Senin, 03 Agustus 2026

  


Sibolangit | Bandar Meriah News  -
Ketua DPRD Medan, Wong Cun Sen secara resmi menutup Rapat Kerja (Raker) DPRD Medan dalam rangka penyusunan program kerja 2027 di The Hill Hotel Resort Sibolangit, Senin (03/08/2026) sore.

Dalam sambutannya, Wong menegaskan Raker yang digelar selama dua hari ini bukan sekadar kegiatan formal.

"Selama dua hari ini kita curahkan energi, pikiran, dan komitmen terbaik. Ini bukan sekadar kegiatan formal tapi bukti nyata mewujudkan program kerja ke depan," ujar Wong.

Ia menekankan hasil Raker harus bermuara pada pembangunan yang inklusif, yang menyentuh seluruh lapisan masyarakat tanpa ada yang tertinggal.

"Kesepakatan ini atas dasar kebersamaan. Bagaimana kita mampu menangkap dan mengeksplorasi aspirasi masyarakat. Sehingga bantuan banjir dan perbaikan infrastruktur tidak menunggu lama untuk direalisasikan," tegasnya.

Atas nama pimpinan DPRD Medan, Wong mengapresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh anggota dewan yang telah bekerja keras sehingga kegiatan Raker tersebut berjalan dengan baik.

"Hasil dari Raker ini telah disusun dan dicatat dan dibutuhkan komitmen untuk mengawal dan menindaklanjuti sehingga mewujudkan tindakan nyata," katanya.

Wong juga meminta seluruh perbedaan dinamika selama Raker untuk dilebur kembali demi kemajuan Kota Medan.

"Mari kita buktikan kepada masyarakat bahwa transformasi DPRD Medan benar-benar melahirkan kinerja yang positif," pungkasnya. (fit)

 



Medan| Bandar Meriah News - Anggota Komisi IV DPRD Medan Edwin Sugesti Nasution dorong percepatan penggodokan pembentukan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) di Kota Medan. Dengan adanya Perda PBG diyakini akan mampu menimalisir kebocoran PAD. 

Hal tersebut disampaikan Edwin Sugesti Nasution menjawab pertanyaan wartawan Senin (03/08/2026) menyikapi banyaknya bangunan yang berdiri di Kota Medan tanpa memiliki izin PBG yang berdampak kebocoran PAD. 

"Perda PBG itu sangat penting, guna adanya penyederhanaan urusan izin bangunan. Masyarakat butuh pelayanan cepat dan murah," tandas Edwin Sugesti Nasution (foto) dengan harapan pihak Bapemperda DPRD Medan dapat mengakomodirnya.

Disampaikan Edwin Sugesti Nasution yang juga sekretaris DPD PAN Kota Medan itu, pelayanan prima untuk urusan PBG itu belum dirasakan masyarakat. "Warga yang mengurus izin bangunan justru banyak menerima tantangan dengan rumitnya birokrasi," papar Edwin.  

Dikatakan Edwin, pihaknya yang duduk di Komisi IV DPRD Medan selalu saja menerima keluhan terkait rumit dan mahalnya pengurusan bangunan. "Aplikasi SIPEMUDA (Red-Sistem Perizinan Medan untuk Semua) yakni sistem layanan digital oleh Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, Cipta Karya, dan Tata Ruang (PKPCKTR) Kota Medan belum menunjukkan kemudahan," terang Edwin.

Selain itu, Edwin menyoroti terkait masih lemahnya pengawasan bangunan tanpa izin PBG dari Dinas Perkimcikataru, pihak Kecamatan, Kelurahan dan Kepling. "Kordinasi antar OPD (Red- Organisasi Perangkat Daerah) Pemko Medan kurang maksimal," sebut Edwin.

Untuk itu, Edwin memberikan saran kiranya pihak Perkimcikataru ada pembuatan/pemasangan stiker disetiap bangunan yang belum memiliki PBG. "Hendaknya ada tindakan awal berupa pembuatan stiker atau pemberitahuan kepada khalayak ramai bahwa bangunan dimaksud tidak memiliki izin," saran Edwin.

Tentunya sambung Edwin, ada kewenangan untuk memperkuat pengawasan membuat stiker di bangunan yang menyalah. "Bagi bangunan yang tidak memiliki izin PBG. Selanjutnya pihak Perkimcikataru melakukan pengawasan dengan menerbitkan SP 1, 2 dan 3. Melalui pengawasan yang maksimal dipastikan dapat  menekan kebocoran PAD," urainya. (fit)

Minggu, 02 Agustus 2026

 


Medan| Bandar Meriah News
- Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) 2026 resmi ditutup dengan mencatatkan putaran uang sekitar Rp50 miliar selama penyelenggaraan satu bulan. Capaian tersebut menjadi bukti bahwa ajang yang telah memasuki usia ke-50 tahun ini memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi pelaku usaha dan masyarakat.


Ke depan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara akan terus memperkuat iklim investasi, meningkatkan daya saing daerah, serta menghadirkan layanan publik yang semakin baik agar dampak positif PRSU dapat berkelanjutan.


Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara Surya saat menutup PRSU 2026 di Jalan Jenderal Gatot Subroto, Medan, Minggu (02/08/2026).


“Setiap daerah punya potensi masing-masing dan Pemprov Sumut akan terus mendorong untuk lebih berkembang dengan memperkuat iklim investasi, daya saing daerah dan layanan publik yang baik,” kata Surya.


Surya juga mengingatkan agar PRSU tidak hanya menjadi agenda tahunan semata tanpa memberikan dampak yang berkelanjutan. Menurutnya, penyelenggaraan PRSU telah membangun kolaborasi dengan berbagai pihak untuk menyukseskan ajang kebanggaan masyarakat Sumut tersebut.


“Semoga kolaborasi di PRSU ini menjadi energi untuk lebih banyak menarik investasi, meningkatkan UMKM kita, pariwisata dan sektor-sektor lainnya,” ujarnya.


Direktur Utama PT Pembangunan Prasarana Sumatera Utara (PPSU) Ferry Indra mengatakan, total kunjungan selama PRSU 2026 mencapai 161.309 orang. Menurutnya, penyelenggaraan tahun ini mengusung semangat transformasi dengan tidak hanya berfokus pada jumlah pengunjung, tetapi juga kualitas penyelenggaraan.


Selain menjadi ajang promosi daerah dan produk unggulan, PRSU 2026 juga mengumumkan para pemenang berbagai perlombaan, antara lain dance kontemporer, menyanyi, senam kreasi, stand terbaik, dan sejumlah kompetisi lainnya. Selama penyelenggaraan, sekitar 3.000 pengisi acara turut memeriahkan kegiatan, dengan 75% di antaranya merupakan penampil lokal asal Sumut.


“Belum memenuhi target yang diharapkan, tetapi kita tidak hanya memandang kuantitas, tetapi juga kualitas, kualitas keamanan, kenyamanan, tata kelola, dan ini merupakan proses transformasi PRSU ke arah yang lebih baik lagi,” kata Ferry.


Turut hadir pada penutupan PRSU 2026 Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi Sumut Sulaiman Harahap, unsur Forkopimda, para konsul dan konsul jenderal negara sahabat, Bupati dan Walikota se-Sumut, perwakilan BUMN dan BUMD, serta pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Sumut.(torong)

 

 


Sibolangit| Bandar Meriah  News
- DPRD Kota Medan menggelar Rapat Kerja (Raker) 2026 dengan tema "Transformasi Fungsi DPRD Kota Medan Melalui Inovasi dan Digitalisasi Guna Membawa Akselerasi Pembangunan Kota Medan Yang Maju dan Inklusif".


Ketua DPRD Kota Medan, Wong Chun Sen menegaskan Raker ini menjadi komitmen bersama dalam merumuskan program kerja DPRD Kota Medan untuk satu tahun ke depan.


"Raker ini menjadi momen perencanaan kerja DPRD Medan untuk satu tahun ke depan dalam menerjemahkan aspirasi rakyat yang terukur dan akuntabel yang berdampak nyata bagi pembangunan Kota Medan," ujar Wong Chun Sen saat pembukaan Raker di The Hill, Sibolangit, Minggu (02/08/2026).


Ia menekankan kepada seluruh peserta Raker agar meninggalkan cara-cara lama. Trifungsi dewan harus mengakselerasi laju pembangunan Kota Medan, yang tidak hanya membangun secara fisik tapi juga menyentuh masyarakat pinggiran, lansia, dan anak-anak.


"Kita ingin Kota Medan tumbuh menjadi kota yang digital dan modern, serta generasi yang cerdas dan sehat," tegasnya.


Menurut Wong, Raker ini memiliki arti strategis. Dibutuhkan pemikiran konstruktif dan kritis dalam mengawal anggaran agar berjalan transparan, mendorong lahirnya Perda yang mendorong pembangunan kota, serta memastikan Perda yang sudah disahkan dapat diimplementasikan Pemko Medan.


"Hasil Raker ini akan jadi masukan utama yang dapat diimplementasikan Sekretariat DPRD Kota Medan. Kami harap transformasi digital DPRD Medan menjadi jembatan perkuat mitra strategis dengan Pemko Medan," ujarnya.


"Semoga kerja keras menjadi ladang pengabdian bagi masyarakat Kota Medan yang kita cintai," pungkas Wong.


Wali Kota Medan: Jangan Bekerja Biasa-Biasa Saja, Harus Gerak Cepat


Wali Kota Medan, Rico Waas yang hadir dalam Raker tersebut mengatakan jika Raker dimaknai dengan baik, hasilnya juga akan baik.


"Kami harap Raker ini bisa jadi ruang berpikir yang serius dan matang, agar pola kerja DPRD dan Pemko Medan akan semakin baik," ujar Rico Waas.


Ia menegaskan DPRD Medan dipercaya masyarakat untuk menghasilkan produk hukum daerah yang baik. Karena itu, ia meminta peserta Raker menyerap insight dari para narasumber.


"Pola kerja kita tidak bisa biasa-biasa saja, harus gerak cepat," paparnya.


Dalam kesempatan itu, Rico memaparkan Indikator Kinerja Utama (IKU) Pemko Medan dan mengajak DPRD berkolaborasi merancang pembangunan.


"Perlu kolaborasi besar tentang rencana pengembangan investasi kita. Kami mengajak dewan, merancang bersama pembangunan Kota Medan," katanya.


Menurut Rico, Kota Medan sebagai kota besar di bagian barat Indonesia memiliki potensi besar. Jika marketnya tidak diambil, Medan akan menjadi kota biasa saja. Namun jika diambil, PAD akan meningkat dan masyarakat lebih sejahtera.


"Hingga kini, banyak sekali pelaku UMKM yang berkembang. Ini harus dijaga agar peningkatan ekonomi tidak stagnan, apalagi menurun," jelasnya.


Rico juga menekankan efektivitas dan efisiensi kerja serta membuka komunikasi langsung dengan anggota dewan.


"Bila ada permasalahan di Dapil anggota dewan masing-masing, jangan segan-segan WA saya. Silakan hubungi saya langsung. Mulai dari Trantibum, masalah infrastruktur dan lainnya. Semoga hubungan eksekutif dan legislatif bisa lebih erat lagi," tutupnya.


Sementara Ketua Panitia Raker DPRD Kota Medan, Erisda Hutasoit menjelaskan Raker 2026 ini berdasar PP Nomor 18 Tahun 2017 tentang Hak Keuangan dan Administratif Pimpinan dan Anggota DPRD, Perda Nomir 21 Tahun 2025, serta Hasil Badan Musyawarah DPRD Kota Medan dan lainnya 


"Tujuan Raker ini untuk penyusunan dan pelaksanaan program kerja DPRD Kota Medan Tahun Anggaran 2027, optimalisasi fungsi dewan dalam pembentukan Perda, serta sinergi dengan Pemko Medan," ujarnya. (fit)

 


 Medan | Bandar Meriah News
- Komisi I DPRD Medan mendukung penuh langkah tegas Aparat Penegak Hukum (APH) terkhusus Polrestabes Medan memberantas Narkoba. Seperti halnya pemberantasan Vape Narkoba di Tempat Hiburan Malam (THM) HW Helen's Night Mart Jalan Setia Budi, Kelurahan Tanjung Rejo, Kecamatan Medan Sunggal, kemarin.

"Kita mendukung penuh pemberantasan Narkoba oleh pihak Kepolisian hingga tuntas. Jika terbukti ada peredaran Narkoba agar pengguna dan usaha THM ditindak tegas," ujar Ketua Komisi I DPRD Medan Reza Pahlevi Lubis S Kom didampingi anggota Komisi 1 Saiful Bahri, Fauzi dan Andres Pandapotan Purba kepada wartawan di Sibolangit disela sela Raker DPRD Medan, Minggu (02/08/2026) sore.

Namun kata Reza Pahlevi Lubis,  hendaknya hasil razia disampaikan secara transparan kepada masyarakat umum. "Terkhusus kepada pemilik usaha THM, jika benar memfasilitasi pengguna Narkoba supaya diberikan sanksi tegas. Pemko Medan supaya mencabut izin usaha HW Helen's Night Mart," tegas Reza asal politisi Golkar itu.

Menurut Reza, tindakan tegas kepada pemilik usaha dinilai sangat perlu guna memberi efek jera. Sama halnya dengan razia yang sama supaya dilakukan kepada THM yang lain. "Kita mendoromg supaya razia yang sama dilakukan kepada THM yang lain," tandasnya.

Sama halnya dengan pendapat anggota Komisi I DPRD Medan Fauzi menyampaikan dukungannya kepada Polrestabes Medan agar tetap melakukan razia pemberantasan di Kota Medan. 

Apalagi kata Fauzi, saat ini peredaran Narkoba di Kota Medan sudah sangat meresahkan masyarakat. Dimana sasaran pengguna Narkoba sudah semua golongan termasuk generasi muda dan anak anak.

Untuk itu kata Fauzi asal politisi Partai Gerindra itu, berharap dalam pemberantasan Narkoba, pihak Kepolisian hendaknya bekerjasama dengan melibatkan pihak Eksekutif dam Legislatif. 

"Kerjasama dengan melibatkan eksekutif, legislatif dan semua elemen masyarakat sangat perlu guna memaksimalkan hasil kerja," ungkapnya. (fit)



Padang Lawas | Indonesia Berkibar News
- Suasana hening dan dingin di penghujung malam di Kecamatan Barumun tiba-tiba pecah. Sabtu malam (01/8/2026), jarum jam menunjukkan pukul 23.00 WIB ketika tim Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) bersama Si Propam Polres Padang Lawas memulai langkah menyusuri lorong-lorong penginapan setempat. 


Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) yang berlangsung hingga Minggu dini hari (02/08/2026) pukul 02.00 WIB itu melahirkan temuan yang memprihatinkan: lima pasangan non-muhrim terjaring di dalam kamar.


Namun, alih-alih hanya berujung pada proses hukum yang dingin atau sanksi administratif formal, Polres Padang Lawas memilih pendekatan humanis yang menyentuh akar persoalan nurani.


Sentuhan Rohani di Balik Jeruji Pendataan


Setelah diamankan dan menjalani pendataan serta interogasi di Mapolres, kelima pasangan tersebut tidak langsung dipulangkan begitu saja. Polisi merangkul Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Padang Lawas untuk memberikan pembinaan kerohanian secara langsung.


Ruangan yang biasanya diisi riuh pemeriksaan berubah menjadi tenang saat lantunan nasehat dan tausyiah terdengar. Pendekatan ini sengaja dirancang untuk membuka mata dan hati para pelaku bahwa tindakan yang mereka lakukan bukan sekadar pelanggaran hukum positif, melainkan cidera moral yang nyata.


Kapolres Padang Lawas, AKBP Dodik Yulianto, melalui Kasat Reskrim AKP Irwansah Sitorus, menegaskan pentingnya keterlibatan ulama dalam menangani kasus-kasus moral di wilayahnya. Menurutnya, penegakan hukum akan jauh lebih bermakna jika disertai dengan upaya penyadaran jiwa.


"Kami menyadari masih banyak kekurangan dan keterbatasan dalam tugas kami. Oleh karena itu, kami sangat mengharapkan kerja sama yang baik dengan para ulama. Jika ada sesuatu hal atau masukan, beritahukan dan telepon kami. Kami selalu berupaya bekerja semaksimal mungkin," ujar AKP Irwansah terbuka di hadapan pengurus MUI.


Menjaga Marwah "Serambi Makkah"


Langkah progresif kepolisian ini mendapat apresiasi hangat dari Ketua Komisi Dakwah MUI Kabupaten Padang Lawas, Ustadz H. Ansor Harahap. Dalam tausyiahnya yang menyejukkan sekaligus tegas, Ustadz Ansor mengingatkan kembali identitas Kabupaten Padang Lawas yang akrab dijuluki sebagai Serambi Makkah.


Menurut Ustadz Ansor, penertiban pekat seperti ini adalah hal yang sangat dirindukan dan diharapkan oleh seluruh lapisan masyarakat Padang Lawas untuk menjaga kesucian daerah mereka.


"Perbuatan zina dalam Islam adalah haram dan termasuk dosa besar yang sangat dibenci Allah SWT. Kejadian ini membawa dampak moral yang besar bagi masyarakat. Ingatlah, perbuatan ini membuat kita hina di hadapan Allah dan juga hina di mata manusia," tutur Ustadz Ansor di hadapan para pasangan yang tertunduk lesu.


Beliau juga menggugah nurani para pelaku untuk tidak meratapi nasib secara keliru, melainkan mengambil momentum ini sebagai titik balik untuk bertaubat dengan sungguh-sungguh (taubatan nasuha) dan tidak mengulangi kesalahan yang sama.


Kolaborasi Tanpa Henti untuk Moral Bangsa


Di akhir pembinaan, Ustadz Ansor menyampaikan harapan besar agar ketegasan dan kepedulian yang ditunjukkan oleh Sat Reskrim Polres Padang Lawas di bawah kepemimpinan AKP Irwansah Sitorus terus berlanjut secara konsisten.


"Saya meyakini kebaikan dan niat tulus yang dilakukan oleh Pak Kasat Reskrim beserta jajaran ini akan mendapatkan balasan kebaikan yang melimpah dari Allah SWT," pungkasnya.


Operasi malam itu bukan sekadar catatan angka dalam lembar laporan kepolisian, melainkan cermin pengingat bersama. Di tengah gempuran modernisasi, sinergi antara umara (pemerintah/kepolisian) dan ulama di Padang Lawas membuktikan bahwa menjaga ketertiban umum tak cukup hanya dengan ketegangan razia, tetapi juga dengan sentuhan kasih sayang dan bimbingan rohani.(Humas Polres Palas/Torong)

 


Karo | Bandar Meriah News
 -  Festival Bunga dan Buah (FBB) Kabupaten Karo Tahun 2026 resmi ditutup pada Sabtu(01/08/2026) malam setelah berlangsung selama tiga hari dengan menghadirkan beragam pertunjukan seni, budaya, promosi UMKM, hingga hiburan dari artis nasional. Ribuan masyarakat memadati Open Stage Taman Mejuah-juah, Berastagi, sementara personel Polres Karo bersama unsur pengamanan gabungan memastikan seluruh rangkaian acara berlangsung aman dan kondusif.


Mengusung tema "The Eternal of Karo Paradise – Pesona Abadi Tanah Karo", hari terakhir festival diawali dengan kegiatan business matching dan berbagai penampilan seni serta musik dari musisi lokal. Sekitar pukul 15.00 WIB, acara resmi dibuka dan disaksikan kurang lebih 5.000 pengunjung yang memadati kawasan Open Stage Taman Mejuah-juah.


Panitia kemudian mengumumkan para pemenang berbagai kategori lomba, meliputi merangkai bunga, fashion show anak dan remaja, tari kreasi, mobil hias, serta pawai kontingen sebagai rangkaian apresiasi kepada peserta yang telah memeriahkan festival.


Kapolres Karo AKBP Pebriandi Haloho, S.H., S.I.K., M.Si., memantau secara langsung pelaksanaan pengamanan oleh personel Polres Karo yang disiagakan di sejumlah titik strategis guna menjaga keamanan, ketertiban dan kelancaran jalannya acara.


Dalam sambutannya, Bupati Karo Brigjen Pol. (Purn.) dr. Antonius Ginting, Sp.OG., M.Kes. menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, peserta, aparat pengamanan, serta masyarakat yang telah mendukung suksesnya Festival Bunga dan Buah Tahun 2026.


Bupati menyebut festival tahun ini berlangsung lancar dan menjadi kebanggaan masyarakat Kabupaten Karo. Ia juga menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan pada tahun mendatang agar Festival Bunga dan Buah semakin berkelas dan mampu menjadi agenda bertaraf internasional. Pada kesempatan tersebut, Bupati secara resmi menutup Festival Bunga dan Buah Kabupaten Karo Tahun 2026.


Memasuki malam hari, suasana semakin semarak dengan penampilan sejumlah musisi lokal, termasuk The Outline Band yang mengajak unsur Forkopimda bernyanyi bersama di atas panggung. Antusiasme pengunjung mencapai puncaknya saat artis nasional Anggi Marito tampil membawakan delapan lagu populer yang disambut meriah oleh ribuan penonton.


Rangkaian acara ditutup dengan Closing Ceremony dan pertunjukan fireworks yang menghiasi panggung. Sekitar pukul 23.30 WIB, seluruh rangkaian Festival Bunga dan Buah Kabupaten Karo Tahun 2026 resmi berakhir.


Kapolres Karo AKBP Pebriandi Haloho menyampaikan bahwa berkat sinergi seluruh unsur pengamanan, pelaksanaan festival selama tiga hari dapat berjalan dengan aman, tertib dan kondusif.


"Polres Karo bersama TNI, Satpol PP, Dinas Perhubungan, serta seluruh pihak terkait berkomitmen memberikan pengamanan maksimal sehingga seluruh rangkaian Festival Bunga dan Buah 2026 dapat berlangsung dengan lancar dan masyarakat dapat menikmati setiap kegiatan dengan aman dan nyaman," ujar Kapolres.(humaspolreskaro/panji)


  


 Medan |Bandar Meriah  News - Anggota DPRD Medan dr Faisal Arbie M Biomed mengapresiasi pernyataan  Walikota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas untuk sikap responsif menyikapi dan menindaklanjuti aspirasi dan keluhan warga Kota Medan. Apalagi, aspirasi dan keluhan itu diterima lewat  WhatsApp (WA) anggota DPRD Medan. 

"Kita tagih janji Walikota Medan, menyebut kesediannya akan segera menindaklanjuti segala aspirasi masyarakat Kota Medan. Baik secara langsung maupun lewat pesan WA," ujar dr Faisal Arbie menyikapi pernyataan Rico Waas saat Raker, Minggu (02/08/2026).

Menurut Faisal, sikap keterbukaan Walikota Medan Rico Waas bahkan membuka ruang komunikasi langsung dengan anggota DPRD Medan terkait aspirasi masyarakat yang mereka terima dari daerah pemilihan masing-masing dalam upaya perbaikan pelayanan publik patut didorong. 

Karena hal itu sangat dibutuhkan untuk peningkatan pembangunan Kota Medan demi kesejahteraan warga Medan.

Sebagaimana diketahui, pada saat pidatonya diacara Raker DPRD Medan, Minggu 2 Agustus 2026 di Sibolangit, Rico Waas menyebut bila ada masalah di tengah masyarakat dan disampaikan anggota DPRD Medan ke WA pribadinya terkait pelayanan publik akan segera ditindaklanjuti skala prioritas.

"Jika ada masalah atau aspirasi masyarakat yang diterima di dapil (Red-daerah pemilihan) masing masing, WA saja saya. Akan kami kami bantu tindaklanjuti segera," Bapak/Ibu anggota dewan adalah bagian dari rakyat yang dipercaya oleh rakyat untuk membantu pembangunan di Kota Medan wajib kami sikapi," ujar Rico Waas dihadapan para anggota dewan.

Pada kesempatan itu juga, Rico Waas mengajak DPRD Medan bersama-sama merancang langkah konkret untuk mengoptimalkan seluruh potensi yang dimiliki Kota Medan. Di saat yang sama, kolaborasi tersebut harus diarahkan untuk menjawab persoalan kemiskinan, pendidikan, dan kesehatan.

“Mari kita maksimalkan semua potensi. Sama-sama kita berkontribusi mengatasi segala masalah terkait kemiskinan, pendidikan dan kesehatan,” ucapnya.

Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mendorong penguatan sinergi Pemko Medan dengan DPRD dalam merancang strategi peningkatan pertumbuhan ekonomi sekaligus menyelesaikan persoalan mendasar masyarakat.

Menurut Rico Waas, pola kerja pemerintahan ke depan tidak cukup hanya berjalan baik, tetapi harus semakin responsif, dekat dengan masyarakat, serta mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi. (fit)

 


Padang Lawas| Bandar Meriah News
- Upaya menciptakan situasi kondusif dan mengantisipasi penyakit masyarakat (pekat) terus digencarkan oleh aparat kepolisian. Tim gabungan Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) bersama Seksi Propam Polres Padang Lawas menggelar operasi razia di sejumlah kamar penginapan di wilayah Kecamatan Barumun, Kabupaten Padang Lawas.


Operasi pekat yang berlangsung sejak Sabtu malam (01/08/2026) hingga Minggu dini hari (02/08/2026) sekitar pukul 02.00 WIB tersebut berhasil menjaring setidaknya lima pasangan yang diduga kuat bukan suami istri sah.


Mewakili Kapolres Padang Lawas AKBP Dodik Yulianto, Kasat Reskrim Polres Padang Lawas AKP Irwansah Sitorus—didampingi Kasi Propam Iptu Salim serta Kanit Pidum Ipda Arpan Harahap—menjelaskan bahwa razia ini berfokus pada penegakan hukum dan pencegahan potensi kejahatan di area penginapan.


"Langkah ini kami ambil guna menjaga ketertiban umum serta mencegah maraknya tindakan asusila dan praktik kriminalitas, seperti prostitusi terselubung hingga potensi peredaran gelap narkoba di kawasan penginapan," ujar AKP Irwansah dalam keterangannya, Minggu (02/08/2026).


Pembinaan dan Pendataan


Usai terjaring dalam kamar penginapan, kelima pasangan tersebut langsung digelandang ke Mapolres Padang Lawas untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut oleh penyidik Sat Reskrim.


Selain pendataan identitas, pihak kepolisian juga memberikan imbauan serta pembinaan khusus agar para pelaku tidak mengulangi perbuatannya di kemudian hari.


"Seluruh pasangan yang terjaring kami minta keterangannya di Mapolres. Setelah itu, kami berikan pembinaan secara persuasif agar mereka menyadari kekeliruannya dan tidak mengulangi perbuatan serupa," pungkas AKP Irwansah.


Guna memastikan situasi wilayah tetap aman dan terkendali, Polres Padang Lawas berkomitmen untuk terus meningkatkan patroli serta razia rutin di tempat-tempat keramaian dan penginapan yang berpotensi menjadi lokasi pelanggaran pekat.(Humas Polres Palas/Torong)

 



Karo | Bandar Meriah News - Polres Karo bergerak cepat mengamankan seorang pria yang diduga melakukan tindak pidana pembunuhan terhadap seorang wiraswasta di kawasan pertokoan jual beli handphone Plaza Kabanjahe, Kecamatan Kabanjahe, Kamis (30/7/2026) sore.


Peristiwa tragis tersebut terjadi sekitar pukul 17.00 WIB di Jalan Sudirman, Komplek Plaza Kabanjahe Lorong 2. Korban, A.J.S. alias D., meninggal dunia akibat insiden tersebut.


Personel Polres Karo yang sedang berada di sekitar lokasi dan melihat ada keributan, segera mengamankan seorang pria yang diduga sebagai pelaku, berinisial KT(60). Kepada petugas, pria tersebut mengaku telah melakukan penikaman terhadap korban.


Personel Tim Cobra Satreskrim yang tiba di lokasi, langsung membawa tersangka beserta barang bukti ke Mapolres Karo untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.


Dari tangan tersangka, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa satu bilah pisau beserta sarungnya, satu topi merah, sepasang sandal hitam, serta satu layar telepon genggam bekas yang berlumuran darah.


Keluarga korban yang awalnya mendapat informasi melalui sambungan telepon bahwa korban tengah terlibat keributan di Plaza Kabanjahe, hingga akhirnya menerima kabar bahwa korban telah meninggal dunia, langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polres Karo.


Kapolres Karo AKBP Pebriandi Haloho, S.H., S.I.K., M.Si., melalui Kasi Humas AKP Pedoman Maha, membenarkan adanya pengungkapan kasus tersebut.


"Benar, sesaat setelah kejadian personel yang berada di lokasi segera mengamankan terduga pelaku sehingga situasi dapat segera dikendalikan. Saat ini tersangka telah diamankan dan penyidik Satreskrim masih melakukan pemeriksaan secara intensif untuk mengungkap secara utuh motif maupun rangkaian peristiwa yang terjadi," ujar AKP Pedoman Maha.


Saat ini, tersangka diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku dan disangkakan melanggar Pasal 458 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang dugaan tindak pidana pembunuhan. Penyidik masih mendalami kasus ini, mengumpulkan alat bukti serta memeriksa sejumlah saksi untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut, termasuk motif tersangka melakukan tindakan ini.(humaspolreskaro/panji)




Diberdayakan oleh Blogger.