Senin, 27 April 2026

 


Tapanuli Tengah | Bandar Meriah News
- Guna memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) yang kondusif, Kepolisian Resor Tapanuli Tengah (Polres Tapteng) melaksanakan Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) melalui Patroli Blue Light, Minggu malam (26/4/2026).


Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 20.30 WIB hingga 23.30 WIB ini menyasar sejumlah titik keramaian, lokasi rawan tindak pidana 3C (Curas, Curat, Curanmor), serta tempat hiburan malam di wilayah hukum Polres Tapanuli Tengah.


Kapolres Tapanuli Tengah, AKBP Muhammad Alan Haikel, S.K.M., S.I.K., M.I.K., melalui perwira pengendali Iptu P. Pasaribu menyampaikan bahwa patroli ini merupakan langkah preventif Polri dalam menekan angka kriminalitas serta mengantisipasi gangguan Kamtibmas seperti aksi balap liar dan kenakalan remaja.


"Kami mengerahkan personel gabungan dari berbagai fungsi, mulai dari Samapta, Reskrim, Intelkam, hingga Lantas, untuk memastikan masyarakat merasa aman saat beraktivitas maupun beristirahat di malam hari," ujar Iptu P. Pasaribu


Dalam giat kali ini, tim gabungan yang dipimpin oleh Iptu P. Pasaribu, S.H. dan Ipda Marwan Hasibuan, S.H. menyisir beberapa lokasi strategis, di antaranya:

* Alun-alun Kota Pandan.

* Pusat keramaian di Jalan Oswald Siahaan.

* Kafe dan tempat hiburan di wilayah Pandan, Sarudik, hingga perbatasan Sibolga-Tapteng.

* Objek vital nasional, termasuk kantor dan perumahan PLTA Sipan Sihaporas di Sibuluan Terpadu.


Selain melakukan patroli stasioner dan mobile, petugas juga melakukan razia di sejumlah tempat hiburan dan kedai tuak. Dalam kesempatan tersebut, personel memberikan imbauan Kamtibmas secara humanis kepada warga agar tetap waspada dan berperan aktif menjaga lingkungan masing-masing.


Petugas tidak menemukan adanya gangguan Kamtibmas yang menonjol, tindak pidana, maupun pelanggaran hukum lainnya.


Hingga patroli berakhir menjelang tengah malam, situasi di wilayah hukum Polres Tapanuli Tengah dilaporkan dalam keadaan aman, baik, dan kondusif. Kegiatan ini diharapkan dapat terus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kehadiran Polri di tengah-tengah publik.(Sumber: Humas Polres Tapanuli Tengah/panji)


Sumber: Humas Polres Tapanuli Tengah/panji)

Minggu, 26 April 2026

  


Karo | Bandar Meriah News - Respon cepat petugas kepolisian Polres Karo kembali ditunjukkan dalam menindak lanjuti laporan masyarakat. Berawal dari aduan warga melalui Call Center 110 yang merasa resah dengan aktivitas mencurigakan di lingkungan tempat tinggalnya, personel Polsek Simpang Empat langsung bergerak dan mengamankan tiga orang terduga pelaku penyalahgunaan narkotika di kawasan Huntap Ture-ture, Desa Ndokum Siroga, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo.


Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa(18/4), sekitar pukul 20.45 WIB. Laporan warga menyebutkan adanya sekelompok orang yang kerap berkumpul di salah satu rumah dan diduga melakukan penyalahgunaan narkoba, sehingga menimbulkan keresahan di lingkungan sekitar.


Menindak lanjuti laporan itu, Kapolsek Simpang Empat AKP Poltak Hutahean, SH, langsung memimpin personel menuju lokasi yang dimaksud, tepatnya di Jalan Udara Ujung Nomor B 9 Huntap Ture-ture (Desa Berastepu).


Setibanya di lokasi, petugas segera melakukan pengamanan terhadap tiga orang yang berada di dalam rumah tersebut. Ketiganya kemudian diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut.


Dari hasil penggeledahan di sekitar rumah, petugas menemukan sejumlah barang bukti yang diduga kuat berkaitan dengan aktivitas penyalahgunaan narkotika, di antaranya ratusan plastik klip kosong, satu plastik klip berisi serbuk putih diduga sabu, lima alat hisap (bong), dua unit timbangan digital, serta sedotan yang digunakan sebagai sekop.


Ketiga terduga pelaku yang diamankan masing-masing berinisial S.A.W (33), S.S (40), dan S.S (22). Mereka diketahui bekerja sebagai buruh packing di gudang wortel dan berdomisili di kawasan Huntap Ture-ture.


Guna menjamin transparansi dalam proses penindakan, Kapolsek juga menghadirkan pihak pemerintah desa setempat untuk menyaksikan langsung kegiatan penggeledahan dan pengamanan yang dilakukan oleh aparat kepolisian.


Kapolres Karo AKBP Pebriandi Haloho, S.H, S.I.K, M. Si, melalui Kapolsek Simpang Empat, menyampaikan bahwa pihaknya akan terus merespons setiap laporan masyarakat, khususnya yang berkaitan dengan gangguan keamanan dan ketertiban, termasuk penyalahgunaan narkotika.


“Peran aktif masyarakat sangat kami harapkan. Setiap informasi yang masuk akan segera kami tindak lanjuti demi menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif,” ujarnya.


Saat ini, ketiga tersangka beserta barang bukti telah diamankan dan diserahkan untuk proses hukum lebih lanjut. Mereka dijerat dengan Pasal 114 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika serta ketentuan pidana sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana.


Penindakan ini menjadi bukti bahwa sinergi antara masyarakat dan aparat penegak hukum sangat penting dalam memberantas peredaran narkoba hingga ke tingkat lingkungan tempat tinggal.


#polreskaro

#kapolreskaro

#humaspolreskaro/panji)

 


Medan | Bandar Meriah News -
 Upaya menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat terus diperkuat jajaran kepolisian di Sumatera Utara. Personel Batalyon A Pelopor Satuan Brimob Polda Sumut menggelar Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) melalui patroli skala besar di wilayah hukum Polres Pelabuhan Belawan, Sabtu malam hingga Minggu dini hari (26/04/2026).


Kegiatan yang dimulai pukul 22.00 WIB tersebut melibatkan 22 personel Brimob yang dipimpin oleh Danton II Kompi 3 Batalyon A Sat Brimob Polda Sumut, IPDA Agus Gunawan. Patroli ini dilaksanakan sebagai bentuk kehadiran negara dalam menjamin keamanan masyarakat, khususnya pada malam hingga dini hari yang dinilai rawan terhadap potensi gangguan kamtibmas.


Dalam pelaksanaannya, personel bergerak menyisir sejumlah titik strategis dan rawan di kawasan Medan Belawan. Rute patroli meliputi Jalan Utama Medan Belawan, kawasan Kampung Kolam, Jalan Bandeng Pajak Baru, Jalan Selebes, pintu keluar Tol Labuhan Belawan, hingga Jalan Yong Panah Hijau di Kelurahan Labuhan Deli. Patroli kemudian dilanjutkan ke Jalan Yos Sudarso Simpang Tanjung Mulia sebelum ditutup dengan apel konsolidasi pada pukul 02.50 WIB.


Selain patroli mobile, personel juga melakukan peninjauan pos keamanan lingkungan (poskamling) sebagai bagian dari upaya memperkuat sinergi antara kepolisian dan masyarakat dalam menjaga keamanan wilayah secara mandiri.


Kegiatan patroli skala besar ini dilaksanakan di bawah koordinasi Kabag Ops Polres Pelabuhan Belawan, KOMPOL Jan Piter Napitupulu. Dukungan sarana dan prasarana turut dikerahkan secara optimal, mulai dari kendaraan operasional hingga perlengkapan taktis guna menunjang efektivitas pelaksanaan tugas di lapangan.


Hasil dari kegiatan tersebut menunjukkan situasi wilayah hukum Polres Pelabuhan Belawan dalam keadaan aman dan kondusif. Seluruh rangkaian patroli berjalan tertib dan sesuai dengan arahan pimpinan, tanpa ditemukan gangguan menonjol.


Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Ferry Walintukan, menegaskan bahwa kegiatan patroli skala besar ini merupakan langkah konkret Polri dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat.


“Kegiatan KRYD melalui patroli skala besar ini adalah bentuk komitmen Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, khususnya di wilayah-wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi. Kehadiran personel di lapangan diharapkan mampu mencegah potensi gangguan kamtibmas serta memberikan rasa aman bagi masyarakat yang beraktivitas,” ujarnya.


Ia juga mengimbau masyarakat untuk turut berperan aktif dalam menjaga lingkungan masing-masing serta segera melaporkan apabila menemukan hal-hal yang mencurigakan.


“Keamanan bukan hanya tanggung jawab aparat, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif dari masyarakat. Dengan sinergi yang baik, situasi kamtibmas yang kondusif dapat terus terjaga,” tambahnya.


Usai pelaksanaan patroli, seluruh personel tetap disiagakan untuk melakukan monitoring situasi sebagai langkah antisipatif terhadap dinamika keamanan yang dapat terjadi sewaktu-waktu.(panji)

Sabtu, 25 April 2026

  


Belawan| Bandar Meriah News-
 Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Rosef Efendi, SIK., MH., CPHR., melaksanakan kegiatan silaturahmi dengan tokoh agama Ustad Tengku Zakaria Yusuf bersama pengurus Kolaborasi Belawan Berkah (KBB) pada Kamis (23/04/2026), bertempat di Jalan Gulama Pajak Baru, Kecamatan Medan Belawan.


Dalam kegiatan tersebut, Kapolres didampingi oleh Wakapolres Kompol Dedy Dharma, Kasat Intelkam AKP Teguh Raya Putra, Kasat Binmas AKP Khairi Amri serta Kasi Humas Kompol Edy Suranta.


Dalam suasana penuh keakraban, Kapolres menyampaikan komitmen Polres Pelabuhan Belawan dalam menjalankan tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.


“Polres Pelabuhan Belawan akan tetap melaksanakan komitmen kami sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat dengan terus melaksanakan patroli serta penegakan hukum terhadap setiap tindak kriminal yang terjadi,” ujar AKBP Rosef Efendi.


Ia juga menekankan pentingnya dukungan dari tokoh agama dan masyarakat dalam menciptakan situasi keamanan yang kondusif.


“Kami berharap adanya dukungan dari para tokoh di Belawan serta seluruh masyarakat, sehingga upaya yang kami lakukan dalam menjaga kamtibmas dapat berjalan maksimal,” tambahnya.


Sementara itu, Ustad Tengku Zakaria Yusuf menyampaikan dukungan penuh dari organisasi Kolaborasi Belawan Berkah (KBB) terhadap Polres Pelabuhan Belawan.


“Kami dari KBB memberikan dukungan kepada Polres Pelabuhan Belawan serta mengapresiasi atas pengungkapan kasus-kasus kejahatan yang meresahkan masyarakat, khususnya di Kecamatan Belawan,” ungkapnya.


Ia juga berharap agar sinergi antara kepolisian dan seluruh stakeholder terus terjalin dengan baik.


“Kami berharap Polres Pelabuhan Belawan tetap bersinergi dengan seluruh stakeholder dalam menciptakan keamanan di wilayah Belawan,” lanjutnya.


Sebagai tokoh agama dan bagian dari organisasi KBB, pihaknya menyatakan komitmen untuk terus mendukung kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.


“Kami akan terus memberikan dukungan kepada Polres Pelabuhan Belawan dalam menjaga dan memelihara kamtibmas di wilayah ini,” tutupnya.


Kegiatan ini diharapkan semakin mempererat hubungan antara kepolisian dan tokoh agama serta memperkuat kolaborasi dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah Belawan.(panji)

  



Belawan | Bandar Meriah  News 
- Polres Pelabuhan Belawan memaparkan capaian kinerja pengungkapan kasus secara komprehensif melalui konferensi pers yang digelar di Aula Mapolres, Sabtu (25/04/2026). 


Kegiatan ini menjadi bentuk transparansi sekaligus penguatan informasi publik atas keberhasilan penegakan hukum di wilayah tersebut.


Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Rosef Efendi, S.I.K., M.H., CPHR., memimpin langsung konferensi pers didampingi Wakapolres, para pejabat utama, serta jajaran Polsek. Kegiatan ini juga dihadiri tokoh masyarakat dan 53 insan pers dari berbagai media.


Dalam pemaparannya, Kapolres mengungkapkan bahwa sepanjang periode 1 Januari hingga April 2026, Polres Pelabuhan Belawan berhasil mengungkap total 320 kasus tindak pidana. Jumlah tersebut merupakan akumulasi dari dua kategori besar, yakni 109 kasus narkotika dan 211 kasus kejahatan umum.


“Ini adalah hasil kerja keras seluruh jajaran. Kami menyampaikan secara terbuka kepada publik agar masyarakat mengetahui bahwa Polri hadir dan bekerja nyata dalam menjaga keamanan,” ujar AKBP Rosef Efendi.


Untuk kasus narkotika, sebanyak 109 perkara berhasil diungkap dengan total 116 tersangka. Dari jumlah tersebut, 79 orang merupakan pengedar dan 37 lainnya pengguna. Barang bukti yang diamankan mencapai 19.221,11 gram sabu, 1,56 gram ganja, serta 5 butir pil ekstasi.


Kapolres menegaskan bahwa tingginya pengungkapan kasus narkoba menunjukkan keseriusan aparat dalam memerangi peredaran narkotika yang dinilai masih menjadi ancaman serius di wilayah Belawan.


Sementara itu, dari sisi kejahatan umum, sebanyak 211 kasus berhasil ditangani oleh Sat Reskrim bersama jajaran Polsek. Rinciannya meliputi 77 kasus pencurian dengan pemberatan (curat), 16 kasus pencurian dengan kekerasan (curas), serta 18 kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor).


Selain itu, terdapat pula 1 kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO), 4 kasus kepemilikan senjata tajam, serta 2 kasus penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia. Adapun 93 kasus lainnya merupakan berbagai bentuk tindak pidana konvensional yang turut ditangani dalam periode tersebut.


Kapolres menyebutkan bahwa dominasi kejahatan jalanan seperti curas dan curanmor menjadi perhatian utama pihaknya. Oleh karena itu, langkah-langkah preventif dan represif terus ditingkatkan, termasuk patroli rutin dan operasi penindakan di titik rawan.


“Yang paling menonjol adalah kejahatan jalanan. Ini menjadi fokus kami untuk ditekan melalui patroli intensif, penegakan hukum tegas, dan kerja sama dengan masyarakat,” tegasnya.


Ia juga menambahkan bahwa tingginya angka kejahatan dalam kurun waktu tersebut menjadi bahan evaluasi sekaligus dasar dalam merumuskan strategi pengamanan ke depan, termasuk penguatan sistem keamanan lingkungan.


“Kami terus mendorong partisipasi masyarakat, termasuk mengaktifkan kembali pos kamling. Keamanan bukan hanya tugas polisi, tetapi tanggung jawab bersama,” ujarnya.


Kapolres menekankan bahwa keberhasilan pengungkapan 320 kasus ini tidak terlepas dari sinergi antara kepolisian, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.


“Kami akan terus hadir di tengah masyarakat, memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan. Tidak ada ruang bagi pelaku kejahatan di wilayah hukum Polres Pelabuhan Belawan,” tutup AKBP Rosef Efendi.(panji)

 


Langkat| Bandar Meriah  News
 - Polsek Pangkalan Susu Ringkus Terduga Pelaku Pungli, Empat Pelaku Diamankan

 Menindaklanjuti video viral terkait dugaan pungutan liar (pungli) di wilayah Kecamatan Pangkalan Susu, jajaran Polres Langkat melalui Unit Reskrim Polsek Pangkalan Susu bergerak cepat melakukan penyelidikan dan mengamankan empat pria yang diduga terlibat.

Keempat pria tersebut masing-masing berinisial J (51), N (55), S (50), dan T (52), warga Kecamatan Pangkalan Susu, mereka diamankan setelah diduga melakukan pungutan terhadap sopir mobil barang jenis colt diesel di kawasan Tugu Merdeka, persimpangan Jalan Cut Nyak Dien dan Jalan Masjid, Kelurahan Bukit Jengkol, Kecamatan Pangkalan Susu.

Kapolsek Pangkalan Susu AKP Dedi Y.P. Ginting, S.H., M.H., menjelaskan bahwa kejadian tersebut terjadi pada Selasa, 21 April 2026 sekitar pukul 15.00 WIB. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, para terduga pelaku mengakui meminta uang sebesar Rp300.000 kepada sopir dan hanya memberikan Rp100.000.

“Menindaklanjuti informasi yang beredar di masyarakat, personel segera melakukan penyelidikan dan mengamankan para terduga pelaku untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” ujar Kapolsek, Sabtu (25/04/2026).

Permintaan uang tersebut sempat mendapat keberatan dari sopir karena para terduga tidak melakukan aktivitas bongkar muat barang. Video kejadian itu kemudian beredar luas di media sosial dan menjadi perhatian masyarakat.

Setelah dilakukan klarifikasi, kedua belah pihak sepakat menyelesaikan permasalahan secara damai melalui mediasi yang difasilitasi Polsek Pangkalan Susu, Kesepakatan tersebut dituangkan dalam surat pernyataan bersama.

Dalam mediasi tersebut, para terduga pelaku mengakui perbuatannya, menyampaikan permohonan maaf kepada korban, serta berjanji tidak mengulangi perbuatan serupa di kemudian hari.

Kapolres Langkat AKBP David Triyo Prasojo, S.H., S.I.K., M.Si., menegaskan bahwa pihaknya tidak mentolerir segala bentuk praktik pungutan liar yang meresahkan masyarakat.

“Setiap laporan maupun informasi yang berkembang di tengah masyarakat akan kami tindak lanjuti secara profesional, kami mengimbau masyarakat agar tidak ragu melapor apabila menemukan adanya praktik pungli ataupun gangguan kamtibmas lainnya,” tegas Kapolres.

Kapolres juga mengajak masyarakat untuk memanfaatkan layanan Call Center 110 Polri yang aktif selama 24 jam guna menyampaikan pengaduan, laporan maupun informasi terkait gangguan kamtibmas di wilayah hukum Polres Langkat.

Langkah cepat yang dilakukan Polsek Pangkalan Susu merupakan bentuk komitmen kepolisian dalam memberikan rasa aman dan menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif di wilayah Kabupaten Langkat.(ros)



Simalungun | Bandar Meriah News
 - Aksi cepat dan terukur ditunjukkan oleh jajaran Kepolisian Resor Simalungun, Polda Sumatera Utara, dalam mengungkap kasus pencurian dengan pemberatan (curat) yang mengguncang ketenangan warga di Kelurahan Perdagangan III, Kecamatan Bandar, Kabupaten Simalungun. Hanya dalam hitungan hari sejak laporan masuk, tiga orang tersangka berhasil diamankan dalam satu malam oleh personil Unit Reskrim Polsek Bandar Huluan.


Kasi Humas Polres Simalungun, AKP Verry Purba, saat dikonfirmasi pada Sabtu( 25/04/ 2026), sekira pukul 12.18 WIB, menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan wujud nyata komitmen Polri yang berintegritas dan humanis dalam melayani masyarakat. "Ini adalah bentuk nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat. Kami bergerak cepat karena kepercayaan masyarakat adalah prioritas utama kami," ujar AKP Verry Purba.


Peristiwa pencurian ini bermula pada Jumat, 17 April 2026, sekira pukul 15.40 WIB, ketika korban berinisial H (51 tahun), seorang karyawan BUMN beralamat di Jalan Selamat Ujung No. 184, Kelurahan Siti Rejo III, Kecamatan Medan Amplas, Kota Medan, meninggalkan rumahnya di Jalan Rajamin Purba, Kelurahan Perdagangan III, Kecamatan Bandar, untuk menjemput sang istri, saksi Norafarida Waty Gultom, ke Medan.


Pada Senin, 20 April 2026, pukul 18.40 WIB, korban bersama istrinya kembali ke rumah. Betapa terkejutnya korban ketika mendapati kondisi kamar di lantai dua sudah berantakan, pintu belakang kamar dalam keadaan terbuka, dan kuncinya telah rusak. Diduga kuat, pelaku masuk dengan cara memanjat pagar lalu merusak pintu belakang lantai dua untuk mengambil barang-barang berharga milik korban.


Kerugian yang dialami korban ditaksir mencapai Rp 14.590.000,- (empat belas juta lima ratus sembilan puluh ribu rupiah), meliputi satu unit TV LED, satu unit AC Changhong 1 PK, satu unit speaker aktif dan mikrofon Baretone, satu unit kamera CCTV, setrika, proyektor mini, hingga pakaian anak-anak dalam koper. Korban segera membuat laporan ke Polsek Bandar Huluan pada Selasa, 21 April 2026, pukul 14.05 WIB.


Kapolsek Bandar Huluan, IPTU Patar Banjarnahor, S.H., M.H., mengungkapkan bahwa setelah laporan diterima, personil Unit Reskrim langsung bergerak melakukan penyelidikan intensif. "Kami tidak memberi ruang bagi pelaku kejahatan untuk berlama-lama bebas. Setelah menerima laporan, tim langsung turun ke TKP dan mengumpulkan keterangan saksi untuk mengidentifikasi para pelaku," ucap IPTU Patar.


Hasilnya, pada Kamis dini hari, 23 April 2026, dalam rentang waktu hanya tiga jam, tiga tersangka berhasil diringkus. Pertama, sekira pukul 01.00 WIB, tersangka Dandi Saragih (27 tahun) diamankan di depan rumahnya. Satu jam kemudian, pukul 02.00 WIB, giliran Gurdip (35 tahun) yang dibekuk di lokasi yang sama. Lalu pada pukul 04.00 WIB, Natal Sianipar (39 tahun) turut diamankan di depan kediamannya di Jalan Karet Lumban Beringin, Kelurahan Perdagangan III.


Sejumlah barang bukti berhasil disita, di antaranya TV LED Polytron 32 inci, AC Changhong, speaker Baretone, dua mikrofon merk Advance, proyektor mini, satu unit sepeda motor Honda Supra X 125 tanpa plat nomor dengan nomor rangka MH10B811YAK586047, serta peralatan kejahatan berupa linggis dan tang.


"Motif para pelaku adalah ekonomi, dengan modus mengambil barang saat rumah ditinggal pemiliknya. Seluruh tersangka kini telah diamankan dan proses hukum berjalan sesuai ketentuan yang berlaku," ungkap IPTU Patar Banjarnahor.


AKP Verry Purba menambahkan, keberhasilan ini menjadi bukti bahwa Polres Simalungun terus berinovasi dan meningkatkan respons dalam menangani setiap laporan masyarakat. "Kami mengajak masyarakat untuk tidak ragu melaporkan setiap tindak kejahatan. Polri ada dan siap melindungi," tegasnya.


Kasus ini ditangani berdasarkan Laporan Polisi Nomor: LP/B/149/IV/2026/SPKT/Polsek Bandar Huluan/Polres Simalungun/Polda Sumatera Utara, tertanggal 21 April 2026.(panji)

 


Belawan |Bandar Meriah  News 
- Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Pelabuhan Belawan berhasil mengungkap kasus tindak pidana perusakan dan pencurian sepeda motor dengan menangkap seorang tersangka pada Kamis (24/04/2026).


Tersangka yang diamankan berinisial IA alias Panjol (35), warga Kelurahan Belawan Bahari.


Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Rosef Efendi, SIK., MH., CPHR., melalui Kasat Reskrim AKP Agus Purnomo, SH., MH., menjelaskan bahwa tersangka terlibat dalam dua aksi kejahatan yang berbeda.


“Tersangka IA alias Panjol ditangkap terkait dua kasus, yakni perusakan rumah yang terjadi pada Jumat (27/2/2026) sekitar pukul 03.30 WIB di Jalan Pulau Ambon, serta pencurian sepeda motor yang terjadi pada Rabu (18/3/2026) sekitar pukul 04.00 WIB di Jalan Pulau Nias, Kelurahan Belawan Bahari,” ujar AKP Agus Purnomo.


Ia menambahkan, penangkapan dilakukan setelah pihak kepolisian mendapatkan informasi terkait keberadaan tersangka.


“Setelah memperoleh informasi bahwa tersangka berada di Kampung Kurnia, Belawan Bahari, petugas langsung melakukan pengejaran dan berhasil mengamankan yang bersangkutan,” jelasnya.


Saat dilakukan pengembangan untuk menangkap pelaku lainnya, tersangka melakukan perlawanan yang membahayakan petugas dan masyarakat sekitar.


“Pada saat pengembangan, tersangka melakukan perlawanan dan tindakan yang membahayakan, sehingga petugas mengambil tindakan tegas dan terukur sesuai prosedur,” tegasnya.


Setelah diamankan, tersangka sempat dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan sebelum akhirnya dibawa ke Sat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut.


“Tersangka merupakan residivis atas kejahatan serupa dan saat ini tersangka telah berada di Sat Reskrim dan sedang menjalani proses hukum. Kami juga terus melakukan pengembangan untuk menangkap pelaku lain serta mendalami kemungkinan keterlibatan tersangka dalam aksi kejahatan lainnya,” tambah AKP Agus Purnomo.


Pihak kepolisian menegaskan komitmennya untuk terus memberantas tindak kejahatan demi menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah hukum Polres Pelabuhan Belawan.(panji)

Jumat, 24 April 2026




Medan | Bandar Meriah News
- Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution menekankan pentingnya keselarasan peran perempuan, baik di lingkungan rumah tangga maupun di ruang publik. Menurutnya, diperlukan “jembatan” agar kedua peran tersebut dapat dipahami dan dijalankan secara seimbang.


Hal itu disampaikan Bobby Nasution dalam sambutannya pada peringatan Hari Kartini melalui seminar bertajuk “Saatnya Perempuan Bicara” yang diselenggarakan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (PPPAKB) di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro Nomor 30, Medan, Jumat (24/04/2026).


Turut hadir Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifatul Choiri Fauzi, Staf Ahli I TP PKK Sumut Titiek Sugiharti, Anggota Komisi VIII DPR RI Muhammad Husni, Kepala Perwakilan BI Sumut Rudy Brando Hutabarat, serta sejumlah pimpinan OPD Pemprov Sumut dan komunitas perempuan.


Dalam sambutannya, Bobby menyampaikan apresiasi atas kehadiran Menteri PPPA yang sebelumnya juga meninjau lokasi pengungsian korban bencana hidrometeorologi di Sumut. Ia menilai perhatian tersebut menjadi inspirasi bagi masyarakat, khususnya kaum perempuan.


“Selamat datang dan membersamai kegiatan kami di Sumut dalam memperingati Hari Kartini. Kami tidak menyangka ternyata respons Ibu Menteri sangat luar biasa kepada kami,” ujar Bobby.


Bobby juga menyoroti masih rendahnya keterlibatan perempuan dalam jabatan publik, khususnya pada posisi pengambilan keputusan. Ia menyebutkan, masih ada kabupaten/kota di Sumut yang belum memiliki perwakilan perempuan di lembaga legislatif.


“Seperti di lembaga legislatif, masih ada kabupaten/kota yang bahkan tidak ada anggota dewannya perempuan. Walaupun di DPRD Sumut itu Ketuanya adalah perempuan, tetapi komposisinya secara umum masih kecil,” jelasnya.


Ia menambahkan, saat ini hanya Kabupaten Labuhanbatu yang dipimpin kepala daerah perempuan, meskipun di beberapa daerah terdapat wakil kepala daerah perempuan. Melalui kegiatan seminar ini, Bobby berharap partisipasi perempuan di ruang publik dapat terus meningkat.


“Jumlah penduduk Sumatera Utara ada 15,7 juta jiwa, dengan jumlah perempuan sebanyak 7,8 juta jiwa atau 49%. Dari jumlah itu, 5,8 juta berada dalam usia produktif. Ini yang akan menjadi penerus kepemimpinan di Sumut,” sebutnya.


Bobby juga berharap melalui seminar dan pelatihan yang berkelanjutan, akan lahir tokoh-tokoh perempuan yang mampu berkiprah hingga ke tingkat nasional.


“Makanya saya menekankan agar keterlibatan perempuan di ruang publik dan rumah tangga masih banyak yang belum selaras, dan seakan ada pembatas antara kedua peran tersebut. Ini yang perlu kita pecahkan, dan tidak perlu takut. Sehingga seorang perempuan bisa menjadi ibu rumah tangga, sekaligus beraktivitas di ruang publik,” tambahnya.


Sementara itu, Menteri PPPA Arifatul Choiri Fauzi mengungkapkan, sepanjang tahun 2025 tercatat 35.131 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Indonesia, dengan jumlah korban mencapai 37.372 orang. Dari jumlah tersebut, lebih dari 30 ribu korban adalah perempuan.


“Angka ini naik cukup signifikan, tetapi ini sebagai pertanda bahwa sosialisasi kita kepada perempuan untuk berani bicara ketika mengalami kekerasan mulai membuahkan hasil. Namun, ini tidak bisa dianggap enteng,” kata Arifah.


Ia menegaskan, peningkatan angka laporan harus menjadi catatan penting bagi pemerintah untuk memperkuat langkah pencegahan.


“Forum seperti seminar ini menjadi salah satu upaya pencegahan, dengan mengajak masyarakat memperkuat diri dari potensi kekerasan di lingkungan keluarga dan masyarakat. Harapannya, generasi mendatang semakin sadar pentingnya mencegah kekerasan terhadap perempuan,” pungkasnya.(torong)

  


Medan| Bandar Meriah  News 
-  Simulasi Sistem Pengamanan Kota (Sispamkota) yang digelar di Mapolda Sumut menjadi gambaran menyeluruh kesiapan jajaran kepolisian dalam menghadapi berbagai potensi gangguan keamanan, mulai dari aksi unjuk rasa hingga situasi darurat berisiko tinggi di wilayah Sumatera Utara.


Kegiatan yang melibatkan berbagai unsur ini mendapat perhatian langsung dari Kapolda Sumatera Utara, Irjenpol Whisnu Hermawan Februanto, yang menilai simulasi berjalan terstruktur dan mencerminkan kesiapan nyata personel di lapangan.


“Latihan ini bukan sekadar formalitas. Saya melihat langsung bagaimana kesiapan itu dibangun dari proses latihan yang konsisten, dan hari ini ditampilkan dengan sangat baik,” ujar Kapolda.


Dalam simulasi tersebut, diperagakan berbagai tahapan penanganan situasi kontinjensi secara komprehensif, mulai dari tahap awal pengamanan, peningkatan eskalasi massa dari kondisi hijau, kuning hingga merah, hingga penanganan kerusuhan, penjarahan, penyanderaan, dan penjinakan bahan peledak.


Kapolda mengapresiasi keseriusan seluruh personel yang dinilai mampu menjalankan setiap skenario dengan disiplin dan koordinasi yang baik antar satuan.


Menurutnya, kemampuan tersebut menjadi indikator penting dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah perkotaan yang dinamis seperti Medan.


“Dengan latihan seperti ini, saya yakin kesiapan personel kita semakin matang dalam menghadapi berbagai kemungkinan yang terjadi di lapangan,” katanya.


Sementara itu, Wakapolda Sumatera Utara, Brigjenpol Sonny Irawan, menjelaskan bahwa pelaksanaan Sispamkota merupakan bagian dari upaya meningkatkan kesiapsiagaan sekaligus memperkuat sinergi lintas sektor dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.


Ia menyebutkan, selain simulasi, kegiatan juga dirangkaikan dengan apel akbar Sabuk Kamtibmas yang melibatkan sekitar 1.500 peserta dari berbagai elemen masyarakat sebagai bentuk komitmen bersama menjaga kondusivitas daerah.


“Ini menunjukkan bahwa keamanan bukan hanya tugas Polri, tetapi tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat,” ujarnya.


Di sisi teknis, Kapolrestabes Medan, Kombespol Jean Calvijn Simanjuntak, mengungkapkan bahwa simulasi ini merupakan puncak dari rangkaian persiapan yang telah dilakukan secara bertahap, termasuk tactical floor game dan latihan berbasis skenario.


Ia menegaskan, seluruh tahapan dalam simulasi dirancang untuk mendekati kondisi riil di lapangan, sehingga setiap personel memahami peran dan prosedur yang harus dijalankan.


“Kami memastikan seluruh skenario, mulai dari pengendalian massa hingga penanganan ancaman serius, dapat direspons dengan cepat dan tepat,” jelasnya.


Ke depan, pihaknya juga akan mengimplementasikan latihan serupa di titik-titik strategis di Kota Medan dengan terlebih dahulu melakukan sosialisasi kepada masyarakat.


Sementara itu, Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, menyampaikan keyakinannya bahwa kesiapan aparat melalui Sispamkota mampu menjaga kondisi kota tetap aman dan kondusif.


“Kami melihat langsung keseriusan latihan ini. Pemerintah Kota Medan optimistis Polri mampu menjaga keamanan, baik dari gangguan kriminalitas hingga situasi darurat,” ujarnya.


Dengan pelaksanaan simulasi yang komprehensif tersebut, diharapkan kesiapan aparat semakin teruji dan kepercayaan masyarakat terhadap kemampuan Polri dalam menjaga keamanan wilayah semakin meningkat.(panji)

Diberdayakan oleh Blogger.