Selasa, 01 September 2026

 


Karo | Bandar Meriah News -
Gubernur Sumatera Utara Bobby Afif Nasution kunjungi lokasi pengungsian warga terdampak erupsi Gunung Sinabung di Desa Sukatepu, Kabupaten Karo, Selasa (01/09/2026) sore.


Kunjungan Gubernur Sumatera Utara Bobby Afif Nasution untuk memastikan kebutuhan dasar para pengungsi terpenuhi selama masa tanggap darurat.


Menurut Bobby Nasution, evakuasi warga menjadi prioritas utama pemerintah, terutama masyarakat yang berada di wilayah dengan radius berbahaya berdasarkan rekomendasi Badan Geologi.


Menurutnya, terdapat dua desa yang menjadi perhatian utama untuk dilakukan evakuasi. Salah satunya Desa Kuta Tengah, yang sebagian warganya kini telah berada di lokasi pengungsian.


“Yang paling utama kan mengevakuasi warga. Tadi disampaikan dari Badan Geologi, ada dua desa yang paling diutamakan, yang sangat masuk radius kalau terjadi erupsi. Salah satunya Desa Kuta Tengah,” ujar Bobby Nasution.


Dimana, sekitar 280 warga Desa Kuta Tengah telah berada di tempat pengungsian. Sehingga, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara memastikan fasilitas dasar seperti tempat tidur, air bersih, toilet hingga makanan tersedia dengan baik.


“Kita pastikan yang di sini fasilitasnya dulu. Kita tidak ingin masyarakat yang mengungsi merasa tidak nyaman, kemudian tiba-tiba langsung kembali ke rumah,” sambung Bobby.


Menurutnya, pihaknya juga menanggapi keluhan warga yang mengaku sempat menunggu beberapa jam setelah meninggalkan rumah tanpa mendapatkan makanan maupun minuman.


Pemerintah Provinsi Sumatera Utara siap menyuplai kebutuhan para pengungsi, termasuk makanan dan air bersih. “Kami dari provinsi datang ke sini bukan mau hanya lihat-lihat. Apa yang dibutuhkan silakan sampaikan, kami akan support. Makanan sudah kami siapkan, air bersih juga kami bawa,” beber Bobby.


Kondisi pengungsi kali ini berbeda dengan korban bencana yang rumahnya telah hancur. Sebagian warga yang mengungsi masih memiliki rumah, sehingga potensi untuk kembali ke kediaman masing-masing cukup tinggi. "Karena itu, pemerintah harus memastikan kebutuhan pokok selama berada di pengungsian tetap terpenuhi. Tidak bisa senyaman di rumah sendiri, tapi jangan kebutuhan pokoknya ketika mereka pindah ke tempat pengungsian justru hilang total. Seperti makan, tempat tidur dan tempat istirahat,” jelas Bobby.


Selain kebutuhan pangan dan air bersih, Pemprov Sumut juga menyiapkan sarana transportasi bagi anak-anak pengungsi untuk bersekolah. “Tadi ada permintaan bus ataupun pengangkutan anak-anak untuk sekolah, kami juga akan siapkan,” kata Bobby.


Terkait perkembangan aktivitas Gunung Sinabung, Bobby Afif Nasution menyebut status gunung tersebut masih berada pada Level III atau Siaga.


Pemerintah Provinsi Sumatera Utara akan terus mengevaluasi kondisi aktivitas vulkanik. "Jika erupsi menurun, status dapat diturunkan menjadi level II atau waspada sehingga masyarakat berpotensi diperbolehkan kembali ke rumah dengan tetap dalam pemantauan. Mungkin masyarakat sudah boleh kembali, tapi tetap dalam perhatian,” ujar Bobby.


Sebaliknya, jika aktivitas Gunung Sinabung kembali meningkat, pemerintah telah menyiapkan langkah evakuasi lanjutan, termasuk memperluas radius wilayah yang harus dikosongkan. “Kita juga sudah evaluasi langkah-langkah yang harus dilakukan, radius berapa saja yang bertambah dan siapa saja yang harus mengungsi," sebut Bobby.


Untuk mengantisipasi gangguan kesehatan akibat erupsi, pemerintah juga telah menyiagakan posko kesehatan beserta kendaraan pelayanan kesehatan di lokasi pengungsian.


Bobby Nasution mengatakan, jika kondisi darurat masih berlangsung dalam satu hingga dua hari ke depan, Pemprov Sumut akan mengerahkan bus layanan kesehatan yang memiliki kemampuan memberikan pelayanan medis hingga tindakan operasi ringan.


“Kalau memang satu-dua hari ini masih diperlukan, kita kirim bus layanan kita. Bus layanan itu bisa melaksanakan sampai dengan operasi ringan,” ujarnya.


Terkait dampak langsung erupsi terhadap bangunan maupun rumah warga, Bobby menyebut hingga saat ini belum terdapat laporan kerusakan.


“Mudah-mudahan tidak ada. Sejauh ini belum ada yang terdampak secara langsung, artinya kerugian atau kerusakan bangunan belum ada,” katanya.


Sementara untuk mengantisipasi gangguan kesehatan akibat abu vulkanik, pembagian masker telah dilakukan sejak erupsi pertama terjadi. “Kejadian pertama pukul 10.17, siang harinya kita langsung bagikan masker. Baik dari provinsi, kabupaten, TNI, Polri, semuanya membagikan masker. Ini langkah antisipasi agar tidak terjadi penyakit berat,” jelas Bobby.


Bobby mengatakan pemerintah belum menghitung dampak ekonomi akibat erupsi karena fokus utama saat ini adalah keselamatan masyarakat.


Termasuk keputusan menutup kawasan wisata di sekitar Gunung Sinabung untuk mencegah wisatawan memasuki zona berbahaya. “Dampak ekonominya pasti ada. Wisata kita minta ditutup, tidak boleh ada wisatawan masuk ke sekitar area gunung. 


Untuk ketersediaan kebutuhan pangan dan logistik bagi para pengungsi, Bobby memastikan stok dalam kondisi aman.“Stok logistik aman,” tutup Bobby Afif Nasution mengakhiri. (torong)

  


Medan | Bandar Meriah News - Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kota Medan yang menetapkan Sri Rezeki sebagai Wakil Ketua DPRD Medan menggantikan Rajudin Sagala untuk sisa masa jabatan 2024-2029, Selasa (01/09/2026).

Pada sidang Paripurna DPRD yang dipimpin Ketua DPRD Medan Wong Chun Sen ini hadir juga Wakil Wali Kota Medan H Zakiyuddin Harahap dan segenap Pimpinan DPRD dan anggota DPRD Medan, Pj Sekda Medan Erfin Fahrurrazi, sejumlah unsur Forkopimda dan Pimpinan Perangkat Daerah di lingkungan Pemko Medan.

Dalam kesempatan tersebut, Rico Waas menyambut baik pergantian pimpinan DPRD Medan dan berharap hadirnya kepemimpinan baru semakin memperkuat sinergi antara legislatif dan Pemerintah Kota Medan dalam menjawab berbagai kebutuhan masyarakat.

Rico Waas menekankan, DPRD memiliki posisi penting dalam memastikan program pembangunan dan kebijakan pemerintah daerah berjalan sesuai dengan kepentingan masyarakat. Karena itu, ia berharap kepemimpinan Sri Rezeki dapat membawa semangat baru dalam menjalankan fungsi legislatif.

“Ke depannya, program kerja DPRD diharapkan mengarah kepada penguatan fungsi legislatif, serta responsif terhadap kebutuhan masyarakat,” kata Rico Waas 

Menurut Rico Waas, penguatan fungsi legislatif tidak hanya berkaitan dengan pembentukan peraturan daerah, tetapi juga menyangkut fungsi pengawasan dan penganggaran. Kedua fungsi tersebut dinilai penting untuk memastikan pembangunan Kota Medan berjalan efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Dirinya meminta pembahasan anggaran dilakukan semakin tepat sasaran dengan tetap mengacu pada prioritas pembangunan daerah. Di sisi lain, pengawasan terhadap penggunaan anggaran dan penyelenggaraan pelayanan publik juga harus diperkuat.

“Pembahasan anggaran yang semakin tepat sasaran dan mendukung prioritas pembangunan, serta pengawasan terhadap penggunaan anggaran dan pelayanan publik yang efektif, transparan dan akuntabel,” ujar Rico Waas.

Rico Waas juga berharap hubungan kerja antara Pemko Medan dan DPRD semakin solid. Menurutnya, kolaborasi antara eksekutif dan legislatif menjadi bagian penting dalam mempercepat penyelesaian berbagai persoalan kota sekaligus memastikan aspirasi masyarakat dapat diterjemahkan ke dalam kebijakan pembangunan.

Sebelumnya dalam Rapat Paripurna tersebut, Plt Sekretaris DPRD Medan Erisda Hutasoit membacakan Surat Keputusan Gubernur Sumatra Utara Nomor 188.44/461/KPPS/2026 tentang peresmian dan penggantian pimpinan DPRD Medan masa jabatan 2024-2029.

Dalam keputusan itu, Rajudin Sagala diberhentikan dari jabatan pimpinan DPRD Medan dan Sri Rezeki ditetapkan sebagai penggantinya.

“Dengan ini memberhentikan Rajudin Sagala dari jabatan sebagai pimpinan DPRD Medan dan mengangkat Sri Rezeki sebagai pengganti terhitung dari tanggal pengucapan sumpah janji,” ujar Erisda saat membacakan keputusan.

Setelah keputusan dibacakan, Sri Rezeki kemudian mengucapkan sumpah dan janji jabatan yang dipimpin Ketua Pengadilan Negeri Medan Kelas I-A Khusus Mardison.

Dengan pengucapan sumpah tersebut, Sri Rezeki resmi menjalankan tugas sebagai Wakil Ketua DPRD Medan untuk melanjutkan sisa masa jabatan periode 2024-2029.

Pergantian pimpinan DPRD Medan ini diharapkan semakin memperkuat kerja bersama antara Pemko Medan dan DPRD dalam mengawal pembangunan, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta merespons aspirasi masyarakat secara lebih cepat dan tepat.fit)

 



Medan| Bandar Meriah News - Pringadi Tampubolon, S.H. resmi diangkat menjadi Advokat pada organisasi Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI) setelah mengucapkan sumpah jabatan dalam acara Pengangkatan dan Pengambilan Sumpah Advokat Wilayah Hukum Pengadilan Tinggi Medan, di Ballroom Hotel Grand Mercure Maha Cipta Medan Angkasa, Selasa (01/09/2026)

 

Upacara pengambilan sumpah diselenggarakan oleh DPC PERADI Kota Medan bekerja sama dengan DPN PERADI, dan dipimpin langsung oleh Ketua Umum DPN PERADI, Prof. Dr. Otto Hasibuan, S.H., M.M. Prosesi sakral ini disaksikan oleh jajaran pengurus DPD PERADI Sumatera Utara, DPC PERADI Kota Medan, serta ratusan advokat baru yang turut diangkat pada kesempatan tersebut.

 

Dalam amanatnya, Prof. Otto Hasibuan menekankan pentingnya menjaga integritas profesi:

 

"Sebagai penegak hukum, kalian harus menjunjung tinggi Sumpah Jabatan, Kode Etik Profesi Advokat, serta Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2003 tentang Advokat. Jadilah Advokat yang mandiri, jujur, dan selalu berpihak pada kebenaran serta keadilan."

 

Dengan selesainya proses pelantikan dan pengambilan sumpah ini, Pringadi Tampubolon, S.H. secara sah berhak menyandang gelar Advokat dan berwenang menjalankan praktik hukum di seluruh lingkungan pengadilan di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Ia berkomitmen mengemban amanah profesi dengan penuh tanggung jawab.

 

"Saya berjanji akan menjalankan tugas sebagai Advokat dengan sebaik-baiknya, menjaga kehormatan profesi, serta membela kepentingan keadilan dan kebenaran bagi pencari keadilan," ujar Pringadi Tampubolon, S.H. seusai dilantik.

 

Keberhasilan ini menjadi langkah awal bagi Pringadi Tampubolon untuk berkontribusi nyata dalam penegakan hukum dan perlindungan hak hukum masyarakat di Indonesia.(Indra Sinurat)

  


 Karo | Bandar Meriah News - Sehari setelah Gunung Api Sinabung mengalami erupsi, Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol. Whisnu Hermawan Februanto turun langsung ke Kabupaten Karo untuk memastikan kesiapan personel dan posko dalam menghadapi perkembangan situasi kebencanaan.


Kapolda bersama Wakapolda Sumut Brigjen Pol. Naek Pamen Simanjuntak serta sejumlah pejabat utama Polda Sumut terlebih dahulu mendatangi Pos Pengamatan Gunung Api Sinabung, Desa Ndokum Siroga, Kecamatan Simpang Empat, Selasa (01/09/2026).


Di lokasi tersebut, Kapolda menerima pemaparan kondisi terkini Gunung Sinabung dari Kepala Pos Pengamatan Gunung Api Sinabung Armen Putra dan paparan dari Bupati Karo.


Kapolda juga memberikan arahan kepada jajaran terkait pentingnya kesiapan personel, koordinasi lintas instansi serta pemantauan perkembangan aktivitas gunung api secara berkelanjutan.


Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol. Dr. Ferry Walintukan mengatakan, kehadiran langsung Kapolda di Kabupaten Karo menjadi bagian dari upaya memastikan jajaran kepolisian siap menghadapi setiap perkembangan situasi pascaerupsi.


"Beliau ingin melihat langsung kondisi di lapangan, baik perkembangan Gunung Sinabung maupun kesiapan personel yang melaksanakan tugas di wilayah tersebut," kata Ferry.


Menurutnya, penanganan situasi kebencanaan membutuhkan koordinasi yang kuat antara Polri, pemerintah daerah dan seluruh unsur terkait. Karena itu, kesiapan personel di lapangan menjadi salah satu hal yang menjadi perhatian Kapolda.


Usai meninjau Pos Pengamatan, Kapolda kemudian menuju Posko Siaga Bencana di Simpang Tiga Kicat, Kecamatan Namanteran.


Di posko tersebut, Kapolda melihat langsung aktivitas personel yang bertugas sekaligus memberikan bingkisan berupa paket Polri untuk masyarakat kepada anggota yang berjaga.


"Ini juga sebagai bentuk dukungan kepada personel yang melaksanakan tugas di lapangan. Mereka harus tetap siap memberikan pelayanan kepada masyarakat dalam kondisi apa pun," ujar Ferry.


Kunjungan tersebut sekaligus menjadi bentuk penguatan koordinasi antara kepolisian dan pemerintah daerah dalam menghadapi kondisi pascaerupsi Gunung Sinabung.


Ferry menambahkan, jajaran Polda Sumut dan Polres Tanah Karo akan terus melakukan monitoring serta berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan situasi tetap aman dan pelayanan kepada masyarakat berjalan dengan baik.


"Polri akan terus hadir bersama masyarakat dan memastikan personel tetap siap memberikan pelayanan, pengamanan dan bantuan sesuai kebutuhan di lapangan," pungkasnya.


Rangkaian kunjungan Kapolda Sumut berlangsung dalam kondisi aman dan kondusif. Setelah meninjau posko, Kapolda bersama rombongan kembali menuju Kota Medan.(panji)




Samosir| Bandar Meriah News - Pemerintah Kabupaten Samosir bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Samosir mencapai kesepakatan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD Tahun Anggaran 2027, ditandai penandatanganan nota kesepakatan dalam Rapat Paripurna.

 

Bupati Samosir Vandiko T. Gultom dan Ketua DPRD Samosir Nasip Simbolon menandatangani dokumen tersebut sebagai bukti sinergitas eksekutif dan legislatif. Bupati mengapresiasi kerja keras Badan Anggaran DPRD serta Tim Anggaran Pemerintah Daerah yang telah menyusun dan membahas rancangan anggaran secara simultan, Selasa (01/09/2026).

 

KUA-PPAS 2027 mengacu visi "Samosir Unggul, Inklusif dan Berkelanjutan" dengan tema: "Akselerasi Pembangunan SDM, Penguatan Ekonomi dan Inklusi Sosial Berbasis Pemberdayaan Masyarakat." Prioritas utamanya meliputi peningkatan kesejahteraan masyarakat, pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, kualitas infrastruktur, serta tata kelola birokrasi yang bersih dan adaptif.

 

"Kita pastikan anggaran berjalan efektif, efisien, transparan dan tepat sasaran. Sinergitas ini harus terus diperkuat demi kebutuhan warga," tegas Vandiko, menargetkan persetujuan APBD selesai paling lambat 30 November 2026.

 

Sementara itu, Ketua DPRD Nasip Simbolon meminta setiap Organisasi Perangkat Daerah menyusun rencana kerja anggaran berdasarkan dokumen ini dengan skala prioritas jelas agar anggaran terbatas memberikan manfaat nyata. Ia juga mendorong koordinasi aktif ke tingkat provinsi dan pusat untuk dukungan pembangunan.

 

Acara dihadiri Wakil Ketua DPRD, Sekretaris Daerah, perwakilan Kejari, serta pimpinan OPD terkait. Kesepakatan ini menjadi landasan resmi penyusunan anggaran pembangunan Samosir tahun 2027.(Indra Sinurat)

 


Binjai | Bandar Meriah News - Menyambut Hari Jadi Polisi Wanita (Polwan) Republik Indonesia ke 78 Tahun 2026, Kapolres Binjai AKBP R. Bimo Moernanda, S.I.K., M.H., bersama Ketua Bhayangkari Cabang Binjai Ny. Tika Bimo Moernanda, menunjukkan kepedulian terhadap kemanusiaan melalui kegiatan donor darah.


Kegiatan donor darah tersebut dilaksanakan Polres Binjai berkolaborasi dengan Lions Club, sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Ke-78 Polwan RI Tahun 2026.


Tidak hanya memberikan dukungan, Kapolres Binjai bersama Ketua Bhayangkari Cabang Binjai juga turut langsung mendonorkan darahnya. Kehadiran keduanya menjadi bentuk wujud nyata kepedulian dan ketauladanan dalam mendukung kegiatan sosial yang bermanfaat bagi masyarakat luas.


Kapolres Binjai menyampaikan bahwa kegiatan donor darah merupakan wujud nyata semangat Polri untuk terus hadir dan memberikan manfaat  bagi masyarakat.


“Setetes darah yang kita donorkan dapat memberikan harapan dan membantu menyelamatkan kehidupan orang lain. Semoga kegiatan ini membawa manfaat dan menjadi bagian dari semangat Polwan untuk terus mengabdi kepada masyarakat,” ujar Kapolres Binjai.


Melalui momentum Hari Jadi Ke-78 Polwan RI, Polres Binjai berkomitmen untuk terus memperkuat semangat pengabdian, kepedulian dan kemanusiaan, sekaligus menghadirkan Polri yang semakin dekat dengan masyarakat.(Humasresbinjai/torong)

Senin, 31 Agustus 2026

 



Medan | Bandar Meriah News
- Persoalan perbaikan drainase, jalan, banjir, air bersih, bansos, LPJU dan lainnya, masih menjadi keluhan warga di daerah pemilihan (Dapil) 4 meliputi Kecamatan Medan Amplas, Medan Area, Medan Denai dan Medan Kota, saat anggota DPRD Medan menggelar Reses VI Masa Sidang III Tahun Sidang 2025-2026 yang dilaksanakan baru-bsru ini. 

Persoalan ini disampaikan anggota DPRD Medan dari Dapil 4, Agus Setiawan, SE,  dalam laporan hasil Reses VI Masa Sidang III Tahun Sidang 2025-2026, pada sidang paripurna, Senin (31/08/2026). Anggota DPRD Medan Dapil 4 antara lain Agus Setiawan, Afif Abdillah, Edi Saputra, dan Fauzi.

Agus Setiawan menjelaskan, warga meminta pengaspalan di Jalan Wahidin, Kel. Pandau Hulu II, Kec. Medan Area, di Jalan Paitan, Kel. Pandau Hulu II, Medan Area, karena rusak dan berlobang, mengakibatkan banyak korban yang jatuh saat membawa sepeda motor. 

Politisi PDI Perjuangan itu menambahkan, warga juga meminta pengaspalan Jalan Seksama, Komp. Pemda Blok D, Kel. Binjai, Kec. Medan Denai, karena sudah lama tidak dilakukan pengaspalan, dimana jika turun hujan jalan pasti becek dan banjir. Juga warga minta pengaspalan jalan di Kel. Sei Rengas I, Kec. Medan Kota.

Sedangkan warga Jalan Seksama Komp Pemda Blok E, Kel. Binjai, Kec. Medan Denai, meminta perhatian khusus untuk parit sulang-saling yang sudah dangkal dan menyempit karena penuh sampah mengakibatkan jika hujan, parit tersebut sering banjir. Warga Jalan Sampali, Kel. Pandau Hulu II, Kec. Medan Area juga minta perbaikan gorong-gorong yang tersumbat oleh sampah.

Warga Jalan M. Nawi Harahap, Kelurahan Binjai, Kecamatan Medan Denai, meminta pelebaran, pengerukan, dan pembersihan parit besar agar kapasitas saluran air meningkat sehingga banjir dapat diminimalisir. Warga Jalan Perguruan Tinggi Swadaya, Ke. Binjai, Medan Denai, juga minta pembongkaran dan pembangunan kembali drainase yang tersumbat.

Agus mengatakan, warga Jalan Garu II, Medan Amplas, mengeluhkan selama dua tahun terakhir wilayah mereka mengalami banjir yang cukup parah dan mengganggu aktivitas masyarakat. Mereka minta penanganan dan pencegahan, sehingga pada tahun ini banjir tidak kembali terjadi.

Sedangkan warga Jalan Jermal XI Gg. Saudara, kata Agus, menyampaikan akses menuju SD Negeri 78, khususnya dari Gg. Saudara bagian tengah hingga gang kecil menuju sekolah, masih rusak dan becek ketika hujan, sehingga menyulitkan anak-anak ke sekolah. 

Keluhan lain disampaikan warga Jalan Sampali, Kel. Pandau Hulu II, Kec. Medan Area, yang meminta agar dipasang lampu penerangan jalan umum (LPJU) di Jalan Harimau simpang Jalan Sampali. Demikian juga minta perbaikan LPJU di Jalan Wahidin karena kondisi jalan gelap gulita.

Sedangkan warga Jalan Seksama Gg. Ikhlas, Kel. Binjai, Medan Denai, berharap dilakukan verifikasi dan pendataan ulang penerima Program Keluarga Harapan (PKH) karena masih terdapat warga yang belum pernah menerima bansos, meskipun kondisi ekonominya tergolong kurang mampu. 

Warga Jalqn M. Nawi Harahap, Kel. Binjai, Medan Denai, meminta penyaluran bansos dilakukan secara lebih adil, transparan, dan tepat sasaran sehingga masyarakat yang benar-benar membutuhkan dapat merasakan manfaat dari program pemerintah. 

Sedangkan warga Jalan Garu I Gg. Kedondong, Medan Kota, meminta pemerintah mengambil langkah-langkah yang efektif untuk menurunkan dan menstabilkan harga sembako yang saat ini dirasakan semakin memberatkan masyarakat. 

Warga Jalan Sisingamangaraja Km. 10 Komp. Oma Deli, Medan Amplas, meminta pemerintah juga melakukan pengawasan terhadap dampak pelaksanaan Program MBG agar tidak menyebabkan kenaikan harga atau berkurangnya ketersediaan bahan pangan di pasar, sehingga kebutuhan pokok masyarakat tetap terjangkau dan pasokan tetap terjaga. 

Warga Jalan Bromo, Lr. Sukri  Medan Area, mengusulkan agar pemerintah menyediakan bantuan modal usaha bagi pelaku UMKM, dan diberikan secara tepat sasaran dan disertai pendampingan usaha, sehingga UMKM dapat berkembang dan membantu perekonomian keluarga. 

Sementara warga Kel. Binjai, Kec. Medan Denai, mempertanyakan kelanjutan program pemasangan sambungan air bersih gratis dari PDAM Tirtanadi yang telah dijanjikan beberapa tahun lalu, namun hingga saat ini belum terealisasi.  

Persoalan lain, warga Jalan Jermal XI, Medan Denai, meminta agar pemerintah meningkatkan keamanan dan ketertiban di lingkungan mereka karena kasus pencurian dan kriminali lainnya sudah cukup meresahkan masyarakat, salah satunya dengan mengaktifkan kembali poskamling serta ronda malam di lingkungan. 

"Demikian laporan reses ini disampaikan, sebagai bahan masukan bagi dewan untuk ditindaklanjuti oleh Pemko Medan. Hasil dari forum ini selanjutnya akan dituangkan dalam pokok-pokok pikiran DPRD melalui Sistem Informasi Pembangunan Daerah," ujar Agus. (fit)




Binjai | Bandar Meriah News - Satuan Reserse Narkoba Polres Binjai kembali menangkap dua orang laki-laki dengan inisial A (55) & MD (42) yang diduga sebagai pengedar narkoba jenis sabu-sabu, di Kelurahan Sukaramai Kecamatan Binjai, Kamis (27/08/2026) pukul 16.10 wib sore hari.


Komitmen pemberantasan narkoba ini terus ditunjukkan polres Binjai, melalui operasi under cover oleh sat narkoba sehingga berhasil menangkap dua orang pria yang diduga sebagai bandar narkoba di wilayah hukum polres Binjai, "ucap Kasat Narkoba AKP Ismail Pane, S.H., M.H.,


Penangkapan terhadap terduga ini diawali dengan adanya informasi dari masyarakat yang direspon langsung oleh Kasat Narkoba AKP Ismail Pane, S.H., M.H., untuk menindak lanjuti informasi tersebut menerintahkan anggotanya untuk melakukan penyelidikan.


" Barang bukti yang diamankan dari kedua pelaku tersebut yaitu, 2 (dua) paket narkotika jenis sabu yang dibungkus plastik klip transparan dengan berat brutto 2,98 gram, 1 (satu) buah kotak rokok gudang garam (tempat menyimpan sabu), 1 (satu) unit Handphone merk Oppo warna hitam, 1 (satu) unit Handphone merk Realme  warna putih serta uang tunai sebesar Rp. 50.000 (lima puluh ribu rupiah) 


" Atas perbuatannya, kedua pelaku dijerat dengan pasal 114 ayat (1) Jo pasal 132 ayat (1)UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika Jo Pasal 609 ayat (1) huruf (a) UU RI Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP Jo UU RI No.1 Tahun 2026 tentang penyesuaian pidana., tegas Kasat Narkoba 


Kapolres Binjai AKBP R. Bimo Moernanda, S.I.K., M.H., menegaskan keberhasilan pengungkapan ini merupakan bentuk keseriusan Polres Binjai dalam memerangi peredaran gelap narkotika di wilayah hukumnya.


“Kami berkomitmen penuh untuk memberantas narkoba serta peran aktif masyarakat sangat dibutuhkan dalam memberikan informasi demi menyelamatkan generasi muda dari bahaya narkotika,” dan juga tetap diimbau masyarakat untuk tidak ragu melaporkan aktivitas mencurigakan melalui layanan Call Center 110 Polri., ucap AKBP Bimo Moernanda.(Humasresbinjai/torong)



  


Medan | Bandar Meriah News - DPRD Medan berharap Pemko Medan menentukan skala prioritas pembangunan demi peningkatan kesejahteraan masyarakat, untuk mewujudkan visi misi Wali Kota/Wakil Wali Kota. Dan kepada pihak-pihak terkait dapat mindaklanjuti usulan masyarakat saat anggota dewan menggelar reses.

Harapan ini disampaikan anggota DPRD Medan, Dr. Dra. Lily, MBA, MH, saat menyampaikan laporan hasil Reses VI Masa Sidang III Tahun Sidang 2025-2026 Daerah Pemilihan (Dapil) 1, dalam rapat paripurna, Senin (31/08/2026). Anggota DPRD Medan Dapil 1 (Medan Barat, Medan Petisah, Medan Helvetia dan Medan Baru) antara lain Dr. Dra. Lily, MBA, MH, Renville P. Napitupulu, Robi Barus, dan Rajudin Sagala.

"Dari reses ini disarankan kepada Pemko Medan melalui Bappeda agar lebih dibangun sinergitas untuk mengakomodir saran dan pendapat maupun rumusan permasalahan dalam pokok-pokok pikiran (pokir) DPRD yang diperoleh dari hasil penjaringan aspirasi masyarakat sebagai bahan perumusan kegiatan," ujar Lily.

Diungkapkan politisi PDI Perjuangan itu, persoalan jalan, drainase, banjir, lampu penerangan jalan, BPJS kesehatan, administrasi kependudukan, keamanan, sampah, dan lainnya, kerap mencuat dan dikeluhakn warga ketika menghadiri reses anggota DPRD Medan.

Seperti keluhan warga Jalan Notes Gg Sosial, Kel. Sei Putih Barat, Medan Petisah, kata Lily, yang meminta perbaikan Jalan Notes Gg Sosial menuju Jalan Sampul, yang rusak parah, dan telah berapa tahun tidak ada perbaikan. Warga Jalan PWS Gg Mawar juga minta perbaikan jalan Gang Mawar yang rusak atau berlobang.

Sedangkan warga Jalan Klambir 5 Gg Bunga, Kel. Tanjung Gusta, Medan Helvetia, minta dinding pinggiran sungai di daerah mereka dibeton agar tidak longsor. Sebab setiap banjir, tanah di pinggiran sungai tersebut selalu terkikis.

Lily menambahkan, masalah pelebaran dan pengorekan parit juga dikeluhkan warga Medan Petisah dan Medan Helvetia, supaya pembuangan air hujan tidak tersumbat untuk mengurangi dampak banjir dan menyebabkan sarang nyamuk.

Sedangkan warga Jalan Pasar 1 Ujung, Kel. Cinta Damai, Kec. Medan Helvetia, meminta pemasangan lampu penerangan jalan umum (LPJU). Permintaan yang sama juga disampaikan warga Jalan Setia Baru, dimana lampu jalan mati.

Keluhan lainnya muncul dari warga Medan Helvetia dan Medan Barat, yang tidak punya handphone untuk berobat (mendaftar secara online) melalui aplikasi JKN Mobile, sehingga minta pakai fotocopy BPJS atau fotocopy KTP saja (secara manual) agar bisa berobat.

Sedangkan warga Kel. Babura, Kec. Medan Baru, dan Kel. Pulo Brayan Kota, Medan Barat, mempertanyakan perihal lansia yang tidak punya handphone untuk mengakses Identitas Kependudukan Digital (IKD) dikarenakan dalam aplikasi 'perlinsos' (perlindungan sosial), dimana pendataannya pakai handphone yang telah memiliki aplikasi IKD jika ingin mendapatkan bantuan sosial. 

Sementara itu, warga Jalan Pasar I Gg. Saurma, Kec. Medan Helvetia, minta dilakukan patroli di sekitar kawasan tersebut karena banyak maling yang berkeliaran pada malam hari. Permintaan yang sama juga disampaikan warga Jalan Pantai Timur Pasar II, Kel. Cinta Damai, Medan Helvetia.

Terkait masalah sampah, warga Jalan Pantai Timur Pasar II, Kel. Cinta Damai, Kec. Medan Helvetia, juga meminta agar pemerintah mengatur jadwal pengambilan sampah, karena sering tidak sesuai dengan waktu yang ditetapkan oleh Lurah.

Hal hampir senada juga disampaikan warga Jalan Pembangunan Gg. Melati, Kel. Helvetia Timur  Kec. Medan Helvetia, terkait masalah membuang sanpah sembaranggan di pingkir jalan, sehingga meminta agar segera dibersihkan. 

"Untuk itu, melalui OPD (organisasi perangkat daerah) terkait, kami minta agar segera melakukan percepatan pelayanan publik sesuai bidang yang menjadi urusannya, dengan tataran kebermanfaatan untuk meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat," pungkasnya.(toron/fit)

  


Karo| Bandar Meriah News  -
Di saat masyarakat Kabupaten Karo menghadapi kekhawatiran akibat aktivitas Gunung Sinabung, Brimob Polda Sumatera Utara memilih untuk hadir lebih dekat. Sebanyak 100 personel Satbrimob Polda Sumut diberangkatkan menuju Kabupaten Karo dalam rangka Operasi Aman Nusa II Tanggap Bencana Erupsi Gunung Sinabung, Senin (31/08/2026).


Keberangkatan tersebut dipimpin oleh Komandan Kompi 3 Batalyon A Pelopor, Iptu Binner Sitorus, S.H. Para personel membawa perlengkapan operasional serta dukungan kendaraan taktis dan dapur lapangan sebagai bentuk kesiapan menghadapi berbagai kebutuhan di lokasi penugasan.


Dansat Brimob Polda Sumut Kombes Pol. M. Rendra Salipu, S.I.K., M.Si., menegaskan bahwa pengerahan personel merupakan wujud kesiapsiagaan sekaligus komitmen Brimob untuk selalu hadir ketika masyarakat membutuhkan bantuan.


“Brimob Polda Sumut siap hadir dan membantu masyarakat yang terdampak maupun yang membutuhkan bantuan. Kita tidak hanya datang untuk melaksanakan tugas, tetapi juga untuk memberikan rasa aman dan memastikan masyarakat tidak merasa sendirian menghadapi situasi ini,” ujar Kombes Pol. M. Rendra Salipu.


Ia meminta seluruh personel yang ditugaskan untuk mengutamakan keselamatan, meningkatkan kewaspadaan, serta tetap mengedepankan sikap humanis dalam setiap pelaksanaan tugas.


“Utamakan keselamatan, tetap humanis, dan berikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Jadikan kehadiran kita sebagai bentuk nyata pengabdian dan kepedulian Brimob kepada masyarakat,” tegasnya.


Sebanyak 100 personel tersebut disiagakan untuk membantu penanganan situasi bencana, memberikan pelayanan kepada masyarakat, serta mendukung proses evakuasi apabila sewaktu-waktu dibutuhkan.


Dapur lapangan turut disiapkan untuk mendukung kebutuhan makanan dalam kondisi darurat, sementara kendaraan taktis disiagakan guna menunjang mobilitas dan respons cepat personel di lapangan.


Bagi Brimob Polda Sumut, keberangkatan ini bukan sekadar pergeseran pasukan. Ada pesan kemanusiaan yang ingin disampaikan kepada masyarakat Kabupaten Karo: Anda tidak sendiri.


Ketika gunung menunjukkan aktivitasnya, Brimob memilih untuk mendekat. Ketika masyarakat membutuhkan pertolongan, Brimob siap bergerak.


Dengan semangat “Jiwa Ragaku Demi Kemanusiaan”, 100 personel Brimob Polda Sumut berangkat membawa tugas, kepedulian, dan harapan untuk dapat membantu masyarakat Kabupaten Karo menghadapi situasi erupsi Gunung Sinabung.


Brimob Polda Sumut hadir. Siap membantu. Siap mendampingi. Siap bersama masyarakat.(panji)

Diberdayakan oleh Blogger.