggota DPRD, publikasi dan dokumentasi, penghimpunan aspirasi masyarakat melalui kunjungan kerja dan reses, penyusunan pokok-pokok pikiran DPRD, serta pelaksanaan tugas alat kelengkapan dan pimpinan DPRD.

Dalam kegiatan itu, DPRD menerima materi dan berdiskusi dengan narasumber dari Kementerian Dalam Negeri, Kepolisian Negara Republik Indonesia, dan Badan Riset dan Inovasi Nasional. Agenda dilanjutkan dengan sidang pleno penyampaian usulan alat kelengkapan DPRD serta perumusan hasil.

Zulkarnain mengatakan program kerja DPRD Kota Medan tahun 2027 diharapkan menjadi bagian dari upaya pencapaian visi dan misi pembangunan Kota Medan. (bundo)

 


Medan | Bandar Meriah News -
Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, menyebut hasil rapat kerja DPRD Kota Medan sebagai navigator utama dalam mengawal masa depan pembangunan kota. 

Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kota Medan dengan agenda Penyampaian Laporan Hasil Rapat Kerja (Raker) DPRD Kota Medan Tahun 2026 dalam rangka Penyusunan Program Kerja TA 2027 di Gedung DPRD Kota Medan, Senin (28/09/2026).

Dalam pidatonya, Rico Waas menekankan pentingnya penyelarasan arah kebijakan antara eksekutif dan legislatif agar pelaksanaan fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan dapat berjalan selaras dengan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD).

​"Penyusunan program kerja ini adalah langkah strategis yang berfungsi sebagai kompas dalam melaksanakan tiga fungsi utama dewan yakni legislasi, anggaran, dan pengawasan sepanjang tahun 2027 mendatang. Kompas ini harus berjalan selaras dengan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) agar pembangunan kota berjalan optimal," ujar Rico Waas di hadapan Pimpinan dan Anggota DPRD Kota Medan.

​Melalui momentum Rapat Paripurna tersebut, Rico Waas juga mendorong agar hasil rapat kerja tersebut dapat mempercepat transformasi digital menuju Medan Satu Data, demi mewujudkan pembangunan Kota Medan yang inklusif, maju, dan berkelanjutan.

​"Saya minta seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemko Medan untuk segera menindaklanjuti rekomendasi DPRD sebagai masukan konstruktif dalam menyelesaikan berbagai persoalan pembangunan kota," tegasnya.

Sinergi antara eksekutif dan legislatif, baginya merupakan pilar utama keberhasilan pemerintahan daerah. Maka dari itu seluruh pelaksanaan program kerja wajib dijalankan dengan prinsip akuntabilitas, transparansi, dan berorientasi pada pelayanan publik.

​"Mari kita jadikan hasil rapat kerja ini sebagai pijakan untuk bekerja lebih baik, memperkuat kolaborasi, dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Kota Medan. Semoga seluruh program yang dirumuskan dapat dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab demi kemajuan dan kesejahteraan bersama," pungkasnya.

​Turut hadir dalam rapat paripurna tersebut Wakil Wali Kota Medan H. Zakiyuddin Harahap, pimpinan Perangkat Daerah, serta para Camat se-Kota Medan.(fit)

Diberdayakan oleh Blogger.