Kamis, 08 Oktober 2026

  



Medan | Bandar Meriah News -
Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas memberi perhatian serius terhadap penyelesaian Stadion Teladan. Saat meninjau pembangunan, Kamis (08/10/2026), Rico Waas menemukan sejumlah detail yang masih harus dibenahi, terutama pada fasad,  tangga dan akses tribun stadion.

Tidak hanya mengecek progres fisik pembangunan, Rico juga memastikan setiap bagian stadion nantinya benar-benar aman, nyaman, dan layak digunakan masyarakat. Sebab, stadion yang menjadi salah satu ikon olahraga Kota Medan itu ditargetkan segera rampung dan diserahterimakan kepada Pemerintah Kota Medan.

Didampingi Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang (Perkimcikataru) John Ester Lase serta Camat Medan Kota Andy Syahputra, Rico melihat langsung sejumlah bagian yang dinilai masih perlu mendapat perhatian.

Saat peninjauan Rico Waas melihat perbedaan ketinggian pada tangga, bagian tangga yang mengalami kerusakan, hingga jalur masuk yang dinilai belum optimal.

“Stadion ini adalah kebanggaan masyarakat Kota Medan. Karena itu, keamanan dan kenyamanannya harus menjadi prioritas,” ujar Rico Waas 

Menurut Rico Waas, pembangunan memang terus menunjukkan progres. Namun, waktu penyelesaian semakin terbatas. Pekerjaan yang bersumber dari APBD, termasuk pembangunan fasad stadion, ditargetkan selesai sesuai kontrak pada 12 November 2026.

Di sisi lain, pekerjaan yang menjadi kewenangan Kementerian Pekerjaan Umum, seperti tribun, tangga dan sejumlah akses lainnya, juga diminta segera dituntaskan agar tidak menghambat keseluruhan proses penyelesaian stadion.

Rico menegaskan, mengejar target waktu tidak boleh membuat aspek keamanan dan kualitas pekerjaan terabaikan.

“Saya mendorong seluruh pekerjaan selesai tepat waktu, tanpa mengabaikan keamanan, detail, dan kualitas finishing. Saat akan diserahterimakan kepada Pemerintah Kota Medan, stadion harus dalam kondisi baik, aman, dan layak digunakan,” tegasnya.

Rico Waas juga meminta seluruh pihak yang terlibat terus mengawal pembangunan hingga seluruh pekerjaan benar-benar selesai. Menurutnya, stadion tidak cukup hanya terlihat megah secara fisik, tetapi juga harus memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang nantinya datang menyaksikan berbagai kegiatan di dalamnya.

Selain pembangunan fisik, Rico turut menaruh perhatian terhadap kondisi kawasan sekitar stadion. Ia menginstruksikan dinas terkait bersama jajaran kewilayahan untuk menertibkan parkir liar di sekitar Stadion Teladan serta memastikan kebersihan dan penataan kawasan tetap terjaga.

“Ini menjadi perhatian kita bersama. Mari kawal hingga stadion kebanggaan Medan benar-benar selesai dengan baik,” ungkap Rico Waas.(toorng/safrizal)



 Medan | Bandar Meriah News - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) terus mempercepat realisasi pembangunan daerah dengan melakukan pemetaan dan evaluasi terhadap seluruh program yang sedang berjalan. Pemprov Sumut menargetkan seluruh pelaksanaan program pembangunan dapat rampung paling lambat pada 26 Desember 2026.

Hal tersebut disampaikan Kepala Biro Administrasi Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Sumut (Setdaprovsu), Faisal Arif Nasution, dalam konferensi pers yang digelar Dinas Komunikasi dan Informatika Sumut di Lobby Dekranasda, Kantor Gubernur Sumut, Kamis (08/10/2026).

“Secara umum terdapat 42 organisasi perangkat daerah (OPD) yang di tahun ini melaksanakan 5.395 kegiatan fisik infrastruktur dan kegiatan fisik non infrastruktur,” ujar Faisal.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 853 merupakan kegiatan fisik infrastruktur dan 4.542 kegiatan fisik noninfrastruktur. Selain itu, terdapat dua program strategis nasional, 364 kegiatan Program Strategis Daerah (PSD), 236 kegiatan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC), serta 655 kegiatan Transfer Keuangan Daerah (TKD).

Faisal menjelaskan, total porsi anggaran kegiatan secara umum di lingkungan Pemprov Sumut mencapai sekitar Rp4,4 triliun. Dari jumlah tersebut, nilai pekerjaan yang telah berkontrak mencapai sekitar Rp3,7 triliun. 

“Untuk realisasi fisik ini kami menerima laporan pada tanggal 10 setiap bulannya dari masing-masing OPD, laporan di bulan ini masih proses penginputan dalam aplikasi Progress Report Pengendalian Pembangunan (PRP2) Sumut,” kata Faisal.

Terkait Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Sumut atau Quick Wins, Faisal mengatakan program tersebut dilaksanakan oleh sembilan OPD dengan total 236 kegiatan. Pagu anggaran PHTC dialokasikan sekitar Rp1,1 triliun, dengan nilai yang telah berkontrak sebesar Rp1 triliun dan capaian realisasi fisik mencapai 39,30%.

Sementara itu, Program Strategis Daerah (PSD) yang diatur melalui Surat Keputusan Gubernur dilaksanakan oleh 23 perangkat daerah. Program tersebut mencakup 364 kegiatan dengan pagu anggaran sekitar Rp916 miliar. Nilai kontrak yang telah berjalan mencapai Rp826 miliar, dengan realisasi fisik sebesar 31,61% hingga triwulan III.

Faisal menyebutkan, capaian realisasi pembangunan daerah masih mengalami dinamika. Karena itu, pihaknya terus melakukan pemetaan dan analisis terhadap berbagai faktor teknis maupun nonteknis, termasuk jadwal proses pengadaan barang dan jasa.

"Ada beberapa kegiatan yang baru berkontrak di bulan Juli dan September. Namun melihat sisa masa waktu yang ada, insya Allah seluruh pelaksanaan kegiatan ini dapat rampung paling lambat pada 26 Desember 2026. Ini menjadi komitmen kita bersama agar target Gubernur dan Wakil Gubernur dapat tuntas tepat waktu," tegas Faisal.

Untuk memastikan akurasi data sekaligus mempercepat evaluasi, Biro Administrasi Pembangunan Setdaprovsu juga memanfaatkan aplikasi PRP2 Sumut. Setiap perangkat daerah telah menugaskan admin khusus untuk menginput data realisasi secara berkala, paling lambat tanggal 10 setiap bulannya.

“Kami optimis pelaksanaan kegiatan dapat rampung semua sebelum akhir tahun,” kata Faisal.(torong)

  




Medan | Bandar Meriah News  
- Pemko Medan menegaskan komitmennya dalam mewujudkan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang sehat, profesional, dan bebas dari penyalahgunaan wewenang. Komitmen ini ditunjukkan melalui keikutsertaan Pemko Medan dalam Sosialisasi Pelayanan Clearance Pejabat BUMD yang digelar secara virtual dari Ruang Command Center Kantor Wali Kota Medan, Kamis (08/10/2026).

​Kegiatan tersebut diikuti oleh Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Ekbang) Setda Kota Medan, Citra Effendi Capah. Turut hadir mendampingi, Direktur Utama PUD Pasar Medan Anggia Ramadhan beserta jajaran manajemen.

​Sosialisasi ini berfokus pada penerapan Clearance Pejabat BUMD, yakni sebuah mekanisme evaluasi dan penyaringan yang dirancang untuk mendukung pemerintah daerah. Selain bertujuan mengoptimalkan pencapaian target kinerja BUMD, langkah ini menjadi benteng pencegahan terhadap potensi penyalahgunaan wewenang oleh para pengelola BUMD.

​Asisten Ekbang Setda Kota Medan, Citra Effendi Capah, menyambut baik dan mendukung penuh pelaksanaan sistem clearance tersebut. Menurutnya, tata kelola yang bersih adalah fondasi utama dalam membangun BUMD yang tangguh.

​"Pemko Medan terus mendorong agar BUMD yang kita miliki dapat berkembang secara profesional. BUMD tidak hanya dituntut menjadi salah satu sumber utama pendapatan daerah, tetapi juga harus mampu membuka lapangan pekerjaan baru dan menjadi motor penggerak perekonomian lokal," ujar Citra.(torong/safrizal)

  


Medan | Bandar Meriah News  
- Wali Kota Medan Rico  Tri Putra Bayu Waas memberikan jaminan kepada investor dari India yang ingin menanamkan modal di Kota Medan. Ia menegaskan, Pemko Medan siap mempermudah proses investasi dan mendampingi investor agar rencana usaha dapat berjalan hingga terealisasi.

Jaminan itu disampaikan Rico Waas saat menghadiri sekaligus menjadi pembicara pada India-Sumatra Business Forum 2026  di Hotel Aryaduta Medan, Kamis (08/10/2026).

India-Sumatra Business Forum 2026 turut dihadiri Consul Jenderal India Ravi Shanker Goel bersama istrinya Ruchi Goel, mewakili Gubernur Sumatera Utara, Kepala Biro Pemerintahan Provinsi Sumatera Utara Abu Kosim, President of Junior Chamber International Medan Alfian Linux, Head Operation ION Indonesia Haryo Kusuma Wibawa, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia Provinsi Sumatera Utara Melky Maydiroy Waas, para pengusaha Indonesia dan India. 

Rico Waas mengatakan forum tersebut menjadi ruang penting untuk mempertemukan pelaku usaha dan investor Indonesia dengan India. Ia berharap komunikasi yang dibangun tidak berhenti pada forum, tetapi berlanjut menjadi investasi nyata di Kota Medan.

“Kalau kami di wali kota ini, inginnya investasi datang kepada kami sebanyak-banyaknya,” kata Rico Waas yang didampingi Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Medan Arrahmaan Pane serta Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Kota Medan Hendra Ridho Gunawan Siregar.

Ia menyebutkan salah satu peluang investasi yang tengah dijajaki adalah pembangunan rumah sakit oleh investor dari India di Medan. Rico Waas berharap rencana tersebut dapat segera direalisasikan.

Untuk mendukung masuknya investasi, Rico Waas mengatakan Pemko Medan terus mendorong perbaikan infrastruktur, keamanan, kepastian investasi, hingga kemudahan perizinan. Menurutnya, proses perizinan harus dibuat lebih sederhana sehingga tidak menjadi hambatan bagi investor.

“Pemerintah Kota Medan dan saya menjamin investasi di Kota Medan ini akan dipermudah dan kami akan membantu secara langsung agar nantinya investasinya bisa berjalan dengan baik,” ujarnya.

Rico Waas bahkan memberikan jaminan langsung kepada calon investor dari India. Dia menambahkan, Medan memiliki potensi besar sebagai tujuan investasi. Kota ini memiliki sekitar 2,5 juta penduduk dan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi Sumatra Utara. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Medan terus meningkat.

Karena itu, ia mengajak para pengusaha dan pemangku kepentingan di Kota Medan memanfaatkan forum tersebut untuk membuka peluang kerja sama dengan India. Tidak hanya investasi India ke Indonesia, tetapi juga peluang bagi pelaku usaha Medan untuk mengembangkan bisnis ke India.

Rico Waas menegaskan Pemko Medan terbuka terhadap investor yang membutuhkan dukungan pemerintah. Ia meminta calon investor tidak ragu berkomunikasi langsung dengannya maupun dengan perangkat daerah terkait.

“Jangan ragu untuk menghubungi saya, jangan ragu untuk menghubungi dinas-dinas saya. Mudah-mudahan kita akan membantunya dengan mudah,” kata Rico Waas. 

Dalam forum tersebut, Rico Waas menerima sertifikat penghargaan atas kontribusinya sebagai pembicara pada India-Sumatra Business Forum 2026 dari dari President of Junior Chamber International Medan Alfian Linux. Penghargaan itu diberikan atas paparannya yang berfokus pada pembukaan peluang ekspor-impor bagi UMKM di pasar digital.(fit)

 


Binjai| Bandar Meriah News
-  Polres Binjai berkolaborasi bersama Lions Club untuk melaksanakan bakti kesehatan operasi mata katarak gratis dalam rangka Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari (HKGB) Ke-74 Tahun 2026 di poliklinik polres Binjai, kamis (08/10/2026).

Kapolres Binjai, AKBP R. Bimo Moernanda, S.I.K., M.H., menyampaikan kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian Polri dan Bhayangkari terhadap kesehatan masyarakat, khususnya bagi penderita katarak yang membutuhkan penanganan medis namun memiliki keterbatasan akses dan biaya," ucap Kapolres

Kapolres Binjai AKBP R. Bimo Moernanda, S.I.K., M.H., yang diwakili oleh Waka Polres  KOMPOL Sofyan H. NST, S.H., M.H., mengucapkan terima kasih kepada Lions Club atas kesediaan dan kesiapannya untuk membatu masyarakat yang kurang mampu dalam hal kegiatan bakti kesehatan operasi mata katarak gratis," ujarnya.

Tahapanan kegiatan diawali dengan proses screening atau pemeriksaan kesehatan mata terhadap para calon pasien yang akan dilaksanakan operasi. Dari hasil screening tersebut, pasien yang memenuhi syarat medis kemudian dijadwalkan untuk menjalani tindakan operasi.


Pelaksanaan operasi katarak gratis dijadwalkan berlangsung pada tanggal 18 Oktober 2026, bertempat di Klinik Pusat Pelayanan Masyarakat Lion Indonesia (PPMLI) Medan, yang beralamat di Jalan T. Amir Hamzah No. 99S, Medan," tegas AKBP Bimo Moernanda.(Humasresbinjai/torong)


  



Medan | Bandar Meriah  News
- Kota Medan membuka peluang lebih luas untuk memperkuat kerja sama ekonomi dengan Malaysia. Hal itu mengemuka saat Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menerima kunjungan silaturahmi Duta Besar Malaysia untuk Republik Indonesia, Dato' Muzafar Shah Mustafa, di Balai Kota Medan, Kamis (08/10/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Rico Waas memaparkan berbagai potensi Kota Medan, mulai dari ekonomi, UMKM, transportasi massal, pengelolaan sampah hingga pariwisata.

Rico Waas menyebut Medan memiliki posisi strategis sebagai kota terbesar di Sumatra dengan penduduk sekitar 2,5 juta jiwa. Sebagai kota multikultur, Medan juga memiliki kekayaan kuliner dan budaya yang menjadi modal penting dalam pengembangan pariwisata.

Di sektor ekonomi, Rico mengungkapkan realisasi investasi Kota Medan pada 2025 mencapai sekitar Rp14,5 triliun, jauh melampaui target Rp7 triliun. Pertumbuhan ekonomi Medan pada tahun yang sama juga mencapai sekitar 5,10 persen.

"Medan ini tidak hanya memiliki ekonomi makro, tetapi juga ekonomi mikro. Kota ini juga menjadi kotanya UMKM," ujar Rico Waas didampingi Asisten Pemerintahan Dan Kesejahteraan Rakyat Muhammad Sofyan, Kadis Pariwisata Odi Anggia Batubara, Plt Kadis Kesehatan Surya Syahputra dan Kabag Kerjasama Seri Inderahayu.

Rico Waas juga memaparkan pembangunan BRT yang ditargetkan berkembang dari lima menjadi 12 koridor pada 2027 dan menghubungkan Medan, Binjai serta Deli Serdang. Armada bus listrik juga ditargetkan meningkat dari 60 menjadi sekitar 283 unit.

Selain itu, menurut Rico Waas, Medan tengah mengembangkan program PSEL, yakni pengelolaan sampah jadi energi yang merupakan program Pemerintah pusat. Untuk potensi sampah lebih dari 1.700 ton per hari. Selain itu Pemko Medan juga melakukan penataan lima Kawasan Strategis Pariwisata, termasuk kawasan Kota Tua.

Sementara itu, Dato' Muzafar yang hadir didampingi Konjen Malaysia Tuan Sahril Nizam Bin Abdul Malek  dan delegasi lainnya menegaskan bahwa Medan merupakan kota yang sangat penting bagi Malaysia, khususnya dalam hubungan ekonomi dan perdagangan di Sumatra Utara.

"Saya merasakan Medan ini satu bandar yang sangat welcoming kepada para pelawat yang datang ke sini," kata Dato' Muzafar.

Ia mengungkapkan, total perdagangan Malaysia-Indonesia pada 2023 mencapai lebih dari USD26 miliar dengan perdagangan dua arah Malaysia dan Medan mencapai sekitar USD1,5 miliar.

Menurutnya, angka tersebut menunjukkan besarnya potensi yang masih dapat dikembangkan. Malaysia, kata dia, tertarik menjajaki kerja sama di bidang kesehatan, industri halal, pengolahan makanan, infrastruktur perkotaan, ekonomi digital, pariwisata dan hospitalitas.

Kerja sama juga akan diarahkan untuk memperkuat UMKM melalui business matching dan business networking antara pelaku usaha Malaysia dan Medan.

"Medan adalah satu kota yang amat penting bagi Malaysia dari segi ekonomi dan juga perdagangan," tegasnya.

Dato' Muzafar berharap kunjungan perdana tersebut menjadi awal kerja sama yang lebih konkret antara Malaysia dan Kota Medan. Penguatan hubungan ini diharapkan membuka peluang investasi, memperluas perdagangan, menciptakan lapangan kerja dan memberikan manfaat bagi masyarakat kedua negara.(torong/safrizal)

  


Medan | Bandar Meriah News 
- Setelah menanti hampir dua dekade, warga Perumahan Griya Kencana, Lingkungan 1, Kelurahan Namo Gajah, Kecamatan Medan Tuntungan, akhirnya segera mendapatkan suplai air bersih setelah jaringan perpipaan PDAM terpasang di kawasan tersebut 

Antusias warga yang selama bertahun-tahun harus berhadapan dengan kondisi air sumur yang tidak layak untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Harapan itu semakin dekat setelah Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas meninjau langsung pemasangan dan distribusi pipa air bersih di Perumahan Griya Kencana, Kamis (08/10/2026).

Rico Waas memastikan pemasangan jaringan perpipaan PDAM Tirtanadi di kawasan itu terus dikebut. Berdasarkan hasil peninjauannya, progres pekerjaan telah mencapai sekitar 85 persen dan diperkirakan rampung dalam waktu satu hingga dua minggu ke depan.

“Ada usulan warga juga yaitu pembangunan pipanisasi untuk PDAM di Kompleks Griya Kencana ini yang selama ini masih menggunakan sumur bor. Sumur bor ini kondisinya kurang baik, kurang layak. Artinya kuning, ada karat, bahkan menimbulkan bau,” kata Rico Waas.

Menurut Rico Waas pemasangan jaringan perpipaan menjadi solusi agar air PDAM dapat masuk dan dimanfaatkan masyarakat.

“Memang harus kita lakukan pipanisasi, sehingga nanti air PDAM bisa masuk ke masyarakat. Ini kami melihat kondisinya sudah 85 persen, mungkin sekitar satu sampai dua minggu lagi sudah selesai,” ujar Rico Waas.

Rico Waas juga meminta pihak kelurahan segera melakukan pendataan terhadap warga yang ingin menggunakan layanan PDAM Tirtanadi setelah jaringan selesai dibangun.

“Kami minta pihak wilayah kelurahan untuk bisa mendata warga-warga yang langsung ingin menggunakan PDAM,” pungkasnya.

Penasihat Serikat Tolong Menolong (STM) Eklisia sekaligus warga kompleks, Arjuna Pandia, mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian Rico Waas yang datang langsung ke permukiman mereka untuk mendengar dan menampung aspirasi warga.

“Kami mengucapkan banyak terima kasih atas perhatian Pak Wali Kota. Masalah air ini sudah kami nantikan hampir 20 tahun. Baru kali ini perumahan kami mendapatkan air bersih,” ujar Arjuna.

Selama ini, warga Perumahan Griya Kencana harus menggunakan air dari sumur bor yang kondisinya memprihatinkan. Air yang digunakan warga disebut berwarna kuning pekat, berminyak, bahkan mengandung karat dan menimbulkan bau.

Kondisi tersebut tidak hanya mengganggu kebutuhan rumah tangga, tetapi juga membuat warga kesulitan ketika mencuci pakaian karena air dapat meninggalkan noda. Untuk kebutuhan memasak, minum, hingga mengolah makanan, warga terpaksa membeli air galon isi ulang setiap hari.

“Dengan masuknya air bersih ini, kami berharap airnya benar-benar layak konsumsi sehingga warga tidak perlu lagi terus-menerus membeli air isi ulang untuk kebutuhan sehari-hari,” lanjut Arjuna.

Selanjutnya dalam kunjungannya  Rico Waas tidak hanya menyasar persoalan air bersih. Ia juga melihat langsung kondisi infrastruktur di dalam kompleks, termasuk jalan dan drainase yang selama ini menjadi keluhan warga.

Kondisi jalan kompleks disebut mengalami kerusakan cukup parah. Sementara itu, saluran drainase yang ada dinilai terlalu kecil dan belum mampu mendukung sistem pengaliran air dengan baik.

“Nah, lalu saya juga mengecek kondisi jalan komplek. Kondisi jalan komplek ini termasuk yang rusak parah, dan juga drainasenya kurang baik. Maka dari itu saya sampaikan menjadi atensi saya agar diperbaiki di komplek ini,” ujar Rico Waas.

Rico Waas memastikan persoalan drainase juga akan menjadi bagian dari penanganan. Sebab, sejumlah saluran yang ada saat ini merupakan drainase lama.


“Drainase dibangun. Tetap kita bangunkan karena masih drainase lama. Beberapa titik nanti juga pasti, ya, penerangan jalan juga harus,” ucap Rico Waas.

Lurah Namo Gajah, Erwin Elkana Tarigan, mengatakan Perumahan Griya Kencana telah dibangun sejak 2007. Fasilitas umum (fasum) kawasan tersebut kemudian diserahkan kepada Pemerintah Kota Medan sekitar 2022.

Menurut Erwin, terdapat sekitar 200 kepala keluarga (KK) yang tinggal di kawasan tersebut. Ia menyebut ada empat persoalan utama yang selama ini menjadi perhatian warga, yakni jalan, drainase, penerangan, dan air bersih.

“Permasalahannya yang pertama adalah jalan, seperti yang disampaikan tadi. Kemudian drainasenya kecil. Kemudian yang ketiga, lampu. Dan ya pasti air bersih,” ungkap Erwin.

Ia mengatakan persoalan air bersih kini mulai mendapatkan solusi dengan masuknya jaringan pipanisasi PDAM. Erwin berharap perhatian langsung dari Wali Kota Medan dapat mempercepat penanganan persoalan infrastruktur lainnya.

“Air bersih sudah diatasi dengan dimasukkannya pipanisasi. Semoga kendala-kendala yang terjadi bisa diantisipasi karena kepedulian Pak Wali Kota", katanya.(torong/safrizal)

 


Langkat | Bandar Meriah News - Sat Binmas Polres Langkat terus melakukan langkah preemtif guna menjaga ketertiban umum serta menciptakan rasa aman dan nyaman di tengah masyarakat. Salah satunya dengan memberikan imbauan kepada pemilik bengkel agar tidak menjual maupun memasang knalpot brong atau knalpot bising pada kendaraan sepeda motor.

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Kamis (08/10/2026) di kawasan Pasar V Telkom, Kelurahan Sidomulyo, Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat.

Dalam kegiatan tersebut, Ps. Kasat Binmas Polres Langkat Iptu Sigit Adrianto, SE., menyampaikan imbauan langsung kepada pemilik bengkel kendaraan sepeda motor agar tidak menyediakan, menjual, maupun memasang knalpot brong yang dapat menimbulkan suara bising dan mengganggu kenyamanan masyarakat.

Selain memberikan imbauan, personel Sat Binmas juga melakukan penempelan stiker larangan penggunaan knalpot brong sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat sekaligus upaya pencegahan terhadap penggunaan knalpot yang tidak sesuai ketentuan.

Iptu Sigit Adrianto juga mengajak para pemilik bengkel dan masyarakat, khususnya para pengendara sepeda motor, untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang tertib dan kondusif dengan mematuhi aturan lalu lintas.

“Penggunaan knalpot brong dapat menimbulkan kebisingan dan mengganggu kenyamanan masyarakat. Kami mengajak para pemilik bengkel untuk tidak menjual maupun memasang knalpot bising serta mengimbau para pengendara agar disiplin mematuhi peraturan lalu lintas demi keselamatan bersama,” ujar Iptu Sigit Adrianto.

Ia juga mengajak masyarakat untuk menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas dan turut berperan dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Kabupaten Langkat.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya Polres Langkat melalui Sat Binmas dalam mengedepankan pendekatan preventif dan edukatif kepada masyarakat.

Melalui kegiatan ini, Polres Langkat berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya ketertiban berlalu lintas semakin meningkat, sehingga tercipta suasana yang aman, nyaman, tertib dan kondusif.

Polisi Bersama Masyarakat, Wujudkan Langkat yang Aman dan Kondusif.

Kegiatan ini merupakan implementasi dari program POLISI LANGKAT GARUDA KSATRIA, yang diinisiasi Kapolres Langkat dengan semangat Gagah Berani untuk Dicintai Masyarakat, Kuat, Sadar Aturan, Taat, Responsibility, Inovatif, dan Aman.

Melalui semangat “Satu Langkah, Satu Hati untuk Langkat yang Aman dan Damai,” Polres Langkat terus menghadirkan Polri yang humanis, responsif, dan dekat dengan masyarakat.(ros)

Rabu, 07 Oktober 2026

  


Samosir | Bandar Meriah News
- Pemerintah Kabupaten Samosir melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) bersama Polres Samosir, Samsat Pangururan dan Jasa Raharja memperkuat upaya meningkatkan kepatuhan masyarakat dalam membayar Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) melalui Razia Terpadu/Operasi Gabungan Kepatuhan Pajak Kendaraan Bermotor di Simpang Empat HKBP Bolon Pangururan, Rabu(07/10/2026).

Kegiatan yang berlangsung 7-8 Oktober tersebut merupakan tindak lanjut atas Perjanjian Kerja Sama antara Pemerintah Kabupaten Samosir dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara tentang optimalisasi pemungutan pajak dan sinergi pemungutan opsen. Pelaksanaan kegiatan juga melibatkan unsur kepolisian, Samsat dan Jasa Raharja dalam mendorong kepatuhan wajib pajak sekaligus memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat.

Kepala Bapenda Kabupaten Samosir Besron Sitanggang, di sela pelaksanaan kegiatan, mengatakan operasi gabungan tersebut merupakan bentuk sinergitas lintas instansi untuk mengedukasi dan mengimbau masyarakat agar semakin sadar memenuhi kewajiban perpajakannya, khususnya Pajak Kendaraan Bermotor.

“Melalui kegiatan ini kita melaksanakan sinergitas dan kolaborasi antar instansi, yakni Bapenda Kabupaten Samosir bersama Satuan Lalu Lintas Polres Samosir, Samsat Pangururan dan Jasa Raharja, untuk mengimbau sekaligus mengedukasi masyarakat agar taat dalam memenuhi kewajiban perpajakannya, khususnya Pajak Kendaraan Bermotor,” ujar Besron.

Menurutnya, peningkatan kesadaran masyarakat dalam membayar pajak kendaraan perlu dilakukan secara berkelanjutan melalui pendekatan edukatif dan persuasif. Karena itu, operasi gabungan tidak semata-mata diarahkan pada penindakan, tetapi juga menjadi sarana pelayanan dan pendekatan langsung kepada masyarakat.

“Operasi ini bukan semata-mata bertujuan melakukan penindakan, tetapi merupakan operasi simpatik yang lebih mengedepankan edukasi dan pelayanan kepada masyarakat. Ini juga menjadi bagian dari strategi jemput bola, sehingga masyarakat dapat memperoleh kemudahan dalam memenuhi kewajiban perpajakannya,” jelasnya.

Besron menambahkan, kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak kendaraan bermotor juga berkontribusi terhadap optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Pajak yang dibayarkan masyarakat selanjutnya menjadi salah satu sumber pendapatan yang mendukung pembangunan dan pelayanan publik di daerah.

“Pajak yang dibayarkan masyarakat pada akhirnya akan kembali kepada masyarakat dalam bentuk pembangunan dan pelayanan publik. Karena itu, kami mengajak seluruh masyarakat untuk membayar pajak kendaraan bermotor tepat waktu,” katanya.

Sementara itu, Kasatlantas Polres Samosir AKP Robertus Gultom menyampaikan dukungan terhadap pelaksanaan operasi gabungan tersebut. Sinergi lintas instansi dinilai penting dalam mendorong tertib administrasi kendaraan bermotor sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kewajiban perpajakan.

Pelaksanaan operasi gabungan ini menjadi bagian dari komitmen bersama Pemerintah Kabupaten Samosir dan instansi terkait untuk menghadirkan pelayanan yang semakin dekat dengan masyarakat. Melalui edukasi, pendekatan persuasif dan pelayanan langsung, masyarakat diharapkan semakin sadar dan tertib dalam memenuhi kewajiban Pajak Kendaraan Bermotor.

Pemerintah Kabupaten Samosir mengimbau masyarakat untuk tidak menunggu pelaksanaan operasi gabungan dalam membayar pajak kendaraan. Kepatuhan membayar pajak tepat waktu merupakan bentuk partisipasi masyarakat dalam mendukung optimalisasi pendapatan daerah dan keberlanjutan pembangunan serta pelayanan publik di Kabupaten Samosir.(indra sinurat)




 



Langkat | Bandar Meriah News
-  LSM BITRA Indonesia bersama masyarakat dari Desa Kebun Kelapa, Desa Sei Ular, Desa Tanjung Ibus, dan Kelurahan Hinai Kiri, Kecamatan Secanggang, melakukan audiensi dengan DPRD Kabupaten Langkat untuk menyampaikan kebutuhan pembangunan infrastruktur irigasi di wilayah tersebut, Rabu (07/10/2026).

Audiensi tersebut diterima langsung Ketua DPRD Langkat Sribana Perangin Angin bersama anggota DPRD Langkat Sedarita Ginting, didampingi perwakilan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Langkat.

Dalam pertemuan itu, LSM BITRA Indonesia menyampaikan bahwa hamparan lahan persawahan seluas sekitar 1.080 hektare di empat wilayah tersebut membutuhkan dukungan infrastruktur irigasi untuk meningkatkan produktivitas pertanian masyarakat.

Iswan Kaputra dari LSM BITRA Indonesia selaku pendamping masyarakat mengatakan, pembangunan irigasi sangat dibutuhkan mengingat lahan persawahan di wilayah tersebut saat ini belum mendapatkan dukungan sistem irigasi yang memadai.

Menurut Iswan, pihaknya sebelumnya telah berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera II Medan dan Dinas Sumber Daya Air Provinsi Sumatera Utara terkait persoalan tersebut. Dari koordinasi itu, pihaknya diarahkan untuk berkoordinasi dengan Dinas PUTR Kabupaten Langkat.

“Persoalan irigasi ini sangat penting bagi masyarakat karena berkaitan langsung dengan produktivitas pertanian dan keberlanjutan lahan persawahan,” kata Iswan.

Sementara itu, warga Desa Kebun Kelapa, Sigit Pamungkas, mengatakan kebutuhan irigasi sangat mendesak karena saat ini petani hanya dapat melakukan penanaman padi satu kali dalam setahun.

Ia menyebutkan, produksi padi saat ini diperkirakan mencapai 5–6 ton dalam sekali panen. Namun, jika areal persawahan tersebut mendapatkan pasokan air melalui sistem irigasi yang memadai, produktivitas diyakini dapat meningkat.

“Kalau areal persawahan ini dialiri irigasi, kami yakin hasil panen bisa mencapai 7 ton per hektare,” ujar Sigit.

Sigit juga mengkhawatirkan petani akan beralih fungsi lahan dengan menanam kelapa sawit apabila persoalan irigasi tidak segera ditangani.

“Kalau irigasi tidak terlaksana, kami khawatir petani akan beralih menanam kelapa sawit di areal persawahan ini,” katanya.

Dari pihak Dinas PUTR Kabupaten Langkat, disampaikan bahwa solusi jangka pendek yang dapat dilakukan adalah pembangunan pompa air. Satu unit pompa diperkirakan dapat mengairi sekitar 10 hektare lahan persawahan.

Sementara untuk pembangunan jaringan irigasi permanen dengan memanfaatkan sumber air dari Sungai Wampu, dibutuhkan anggaran yang cukup besar sehingga diperlukan perencanaan dan dukungan anggaran dari berbagai pihak.

Ketua DPRD Langkat Sribana Perangin Angin menyambut baik aspirasi masyarakat dan mendukung rencana pembangunan infrastruktur irigasi di Desa Kebun Kelapa, Desa Sei Ular, Desa Tanjung Ibus, dan Kelurahan Hinai Kiri, Kecamatan Secanggang.

“Kami akan berkoordinasi ke kementerian terkait di pusat,” ujar Sribana.

Anggota DPRD Langkat Sedarita Ginting mengatakan DPRD Langkat akan berupaya mendorong agar pembangunan infrastruktur irigasi tersebut dapat diusulkan dalam APBD Kabupaten Langkat Tahun Anggaran 2027.

“Selain dari APBD Kabupaten Langkat, proyek infrastruktur irigasi ini juga dapat bersumber dari APBD Provinsi Sumatera Utara maupun dukungan pihak ketiga,” ungkapnya.

Dalam audiensi tersebut, LSM BITRA Indonesia juga menyerahkan desain rencana pembanguan infrastruktur irigasi kepada Ketua DPRD Langkat. Penyerahan desain itu menjadi bagian dari upaya mendorong percepatan pembangunan sistem irigasi yang diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus mendukung ketahanan pangan di Kabupaten Langkat.(ros)

Diberdayakan oleh Blogger.