Jumat, 16 Oktober 2026




Medan | Bandar Meriah News
-  Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Sumatera Utara (Sumut) memastikan tidak ada lagi titik api (hotspot) kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Sumut. Sementara kabut asap dan penurunan kualitas udara yang terjadi belakangan ini, termasuk di Kota Medan, merupakan dampak asap kiriman dari luar daerah akibat pergerakan arah angin.


Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas LHK Sumut Heri Wahyudi Marpaung dalam konferensi pers yang digelar Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Sumut di Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro Nomor 30, Medan, Jumat (16/10/2026).


Heri menjelaskan, sekitar satu setengah bulan lalu, Sumut sempat mendeteksi dua titik api yang berada di Kabupaten Asahan dan Samosir. Namun, berkat kesiapsiagaan dan kolaborasi masyarakat bersama TNI, BPBD, Manggala Agni, dan Dinas LHK, seluruh titik api tersebut berhasil dipadamkan.


“Berdasarkan data BMKG hari ini, tidak ada lagi titik api di Sumatera Utara. Wilayah kita relatif aman bersama Aceh. Namun, fenomena asap yang merambah ke wilayah kita hingga warga kembali harus memakai masker dipicu oleh pergerakan angin dari daerah luar,” ujar Heri.


Ia mengatakan, Karhutla secara nasional saat ini didominasi kebakaran di kawasan lahan gambut, antara lain di Kalimantan, Sumatera Selatan, Jambi, Lampung, dan Riau. Kondisi lahan gambut yang mengering akibat cuaca ekstrem menjadi salah satu faktor yang menyebabkan kebakaran sulit dipadamkan serta menghasilkan asap pekat.


Karena itu, Dinas LHK Sumut menyambut baik langkah Pemerintah Pusat yang telah membentuk badan khusus untuk penanganan dan rehabilitasi mangrove serta gambut. Menurut Heri, ekosistem gambut memiliki karakteristik khusus sehingga membutuhkan metode penanganan yang berbeda dibandingkan hutan produksi maupun hutan lindung.


“Karakteristik lahan gambut harus tetap basah dan berair. Jika mengering, potensi kebakaran sangat tinggi dan melahirkan asap pekat. Penanganannya tidak bisa disamakan dengan hutan darat biasa,” tegasnya.


Sebagai langkah mitigasi jangka pendek, Pemprov Sumut terus membagikan masker kepada masyarakat dan berkoordinasi untuk pelaksanaan modifikasi cuaca guna memicu hujan buatan di wilayah terdampak. DLHK Sumut juga mengimbau masyarakat untuk terus berkolaborasi dan tidak melakukan pembakaran lahan guna mencegah meluasnya karhutla serta dampak kesehatan yang ditimbulkannya.(torong)




Medan | Bandar Meriah News
-  Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumatera Utara (Sumut) Timur Tumanggor mengajak pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memanfaatkan digitalisasi untuk mengembangkan usaha. Pemanfaatan teknologi dinilai mampu memperluas jangkauan pemasaran, menjangkau konsumen baru, meningkatkan efisiensi, serta mendorong pengelolaan usaha yang lebih profesional.


Hal tersebut disampaikan Timur Tumanggor saat membuka Pelatihan Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) AKBAR PNM Cabang Medan di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30, Medan, Jumat (16/10/2026).


“Salah satu peluang besar yang harus kita manfaatkan adalah digitalisasi. Melalui media sosial, lokapasar atau marketplace, pembayaran digital, serta pencatatan keuangan berbasis teknologi, maka dapat memperluas jangkauan pemasaran, menjangkau konsumen baru, meningkatkan efisiensi, dan mengelola usaha secara lebih profesional,” ucapnya.


Pada kesempatan itu, Timur menyampaikan bahwa UMKM memiliki peran sangat strategis dalam menggerakkan perekonomian Sumut. Saat ini, jumlah UMKM di Sumut tercatat sekitar 1,48 juta unit usaha dan menyerap lebih dari 2,18 juta tenaga kerja.


Menurutnya, angka tersebut menunjukkan bahwa UMKM merupakan salah satu penopang perekonomian masyarakat, sumber penghidupan jutaan keluarga, sekaligus penggerak penciptaan lapangan kerja. Usaha-usaha tersebut tumbuh di berbagai sektor, mulai dari perdagangan, kuliner, industri pengolahan, jasa, hingga pengangkutan dan pergudangan.


Banyak di antaranya berawal dari usaha rumahan dan dikelola dengan berbagai keterbatasan. Namun, para pelaku UMKM memiliki semangat dan potensi besar untuk terus tumbuh dan berkembang.


“Akan tetapi, teknologi juga harus diikuti dengan kualitas produk yang baik. Produk harus memiliki mutu yang konsisten, kemasan yang menarik, informasi yang jelas, legalitas yang sesuai, serta pelayanan yang mampu membangun kepercayaan konsumen. Dengan demikian, produk UMKM Sumatera Utara tidak hanya dikenal di lingkungan sekitar, tetapi juga mampu bersaing di pasar yang lebih luas, baik nasional maupun internasional,” terangnya.


Karena itu, lanjut Timur, kegiatan bertema “Dari Literasi Menuju Aksi, Dari Usaha Menuju Naik Kelas” menjadi pengingat bahwa pengetahuan harus diterjemahkan menjadi tindakan nyata. Menurutnya, literasi harus membantu pelaku usaha mengambil keputusan yang lebih baik, sedangkan pengembangan kapasitas harus mendorong usaha tumbuh semakin kuat dan mampu naik kelas.


“Saya berharap kegiatan ini menjadi langkah nyata bagi para pelaku UMKM untuk semakin percaya diri, adaptif terhadap perubahan, berani berinovasi, dan terus meningkatkan kualitas usahanya. Mari kita buktikan bahwa dari literasi lahir aksi, dari pendampingan tumbuh kemandirian, dan dari usaha yang dikelola dengan baik lahir UMKM yang mampu naik kelas serta menjadi kekuatan ekonomi Sumut,” ucapnya.


Sementara itu, Pemimpin Permodalan Nasional Madani (PNM) Cabang Medan Muhammad Wazir mengatakan, PNM terus memberikan pendampingan kepada pelaku UMKM. Pendampingan tersebut antara lain dilakukan melalui pelatihan dan bimbingan yang disertai studi banding ke sejumlah daerah.


Menurut Wazir, penguatan usaha membutuhkan dukungan modal finansial agar UMKM dapat tumbuh dan berkembang serta memanfaatkan pembiayaan secara tepat guna. Dalam PKU Akbar kali ini, sekitar 150 pelaku UMKM mendapatkan pelatihan untuk meningkatkan kapasitas usahanya.


Selain modal finansial, menurutnya, modal sosial juga penting dalam pengembangan UMKM. Karena itu, PNM berupaya memperluas akses jaringan dan komunitas pelaku UMKM, antara lain melalui studi banding ke berbagai sentra UMKM di sejumlah Daerah.


“PNM juga memberikan akses kepada pelaku UMKM agar memperoleh akses pemasaran yang lebih luas untuk ekspor. Hingga kini sudah 1.466 kegiatan pelatihan untuk 33.100 nasabah PNM. Pemerintah, lembaga pembiayaan, dunia usaha, dan masyarakat harus berjalan bersama, sehingga UMKM memperoleh kesempatan yang lebih luas untuk berkembang, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan keluarga,” pungkasnya. (torong)


 



Binjai | Bandar Meriah News
- Kapolres Binjai AKBP R. Bimo Moernanda, S.I.K., M.H., terus menunjukkan komitmen dalam memberantas peredaran dan penyalahgunaan narkoba di wilayah hukum Polres Binjai, sejalan dengan atensi Kapolda Sumatera Utara untuk memerangi narkoba.


Menindaklanjuti informasi adanya lokasi yang diduga menjadi barak narkoba, Satresnarkoba Polres Binjai yang dipimpin Kasat Resnarkoba AKP Ismail Pane, S.H., M.H., berkolaborasi dengan BNNK dan Polsek Binjai Kota melaksanakan Operasi Sarang Narkoba (OSN) serta upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).


Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Jumat (16/10/2026) pukul 10.00 WIB, di Jalan Dr. Wahidin Baru, Kelurahan Pekan Binjai, Kecamatan Binjai Kota. Saat petugas gabungan tiba di lokasi, barak yang menjadi sasaran penggerebekan dalam keadaan kosong. Diduga, kedatangan petugas telah diketahui sebelumnya. Meski demikian, personel tetap melakukan penyisiran dan menemukan sejumlah barang bukti berupa 4 alat hisap sabu (bong), 7 plastik klip kosong, 2 korek mancis, 5 pipet modifikasi yang digunakan sebagai skop, serta 2 kaca pirex," tegas Kasat Narkoba


Sebagai tindak lanjut, tim gabungan membongkar bangunan yang diduga digunakan sebagai barak narkoba tersebut, kemudian memusnahkannya dengan cara dibakar agar tidak kembali digunakan untuk aktivitas serupa," pungkas AKP Ismail Pane


Kapolres Binjai AKBP R. Bimo Moernanda menegaskan komitmennya untuk terus mendukung upaya pemberantasan narkoba melalui penindakan, pencegahan, dan kerja sama lintas instansi.


Polres Binjai juga mengajak masyarakat berperan aktif memberikan informasi apabila mengetahui adanya dugaan penyalahgunaan maupun peredaran narkoba di lingkungan masing-masing.



Melalui langkah nyata dan sinergi bersama, Polres Binjai berkomitmen menjaga lingkungan masyarakat tetap aman serta melindungi generasi muda dari ancaman bahaya narkoba," ucap AKBP Bimo Moernanda.(Humasresbinjai/torong)



Rabu, 14 Oktober 2026

  


Binjai | Bandar Meriah News - Komitmen mendukung ketahanan pangan nasional terus diperkuat Polres Binjai. Di bawah kepemimpinan Kapolres Binjai AKBP R. Bimo Moernanda, S.I.K., M.H., Polres Binjai kembali menyalurkan 7 ton jagung hasil serapan ke Gudang Bulog Pulau Brayan, Medan, Rabu (14/10/2026).


Pengiriman yang dilaksanakan pukul 10.00 WIB tersebut memiliki kadar air 12,7 persen. Dengan tambahan terbaru ini, total serapan jagung Polres Binjai yang telah disalurkan ke Bulog Medan mencapai 326,2 ton.


Capaian tersebut menjadi wujud nyata dukungan Polres Binjai terhadap program Pemerintah Republik Indonesia dalam memperkuat ketahanan pangan nasional, sekaligus mengoptimalkan penyerapan hasil pertanian agar memberikan manfaat bagi masyarakat dan petani.


Kapolres Binjai AKBP R. Bimo Moernanda, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa Polres Binjai akan terus berkomitmen mendukung program ketahanan pangan melalui langkah berkelanjutan dan sinergi dengan berbagai pihak.


“Penyerapan jagung ini merupakan bentuk dukungan nyata Polres Binjai terhadap program pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Kami berharap hasil pertanian masyarakat dapat terserap secara optimal sehingga memberikan manfaat bagi petani sekaligus menjaga ketersediaan pangan,” tegas Kapolres.


Polres Binjai akan terus mendorong keberlanjutan program tersebut sebagai bagian dari kontribusi Polri dalam mendukung kesejahteraan petani, memperkuat sektor pertanian, serta mewujudkan ketahanan pangan nasional yang tangguh dan berkelanjutan," ucap AKBP Bimo Moernanda.(Humaspolresbinjai/torong)



 



Simalungun | Bandar Meriah News
- Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara (Sumut) Surya menyambut baik peresmian 232 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Sumut sebagai langkah strategis meningkatkan kualitas kesehatan dan tumbuh kembang anak. Ia berharap program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus diperluas hingga menjangkau daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), sekaligus memperkuat upaya pencegahan masalah gizi.

"Kami sampaikan bahwa Sumut berharap terus ada penambahan SPPG sampai ke daerah yang belum terjangkau BGN, membantu masyarakat, terutama anak sekolah," ucap Surya saat berdialog secara daring dengan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono, dari SPPG 3T Negeri Bayu Muslimin, Tapian Dolok, Kabupaten Simalungun, Rabu (14/10/2026).

Peresmian tersebut merupakan bagian dari pembukaan 1.400 SPPG secara serentak oleh BGN di berbagai wilayah Indonesia. Dari jumlah tersebut, sebanyak 232 SPPG berada di Sumut, termasuk 59 SPPG di wilayah 3T yang tersebar di 27 kabupaten/kota.

Surya menegaskan, keberadaan SPPG diharapkan mampu memperluas akses masyarakat terhadap pemenuhan gizi, khususnya bagi anak-anak sekolah, tanpa terkendala kondisi geografis maupun jarak tempat tinggal.

"Manfaat program ini diharapkan dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat, tanpa terkendala oleh lokasi tempat tinggal maupun kondisi geografis," ujarnya.

Menurut Surya, peresmian SPPG harus diikuti dengan pelayanan yang konsisten dan berkelanjutan. Keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan fasilitas, tetapi juga kualitas pengelolaan serta pelayanan yang diberikan setiap hari.

Sementara itu, Kepala BGN Sudaryono menyampaikan, peresmian 1.400 SPPG tersebut merupakan tahap kedua. Sebelumnya, BGN telah meresmikan 480 SPPG di 16 provinsi wilayah timur Indonesia.

da tahap kedua ini, BGN memprioritaskan pembukaan SPPG di wilayah dengan prevalensi stunting kategori tinggi dan sangat tinggi, termasuk daerah 3T.


"Kami mohon dukungan terus. Kita akan terus prioritaskan SPPG di wilayah 3T dan wilayah dengan tingkat stunting tinggi dan tinggi sekali," ucapnya.

Sudaryono juga menekankan pentingnya keterlibatan kepala daerah beserta perangkat daerah dalam mengawasi pelaksanaan program, termasuk memberikan rekomendasi apabila ditemukan fasilitas maupun pelayanan SPPG yang belum memenuhi standar.

"Kalau IPA dan fasilitas, higienis, tidak sesuai mohon rekomendasi disampaikan. Rekomendasi kepala daerah pasti menjadi acuan kami, kami ingin kepala daerah trlibat dan keterlibatan perangkat daerah juga sangat diharapkan," ucapnya.

Usai mengikuti peresmian, Wagub Surya meninjau langsung fasilitas SPPG 3T Negeri Bayu Muslimin. Peninjauan dilakukan mulai dari ruang ompreng, ruang persiapan, hingga ruang memasak untuk melihat kesiapan fasilitas pelayanan pemenuhan gizi tersebut.

Kehadiran SPPG di wilayah 3T juga mendapat sambutan positif dari masyarakat. Salah seorang orangtua siswa, Nursiah Kurniati, mengaku antusias dengan program tersebut. Ia berharap kedua anaknya yang saat ini duduk di kelas I dan V SD semakin bersemangat mengonsumsi makanan bergizi melalui program MBG.

"Kalau di rumah anak-anak kan sudah makan. Kalau disekolah makannya ramai kawan-kawannya, jadikan tambah selera makan," pungkasnya. (torong)


 


Medan | Bandar Meriah News
- Pemko Medan melalui Dinas Lingkungan Hidup memantau perkembangan kualitas udara menyusul sebaran kabut asap lintas batas yang terbawa angin ke wilayah Sumatera Utara. Berdasarkan data Stasiun Pemantauan Kualitas Udara (AQMS) per Rabu(14/10/2026)  pukul 07.00 WIB, kualitas udara di kawasan Jalan Pinang Baris, Medan Sunggal, masuk kategori Tidak Sehat dengan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) 136. Sementara itu, kawasan Jalan Jenderal Besar A.H. Nasution, Medan Johor, berada pada kategori Sedang dengan ISPU 83.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Medan, Melvi Marlabayana, mengatakan pemantauan kualitas udara terus menjadi perhatian menyusul perubahan kondisi udara akibat sebaran kabut asap dari wilayah lain di Pulau Sumatera.

Ia menjelaskan, zona biru menunjukkan kualitas udara yang masih dapat diterima bagi kesehatan manusia, hewan, dan tumbuhan. Sementara itu, zona kuning menandakan kondisi udara yang dapat merugikan kesehatan.

Melvi menyebutkan, sebaran kabut asap lintas batas tersebut berasal dari wilayah lain di Pulau Sumatera yang terbawa angin. Kondisi ini berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di beberapa wilayah pulau Symatera serta dipengaruhi faktor cuaca dan pergerakan angin.

Data AQMS pukul 07.00 WIB menunjukkan polutan dominan di kawasan Jalan Pinang Baris adalah PM2.5 dengan angka 136, disusul PM10 sebesar 84 dan SO2 sebesar 58. Adapun di Jalan Jenderal Besar A.H. Nasution, polutan dominan adalah PM10 dengan angka 83.

Merespons kondisi tersebut, Melvi mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama saat udara tampak pekat atau jarak pandang menurun. Warga juga disarankan menggunakan masker standar jika terpaksa beraktivitas di luar rumah.(torong/safrizal)

Selasa, 13 Oktober 2026

 


Medan | Bandar Meriah News -
Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara Irjen Pol. Sonny Irawan, S.I.K., M.H., bersama Wakapolda Sumut Brigjen Pol. Naek Pamen Simanjuntak dan sejumlah pejabat utama Polda Sumut melakukan silaturahmi ke Kantor Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut), Selasa (13/10/2026).

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan kelembagaan sekaligus memperkuat sinergi antara Polda Sumut dan Kejati Sumut dalam mendukung penegakan hukum yang profesional, transparan, dan berkeadilan di wilayah Sumatera Utara.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol. Dr. Ferry Walintukan, S.I.K., S.H., M.H., mengatakan silaturahmi tersebut merupakan langkah positif untuk menjaga komunikasi dan meningkatkan koordinasi antara kepolisian dan kejaksaan sebagai unsur penting dalam sistem peradilan pidana.

“Bapak Kapolda Sumut menekankan pentingnya menjaga sinergi dan komunikasi yang baik antarlembaga penegak hukum. Melalui silaturahmi ini, diharapkan koordinasi antara Polda Sumut dan Kejati Sumut semakin kuat dalam mendukung pelaksanaan tugas serta memberikan kepastian hukum dan rasa keadilan bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia menyampaikan, hubungan yang harmonis antara kepolisian dan kejaksaan merupakan salah satu faktor penting dalam mewujudkan penegakan hukum yang efektif, berintegritas, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Menurutnya, kolaborasi yang baik juga diperlukan untuk memastikan setiap proses penanganan perkara berjalan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, dengan tetap mengedepankan profesionalisme dan akuntabilitas.

Polda Sumut, lanjutnya, berkomitmen untuk terus membangun koordinasi dan kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan, termasuk Kejati Sumut, guna menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif serta mendukung pembangunan di Sumatera Utara.

Silaturahmi tersebut diharapkan semakin memperkokoh hubungan kelembagaan antara Polda Sumut dan Kejati Sumut, sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam memberikan pelayanan hukum yang optimal kepada masyarakat.(panji)

 


Medan | Bandar Meriah News - Percepatan pembangunan Sumatera Utara tak cukup hanya mengandalkan program dan anggaran. Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) juga memperkuat koordinasi dengan Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut) untuk mengawal pelaksanaan pembangunan sekaligus mengantisipasi persoalan hukum.

Komitmen tersebut mengemuka saat Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution bersilaturahmi dengan Kepala Kejati Sumut Muhibuddin di Kantor Kejati Sumut, Medan, Selasa (13/10/2026). Pertemuan itu juga menjadi momentum memperkuat sinergi antarlembaga dalam mendukung program pemerintah dan pembangunan strategis daerah.

Bobby mengapresiasi kerja sama yang selama ini terjalin dengan Kejati Sumut. Menurutnya, komunikasi dan kolaborasi antarlembaga diperlukan untuk memperkuat tata kelola pemerintahan sekaligus mendukung pelaksanaan program pembangunan.

“Kolaborasi ini tentunya memperkuat pembangunan ke depan. Kami menyampaikan apresiasi yang luar biasa kepada Kejaksaan Tinggi Sumut atas kerja sama yang luar biasa, terkhusus beberapa waktu belakangan ini. Keberhasilan dan perbaikan nyata yang dilakukan kejaksaan tentu sangat membantu tugas-tugas pemerintah daerah,” ujar Bobby.

Ia berharap sinergi tersebut terus diperkuat agar pelaksanaan program pemerintah berjalan sesuai ketentuan dan manfaatnya dapat dirasakan masyarakat Sumatera Utara.

Sementara itu, Muhibuddin menegaskan kesiapan Kejati Sumut mendukung pembangunan daerah melalui penegakan hukum, pengawalan, dan pendampingan sesuai kewenangan kejaksaan.

“Dari aspek penegakan hukum, kami akan melakukan yang terbaik buat Sumatera Utara. Dari segi pembangunan, kami akan lakukan pengawalan dan pendampingan. Apa yang sudah kita sepakati bersama tentu akan kita pegang teguh agar pembangunan di Sumatera Utara tidak mengalami hambatan dari aspek hukum,” tegas Muhibuddin.

Menurutnya, berbagai tantangan pembangunan daerah membutuhkan kerja sama lintas instansi. Karena itu, koordinasi antara Pemprov Sumut, sekretaris daerah, dan jajaran kejaksaan dinilai penting untuk menyelesaikan persoalan secara terpadu.

Melalui kolaborasi tersebut, Pemprov Sumut dan Kejati Sumut berharap program pembangunan dapat berjalan lebih tertib, transparan, dan akuntabel. 

Pengawalan hukum juga diharapkan membantu mencegah persoalan yang berpotensi menghambat pelaksanaan proyek, sehingga pembangunan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.(torong)

  


Medan | Bandar Meriah News -  Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara Irjen Pol. Sonny Irawan, S.I.K., M.H., melaksanakan silaturahmi dengan Panglima Kodam I/Bukit Barisan di Markas Kodam I/Bukit Barisan, Sumatera Utara, sebagai upaya mempererat hubungan kelembagaan dan memperkuat sinergi TNI-Polri dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah Sumatera Utara.

Silaturahmi tersebut menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi, koordinasi, dan kerja sama antara Polda Sumut dan Kodam I/Bukit Barisan dalam menghadapi berbagai tantangan keamanan serta menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat agar tetap aman dan kondusif.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol. Dr. Ferry Walintukan, S.I.K., S.H., M.H., mengatakan silaturahmi tersebut mencerminkan komitmen Polda Sumut untuk terus membangun hubungan yang harmonis dengan jajaran TNI sebagai mitra strategis dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Bapak Kapolda Sumut menekankan pentingnya memperkuat sinergi dan soliditas TNI-Polri. Komunikasi serta koordinasi yang baik menjadi kunci dalam menjaga stabilitas keamanan, menciptakan situasi yang kondusif, dan memberikan rasa aman kepada masyarakat,” ujarnya.

Ia menyampaikan, sinergi TNI-Polri merupakan salah satu fondasi penting dalam menjaga keutuhan bangsa, memelihara persatuan, serta memastikan masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan aman dan nyaman.

Menurutnya, kerja sama yang solid antara Polda Sumut dan Kodam I/Bukit Barisan juga diperlukan untuk mendukung berbagai program pemerintah dan mengantisipasi potensi gangguan keamanan melalui langkah-langkah yang terkoordinasi.

Polda Sumut, lanjutnya, berkomitmen untuk terus memperkuat kolaborasi dengan TNI serta seluruh elemen masyarakat guna menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Sumatera Utara.

Melalui silaturahmi tersebut, diharapkan hubungan baik dan soliditas TNI-Polri semakin kokoh sehingga mampu mendukung pelaksanaan tugas masing-masing secara profesional serta memberikan pengabdian terbaik bagi masyarakat, bangsa, dan negara.(panji)

 




Medan | Bandar Meriah  News
- Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif positif jajaran MPC Pemuda Pancasila Kota Medan menggelar Turnamen Football Cup dalam rangka Hut ke-67 Pemuda Pancasila di Stadion Kebun Bunga, Selasa (13/10/2026).

Rico Waas berpendapat, Pemuda Pancasila tidak hanya menunjukkan keunggulan dalam berorganisasi, tetapi juga membuktikan kepedulian terhadap pembinaan olahraga dan semangat kekeluargaan.

"Atas nama Pemko Medan dan saya pribadi, saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemuda Pancasila Kota Medan. Kegiatan positif seperti ini tidak hanya membangun sportivitas dan semangat perjuangan, tetapi juga mempererat kekeluargaan," ujar Rico Waas.

Rico Waas juga berpesan agar seluruh peserta yang bertanding dapat menjaga nama baik organisasi dengan menjunjung tinggi kejujuran di lapangan.

"Tunjukkan bahwasanya Pemuda Pancasila bisa bermain dengan sportif. Kekeluargaan itu penting, agar ke depan kader Pemuda Pancasila semakin solid untuk bersama-sama membangun kota Medan yang lebih baik," tambahnya.

Sementara itu, ​Ketua MPC Pemuda Pancasila Kota Medan, Muhammad Rahmaddian Shah, menegaskan bahwa turnamen kali ini diikuti sebanyak 27 tim yang terdiri dari perwakilan MPC, Koti, BPH, Sapma, hingga pimpinan anak cabang (PAC) se-Kota Medan.

​Rahmaddian juga mewanti-wanti seluruh Ketua PAC yang hadir untuk bertanggung jawab penuh atas perilaku tim masing-masing.

"Ini pertandingan untuk menjalin silaturahmi dan mempererat solidaritas sesama kader, bukan ajang keributan. Tolong junjung tinggi sportivitas," pungkasnya.

Turut hadir dalam pembukaan turnamen itu Ketua DPRD Kota Medan Wong Chun Sen, Sekretaris MPW Pemuda Pancasila Sumatera Utara Ikbal Hanafi Hasibuan, Kadispora Kota Medan Tengku Chairuniza, serta sejumlah pengurus Pemuda Pancasila Kota Medan.(torong/safrizal)

Diberdayakan oleh Blogger.