Jumat, 23 Oktober 2026

 


Medan | Bandar Meriah  News
- Membiayai anak hingga perguruan tinggi bukan perkara mudah bagi orang tua dengan penghasilan terbatas. Bagi Zulkifli Nasution, seorang tukang botot atau pencari barang rongsokan di Medan, setiap hasil yang diperoleh dari mengumpulkan barang bekas menjadi bagian dari perjuangannya memenuhi kebutuhan keluarga sekaligus mendukung pendidikan anak.

Di tengah penghasilan yang tidak menentu, bantuan biaya pendidikan dari Pemko Medan menjadi dukungan berarti bagi orang tua seperti Zulkifli. Bantuan tersebut membantu meringankan beban biaya kuliah sekaligus menjaga harapan agar anak-anak mereka dapat menyelesaikan pendidikan dan meraih masa depan yang lebih baik.

"Dengan adanya bantuan ini, sangat membantulah kami yang masyarakat menengah ke bawah. Kalau enggak ada ini, sudah tersengap-sengap bahasa kasarnya," ungkap Zulkifli penuh haru.

Bantuan yang diserahkan Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas, di Hotel Grand Kanaya,Jumat (23/10/2026) ini menjadi bentuk perhatian pemerintah terhadap mahasiswa yang membutuhkan dukungan ekonomi untuk melanjutkan pendidikan tinggi. Program tersebut juga memberikan harapan bagi keluarga agar keterbatasan biaya tidak menjadi penghalang bagi anak untuk mengejar cita-cita.

Manfaat bantuan itu turut dirasakan Maisyarah, warga Kecamatan Medan Timur, yang anaknya, Norah Hanifa, sedang menempuh semester V Program Studi Manajemen Dakwah di Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU).

Maisyarah mengaku sangat bahagia karena bantuan biaya pendidikan yang telah lama diharapkannya akhirnya terealisasi. Menurutnya, bantuan tersebut sangat berarti, terutama untuk memenuhi kebutuhan pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) anaknya.

“Saya pribadi merasa sangat senang menerima bantuan ini. Tidak bisa terbilanglah senangnya. Bantuan ini sangat membantu, terutama untuk membayar uang UKT anak,” ungkap Maisyarah.

Dinilai  Maisyarah, program bantuan biaya pendidikan Pemko Medan telah memberikan manfaat nyata bagi keluarga yang membutuhkan. Karena itu, ia berharap kuota penerima bantuan dapat ditambah sehingga semakin banyak mahasiswa memperoleh kesempatan untuk melanjutkan pendidikan.

Selain bantuan biaya kuliah, Maisyarah juga berharap adanya dukungan fasilitas pembelajaran, seperti laptop atau tablet. Menurutnya, perangkat tersebut sangat dibutuhkan mahasiswa untuk mengerjakan tugas perkuliahan.

Hal senada disampaikan Afriza Yenni Nasution, mahasiswa Program Studi Perbandingan Mazhab, Fakultas Syariah dan Hukum UINSU, yang juga menerima bantuan biaya pendidikan melalui Dinas Sosial Kota Medan.

Afriza mengaku bangga terpilih sebagai penerima bantuan. Ia menilai kondisi ekonomi keluarga menjadi salah satu pertimbangan penting dalam menentukan penerima program tersebut, selain prestasi akademik.

“Harapan saya, semoga program ini terus berjalan ke depannya dan bisa membantu kawan-kawan mahasiswa lainnya untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi,” ujarnya.

Sementara itu Wali Kota Medan Rico Waas, menjelaskan bantuan tersebut merupakan bentuk dukungan pemerintah untuk memotivasi mahasiswa agar dapat menyelesaikan pendidikan tinggi, meraih pekerjaan yang layak, serta meningkatkan kesejahteraan keluarga. Karena itu, Rico Waas meminta para penerima memanfaatkan bantuan tersebut sebaik-baiknya untuk menunjang kebutuhan pendidikan dan semakin giat menuntut ilmu.

“Ini dari masyarakat untuk masyarakat. Dana yang kita kumpulkan dari pajak masyarakat dikembalikan lagi kepada masyarakat,” tegas Rico Waas.

Seperti diketahui sebanyak 214 mahasiswa dari keluarga prasejahtera di Kota Medan menerima bantuan biaya pendidikan Tahun Anggaran 2026. Bantuan yang disalurkan melalui Dinas Sosial Kota Medan ini diberikan dengan besaran bervariasi, maksimal Rp 6 juta per mahasiswa setiap semester.

Penerima bantuan merupakan mahasiswa yang berasal dari keluarga kategori Desil 1 hingga Desil 5, dengan persyaratan Indeks Prestasi (IP) kumulatif minimal 3,00 bagi mahasiswa perguruan tinggi negeri (PTN) dan 3,25 bagi mahasiswa perguruan tinggi swasta (PTS).(torong/safrizal)

  


Medan | Bandar Meriah News -
Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas, menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap langkah tegas aparat penegak hukum yang berhasil mengungkap peredaran narkotika seberat 1,16 ton di perairan Tanjungbalai Asahan.

Pengungkapan besar ini disampaikan dalam konferensi pers Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto dan Deklarasi Polisi Bersama Masyarakat Sumut Tolak Narkoba di Terminal Bandar Deli Belawan, Jumat (23/10/2026).

​Menurut Rico Waas, barang haram dalam jumlah besar tersebut memiliki daya rusak yang sangat tinggi dan menjadi ancaman nyata bagi keselamatan jiwa masyarakat, khususnya masyarakat di Sumatera Utara.

“Kami mengapresiasi dan mendukung penuh pengungkapan ini. Barang bukti sebanyak 1,16 ton tentu sangat berbahaya apabila masuk ke masyarakat,” ujar Rico Waas.

Rico Waas berharap melalui atensi khusus dari Polri serta sinergi Lintas Instansi bersama Forkopimda dan Bea Cukai, dapat menekan peredaran narkoba di wilayah Sumatera Utara khususnya Kota Medan secara signifikan. 

“Kami berharap dengan perhatian penuh dari Kapolri, peredaran narkoba di Kota Medan, khususnya Medan Belawan, bisa kita reduksi secara bertahap. Harapan kita, narkoba dapat diberantas di Indonesia, terutama di Kota Medan,” harapnya.

Sementara itu, Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto mengungkapkan bahwa Tim Gabungan menyita 1,16 ton ketamin HCl dari kapal tanker MT Global 168 di perairan Tanjungbalai Asahan. Petugas juga mengamankan delapan awak kapal, terdiri dari tujuh warga Negara Indonesia dan satu warga Negara asing asal Taiwan, beserta kapal.

"Pengungkapan kasus tersebut berawal dari pemantauan Intelijen terhadap pergerakan kapal mencurigakan di Selat Malaka dan Laut Andaman sejak Agustus 2026. Kapal itu diduga menggunakan modus ship to ship, yakni pemindahan muatan dari satu kapal ke kapal lain,"jelas Kapolri.

Berdasarkan asumsi, bilang Kapolri, harga narkotika jenis tersebut di pasar gelap Rp 3 juta per gram, Kapolri menyebut nilai ketamin yang disita diperkirakan mencapai Rp3,48 triliun. Jumlah tersebut juga diperkirakan berpotensi mencegah penyalahgunaan narkotika terhadap 5,8 juta orang.

Rilis pengungkapan kasus ini turut dirangkai dengan penandatanganan fakta integritas dan deklarasi bersama untuk menolak narkoba di wilayah Sumatera Utara. Kegiatan tersebut juga diikuti jajaran Polres se-Sumatera Utara melalui sambungan konferensi video.


Hadir Direktur Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan Letjen TNI (Purn) Djaka Budhi Utama, Sekretaris Utama BNN RI Irjen Pol Asep Saepudin, Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution, Pejabat utama Polri, serta unsur Forkopimda Sumatera Utara dan Tokoh Masyarakat.(torong/safrizal/panji)

  


Langkat | Bandar Meriah News
- Polres Langkat terus memperkuat kedekatan dengan masyarakat Jumat Keliling yang dirangkaikan dengan pemberian tali asih kepada pengurus Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Al Ishlah di Jalan Bambuan, Lingkungan VI, Kelurahan Perdamaian, Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat, Jumat (23/10/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Polri membangun komunikasi yang harmonis dengan masyarakat sekaligus mengajak seluruh elemen untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Kapolres Langkat AKBP Hannry P.H. Tambunan, S.E., S.I.K., diwakili Kabag SDM AKP Novi Setyawan Putra, S.Or., M.Pd. Turut hadir Kasat Binmas Polres Langkat Iptu Sigit Adrianto, S.E., Kapolsek Stabat AKP Zulkarnaen, S.H., serta sejumlah personel Polres Langkat dan Polsek Stabat.

Kegiatan ini juga dihadiri Ketua BKM sekaligus Kepala Dusun, Dedi Hariadi, khatib Jumat Ustaz Arif Rahman, S.Pd.I., tokoh masyarakat, tokoh agama, serta warga sekitar.

Dalam penyampaian pesan kamtibmas, Polres Langkat mengajak masyarakat mendeklarasikan slogan “POLISI BERSAMA MASYARAKAT” sebagai wujud kebersamaan dan tanggung jawab bersama dalam menciptakan situasi yang aman, damai, dan kondusif.

Melalui slogan tersebut, Polri menegaskan pentingnya komunikasi dua arah antara kepolisian dan masyarakat. Dengan komunikasi yang terbuka, berbagai persoalan di lingkungan desa maupun kelurahan diharapkan dapat diselesaikan secara bijaksana melalui musyawarah.

Dalam kesempatan itu, Polres Langkat turut memberikan edukasi mengenai bahaya perundungan atau bullying, yakni tindakan menyakiti atau merendahkan orang lain secara sengaja dan berulang, terutama terhadap mereka yang dianggap lebih lemah.

Masyarakat diimbau untuk mengenali berbagai bentuk perundungan, mulai dari kekerasan fisik, verbal, sosial, hingga perundungan melalui media digital atau cyberbullying.

Selain itu, masyarakat diingatkan agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial dan tidak mudah menghakimi seseorang berdasarkan informasi yang viral tetapi belum terverifikasi kebenarannya.

“Setiap persoalan hendaknya diselesaikan melalui komunikasi dan musyawarah. Jangan terburu-buru menghakimi seseorang hanya karena informasi yang beredar di media sosial belum tentu benar,” demikian pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.

Polres Langkat juga mengajak masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap keselamatan berlalu lintas, termasuk menggunakan helm saat berkendara dan tidak menggunakan knalpot yang tidak sesuai ketentuan. Warga juga didorong untuk mengaktifkan kembali pos keamanan lingkungan (poskamling) secara bergantian guna memperkuat pengamanan di wilayah masing-masing.

Sebagai langkah mempererat koordinasi, Kapolres Langkat turut mendorong adanya satu orang narahubung di setiap desa dan kelurahan di Kabupaten Langkat. Narahubung tersebut diharapkan dapat membantu menyampaikan aspirasi dan persoalan masyarakat agar ditangani bersama melalui tiga pilar kamtibmas, yakni Bhabinkamtibmas, Babinsa, serta kepala desa atau lurah.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab, sehingga masyarakat memiliki kesempatan menyampaikan pertanyaan, masukan, maupun persoalan yang berkaitan dengan keamanan dan ketertiban di lingkungan mereka.

Sebagai bentuk kepedulian dan kebersamaan, dalam kegiatan tersebut Kapolres Langkat melalui jajaran yang hadir juga menyalurkan tali asih kepada BKM Al Ishlah dan masyarakat sekitar berupa lima kotak sarung merek Wadimor serta lima kotak mukena merek Wadimor.

Pemberian tali asih ini menjadi bagian dari upaya mempererat silaturahmi sekaligus menunjukkan kepedulian Polri terhadap masyarakat dan lingkungan rumah ibadah.


Melalui kegiatan Jumat Keliling, Polres Langkat berharap hubungan antara kepolisian, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan warga semakin erat. Sinergi tersebut diharapkan mampu membangun lingkungan yang aman, harmonis, serta bebas dari perundungan dan berbagai bentuk gangguan kamtibmas.(ros)

  


Medan | Bandar Meriah News  
- Menghadapi potensi cuaca ekstrem yang diprakirakan BMKG terjadi pada 23–25 Oktober 2026, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman hujan lebat, banjir, angin kencang, dan petir.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Medan, Yunita Sari, meminta masyarakat tidak hanya mengandalkan kesiapan pemerintah, tetapi juga melakukan langkah antisipasi secara mandiri demi melindungi diri dan keluarga. Terlebih, berdasarkan informasi BMKG, puncak musim hujan diprakirakan berlangsung pada November hingga Desember.

“Yang pertama, tetap jaga kesehatan. Kemudian, dalam penyelamatan, selamatkan diri sendiri terlebih dahulu, baru kita menyelamatkan keluarga dan lingkungan,” ujar Yunita Sari saat dikonfirmasi, Jumat (23/10/2026).

Yunita mengimbau setiap keluarga menyiapkan tas siaga bencana berisi dokumen penting, obat-obatan, dan kebutuhan dasar. Bagi keluarga yang memiliki bayi, perlengkapan seperti susu, popok, dan pakaian ganti juga perlu disiapkan agar mudah dibawa saat keadaan darurat.

"Khusus menghadapi banjir, masyarakat yang tinggal di kawasan rawan diminta segera melakukan evakuasi mandiri ke tempat yang lebih tinggi sebelum air semakin meningkat. Warga juga perlu mengenali jalur evakuasi dan titik kumpul aman di lingkungan masing-masing", katanya.

Sementara itu, saat terjadi angin kencang, dijelaskan Yunita masyarakat diingatkan untuk tidak berteduh di bawah pohon, baliho, atau lokasi lain yang berisiko tertimpa benda jatuh. Aktivitas di luar rumah sebaiknya dibatasi jika tidak mendesak, terutama ketika hujan lebat disertai petir.

Yunita turut mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan serta membersihkan saluran air agar tidak tersumbat.

“Kalau kita jaga alam, alam akan jaga kita,” ungkapnya.

Selain mengimbau masyarakat, dijelaskan Yunita Sari, sesuai arahan Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas, BPBD Kota Medan memperkuat kesiapsiagaan melalui penambahan sarana dan prasarana penanganan bencana, termasuk perahu evakuasi serta peningkatan kemampuan armada kendaraan agar lebih siap menghadapi genangan banjir yang tinggi.

"Langkah tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan pengalaman banjir sebelumnya, ketika kendaraan operasional mengalami kendala akibat tingginya genangan sehingga menghambat mobilitas petugas", jelas Yunita.

Dari sisi personel, lanjut Yunita sebanyak 53 anggota Tim Reaksi Cepat (TRC)disiagakan di Markas Komando (Mako) BPBD Kota Medan. Personel ditempatkan secara terpusat agar dapat segera bergerak menuju lokasi kejadian di wilayah Kota Medan ketika situasi darurat terjadi.

"Petugas akan dikerahkan bersama perahu dan logistik pendukung untuk membantu penanganan bencana serta mengevakuasi warga yang membutuhkan pertolongan", ucapnya.

Yunita menegaskan, kesiapsiagaan menjadi kunci untuk meminimalkan risiko dan dampak bencana. Karena itu, masyarakat diminta terus memantau informasi cuaca dan peringatan dini melalui kanal resmi BMKG maupun BPBD Kota Medan.

Masyarakat yang ingin melaporkan kejadian bencana atau membutuhkan bantuan darurat dapat menghubungi Pusdalops PB BPBD Kota Medan melalui WhatsApp Call Center 0813-7080-0880.

Melalui kesiapan personel dan peralatan, disertai kesadaran masyarakat dalam melakukan mitigasi mandiri, BPBD Kota Medan berharap penanganan bencana dapat dilakukan lebih cepat dan keselamatan warga tetap terjaga di tengah ancaman cuaca ekstrem.(torong/syafrizal)

 

 


Medan | Bandar Meriah News
- Polda Sumatera Utara melaksanakan aksi penanaman pohon melalui program Green Policing bersama masyarakat Kecamatan Medan Amplas di bantaran Sungai Panglima Denai, Jalan Sisingamangaraja, Medan Amplas, Jumat (23/10/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 07.30 WIB tersebut merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap kelestarian lingkungan sekaligus upaya mendukung mitigasi bencana banjir melalui penghijauan di kawasan rawan bencana.

Wakil Penanggung Jawab Green Policing Polda Sumut AKBP Dr. H. Herwansyah Putra, S.H., M.Si., mengatakan kegiatan tersebut merupakan pelaksanaan kedua setelah sebelumnya digelar di halaman Mapolda Sumut.

Ia mengajak seluruh personel dan pemangku kepentingan yang terlibat untuk melaksanakan program tersebut dengan penuh tanggung jawab dan keikhlasan agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.

Sementara itu, Camat Medan Amplas Zulfahmi Tarigan, S.IP., M.SP., mengapresiasi inisiatif Kapolda Sumut dalam mendorong kepedulian terhadap lingkungan. Menurut dia, penghijauan di bantaran sungai menjadi langkah positif mengingat kawasan tersebut pernah mengalami banjir hingga berdampak pada permukiman warga pada November 2025.

Ia berharap kegiatan serupa dapat diperluas ke titik-titik lain di sepanjang bantaran Sungai Panglima Denai sebagai bagian dari upaya menjaga lingkungan dan mengurangi risiko bencana.

Kabid Humas Polda Sumut dalam keterangannya menyampaikan bahwa program Green Policing merupakan wujud komitmen Polri untuk tidak hanya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga berperan aktif dalam pelestarian lingkungan.

“Melalui program Green Policing, Polda Sumut ingin membangun kesadaran bersama bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab kita semua. Penanaman pohon ini diharapkan dapat mendukung penghijauan, menjaga kualitas lingkungan, serta menjadi bagian dari upaya jangka panjang dalam mengurangi risiko bencana,” ujarnya.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut tidak berhenti pada penanaman pohon semata, tetapi akan dilanjutkan secara berkesinambungan dengan melibatkan masyarakat dan berbagai pemangku kepentingan. Dengan demikian, program Green Policing diharapkan berkembang menjadi gerakan bersama yang memberikan dampak nyata bagi lingkungan dan kehidupan masyarakat.

Rangkaian kegiatan diawali dengan doa bersama dan sambutan, dilanjutkan penyerahan pohon secara simbolis oleh perwakilan pejabat utama Polda Sumut kepada perwakilan masyarakat, penanaman pohon, serta foto bersama.

Kegiatan ini turut dihadiri sejumlah pejabat Polda Sumut, di antaranya Kayanma Polda Sumut, KSPKT, Kabag Dalpers Ro SDM, Wadir Reskrimsus, serta unsur Polsek Patumbak, Koramil Patumbak, Pemerintah Kecamatan Medan Amplas, dan masyarakat setempat.

Melalui program ini, Polda Sumut berharap terbangun kolaborasi yang semakin kuat antara Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menjaga kelestarian alam, meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, serta mewujudkan kawasan yang lebih hijau dan tangguh terhadap risiko bencana.(panji)

 




Medan | Bandar Meriah  News -  Ikatan Media Online (IMO) Indonesia Sumatera Utara mengecam keras aksi pembakaran hutan yang terjadi di sejumlah daerah. Pemerintah dan aparat penegak hukum didesak segera mengusut tuntas kasus tersebut serta menindak tegas pihak-pihak yang terbukti terlibat.


Ketua DPW IMO Indonesia Sumatera Utara, HA Nuar Erde, meminta Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memberikan perhatian serius terhadap persoalan kebakaran hutan. Ia menegaskan, penegakan hukum harus dilakukan secara tegas tanpa pandang bulu demi melindungi kelestarian lingkungan dan kepentingan masyarakat luas.


Menurut HA Nuar Erde, pembakaran hutan merupakan persoalan serius yang tidak boleh dianggap sepele. Selain merusak ekosistem dan mengancam kelestarian alam, kebakaran hutan juga berpotensi menimbulkan kabut asap, mengganggu kesehatan masyarakat, serta berdampak terhadap kehidupan sosial dan ekonomi warga lainnya.


“Kami mengecam keras tindakan pembakaran hutan. Kami meminta Presiden Prabowo Subianto mendorong pengusutan secara menyeluruh agar pihak-pihak yang terbukti terlibat segera diproses sesuai hukum yang berlaku. Jangan ada kompromi terhadap pelaku yang terbukti melakukan pembakaran hutan,” tegas HA Nuar Erde pada Jumat 23 Oktober 2026 di Medan.


Ia juga meminta aparat penegak hukum mengungkap penyebab kebakaran secara transparan, menelusuri pihak-pihak yang bertanggung jawab, serta memastikan proses hukum berjalan profesional dan berkeadilan.


Menurutnya, upaya penanganan kebakaran hutan tidak cukup hanya dengan memadamkan api. Pemerintah juga perlu memperkuat pengawasan, melakukan pencegahan secara berkelanjutan, serta menindak setiap pelanggaran hukum yang terbukti menyebabkan kerusakan hutan.


Sekretrulis IMO Indonesia Sumut : Jangan Beri Ruang bagi Pelaku Pembakaran Hutan


Senada dengan Ketua IMO Indonesia Sumatera Utara, Sekretaris IMO Indonesia Sumatera Utara, Harun Al Rasyid, turut mengecam keras aksi pembakaran hutan yang dilaporkan terjadi di sejumlah daerah.


Harun mendesak pemerintah bersama aparat penegak hukum segera melakukan penyelidikan menyeluruh dan menangkap pihak-pihak yang terbukti terlibat dalam pembakaran hutan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.


Ia menilai, ketegasan pemerintah sangat diperlukan agar persoalan kebakaran hutan tidak terus berulang dan kerusakan lingkungan dapat dicegah sejak dini.


“Jangan beri ampun dalam arti jangan ada toleransi terhadap pelanggaran hukum yang terbukti dilakukan oleh pelaku pembakaran hutan. Pemerintah dan aparat penegak hukum harus bertindak tegas, mengusut tuntas kasus-kasus tersebut, serta membawa pihak yang bertanggung jawab ke proses hukum,” tegas Harun Al Rasyid.


Ia juga menekankan bahwa perlindungan hutan merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan keseriusan pemerintah, aparat penegak hukum, dan seluruh elemen masyarakat.


Pengurus IMO Sumut Serukan Penegakan Hukum


Sikap tegas tersebut turut menjadi perhatian jajaran pengurus IMO Indonesia Sumatera Utara. Organisasi itu mengecam keras segala bentuk pembakaran hutan yang melanggar hukum dan mendesak pemerintah segera mengambil langkah nyata untuk mengungkap kasus serta menindak pihak-pihak yang bertanggung jawab.


IMO Indonesia Sumatera Utara berharap penanganan kebakaran hutan tidak berhenti pada upaya pemadaman, tetapi dilanjutkan dengan penyelidikan yang menyeluruh, penegakan hukum yang konsisten, serta penguatan pengawasan di kawasan rawan kebakaran.


Organisasi tersebut juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif menjaga kelestarian lingkungan dan melaporkan dugaan pembakaran hutan kepada pihak berwenang melalui jalur yang tepat.


IMO Indonesia Sumatera Utara menegaskan bahwa hutan merupakan aset penting bagi keberlangsungan kehidupan. Karena itu, segala bentuk tindakan yang terbukti merusak lingkungan harus ditangani secara serius sesuai peraturan perundang-undangan.


Mereka berharap pemerintah pusat dan daerah dapat memperkuat koordinasi dalam mencegah kebakaran hutan, mengungkap pihak yang bertanggung jawab, serta memastikan penegakan hukum berjalan tanpa pandang bulu demi menjaga kelestarian alam bagi generasi mendatang. (Hendri)

  


Tebingtinggi | Bandar Meriah News
- Wali Kota Tebing Tinggi, H. Iman Irdian Saragih, mengajak seluruh elemen masyarakat dan jajaran aparatur pemerintah untuk senantiasa meningkatkan rasa empati serta kepedulian terhadap warga yang kurang mampu.

Hal tersebut ditegaskan Wali Kota saat menyerahkan Bantuan Permakanan Bagi Anak, Lanjut Usia (Lansia), dan Penyandang Disabilitas Terlantar yang berlangsung di Ruang Balai Latihan Kerja (BLK) Disnakerperin, Jalan Gunung Leuser BP7, Jumat (23/10/2026).

"Ayo bersama-sama kita pupuk empati dan kepedulian kepada masyarakat yang kurang mampu, terkhusus bagi Dinas Sosial yang bersentuhan langsung dengan program ini. Pemko Tebing Tinggi berkomitmen untuk terus hadir dan peduli terhadap warga yang membutuhkan," ujar Wali Kota.

Wali Kota berharap bantuan yang disalurkan dapat memberikan manfaat nyata bagi para penerima dalam memenuhi kebutuhan pokok harian mereka.

"Jangan dilihat dari nominalnya, tapi ini sebagai kepedulian Pemerintah Kota Tebing Tinggi kepada masyarakat. Pemerintah Kota Tebing Tinggi harus berkomitmen untuk terus hadir dan peduli kepada masyarakat yang susah dan kurang mampu. Semoga kegiatan ini menjadi amal jariyah bagi kita semua," tambah Wali Kota.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Sosial Kota Tebing Tinggi, Tigahara Hasibuan, menjelaskan bahwa penyaluran ini merupakan bagian dari Sub-Kegiatan Fasilitasi Bantuan Sosial Kesejahteraan Keluarga. Program ini dirancang untuk meningkatkan kesejahteraan sekaligus membantu pemenuhan kebutuhan dasar kelompok rentan di Kota Tebing Tinggi.

"Penerima bantuan permakanan tahun 2026 ini mencakup 10 anak, 10 lansia, dan 10 penyandang disabilitas. Seluruh penerima telah terdaftar dalam Data Terpadu Sosio-Ekonomi Nasional (DTSEN) desil 1–5 serta bukan merupakan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) program PKH maupun BPNT," terang Tigahara.

Rangkaian acara ditutup dengan penyerahan bantuan secara simbolis serta sesi foto bersama. Turut hadir mendampingi Wali Kota dalam kegiatan tersebut, Sekretaris Daerah Kota (Sekdako) Erwin Suheri Damanik, Kadisnakerperin Zahidin, Kaban Kesbangpol Ramadhan Barqah Pulungan, perwakilan camat dan lurah se-Kota Tebing Tinggi, serta para warga penerima manfaat.(fit)

  


Langkat | Bandar Meriah News
- Polres Langkat melaksanakan kegiatan Green Policing melalui aksi gotong royong dan penanaman pohon sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan. Jumat (23/10/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin oleh Kapolres Langkat AKBP Hannry P.H. Tambunan, S.E., S.I.K., bertempat di Asrama Polisi (Aspol) Polres Langkat, Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat.

Green Policing ini melibatkan jajaran pejabat utama (PJU), para Kabag, Kasat, anggota Polres Langkat dan Masyarakat di Sekitar Aspol Polres langkat.

Melalui kegiatan tersebut, seluruh personel diharapkan dapat berpartisipasi aktif dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan di sekitar tempat tinggalnya maupun lingkungan masyarakat.

Kapolres Langkat AKBP Hannry P.H. Tambunan, menyampaikan bahwa kegiatan Green Policing merupakan salah satu bentuk kepedulian Polri terhadap lingkungan sekaligus upaya menumbuhkan kesadaran bersama akan pentingnya menjaga kebersihan, penghijauan, dan kelestarian alam.

“Melalui kegiatan Green Policing ini, kami ingin menumbuhkan kepedulian dan kesadaran seluruh personel Polri serta masyarakat terhadap pentingnya menjaga kelestarian lingkungan. Gotong royong dan penanaman pohon bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi merupakan wujud nyata tanggung jawab bersama dalam menciptakan lingkungan yang bersih, hijau, sehat, dan nyaman,” ujar Kapolres.

AKBP Hannry P.H. Tambunan, juga berharap kegiatan tersebut dapat menjadi contoh positif bagi masyarakat untuk terus membudayakan gotong royong serta berperan aktif dalam menjaga lingkungan di sekitar tempat tinggal dan fasilitas umum, kepedulian terhadap lingkungan perlu diwujudkan melalui tindakan nyata dan berkelanjutan.

Manfaatnya tidak hanya dirasakan saat kegiatan berlangsung, tetapi juga dapat dinikmati oleh generasi mendatang.

Melalui program Green Policing, Polres Langkat berkomitmen untuk terus mendorong budaya peduli lingkungan sekaligus memperkuat kedekatan Polri dengan masyarakat melalui kegiatan sosial yang memberikan manfaat nyata.

Kegiatan tersebut merupakan implementasi dari program Polisi Langkat Garuda Ksatria, yang diinisiasi oleh Kapolres Langkat dengan semangat “Gagah Berani untuk Dicintai Masyarakat, Kuat, Sadar Aturan, Taat, Responsibility, Inovatif, dan Aman.”

Melalui semangat “Satu Langkah, Satu Hati untuk Langkat yang Aman dan Damai,” Polres Langkat terus berkomitmen menghadirkan sosok Polri yang humanis, responsif, serta dekat dengan masyarakat.(ros)

Kamis, 22 Oktober 2026

  


Langkat | Bandar Meriah News
- Polres Langkat terus menunjukkan kepedulian terhadap persoalan pengangguran melalui program Poliran (Polisi Peduli Pengangguran). Kali ini, Polres Langkat menjalin kerja sama dengan Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Pemerintah Kabupaten Langkat untuk mendorong peningkatan keterampilan masyarakat agar lebih siap memasuki dunia kerja di Kantor Disnaker Pemkab Langkat, Jalan Diponegoro, Kelurahan Kwala Bingai, Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat pada Kamis (22/10/2026). 

Kapolres Langkat AKBP Hannry P.H. Tambunan, S.E., S.I.K., diwakili Ps. Kasat Binmas IPTU Sigit Adrianto, S.E. Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakapolsek Stabat IPTU Sejahtera Ginting, S.H., Plt. Kepala Disnaker Langkat Hendy Rinaldy, S.T., M.AP., Sekretaris Disnaker Drh. Sri Wahyuni G. Sinaga, M.M., serta jajaran terkait.

Dalam kegiatan tersebut, dilakukan penandatanganan kerja sama antara Satbinmas Polres Langkat dan Disnaker Pemkab Langkat sebagai bentuk komitmen bersama dalam mendukung pemberdayaan masyarakat, khususnya melalui pelatihan keterampilan kerja.

Selain penandatanganan kerja sama, petugas juga melakukan pengecekan terhadap warga yang sedang mengikuti pelatihan teknik pengelasan di Balai Latihan Kerja (BLK) Disnaker Pemkab Langkat. Pelatihan ini diharapkan dapat membekali peserta dengan keterampilan profesional yang dibutuhkan perusahaan sehingga mampu meningkatkan peluang memperoleh pekerjaan.

Kapolres Langkat AKBP Hannry P.H. Tambunan melalui IPTU Sigit Adrianto menyampaikan bahwa program Poliran merupakan salah satu bentuk kepedulian Polri terhadap kondisi sosial dan ekonomi masyarakat. Melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah, Polri berupaya membantu membuka akses pelatihan keterampilan sekaligus mendorong kesiapan masyarakat untuk memasuki dunia kerja.

Sinergi antara Polres Langkat dan Disnaker ini diharapkan tidak hanya membantu masyarakat meningkatkan kompetensi, tetapi juga berkontribusi dalam menekan angka pengangguran di Kabupaten Langkat.

Lebih dari itu, program ini menjadi wujud nyata kehadiran Polri yang tidak hanya berperan menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga peduli terhadap kebutuhan serta kesejahteraan warga.

Melalui program Poliran, Polisi Bersama Masyarakat, Polres Langkat terus memperkuat kemitraan dengan pemerintah daerah dan berbagai elemen masyarakat demi mewujudkan Langkat yang aman, kondusif, dan semakin sejahtera.

Kegiatan tersebut merupakan implementasi dari program Polisi Langkat Garuda Ksatria, yang diinisiasi oleh Kapolres Langkat dengan semangat “Gagah Berani untuk Dicintai Masyarakat, Kuat, Sadar Aturan, Taat, Responsibility, Inovatif, dan Aman.”

Melalui semangat “Satu Langkah, Satu Hati untuk Langkat yang Aman dan Damai,” Polres Langkat terus berkomitmen menghadirkan sosok Polri yang humanis, responsif, serta dekat dengan masyarakat.(ros)



Medan | Bandar Meriah News
- Santri tidak hanya dituntut menjaga tradisi keilmuan dan nilai-nilai keislaman, tetapi juga harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman melalui penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi. Peran tersebut dinilai penting untuk menyiapkan generasi unggul yang mampu berkontribusi dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.

Pesan itu disampaikan Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas melalui Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Muhammad Sofyan, saat memimpin Upacara Peringatan Hari Santri Nasional Tingkat Kota Medan Tahun 2026 di Kampus 2 Taman Pendidikan Islam Pondok Pesantren Modern Darul Hikmah, Jalan Sisingamangaraja, Medan Amplas, Kamis (22/10/2026).

Dalam upacara tersebut, Muhammad Sofyan membacakan sambutan Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, yang mengusung tema "Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”. Hadir Kakankemenag Kota Medan Impun Siregar, Ketua MUI Kota Medan Hasan Matsum, Kabag Kesra Setda Kota Medan Agus Maryono dan sejumlah Pimpinan Pondok Pesantren se- Kota Medan.

Sambutan Menag tersebut menegaskan bahwa santri memiliki tanggung jawab besar dalam menentukan masa depan bangsa. Jika dahulu para santri turut berjuang merebut dan mempertahankan kemerdekaan, kini perjuangan tersebut harus dilanjutkan melalui penguasaan ilmu, pengembangan teknologi, inovasi, serta penguatan akhlak dan integritas.

Menurut amanat Menteri Agama yang dibacakan Muhammad Sofyan, peringatan Hari Santri setiap 22 Oktober merupakan momentum untuk mengenang perjuangan para ulama dan santri dalam sejarah kemerdekaan Indonesia.

"Salah satu tonggak penting perjuangan tersebut adalah Resolusi Jihad yang dicetuskan KH Hasyim Asy’ari pada 22 Oktober 1945. Seruan tersebut membangkitkan semangat umat Islam untuk mempertahankan kemerdekaan dan turut menggerakkan perlawanan rakyat yang mencapai puncaknya dalam peristiwa 10 November 1945", katanya.

Dijelaskan Sofyan, sejarah itu menjadi pengingat bahwa santri bukan hanya penjaga nilai-nilai agama, melainkan juga bagian penting dari perjalanan bangsa. Karena itu, penghormatan terhadap jasa para ulama dan pendahulu tidak cukup dilakukan melalui upacara seremonial, tetapi harus diwujudkan dalam pengabdian, karya, dan kontribusi nyata bagi negara.

Dalam amanat tersebut, para santri juga diajak mempersiapkan diri menghadapi Indonesia Emas 2045, ketika Indonesia genap berusia 100 tahun. Cita-cita mewujudkan bangsa yang maju, sejahtera, dan berdaya saing membutuhkan sumber daya manusia yang unggul, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, serta memiliki akhlak mulia.

"Para santri diingatkan agar tidak mempertentangkan tradisi pesantren dengan kemajuan zaman. Penguasaan ilmu agama harus berjalan beriringan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi, sehingga santri mampu menjadi generasi yang teguh memegang nilai-nilai keislaman sekaligus terbuka terhadap perubahan", ujar Sofyan.

Lebih lanjut, kata Sofyan, santri diajak menjadi pelopor kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, penjaga kerukunan, penggerak kemandirian ekonomi, serta sahabat bagi lingkungan.

"Nilai-nilai agama diharapkan menjadi sumber inspirasi untuk menyebarkan kedamaian, menjaga kelestarian bumi, dan membangun kehidupan masyarakat yang lebih baik. Perbedaan juga harus disikapi sebagai bagian dari kehidupan berbangsa yang perlu dirawat melalui semangat persaudaraan dan kebersamaan", jelasnya.

Menutup amanatnya, Menteri Agama mengajak seluruh santri dan keluarga besar pesantren untuk terus menjaga tradisi, mengembangkan inovasi, memperkuat persaudaraan, serta mempersiapkan diri untuk masa depan bangsa.

“Selamat Hari Santri Tahun 2026. Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas!” demikian pesan penutup amanat tersebut.(torong/safrizal)

Diberdayakan oleh Blogger.