Sabtu, 17 Oktober 2026

 

Medan | Bandar Meriah  News - Wakil Ketua DPRD Kota Medan, H. Zulkarnaen S.K.M, memberikan hadiah umrah gratis kepada tujuh warga Kota Medan. Pemberian hadiah umrah gratis tersebut dilakukan Zulkarnaen dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 Presiden RI, Prabowo Subianto yang jatuh pada tanggal 17 Oktober 2026.

Penyerahan hadiah umrah gratis tersebut digelar Zulkarnaen di Jalan Lampu, Kelurahan Pulo Brayan Bengkel Baru, Kecamatan Medan Timur, Sabtu (17/10/2026) sore.

"Hadiah umrah ini saya berikan kepada tujuh orang warga Kota Medan yang hadir pada kegiatan ini. Semoga Bapak Presiden Prabowo Subianto selalu diberikan kesehatan dan umur yang panjang serta selalu dalam lindungan Allah SWT," ucap Zulkarnaen pada kegiatan Silaturahmi sekaligus Penyerahan Hadiah Umrah Gratis kepada warga Kota Medan tersebut.

Dikatakan Zulkarnaen, dirinya dan seluruh kader Partai Gerindra mendapatkan amanah dari Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto untuk selalu dekat dengan rakyat, membantu rakyat, serta selalu berkontribusi untuk kemajuan bangsa.

Oleh sebab itu, Presiden Prabowo Subianto ingin agar peringatan Hari Ulang Tahun dirinya tidak dilakukan dengan perayaan atau kegiatan seremoni semata, tetapi lebih kepada hal-hal yang mendekatkan kader Partai Gerindra dengan masyarakat.

"InsyaAllah, hadiah umrah gratis ini semakin mendekatkan saya sebagai petugas Partai Gerindra sekaligus wakil rakyat di DPRD Kota Medan dengan masyarakat Kota Medan. InsyaAllah, hadiah umrah ini semakin memperkuat tali silaturahmi diantara kita," ujar Wakil Ketua DPD Partai Gerindra Sumut itu.

Zulkarnaen menegaskan, Presiden Prabowo Subianto terus berjuang untuk menyejahterakan masyarakat. Oleh sebab itu, Presiden Prabowo terus berupaya memajukan bangsa dari sisi kesehatan, pendidikan, ekonomi dan aspek-aspek lainnya.

"Gizi anak bangsa terus diperhatikan lewat program MBG. Pendidikan anak-anak dari keluarga kurang mampu terjawab lewat program Sekolah Rakyat. Ekonomi Indonesia juga terus bertumbuh di tengah situasi ekonomi dunia yang sedang tidak baik-baik saja. Ini bentuk keseriusan Pak Prabowo dalam mengurus bangsa dan negara ini. Mari kita doakan Bapak Presiden Prabowo agar selalu sehat dan dalam lindungan Allah SWT," ungkapnya.

Sementara itu, salah seorang masyarakat penerima hadiah umrah gratis, Soleh, mengaku sangat bahagia dan terharu atas pemberian hadiah umrah yang diberikan Zulkarnaen kepada dirinya.

"Saya tidak menyangka bisa mendapatkan hadiah umrah gratis dari Pak Zulkarnaen. Semoga Pak Zulkarnaen selalu dalam keadaan sehat walafiat, supaya Pak Zulkarnaen bisa terus memperjuangkan aspirasi masyarakat Kota Medan," harapnya.

Tak lupa, Soleh juga mendoakan Presiden Prabowo Subianto agar selalu dalam kondisi sehat walafiat di usianya yang ke-75 tahun.

"Semoga Bapak Presiden Prabowo Subianto juga selalu dalam lindungan Allah SWT. Bangsa ini membutuhkan sosok Pak Prabowo sebagai pemimpin yang akan membawa bangsa ini menuju kesejahteraan dan kemajuan yang berkeadilan," tutupnya.(fit)


  


Medan | Bandar Meriah  News - Suasana hangat dan penuh haru menyelimuti Gedung Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Kota Medan di Jalan Flamboyan Raya, Kecamatan Medan Tuntungan. Di tengah gelaran Open House Sekolah Rakyat Permanen Tahun Ajaran 2026/2027 yang dilakukan serentak di seluruh Indonesia, Sabtu (17/10/2026), Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas hadir langsung untuk menyapa anak-anak hebat yang kembali mendapatkan hak belajar mereka.

​Program strategis gagasan Presiden RI Prabowo Subianto ini diresmikan secara virtual oleh Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf dan terhubung langsung dengan 182 titik di berbagai wilayah nusantara. Bertepatan dengan hari ulang tahun Presiden Prabowo Subianto, momentum ini sekaligus merayakan pencapaian besar program yang kini telah menaungi lebih dari 44.000 anak dari keluarga prasejahtera, anak putus sekolah, hingga mereka yang sempat hampir kehilangan harapan.

​Di momen itu, Wali Kota Medan Rico Waas membagikan kisah inspiratif tentang dua anak asal Kecamatan Medan Belawan, yaitu Nia dan Danu. Danu yang berusia 9 tahun sebelumnya terpaksa tidak bersekolah karena terkendala finansial keluarga, sementara Nia sempat mengenyam pendidikan.

​Di balik keterbatasan tersebut, keduanya memiliki bara semangat yang sama yaitu ingin kembali menuntut ilmu. Sekolah Rakyat hadir sebagai jembatan nyata bagi asa mereka. Saat ditanya mengenai impian masa depan oleh Wali Kota, Nia dengan tegas menjawab ingin menjadi seorang tentara, sedangkan Danu bercita-cita menjadi seorang Wali Kota.

"Kita mendoakan Sekolah Rakyat ini terus bisa maju dan memajukan anak-anak seperti Nia dan Danu. Insya Allah dengan dukungan dan dorongan dari kita semua, anak-anak kita ini bisa mencapai cita-cita yang mereka impikan," ungkap Rico Waas optimis.

​Rico Waas juga menegaskan bahwa Sekolah Rakyat tidak hanya berfungsi sebagai sarana memproleh ilmu pengetahuan semata, melainkan wadah strategis untuk membentuk kedisiplinan dan karakter anak-anak agar kelak mampu menggapai cita-cita serta memutus rantai kemiskinan.

"Saya berpesan kepada anak-anak ku semua agar belajar dengan tekun, menjaga kedisiplinan, serta membangun pertemanan yang baik, sekaligus saya juga minta kepala sekolah agar menjaga dan membimbing anak-anak didik ini dengan sepenuh hati," pesan Rico Waas.

Senada dengan hal tersebut, Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf dalam sambutanya mengatakan bahwa Sekolah Rakyat tidak hanya sekadar sarana transfer ilmu pengetahuan, melainkan wujud nyata amanat UUD 1945 Pasal 34 tentang perlindungan fakir miskin dan anak terlantar oleh negara. 

"Melalui pendekatan rehabilitasi sosial, program ini sukses memulihkan kepercayaan diri, kedisiplinan, dan semangat para siswa untuk kembali berani mengejar cita-cita," ujar Saifullah Yusuf.

​Saifullah Yusuf juga mengajak para kepala daerah, tokoh masyarakat, tokoh agama, hingga warga sekitar untuk ikut serta menjaga, mengawasi, serta memberikan dukungan penuh bagi anak-anak titipan negara ini. 

"Sinergi antara pemerintah pusat, TNI, Polri, pemda, dan masyarakat luas diharapkan mampu mengawal Sekolah Rakyat melahirkan generasi unggul yang tidak hanya mengubah nasib keluarga mereka, tetapi juga masa depan Indonesia," Pungkasnya.

Turut hadir dalam kegiatan itu Wakil Ketua DPRD Medan Zulkarnaen, Pj Sekda Kota Medan Erfin Fachrurrazi, Kepala Dinas Kominfo Kota Medan Arrahmaan Pane, Kepala Dinas Sosial Kota Medan Khoiruddin serta sejumlah pimpinan perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kota Medan.(torong/syafrizal)

  



Labusel |Bandar Meriah News
- Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution mendengarkan langsung keluhan masyarakat Desa Rintis, Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel), sekaligus menyiapkan solusi atas sejumlah persoalan yang disampaikan warga, mulai dari perbaikan fasilitas pendidikan hingga bantuan bedah rumah.


Dalam pertemuan dengan masyarakat tersebut, Jumat (16/10/2026), warga menyampaikan berbagai aspirasi, di antaranya kebutuhan pembangunan rumah tahfiz dan perbaikan Taman Pendidikan Alquran (TPA) Raudhatul Athfal Ulumahuam yang kondisinya memprihatinkan.


"Kita akan bantu pembangunan rumah tahfiz yang ada di sini, tadi katanya sekitar Rp100 juta, sama TPA juga yang kondisinya sudah cukup memperihatinkan, ini lembaga pendidikan perlu kita perhatikan," kata Bobby Nasution di Desa Rintis, Labusel, Jumat (16/10/2026).


Selain membantu fasilitas pendidikan, Bobby Nasution meminta pemerintah setempat mempercepat pendataan calon penerima bantuan program bedah rumah. Ia menargetkan pendataan warga Desa Rintis rampung dalam waktu satu minggu.


"Satu minggu saya harap sudah siap, waktu kita tidak banyak lagi, ada 15 ribu kuota bedah rumah kita dari pusat, kalau tidak terpenuhi nanti dikurangin, jadi percepat pendataannya," kata Bobby Nasution di hadapan masyarakat Desa Rintis.


Pendidik TPA Raudhatul Athfal Ulumahuam, Ita, mengungkapkan kondisi bangunan tempat anak-anak belajar masih memprihatinkan. Atap bangunan kerap bocor, bahkan monyet yang jatuh dari pohon terkadang masuk ke ruang belajar. Selain itu, fasilitas pendukung pembelajaran, seperti meja, papan tulis, dan alat musik, masih sangat terbatas.


"Saya kadang menangis saat atapnya bocor, kasihan anak-anak Pak, kadang masuk monyet yang jatuh dari pohon, mereka juga tak punya alat musik dan mejanya udah pada rusak, Alhamdulillah Pak Gubernur mau bantu, terima kasih banyak Pak," kata Ita.


Bupati Labusel Fery Syahputra Simatupang menyatakan kesiapan pemerintah kabupaten untuk berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dalam membantu masyarakat Desa Rintis. Ia berharap sinergi tersebut dapat memperluas jangkauan bantuan sekaligus mendorong pembangunan desa-desa di Labusel.


"Kami sangat berterima kasih kepada Pak Gubernur yang sudah memperhatikan warga kami, kami akan terus berkolaborasi agar lebih banyak desa lagi yang bisa kami bantu agar lebih berkembang," kata Fery.(torong)


Jumat, 16 Oktober 2026




Medan | Bandar Meriah News
-  Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Sumatera Utara (Sumut) memastikan tidak ada lagi titik api (hotspot) kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Sumut. Sementara kabut asap dan penurunan kualitas udara yang terjadi belakangan ini, termasuk di Kota Medan, merupakan dampak asap kiriman dari luar daerah akibat pergerakan arah angin.


Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas LHK Sumut Heri Wahyudi Marpaung dalam konferensi pers yang digelar Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Sumut di Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro Nomor 30, Medan, Jumat (16/10/2026).


Heri menjelaskan, sekitar satu setengah bulan lalu, Sumut sempat mendeteksi dua titik api yang berada di Kabupaten Asahan dan Samosir. Namun, berkat kesiapsiagaan dan kolaborasi masyarakat bersama TNI, BPBD, Manggala Agni, dan Dinas LHK, seluruh titik api tersebut berhasil dipadamkan.


“Berdasarkan data BMKG hari ini, tidak ada lagi titik api di Sumatera Utara. Wilayah kita relatif aman bersama Aceh. Namun, fenomena asap yang merambah ke wilayah kita hingga warga kembali harus memakai masker dipicu oleh pergerakan angin dari daerah luar,” ujar Heri.


Ia mengatakan, Karhutla secara nasional saat ini didominasi kebakaran di kawasan lahan gambut, antara lain di Kalimantan, Sumatera Selatan, Jambi, Lampung, dan Riau. Kondisi lahan gambut yang mengering akibat cuaca ekstrem menjadi salah satu faktor yang menyebabkan kebakaran sulit dipadamkan serta menghasilkan asap pekat.


Karena itu, Dinas LHK Sumut menyambut baik langkah Pemerintah Pusat yang telah membentuk badan khusus untuk penanganan dan rehabilitasi mangrove serta gambut. Menurut Heri, ekosistem gambut memiliki karakteristik khusus sehingga membutuhkan metode penanganan yang berbeda dibandingkan hutan produksi maupun hutan lindung.


“Karakteristik lahan gambut harus tetap basah dan berair. Jika mengering, potensi kebakaran sangat tinggi dan melahirkan asap pekat. Penanganannya tidak bisa disamakan dengan hutan darat biasa,” tegasnya.


Sebagai langkah mitigasi jangka pendek, Pemprov Sumut terus membagikan masker kepada masyarakat dan berkoordinasi untuk pelaksanaan modifikasi cuaca guna memicu hujan buatan di wilayah terdampak. DLHK Sumut juga mengimbau masyarakat untuk terus berkolaborasi dan tidak melakukan pembakaran lahan guna mencegah meluasnya karhutla serta dampak kesehatan yang ditimbulkannya.(torong)





Samosir | Bandar Meriah News - Sebanyak enam unit Bus Perintis gratis khusus pelajar resmi diluncurkan di Kabupaten Samosir dan mulai beroperasi melayani rute di Kecamatan Nainggolan dan Onan Runggu, Jumat, (16/10/2026).


Penyerahan dilakukan secara serentak bersama peluncuran 33 unit Bus Perintis untuk lima kabupaten di Sumatera Utara oleh Gubernur Sumatera Utara Bobby Afif Nasution, sedangkan untuk Samosir dipusatkan di Kompleks HKBP Nainggolan.

 

Bupati Samosir Vandiko T. Gultom secara resmi memberangkatkan armada tersebut. Ia menyampaikan apresiasi kepada Gubernur atas respons cepat terhadap usulan masyarakat, terutama bagi pelajar yang tinggal jauh dari sekolah. 


"Bus ini sangat membantu siswa di Samosir, mempermudah akses dan terutama menjaga keselamatan anak-anak menuju sekolah," ujar Vandiko. Biaya operasional sepenuhnya ditanggung Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.

 

Gubernur Bobby Afif Nasution menegaskan pendidikan adalah prioritas utama. "Anak sekolah dengan jangkauan jauh ke sekolah harus dilayani melalui antar-jemput yang difasilitasi Pemerintah Provinsi," ujarnya. 


Bus dilengkapi CCTV dan aplikasi digital untuk memantau perjalanan, serta diharapkan menekan risiko kecelakaan dan mengurangi penggunaan sepeda motor oleh pelajar di bawah umur. Rute mencapai sekitar 15 kilometer per perjalanan, dengan layanan dua kali sehari mulai pukul 06.00 WIB.

 

Kepala SMA Negeri 1 Onan Runggu, Manatar Samosir, menyambut gembira kehadiran bus ini. "Sudah lama kami tunggu program ini. Orang tua dan siswa banyak yang bertanya kapan bisa berjalan, agar siswa bisa belajar dengan nyaman," katanya. 


Bupati juga mengimbau masyarakat menjaga kesehatan di tengah kabut asap dan mengantisipasi kemungkinan pembelajaran jarak jauh jika kondisi memburuk. Enam bus ini menjadi bukti nyata sinergi pemerintah pusat dan daerah demi kesejahteraan pelajar di Samosir. (Indra Sinurat)



Medan | Bandar Meriah News
-  Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumatera Utara (Sumut) Timur Tumanggor mengajak pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memanfaatkan digitalisasi untuk mengembangkan usaha. Pemanfaatan teknologi dinilai mampu memperluas jangkauan pemasaran, menjangkau konsumen baru, meningkatkan efisiensi, serta mendorong pengelolaan usaha yang lebih profesional.


Hal tersebut disampaikan Timur Tumanggor saat membuka Pelatihan Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) AKBAR PNM Cabang Medan di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30, Medan, Jumat (16/10/2026).


“Salah satu peluang besar yang harus kita manfaatkan adalah digitalisasi. Melalui media sosial, lokapasar atau marketplace, pembayaran digital, serta pencatatan keuangan berbasis teknologi, maka dapat memperluas jangkauan pemasaran, menjangkau konsumen baru, meningkatkan efisiensi, dan mengelola usaha secara lebih profesional,” ucapnya.


Pada kesempatan itu, Timur menyampaikan bahwa UMKM memiliki peran sangat strategis dalam menggerakkan perekonomian Sumut. Saat ini, jumlah UMKM di Sumut tercatat sekitar 1,48 juta unit usaha dan menyerap lebih dari 2,18 juta tenaga kerja.


Menurutnya, angka tersebut menunjukkan bahwa UMKM merupakan salah satu penopang perekonomian masyarakat, sumber penghidupan jutaan keluarga, sekaligus penggerak penciptaan lapangan kerja. Usaha-usaha tersebut tumbuh di berbagai sektor, mulai dari perdagangan, kuliner, industri pengolahan, jasa, hingga pengangkutan dan pergudangan.


Banyak di antaranya berawal dari usaha rumahan dan dikelola dengan berbagai keterbatasan. Namun, para pelaku UMKM memiliki semangat dan potensi besar untuk terus tumbuh dan berkembang.


“Akan tetapi, teknologi juga harus diikuti dengan kualitas produk yang baik. Produk harus memiliki mutu yang konsisten, kemasan yang menarik, informasi yang jelas, legalitas yang sesuai, serta pelayanan yang mampu membangun kepercayaan konsumen. Dengan demikian, produk UMKM Sumatera Utara tidak hanya dikenal di lingkungan sekitar, tetapi juga mampu bersaing di pasar yang lebih luas, baik nasional maupun internasional,” terangnya.


Karena itu, lanjut Timur, kegiatan bertema “Dari Literasi Menuju Aksi, Dari Usaha Menuju Naik Kelas” menjadi pengingat bahwa pengetahuan harus diterjemahkan menjadi tindakan nyata. Menurutnya, literasi harus membantu pelaku usaha mengambil keputusan yang lebih baik, sedangkan pengembangan kapasitas harus mendorong usaha tumbuh semakin kuat dan mampu naik kelas.


“Saya berharap kegiatan ini menjadi langkah nyata bagi para pelaku UMKM untuk semakin percaya diri, adaptif terhadap perubahan, berani berinovasi, dan terus meningkatkan kualitas usahanya. Mari kita buktikan bahwa dari literasi lahir aksi, dari pendampingan tumbuh kemandirian, dan dari usaha yang dikelola dengan baik lahir UMKM yang mampu naik kelas serta menjadi kekuatan ekonomi Sumut,” ucapnya.


Sementara itu, Pemimpin Permodalan Nasional Madani (PNM) Cabang Medan Muhammad Wazir mengatakan, PNM terus memberikan pendampingan kepada pelaku UMKM. Pendampingan tersebut antara lain dilakukan melalui pelatihan dan bimbingan yang disertai studi banding ke sejumlah daerah.


Menurut Wazir, penguatan usaha membutuhkan dukungan modal finansial agar UMKM dapat tumbuh dan berkembang serta memanfaatkan pembiayaan secara tepat guna. Dalam PKU Akbar kali ini, sekitar 150 pelaku UMKM mendapatkan pelatihan untuk meningkatkan kapasitas usahanya.


Selain modal finansial, menurutnya, modal sosial juga penting dalam pengembangan UMKM. Karena itu, PNM berupaya memperluas akses jaringan dan komunitas pelaku UMKM, antara lain melalui studi banding ke berbagai sentra UMKM di sejumlah Daerah.


“PNM juga memberikan akses kepada pelaku UMKM agar memperoleh akses pemasaran yang lebih luas untuk ekspor. Hingga kini sudah 1.466 kegiatan pelatihan untuk 33.100 nasabah PNM. Pemerintah, lembaga pembiayaan, dunia usaha, dan masyarakat harus berjalan bersama, sehingga UMKM memperoleh kesempatan yang lebih luas untuk berkembang, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan keluarga,” pungkasnya. (torong)


 



Binjai | Bandar Meriah News
- Kapolres Binjai AKBP R. Bimo Moernanda, S.I.K., M.H., terus menunjukkan komitmen dalam memberantas peredaran dan penyalahgunaan narkoba di wilayah hukum Polres Binjai, sejalan dengan atensi Kapolda Sumatera Utara untuk memerangi narkoba.


Menindaklanjuti informasi adanya lokasi yang diduga menjadi barak narkoba, Satresnarkoba Polres Binjai yang dipimpin Kasat Resnarkoba AKP Ismail Pane, S.H., M.H., berkolaborasi dengan BNNK dan Polsek Binjai Kota melaksanakan Operasi Sarang Narkoba (OSN) serta upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).


Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Jumat (16/10/2026) pukul 10.00 WIB, di Jalan Dr. Wahidin Baru, Kelurahan Pekan Binjai, Kecamatan Binjai Kota. Saat petugas gabungan tiba di lokasi, barak yang menjadi sasaran penggerebekan dalam keadaan kosong. Diduga, kedatangan petugas telah diketahui sebelumnya. Meski demikian, personel tetap melakukan penyisiran dan menemukan sejumlah barang bukti berupa 4 alat hisap sabu (bong), 7 plastik klip kosong, 2 korek mancis, 5 pipet modifikasi yang digunakan sebagai skop, serta 2 kaca pirex," tegas Kasat Narkoba


Sebagai tindak lanjut, tim gabungan membongkar bangunan yang diduga digunakan sebagai barak narkoba tersebut, kemudian memusnahkannya dengan cara dibakar agar tidak kembali digunakan untuk aktivitas serupa," pungkas AKP Ismail Pane


Kapolres Binjai AKBP R. Bimo Moernanda menegaskan komitmennya untuk terus mendukung upaya pemberantasan narkoba melalui penindakan, pencegahan, dan kerja sama lintas instansi.


Polres Binjai juga mengajak masyarakat berperan aktif memberikan informasi apabila mengetahui adanya dugaan penyalahgunaan maupun peredaran narkoba di lingkungan masing-masing.



Melalui langkah nyata dan sinergi bersama, Polres Binjai berkomitmen menjaga lingkungan masyarakat tetap aman serta melindungi generasi muda dari ancaman bahaya narkoba," ucap AKBP Bimo Moernanda.(Humasresbinjai/torong)



  



Samosir | Bandar Meriah News -  Kepedulian terhadap kesehatan dan keselamatan masyarakat di tengah kondisi kabut asap yang menyelimuti Kabupaten Samosir ditunjukkan Kapolres Samosir AKBP Rina Sry Nirwana Tarigan, S.I.K., M.H., dengan membagikan masker kepada generasi muda dan para pengguna jalan di kawasan Simpang Empat Jalan Gereja, Pangururan, Kabupaten Samosir,Jum,at (16/10/2026).


Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 14.00 WIB hingga selesai tersebut menyasar Pemuda, Para Pelajar dan Pengendara Roda Dua yang melintas di Simpang Empat Jalan Gereja Pangururan. 


Dalam kegiatan itu, Kapolres Samosir bersama Wakapolres dan personel Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) Polres Samosir membagikan sekaligus memasangkan masker secara langsung kepada masyarakat.


Sebanyak 100 lembar masker dibagikan sebagai bentuk kepedulian Polres Samosir terhadap kesehatan masyarakat, khususnya generasi muda, guna membantu mengurangi paparan partikel debu dan asap yang dapat mengganggu kesehatan pernapasan.


Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Samosir menyampaikan imbauan kepada para pemuda, pelajar dan pengendara agar meningkatkan kewaspadaan serta menjaga kesehatan selama kondisi kabut asap masih berlangsung di wilayah Kabupaten Samosir.


Kapolres mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar rumah selama kondisi kabut asap, terutama apabila tidak ada keperluan mendesak. 


Masyarakat juga diminta menggunakan masker saat harus beraktivitas di luar ruangan sebagai salah satu upaya mengurangi paparan asap.


“Di tengah kondisi kabut asap saat ini, kami mengimbau seluruh masyarakat, khususnya para pelajar dan generasi muda dan seluruh masyarakat Kabupaten Samosir serta Wisatawan agar mengurangi aktivitas di luar rumah apabila tidak ada keperluan mendesak. Jika harus beraktivitas di luar ruangan, gunakanlah masker untuk membantu melindungi saluran pernapasan,” demikian imbauan Kapolres.


Selain itu, Kapolres mengingatkan masyarakat agar menjaga daya tahan tubuh dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang, memperbanyak minum air putih sesuai kebutuhan, serta beristirahat dengan cukup.


Kapolres juga menekankan pentingnya memperhatikan kondisi kesehatan diri, keluarga dan lingkungan selama kabut asap menyelimuti wilayah Samosir.

“Apabila mengalami gangguan kesehatan, seperti batuk yang semakin parah, sesak napas, iritasi mata, atau keluhan lainnya, segera datangi fasilitas pelayanan kesehatan terdekat, seperti Puskesmas atau rumah sakit, untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis,” imbau Kapolres.


Khusus kepada para pengendara, Kapolres turut mengingatkan agar selalu berhati-hati di jalan raya, menjaga jarak aman, dan menyesuaikan kecepatan kendaraan apabila jarak pandang terganggu akibat kabut asap.


Melalui kegiatan pembagian masker tersebut, Polres Samosir berharap masyarakat semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan dan keselamatan di tengah kondisi lingkungan yang kurang baik. 


Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud kepedulian Polri terhadap masyarakat melalui pendekatan humanis dan imbauan langsung di lapangan.


Polres Samosir mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama meningkatkan kewaspadaan, mengikuti imbauan dari instansi terkait, serta mengutamakan kesehatan dan keselamatan hingga kondisi kabut asap di Kabupaten Samosir membaik.( indra sinurat)




Kamis, 15 Oktober 2026

 

 Medan | Bandar Meriah   News - Kabut asap yang memasuki Kota Medan menjadi perhatian serius Anggota DPRD Kota Medan Reza Pahlevi Lubis. Reza minta Pemko Medan melalui Dinas Pendidikan (Disdik) segera lakukan antisipasi dampak kabut bagi siswa.

"Kita minta Disdik segera mengeluarkan instruksi resmi kepada seluruh sekolah-sekolah di Kota Medan, baik SD maupun SMP Negeri dan Swasta untuk wajib memakai masker," desak Reza Pahlevi Lubis selaku legislator muda asal politisi Golkar itu kepada Wartawan, Kamis (15/10/2026).

Desakan Reza itu menyusul musibah kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang sudah masuk dan menyelimuti Kota Medan dalam beberapa hari terakhir. Kondisi ini sangat membahayakan kesehatan terutama bagi anak-anak sekolah.

"Kita minta Pemko Medan jangan anggap sepele. Asap sudah pekat sampai ke Medan. Harus ada solusi konkret dari Pemko Medan untuk menangani musibah ini, terkhusus untuk anak-anak sekolah dan warga Medan," ucapnya.

Menurutnya, anak-anak adalah kelompok paling rentan terpapar ISPA akibat kabut asap. Dinas Pendidikan harus bergerak cepat membuat surat edaran wajib masker, dan kalau perlu membagikan masker gratis di sekolah-sekolah.

Selain itu Pemko Medan juga harus siapkan langkah antisipasi lainnya seperti pemeriksaan kesehatan gratis, penyediaan posko kesehatan di sekolah dan sosialisasi bahaya asap bagi warga.

"Keselamatan anak-anak kita nomor satu. Jangan tunggu korban jatuh baru bertindak. Pemko harus hadir," imbuhnya. (fit)

 


Medan | Bandar Meriah News - Anggota DPRD Kota Medan, Lailatul Badri, meminta Pemerintah Kota (Pemko) Medan meliburkan sementara pembelajaran tatap muka bagi siswa mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Hal itu disampaikan, Lailatul Badri kepada wartawan, Kamis (15/10/2026)  menyusul kondisi kabut asap yang mulai menyelimuti Kota Medan, dengan kualitas udara yang masuk kategori tidak sehat. 

Ia memgatakan kebijakan meliburkan siswa dinilai perlu dipertimbangkan untuk melindungi kesehatan anak-anak dari dampak buruk paparan polusi udara.

Dalam hal ini, Lailatul Badri mengapresiasi langkah Pemko Medan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan yang telah mengeluarkan surat edaran mengenai imbauan penggunaan masker di satuan pendidikan. Namun, menurut politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut, penggunaan masker perlu diikuti langkah perlindungan tambahan apabila kondisi udara belum membaik.

“Keputusan Pemko Medan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan mengeluarkan instruksi pemakaian masker di satuan pendidikan sangat kita apresiasi saat kondisi udara dalam kategori tidak sehat. Tapi, kondisi udara yang tidak sehat ini jelas tidak baik bagi kesehatan. Maka, kita mendorong agar Pemko Medan dalam beberapa hari ini meliburkan pelajar, baik siswa TK, SD maupun SMP,” kata politisi PKB yang akrab disapa Lela tersebut.

Menurut Lela, penghentian sementara pembelajaran tatap muka dapat menjadi langkah antisipasi untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan, termasuk infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), akibat paparan kabut asap.

Ia menyarankan agar proses belajar mengajar tetap berlangsung melalui sistem daring atau Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), sehingga siswa tetap dapat mengikuti pelajaran tanpa harus beraktivitas di luar rumah.

“Sistem belajar dapat dilakukan secara daring atau Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Ini semua demi menjaga kesehatan anak-anak. Kebijakan ini bisa dilakukan sebagai tahap uji coba, apakah tiga hari atau beberapa hari, sambil memantau situasi udara yang melanda Kota Medan,” ujarnya.

Lela menambahkan, pembatasan aktivitas di luar rumah juga penting dilakukan selama kualitas udara masih berada dalam kategori tidak sehat. Menurutnya, anak-anak perlu mendapatkan perlindungan lebih karena berisiko terpapar polusi saat berangkat maupun pulang sekolah.

Dalam hal ini, Lela  juga menyoroti pentingnya pengawasan terhadap aktivitas siswa di luar jam sekolah, terutama bagi pelajar tingkat SMP yang dinilai memiliki lebih banyak kesempatan melakukan aktivitas di luar rumah.

“Karena setiap anak-anak pulang dari sekolah, jika masih TK atau SD, jelas dapat diawasi dan dikontrol. Tapi, setingkat SLTP pasti akan ada aktivitas yang dilakukan,” katanya.

Anggota Komisi 4 DPRD Kota Medan itu menyebutkan, kebijakan meliburkan siswa akibat kabut asap telah diterapkan di daerah lain, salah satunya Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Karena itu, Lela mempertanyakan mengapa langkah serupa belum dipertimbangkan di Kota Medan.

“Akibat kabut asap ini, satu daerah saja sudah mengambil kebijakan, dalam hal ini Madina. Kenapa Kota Medan tidak bisa.Jadi kita harapkan adanya keputusan saudara Wali Kota Medan, Rico Waas atas permasalahan saat ini, "  ujarnya.

Lela menegaskan, keselamatan dan kesehatan anak-anak harus menjadi pertimbangan utama pemerintah dalam menentukan kebijakan pendidikan di tengah kondisi udara yang tidak sehat.

Untuk itulah, kata Lela pihaknya pun meminta Wali Kota Medan Rico Waas agar mempertimbangkan langkah tegas berupa penghentian sementara pembelajaran tatap muka hingga kondisi udara membaik, dengan tetap memastikan proses pendidikan berlangsung melalui pembelajaran jarak jauh.

“Saat ini kesehatan yang diperlukan. Maka, kebijakan tegas Wali Kota Medan sangat diperlukan demi menjaga kesehatan anak-anak. Permasalahan kabut asap yang hari ini melanda Kota Medan sudah dalam kategori tidak baik,” pungkasnya.(fit)

Diberdayakan oleh Blogger.