Selasa, 22 September 2026

  


Tebingtinggi | Bandar Meriah  News
- Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tebing Tinggi, Erwin Suheri Damanik, mendorong para pelaku usaha hotel, restoran, dan kafe untuk memperkuat strategi promosi serta mempermudah akses informasi bagi para wisatawan.

Hal tersebut disampaikannya saat membuka sekaligus menjadi narasumber pada kegiatan Sosialisasi Daya Tarik Wisata Unggulan Kabupaten/Kota di Pondok Bali Lestari, Jalan Deblod Sundoro, Tebing Tinggi, Selasa (22/09/2026).

Sekda menegaskan, pengembangan potensi wisata Tebing Tinggi harus didukung dengan informasi lengkap, mulai dari akomodasi, kuliner, lokasi wisata hingga berbagai aktivitas yang dapat dilakukan pengunjung.

“Pelaku usaha harus saling mendukung dan mempromosikan potensi yang ada. Kalau ada tamu dari luar daerah, mereka tidak hanya membutuhkan tempat menginap, tetapi juga informasi tempat makan, wisata dan kegiatan yang bisa dilakukan,” kata Sekda.

Selain promosi yang intensif melalui media sosial, Sekda juga mengajak para pelaku usaha untuk rutin menyusun agenda kegiatan. Langkah ini dinilai efektif menarik minat pengunjung dari luar daerah sekaligus membangun ekosistem pariwisata yang berkelanjutan. Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha untuk membangun ekosistem pariwisata yang saling menguntungkan.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Tebing Tinggi, Muhammad Fadly, menjelaskan bahwa kegiatan ini difokuskan untuk membangun basis 'Satu Data' pariwisata daerah. Data ini nantinya mencakup integrasi seluruh potensi penginapan, kuliner, dan destinasi rekreasi di Kota Tebing Tinggi.

"Melalui Satu Data ini, kita berharap setiap event skala daerah maupun nasional yang mendatangkan tamu luar daerah tidak lagi kesulitan mencari penginapan, tempat rekreasi maupun wisata kuliner," jelas Fadly.

Turut hadir dalam acara tersebut Camat Tebing Tinggi Kota Henci Br Siregar, Kabag Pemerintahan Risky Safitri, jajaran lurah dan kepala lingkungan, serta pelaku usaha industri jasa pariwisata di Kota Tebing Tinggi.(fit)

  


Langkat | Bandar Meriah  News
- Kapolres Langkat AKBP Hannry P.H. Tambunan, S.E., S.I.K., menyerahkan piagam penghargaan kepada sejumlah personel yang dinilai berprestasi dalam pelaksanaan tugas Kepolisian.


Penghargaan tersebut diserahkan saat apel pagi di Lapangan Jananura Polres Langkat, Selasa (22/09/2026).


Penghargaan diberikan kepada Kapolsek Kuala AKP Syamsul Bahri.S.E.,M.H., bersama 8 Personel atas keberhasilan mengungkap kasus Pembunuhan dalam Waktu 3 Hari di Wilayah hukum polsek kuala, Kasat Reskrim AKP Ghulam Yanuar Lutfi, S.T.K., S.I.K., M.H., Diberikan Penghargaan atas Mengirim Laporan Bulanan tercepat Priode Semester I Tahun 2026 Sejajaran Polres Tingkat Polda Sumut, Kasi Keu IPTU Muhammad Adi S.H bersama 1 Personel Diberikan Penghargaan atas Peringkat Terbaik Penyampaian Laporan Pertanggung Jawaban Bendehara Pengeluaran Tahun 2026, P.s Kanit Binpolmas Sat binmas Aiptu Fakhrurrazi, S.H Diberikan Penghargaan atas Berperan Aktif Sebagai Penghubung antar kepolisian dengan Masyarakat serta aktif mendukung dan mempublikasikan kegiatan Kamtibmas melalui media sosial. 


Selain itu, penghargaan diberikan kepada Personel Si Humas Bripda Bima Farid Pratama berhasil Sebagai Peserta Pelatihan Terbaik Fotografer dan Pembuatan Video Sinematik bidang Humas dan Jajaran Polda Sumut Tahun 2026.


Kapolres Langkat AKBP Hannry, mengatakan penghargaan tersebut bukan sekadar seremoni, tetapi bentuk apresiasi institusi terhadap dedikasi personel dalam menjalankan tugas.

“Penghargaan ini bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk pengakuan, apresiasi, dan penghormatan institusi atas dedikasi rekan-rekan dalam menjalankan tugas.


Keberhasilan ini menunjukkan bahwa tanggung jawab sebagai anggota Polri tidak berhenti pada kewajiban formal, tetapi juga menuntut keberanian, integritas, dan kepekaan terhadap situasi di lapangan,”Ujar AKBP Hannry.


“Prestasi yang diraih hari ini harus menjadi motivasi bagi seluruh personel. Bagi penerima penghargaan, jadikan apresiasi ini sebagai pemacu untuk terus meningkatkan kinerja. Bagi personel lainnya, jadikan keberhasilan rekan-rekan sebagai inspirasi untuk memberikan pengabdian terbaik kepada masyarakat,” ujarnya.


Kapolres Langkat AKBP Hannry, juga mengingatkan seluruh personel Polres Langkat agar tetap menjaga disiplin, integritas, dan profesionalisme serta menghindari setiap tindakan yang dapat merusak kepercayaan masyarakat dan citra institusi Polri.


Kegiatan tersebut sekaligus menjadi implementasi program Polisi Langkat Garuda Ksatria yang diinisiasi Kapolres Langkat dengan semangat “Gagah Berani untuk Dicintai Masyarakat, Kuat, Sadar Aturan, Taat, Responsibility, Inovatif, dan Aman.”


Melalui semangat “Satu Langkah, Satu Hati untuk Langkat yang Aman dan Damai,” Polres Langkat terus berkomitmen menghadirkan pelayanan kepolisian yang humanis, responsif dan dekat dengan masyarakat.(ros)

  


Langkat | Bandar Meriah  News
- Ada cara berbeda yang dilakukan Kapolres Langkat AKBP Hannry P.H. Tambunan, S.E., S.I.K., bersama Pejabat Utama (PJU) Polres Langkat untuk mengajak masyarakat semakin tertib berlalu lintas.


Bukan dengan penindakan, melainkan memberikan apresiasi berupa bingkisan kepada pengendara sepeda motor yang tertib menggunakan helm dan melengkapi kendaraannya dengan kedua kaca spion.

Kegiatan berlangsung di Jalan Lintas Medan–Banda Aceh, tepatnya di kawasan Simpang Bupati, Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat, Selasa (22/09/2026) pagi.


Kapolres Langkat AKBP Hannry, mengatakan, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya keselamatan dalam berkendara.

“Bagi pengendara roda dua yang tidak menggunakan helm, kami memberikan imbauan agar memakai helm saat berkendara demi keselamatan dan kenyamanan di jalan raya.


Sedangkan bagi yang menggunakan helm dan kaca spion, kami memberikan bingkisan sebagai bentuk apresiasi kepada pengendara yang telah tertib berlalu lintas,” ujar AKBP Hannry.


Kapolres Langkat AKBP Hannry, didampingi Kabag Sdm Polres langkat AKP Novi Setyawan Putra, S.Or., M.Pd., Kasat Lantas Polres Langkat IPTU Faradhila Lova Ayuningsih, S.Tr.K., S.I.K., serta jajaran PJU Polres Langkat.


AKBP Hannry, Kecamatan Stabat dipilih sebagai lokasi kegiatan karena merupakan salah satu kawasan dengan aktivitas lalu lintas yang cukup padat dan masih terdapat potensi terjadinya kecelakaan lalu lintas.


“Untuk kali ini kita tidak melakukan penilangan. Kita hanya memberikan imbauan agar masyarakat tertib berlalu lintas di jalan raya,” jelasnya.


AKBP Hannry, menegaskan, keselamatan masyarakat merupakan hal utama. Karena itu, edukasi dan pendekatan humanis dinilai penting untuk menumbuhkan kesadaran berlalu lintas, sehingga kepatuhan masyarakat lahir bukan semata-mata karena takut ditilang, tetapi karena memahami pentingnya keselamatan diri sendiri dan pengguna jalan lainnya.


Pemberian bingkisan kepada pengendara yang tertib juga diharapkan menjadi pesan positif bahwa kepatuhan terhadap aturan lalu lintas merupakan sesuatu yang patut diapresiasi.


Kegiatan tersebut sekaligus menjadi implementasi program Polisi Langkat Garuda Ksatria yang diinisiasi Kapolres Langkat dengan semangat “Gagah Berani untuk Dicintai Masyarakat, Kuat, Sadar Aturan, Taat, Responsibility, Inovatif, dan Aman.”


Melalui semangat “Satu Langkah, Satu Hati untuk Langkat yang Aman dan Damai,” Polres Langkat terus berkomitmen menghadirkan pelayanan kepolisian yang humanis, responsif dan dekat dengan masyarakat.


Pendekatan tersebut diharapkan mampu memperkuat hubungan antara Polri dan masyarakat sekaligus menciptakan budaya tertib berlalu lintas demi terwujudnya keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas di wilayah Kabupaten Langkat.(ros)

Senin, 21 September 2026




Binjai | Bandar Meriah News -  Komitmen Kapolres Binjai AKBP R. Bimo Moernanda, S.I.K., M.H., dalam memberantas tindak pidana pencurian dengan pemberatan (Curat) terus diwujudkan. Satreskrim Polres Binjai berhasil mengamankan empat pria yang diduga terlibat dalam sejumlah kasus pencurian sepeda motor di wilayah hukum Polres Binjai.


Keempat terduga pelaku yakni RA als Anda (20), RK als Baron als Alkap (17), DA alias Jimmi (20), dan RAU (21). Mereka diamankan petugas pada 20–21 September 2026 di sejumlah lokasi di Kota Binjai.


Dari hasil pemeriksaan awal, RA als Anda diduga melakukan pembegalan terhadap korban MAF (23) di Jalan Megawati, Kecamatan Binjai Timur, pada 13 April 2026 sekitar pukul 17.40 WIB.


Selanjutnya, RK alias Baron als Alkap (17) diduga menghadang dan memukul korban MI (16), kemudian membawa sepeda motor korban di Desa Tandem Hulu I, Kecamatan Hamparan Perak, pada 13 April 2026 sekitar pukul 09.00 WIB.


Sementara DA als Jimmi (20) diduga mengambil sepeda motor milik korban DY (23) menggunakan kunci palsu di Jalan Aiptu Radiman, Kelurahan Tangsi, Kecamatan Binjai Kota, pada 25 April 2026 sekitar pukul 13.50 WIB.


Sedangkan DS (21) melakukan pencurian terhadap sepeda motor milik korban RA (23) di Jalan Gunung Simeru kelurahan Binjai estate Kecamatan Binjai Selatan, (27/11/2025).


Petugas kemudian mengamankan RA als Anda, di Jalan Jenderal Sudirman, Kecamatan Binjai Kota, pada Minggu (20/9/2026) dan turut menyita satu unit sepeda motor BK 5026 AIM sebagai barang bukti.


RK alias Baron als Alkap diamankan di Jalan T. Amir Hamzah pada Minggu (20/9/2026) sekitar pukul 22.00 WIB. Selanjutnya, RAU diamankan di Jalan Wahidin Baru, Kecamatan Binjai Kota, pada Senin (21/09/2026) sekitar pukul 20.00 WIB, sedangkan DA als Jimmi diamankan di Perumahan Berngam, Kecamatan Binjai Kota, sekitar pukul 23.00 WIB.


Kasat Reskrim Polres Binjai AKP Hotdiatur A.W. Purba, S.Tr.K., S.I.K., M.H., mengatakan para terduga pelaku beserta barang bukti telah diamankan di Mapolres Binjai untuk menjalani proses hukum lebih lanjut," tegasnya.


Kapolres Binjai AKBP R. Bimo Moernanda, S.I.K., M.H., menegaskan Polres Binjai akan terus melakukan penindakan terhadap setiap bentuk tindak pidana sebagai upaya menjaga keamanan dan memberikan rasa aman kepada masyarakat.


“Polres Binjai akan terus menindak setiap bentuk tindak pidana dan memberikan rasa aman kepada masyarakat,” tegas Kapolres Binjai.(Humasresbinjai/torong )






Binjai | Bandar Meriah News
- Kapolres Binjai AKBP R. Bimo Moernanda, S.I.K., M.H., bersama Ketua Bhayangkari Cabang Binjai Ny. Tika Bimo, melaksanakan kegiatan audit dan pengawasan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polres Binjai, Senin (21/09/2026), bertempat di SPPG Langkat Binjai Sendang Rejo 2, Jalan Tengku Amir Hamzah, Sendang Rejo, Kecamatan Binjai, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.


Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai bagian dari upaya memastikan pelaksanaan operasional SPPG berjalan sesuai dengan ketentuan dan standar yang telah ditetapkan. Dalam kegiatan tersebut dilakukan pemeriksaan serta pengawasan terhadap berbagai aspek penyelenggaraan SPPG guna mendukung terlaksananya pelayanan pemenuhan gizi secara optimal.


Turut hadir dalam kegiatan tersebut Waka Polres Binjai Kompol Sofyan H. Nasution, S.H., M.H., Kabag SDM Kompol Muhammad Hasan, S.H., M.H., Kabag Log AKP Jupiter Frans Simanjuntak, S.Pd., M.Pd., Kasi Propam AKP Kesuma Hadi, S.Sos., Kasiwas IPTU Ahmad Sururi, S.H., dan Kasi Dokes IPTU Ardi, A.Mk.


Kehadiran para pejabat terkait menjadi bagian dari pelaksanaan fungsi pengawasan secara menyeluruh terhadap pelaksanaan kegiatan SPPG, sekaligus memastikan setiap tahapan penyelenggaraan berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.



Melalui kegiatan audit dan pengawasan ini, Polres Binjai menunjukkan komitmennya dalam menjaga kualitas serta akuntabilitas pelaksanaan SPPG. Kegiatan berlangsung dengan tertib dan lancar hingga selesai.(Humas Polres Binjai/Torong/Senin (21/09/2026)



  



Samosir | Bandar Meriah News - Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) Tahap II di Wilayah Sungai Toba Asahan dan Daerah Tangkapan Air (DTA) Danau Toba resmi dimulai sebagai langkah antisipatif menghadapi potensi kekeringan sekaligus mengoptimalkan potensi hujan guna menjaga ketersediaan air dan elevasi Danau Toba.


Pembukaan OMC Tahap II dilaksanakan di Terminal II BMKG Silangit, Senin(21/09/2026) dengan melibatkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bersama Perum Jasa Tirta I (PJT I), PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM), serta sejumlah pemangku kepentingan di kawasan Danau Toba.


Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Samosir Sarimpol Simanihuruk dan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Samosir Immanuel TP Sitanggang, bersama Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Sumatera Utara dan Kepala Pelaksana BPBD kabupaten se-Kawasan Danau Toba, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera II, Kepala Dinas Sumber Daya Air Provinsi Sumatera Utara, Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II Bandara Silangit, serta tim pelaksana OMC dan sejumlah mitra terkait.


OMC Tahap II dijadwalkan berlangsung selama 25 hari, mulai 21 September hingga 15 Oktober 2026, dengan sasaran operasi meliputi wilayah perairan Danau Toba dan DTA Danau Toba. Operasi tersebut diarahkan untuk mengoptimalkan potensi hujan guna mendukung ketersediaan air di kawasan Toba dan sekitarnya.


VP Regional II Perum Jasa Tirta I M. Luckmanul Chakim mengatakan, pelaksanaan OMC menjadi salah satu langkah menghadapi kondisi kekeringan yang terjadi di Indonesia dan dipengaruhi fenomena El Nino. Menurutnya, upaya menjaga ketersediaan air memiliki keterkaitan erat dengan ketahanan pangan dan energi.


“Tujuan dari OMC ini adalah mendukung ketahanan air dan ketahanan pangan, dan tidak lupa mendukung ketahanan energi yang pada ujungnya nanti mendukung pertumbuhan industri hilirisasi program pemerintah,” ujar M. Luckmanul Chakim.


Sementara itu, Direktur Operasional Modifikasi Cuaca BMKG Budi Harsoyo menjelaskan, pelaksanaan OMC dilakukan dengan mempertimbangkan prediksi kondisi iklim dan cuaca yang telah disusun BMKG. Sejak awal tahun, BMKG telah mengantisipasi adanya fenomena El Nino dengan intensitas yang cukup kuat sehingga diperlukan langkah untuk menjaga ketersediaan air, khususnya pada wilayah yang memiliki ketergantungan terhadap sumber daya air Danau Toba.


Menurut Budi, pelaksanaan OMC sebelumnya pada April lalu telah memberikan tambahan air yang cukup signifikan. Untuk pelaksanaan tahap kedua, BMKG akan kembali mengoptimalkan kondisi atmosfer dan potensi pertumbuhan awan yang dapat disemai sesuai dengan perkembangan cuaca di lapangan.


“Pelaksanaan OMC tidak hanya menjadi kerja sama antara PJT I dan BMKG, tetapi juga membutuhkan kolaborasi semua pihak. Apabila ada daerah yang mengalami kekeringan, informasi tersebut dapat disampaikan sehingga dapat menjadi pertimbangan dalam menentukan prioritas operasi,” kata Budi.


Ia berharap upaya bersama tersebut dapat berjalan optimal sehingga ketersediaan air baku, khususnya di wilayah Toba dan sekitarnya, dapat tetap terjaga.


Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Samosir Sarimpol Simanihuruk menyambut baik pelaksanaan OMC Tahap II sebagai bagian dari upaya mitigasi dan kesiapsiagaan menghadapi potensi kekeringan di kawasan Danau Toba. Menurutnya, menjaga ketersediaan air bukan hanya menjadi kepentingan sektor tertentu, tetapi berkaitan langsung dengan keberlangsungan aktivitas masyarakat dan lingkungan di kawasan Danau Toba.


“Kami mendukung pelaksanaan OMC ini sebagai salah satu bentuk ikhtiar bersama dalam menjaga ketersediaan air dan mengantisipasi dampak kondisi cuaca yang berpotensi menimbulkan kekeringan. BPBD Samosir siap mendukung koordinasi dan penyampaian informasi kondisi di lapangan, sehingga langkah-langkah mitigasi dapat dilakukan secara lebih cepat dan terpadu,” kata Sarimpol.


Ia menambahkan, penanganan risiko bencana maupun dampak perubahan kondisi cuaca membutuhkan sinergi seluruh pihak. Karena itu, BPBD Kabupaten Samosir terus mendorong koordinasi dengan perangkat daerah, pemerintah kecamatan dan desa, serta instansi terkait dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi dampak kondisi cuaca ekstrem maupun kekeringan.


Dari sisi pengelolaan sumber daya air, Direktur Operasional Perum Jasa Tirta I Milfan Rantawi menyampaikan bahwa OMC yang dilaksanakan bersama BMKG menyasar DTA Danau Toba dan wilayah perairannya. Operasi tersebut ditujukan untuk mengoptimalkan potensi hujan sekaligus menjaga ketersediaan air dan elevasi Danau Toba pada kisaran 902,04 meter.


Sementara itu, perwakilan manajemen PT INALUM menyampaikan bahwa ketersediaan air memiliki peran penting, baik bagi kebutuhan masyarakat dan sektor pertanian maupun bagi keberlangsungan kegiatan produksi dan energi. Karena itu, OMC dipandang sebagai salah satu ikhtiar bersama untuk mengoptimalkan potensi hujan dengan tetap memperhatikan kondisi lingkungan dan keberlanjutan Danau Toba.


Menurutnya, tantangan ketersediaan air tidak dapat ditangani oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. Upaya mendatangkan hujan melalui OMC diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus mendukung kebutuhan air untuk berbagai sektor yang bergantung pada Danau Toba.


Pelaksanaan OMC Tahap II menjadi bagian dari langkah kolaboratif dalam menjaga keberlanjutan sumber daya air Danau Toba di tengah kondisi iklim yang berpotensi meningkatkan risiko kekeringan. Optimalisasi potensi hujan diharapkan dapat memperkuat ketahanan air sekaligus mendukung kebutuhan masyarakat, pertanian, energi dan aktivitas ekonomi di kawasan Toba dan sekitarnya.


Bagi Pemerintah Kabupaten Samosir, keterlibatan dalam koordinasi pelaksanaan OMC menjadi bagian penting mengingat wilayah Samosir berada di kawasan Danau Toba dan memiliki keterkaitan langsung dengan keberlangsungan ekosistem serta pemanfaatan sumber daya air danau.


Melalui sinergi pemerintah daerah, BMKG, Perum Jasa Tirta I, INALUM, BPBD, serta seluruh pemangku kepentingan, pelaksanaan OMC diharapkan tidak hanya menjadi langkah teknis menghadapi kondisi kekeringan, tetapi juga memperkuat upaya bersama dalam menjaga Danau Toba sebagai sumber daya strategis yang keberlanjutannya penting bagi masyarakat saat ini dan generasi mendatang.(indra sinurat )






Samosir | Bandar Meriah News -  Kabupaten Samosir mencatatkan diri sebagai penerima bantuan Usaha Ekonomi Produktif (UEP) terbanyak se-Sumatera Utara tahun 2026, dengan 92 warga menerima dukungan peralatan usaha. Penyerahan berlangsung di Kantor Dinsos PMD Samosir, Senin (21/09/2026).

 

Bantuan yang bersumber dari APBD Pemprov Sumut ini disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing usaha, mencakup delapan sektor: pertanian 20 orang, menjahit 15 orang, pertukangan 15 orang, perbengkelan 10 orang, pembuatan kue 10 orang, pangkas rambut 8 orang, doorsmeer 7 orang, dan salon wanita 7 orang.

 

Asisten I Setdakab Samosir Tunggul Sinaga menyampaikan program ini wujud sinergi Pemkab dan Pemprov demi kemandirian ekonomi masyarakat. Sementara itu, perwakilan Dinsos Provinsi Kastro Sitanggang mengingatkan agar bantuan tidak dijual atau dipindahtangankan, melainkan dimanfaatkan untuk meningkatkan produktivitas dan pendapatan keluarga. 


Kepala Dinsos PMD Samosir Hans Rikardo Sidabutar berharap kuota penerima dapat terus bertambah pada tahun-tahun mendatang.

 

Dengan asesmen sebelum penyaluran serta pemantauan pasca-penyerahan, program ini diharapkan bukan sekadar bantuan sesaat, melainkan langkah nyata memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan di Samosir. (Indra Sinurat)

Sabtu, 19 September 2026



Samosir | Bandar Meriah News
- Di tengah kepanikan setelah kecelakaan bus wisatawan di Desa Boho, Kecamatan Sianjur Mula Mula, Pemerintah Kabupaten Samosir hadir memberikan penguatan bagi para korban yang sedang menjalani perawatan di RSUD Hadrianus Sinaga. Bupati Samosir Vandiko T. Gultom, bersama Wakil Bupati Samosir Ariston Tua Sidauruk langsung mengunjungi para korban yang mendapat penanganan medis, Sabtu(19/09/2026).


Kunjungan tersebut menjadi bentuk kepedulian sekaligus komitmen Pemerintah Kabupaten Samosir untuk memastikan seluruh korban mendapatkan pelayanan kesehatan dan penanganan yang terbaik.


Bupati Vandiko menyampaikan bahwa Pemkab Samosir akan menanggung  biaya pengobatan para korban selama mendapatkan perawatan di RSUD Hadrianus Sinaga. “Walaupun mereka bukan warga Samosir, sebagai bentuk kepedulian dan kemanusiaan, saya sudah instruksikan agar seluruh biaya perobatan selama di RSUD Hadrianus Sinaga kita tanggung sepenuhnya,” ujar Vandiko.


Vandiko juga meminta para korban yang ingin kembali ke daerah asal agar mengikuti rekomendasi medis dari dokter. Ia mengingatkan agar kondisi kesehatan menjadi pertimbangan utama dan kepulangan tidak dilakukan secara tergesa-gesa. “Kalau memang secara medis sudah diperbolehkan untuk pulang, kita bantu. Jangan sampai dipaksakan kalau kondisi belum memungkinkan. Kami akan mengupayakan yang terbaik,” tegasnya.


Perhatian Pemkab Samosir tidak berhenti pada biaya perawatan. Ketika terdapat permohonan dari korban untuk difasilitasi ambulance menuju rumah sakit rujukan, Vandiko memastikan pemerintah daerah siap membantu.


“Kita juga akan mempersiapkan ambulance apabila ada korban yang perlu dirujuk. Kami siap mengantar ke rumah sakit rujukan sesuai kebutuhan medis,” katanya.


Terkait permintaan bantuan melalui Jasa Raharja, Vandiko mengatakan Pemkab Samosir juga akan membantu melakukan komunikasi, meskipun hal tersebut bukan menjadi kewenangan pemerintah daerah.


“Kami akan bantu komunikasikan dengan Jasa Raharja agar ke depan kalau memang bisa di-cover, dapat membantu biaya perobatan para korban,” jelasnya.


Bagi Vandiko, kepedulian terhadap wisatawan tidak dibatasi oleh asal daerah. Ketika seseorang mengalami musibah di Samosir, pemerintah daerah berkewajiban menghadirkan rasa aman dan kemanusiaan.


“Kita hadir untuk memberikan semangat dan motivasi kepada saudara-saudara kita yang menjadi korban. Mereka datang ke Samosir sebagai wisatawan, dan ketika mengalami musibah di daerah kita, tentu kita harus hadir dan memberikan pelayanan yang terbaik,” ungkapnya.


Kecelakaan tersebut sekaligus menjadi perhatian bagi Pemerintah Kabupaten Samosir terhadap aspek keselamatan wisatawan, khususnya kendaraan transportasi yang membawa rombongan wisata.


Vandiko mengingatkan pentingnya memastikan kelayakan kendaraan sebelum melakukan perjalanan, termasuk kondisi teknis kendaraan serta kesehatan dan stamina saat berwisata.


“Kelayakan kendaraan harus diperhatikan. Begitu juga dengan kesehatan dan stamina pengemudi maupun wisatawan. Kita ingin wisatawan yang datang ke Samosir bisa menikmati perjalanan dengan nyaman dan aman, sehingga hal-hal yang tidak kita inginkan dapat dihindari,” katanya.


Sebelumnya, bus pariwisata yang membawa rombongan Serikat Tolong Menolong (STM) Satahi asal Kisaran mengalami kecelakaan di Desa Boho, Kecamatan Sianjur Mula Mula.


Bus yang membawa 32 penumpang tersebut dilaporkan kehilangan kendali hingga terbalik. Tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun sejumlah penumpang mengalami luka-luka dan langsung mendapatkan penanganan medis.


Pihak RSUD Hadrianus Sinaga menyebutkan, sebanyak 27 orang dari rombongan sempat dirujuk untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan. Dua orang lainnya telah kembali ke penginapan, sementara sejumlah korban lainnya mendapatkan penanganan lebih lanjut sesuai kondisi medis masing-masing.


Dari hasil pemeriksaan, terdapat satu korban yang mengalami patah tulang dan telah dirujuk ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut. Beberapa korban lainnya juga masih dalam proses observasi, termasuk satu korban dengan cedera pada tangan, panggul dan satu lagi patah di bagian hidung  yang kemungkinan besar akan dirujuk dari RSUD Hadrianus Sinaga.


Ketua STM Satahi Kisaran, Renhard Manalu, menjelaskan bahwa perjalanan wisata ke Samosir telah direncanakan sejak jauh hari. Sebelum kecelakaan, rombongan telah mengunjungi sejumlah destinasi wisata.

“Kami sudah dari Tano Ponggol, Menara Pandang, Air Terjun Efrata dan Sibea-bea. Rencana kembali ke homestay, mobil terbalik di Desa Boho,” ungkapnya.


Kendati mengalami kecelakaan, Renhard masih bersyukur karena tidak menimbulkan korban jiwa. Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah Kabupaten Samosir dan masyarakat Desa Boho yang membuka diri untuk melakukan pertolongan.


"Terima kasih atas perhatian bapak Bupati Samosir. Sewaktu kecelakaan tadi masyarakat Desa sangat baik, banyak yang menolong dan mempersilahkan kami masuk kerumah" ucapnya.


Sementara itu, Ketua Panitia Perjalanan Wisata STM Satahi, Paber Silaban, menjelaskan bahwa dirinya berada di kendaraan berbeda yang mengiringi bus dan berada tepat di belakang kendaraan tersebut saat kecelakaan terjadi.


Menurut Paber, kecelakaan terjadi setelah bagian as roda depan sebelah kiri mengalami masalah sehingga pengemudi kehilangan kendali. Ia memastikan kecelakaan tersebut bukan disebabkan bus melaju dengan kecepatan tinggi maupun pengemudi mengantuk.


“Tidak ada rem blong atau sopirnya mengantuk. Kemungkinan besar Terotnya lepas sehingga sopir kehilangan kendali,” jelasnya.


Ia juga mengatakan, sepanjang perjalanan bus tidak melaju dengan kecepatan tinggi.


“Kalau tadi mobilnya kebut-kebutan, pasti penumpang banyak yang parah. Penumpang yang di dalam bus juga mengakui mobil tersebut tidak melaju kencang,” katanya.


Kehadiran Bupati dan Wakil Bupati Samosir di tengah para korban menjadi pesan bahwa pelayanan pemerintah tidak berhenti pada urusan administrasi, tetapi hadir ketika masyarakat maupun wisatawan membutuhkan pertolongan.


Keselamatan dan kenyamanan wisatawan merupakan bagian penting dalam membangun Samosir sebagai destinasi wisata yang aman, ramah dan memberikan pengalaman terbaik bagi setiap orang yang datang ke Negeri Indah Kepingan Surga.(indra sinurat)




 



Samosir | Bandar Meriah News - Di tengah kepanikan setelah kecelakaan bus wisatawan di Desa Boho, Kecamatan Sianjur Mula Mula, Pemerintah Kabupaten Samosir hadir memberikan penguatan bagi para korban yang sedang menjalani perawatan di RSUD Hadrianus Sinaga. Bupati Samosir Vandiko T. Gultom, bersama Wakil Bupati Samosir Ariston Tua Sidauruk langsung mengunjungi para korban yang mendapat penanganan medis, Sabtu (19/09/2026).


Kunjungan tersebut menjadi bentuk kepedulian sekaligus komitmen Pemerintah Kabupaten Samosir untuk memastikan seluruh korban mendapatkan pelayanan kesehatan dan penanganan yang terbaik.


Bupati Vandiko menyampaikan bahwa Pemkab Samosir akan menanggung  biaya pengobatan para korban selama mendapatkan perawatan di RSUD Hadrianus Sinaga. “Walaupun mereka bukan warga Samosir, sebagai bentuk kepedulian dan kemanusiaan, saya sudah instruksikan agar seluruh biaya perobatan selama di RSUD Hadrianus Sinaga kita tanggung sepenuhnya,” ujar Vandiko.


Vandiko juga meminta para korban yang ingin kembali ke daerah asal agar mengikuti rekomendasi medis dari dokter. Ia mengingatkan agar kondisi kesehatan menjadi pertimbangan utama dan kepulangan tidak dilakukan secara tergesa-gesa. “Kalau memang secara medis sudah diperbolehkan untuk pulang, kita bantu. Jangan sampai dipaksakan kalau kondisi belum memungkinkan. Kami akan mengupayakan yang terbaik,” tegasnya.


Perhatian Pemkab Samosir tidak berhenti pada biaya perawatan. Ketika terdapat permohonan dari korban untuk difasilitasi ambulance menuju rumah sakit rujukan, Vandiko memastikan pemerintah daerah siap membantu.

“Kita juga akan mempersiapkan ambulance apabila ada korban yang perlu dirujuk. Kami siap mengantar ke rumah sakit rujukan sesuai kebutuhan medis,” katanya.


Terkait permintaan bantuan melalui Jasa Raharja, Vandiko mengatakan Pemkab Samosir juga akan membantu melakukan komunikasi, meskipun hal tersebut bukan menjadi kewenangan pemerintah daerah.

“Kami akan bantu komunikasikan dengan Jasa Raharja agar ke depan kalau memang bisa di-cover, dapat membantu biaya perobatan para korban,” jelasnya.


Bagi Vandiko, kepedulian terhadap wisatawan tidak dibatasi oleh asal daerah. Ketika seseorang mengalami musibah di Samosir, pemerintah daerah berkewajiban menghadirkan rasa aman dan kemanusiaan.

“Kita hadir untuk memberikan semangat dan motivasi kepada saudara-saudara kita yang menjadi korban. Mereka datang ke Samosir sebagai wisatawan, dan ketika mengalami musibah di daerah kita, tentu kita harus hadir dan memberikan pelayanan yang terbaik,” ungkapnya.


Kecelakaan tersebut sekaligus menjadi perhatian bagi Pemerintah Kabupaten Samosir terhadap aspek keselamatan wisatawan, khususnya kendaraan transportasi yang membawa rombongan wisata.


Vandiko mengingatkan pentingnya memastikan kelayakan kendaraan sebelum melakukan perjalanan, termasuk kondisi teknis kendaraan serta kesehatan dan stamina saat berwisata.

“Kelayakan kendaraan harus diperhatikan. Begitu juga dengan kesehatan dan stamina pengemudi maupun wisatawan. Kita ingin wisatawan yang datang ke Samosir bisa menikmati perjalanan dengan nyaman dan aman, sehingga hal-hal yang tidak kita inginkan dapat dihindari,” katanya.


Sebelumnya, bus pariwisata yang membawa rombongan Serikat Tolong Menolong (STM) Satahi asal Kisaran mengalami kecelakaan di Desa Boho, Kecamatan Sianjur Mula Mula.


Bus yang membawa 32 penumpang tersebut dilaporkan kehilangan kendali hingga terbalik. Tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun sejumlah penumpang mengalami luka-luka dan langsung mendapatkan penanganan medis.


Pihak RSUD Hadrianus Sinaga menyebutkan, sebanyak 27 orang dari rombongan sempat dirujuk untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan. Dua orang lainnya telah kembali ke penginapan, sementara sejumlah korban lainnya mendapatkan penanganan lebih lanjut sesuai kondisi medis masing-masing.


Dari hasil pemeriksaan, terdapat satu korban yang mengalami patah tulang dan telah dirujuk ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut. Beberapa korban lainnya juga masih dalam proses observasi, termasuk satu korban dengan cedera pada tangan, panggul dan satu lagi patah di bagian hidung  yang kemungkinan besar akan dirujuk dari RSUD Hadrianus Sinaga.


Ketua STM Satahi Kisaran, Renhard Manalu, menjelaskan bahwa perjalanan wisata ke Samosir telah direncanakan sejak jauh hari. Sebelum kecelakaan, rombongan telah mengunjungi sejumlah destinasi wisata.

“Kami sudah dari Tano Ponggol, Menara Pandang, Air Terjun Efrata dan Sibea-bea. Rencana kembali ke homestay, mobil terbalik di Desa Boho,” ungkapnya.


Kendati mengalami kecelakaan, Renhard masih bersyukur karena tidak menimbulkan korban jiwa. Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah Kabupaten Samosir dan masyarakat Desa Boho yang membuka diri untuk melakukan pertolongan.

"Terima kasih atas perhatian bapak Bupati Samosir. Sewaktu kecelakaan tadi masyarakat Desa sangat baik, banyak yang menolong dan mempersilahkan kami masuk kerumah" ucapnya.


Sementara itu, Ketua Panitia Perjalanan Wisata STM Satahi, Paber Silaban, menjelaskan bahwa dirinya berada di kendaraan berbeda yang mengiringi bus dan berada tepat di belakang kendaraan tersebut saat kecelakaan terjadi.


Menurut Paber, kecelakaan terjadi setelah bagian as roda depan sebelah kiri mengalami masalah sehingga pengemudi kehilangan kendali. Ia memastikan kecelakaan tersebut bukan disebabkan bus melaju dengan kecepatan tinggi maupun pengemudi mengantuk.

“Tidak ada rem blong atau sopirnya mengantuk. Kemungkinan besar Terotnya lepas sehingga sopir kehilangan kendali,” jelasnya.


Ia juga mengatakan, sepanjang perjalanan bus tidak melaju dengan kecepatan tinggi.

“Kalau tadi mobilnya kebut-kebutan, pasti penumpang banyak yang parah. Penumpang yang di dalam bus juga mengakui mobil tersebut tidak melaju kencang,” katanya.


Kehadiran Bupati dan Wakil Bupati Samosir di tengah para korban menjadi pesan bahwa pelayanan pemerintah tidak berhenti pada urusan administrasi, tetapi hadir ketika masyarakat maupun wisatawan membutuhkan pertolongan.


Keselamatan dan kenyamanan wisatawan merupakan bagian penting dalam membangun Samosir sebagai destinasi wisata yang aman, ramah dan memberikan pengalaman terbaik bagi setiap orang yang datang ke Negeri Indah Kepingan Surga.( indra sinurat )




  


Samosir | Bandar Meriah News - Polres Samosir menggelar press release pengungkapan sejumlah kasus tindak pidana yang ditangani Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim), Satuan Reserse Narkoba (Sat Narkoba), serta penindakan pelanggaran lalu lintas oleh Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas).

Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Pusuk Buhit Mako Polres Samosir, Sabtu(19/09/2026). 

sekitar pukul 10.00 WIB, dipimpin langsung Kapolres Samosir AKBP Rina Sry Nirwana Tarigan, S.I.K., M.H.

Press release turut dihadiri Wakapolres Samosir Kompol Manumpak H. Sitorus, S.H., Praeses HKBP Distrik VII Samosir Pdt. Rintalori Sianturi, M.Th., Ketua BKM Masjid Al Hasanah Pangururan Sutan Hermanto Hutagalung, S.H., Ketua FKTM Kabupaten Samosir Obin Naibaho, para pejabat utama dan perwira Polres Samosir, personel serta insan pers.

Kapolres Samosir AKBP Rina Sry Nirwana Tarigan mengatakan, kegiatan press release merupakan bagian dari keterbukaan dan transparansi Polri kepada masyarakat dalam menyampaikan hasil pelaksanaan tugas, khususnya dalam penegakan hukum di wilayah Kabupaten Samosir.

“Pengungkapan kasus ini merupakan wujud nyata komitmen Polres Samosir dalam memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat. Setiap bentuk tindak pidana yang terjadi di wilayah hukum Polres Samosir akan ditindaklanjuti sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” ujar Kapolres.

Sat Reskrim Ungkap Lima Perkara

Dalam pemaparan yang disampaikan Kasat Reskrim Polres Samosir IPTU Antonius Hutahaean, S.H., M.H., terdapat sejumlah perkara yang berhasil diungkap.

Perkara pertama yakni dugaan tindak pidana penadahan yang terjadi di Jalan Ronggur Nihuta, Desa Pardomuan I, Kecamatan Pangururan, pada 20 Maret 2026. Dalam perkara tersebut terdapat dua orang tersangka dengan barang bukti satu unit telepon seluler merek Vivo warna biru dan satu lembar surat keterangan dari CV Pandu Mitra Motor.

Selanjutnya, Sat Reskrim mengungkap perkara dugaan pencurian yang terjadi di Jalan Saitnihuta, Kecamatan Pangururan, pada 15 Juli 2026. Dalam perkara ini terdapat satu orang tersangka dengan barang bukti satu kotak telepon seluler Oppo Reno 5 serta satu unit telepon seluler Oppo Reno 5.

Polres Samosir juga mengungkap dugaan pembalakan liar di kawasan hutan dan pengangkutan hasil hutan kayu tanpa dokumen yang sah di Huta Galung, Desa Hutagalung, Kecamatan Harian, pada 6 September 2026.

Dalam perkara tersebut, empat orang ditetapkan sebagai tersangka. Polisi turut mengamankan tiga unit mobil truk serta puluhan batang kayu log jenis pinus sebagai barang bukti.

Barang bukti tersebut terdiri dari truk Isuzu BB 8498 C dengan 23 batang kayu log pinus, truk Isuzu BK 8638 FK dengan 31 batang kayu log pinus, serta truk Mitsubishi BB 8172 HA dengan 32 batang kayu log pinus.

Kasus lainnya yang diungkap yakni dugaan tindak pidana pemerasan yang terjadi di Jalan Simanindo-Tomok, Desa Garoga, Kecamatan Simanindo, pada 15 September 2026.

Empat orang tersangka, masing-masing berinisial AA, ZK, PMS dan AP, dipersangkakan melanggar Pasal 482 ayat (1) huruf a KUHPidana.

Dari perkara tersebut, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa uang tunai dengan jumlah keseluruhan Rp1.555.000, beberapa KTA pers dan satu unit mobil Toyota Calya.

Sat Reskrim juga menangani perkara dugaan persetubuhan terhadap anak yang terjadi dalam rentang Januari hingga Agustus 2026. Dalam perkara tersebut terdapat satu orang tersangka. Polisi mengamankan sejumlah barang bukti, antara lain akta kelahiran korban serta pakaian luar dan pakaian dalam korban.

Sat Narkoba Ungkap Empat Kasus

Sementara itu, Kasat Narkoba Polres Samosir Iptu Boy Alexander Hutasoit, S.H., memaparkan empat perkara narkotika yang berhasil diungkap jajarannya.

Kasus pertama terjadi di Desa Pardomuan I, Kecamatan Pangururan, pada 21 Agustus 2026 sekitar pukul 17.00 WIB. Dalam perkara dugaan penyalahgunaan narkotika jenis sabu tersebut, polisi mengamankan tiga tersangka dengan barang bukti sabu seberat 0,08 gram serta sejumlah alat yang diduga berkaitan dengan penggunaan narkotika dan dua unit telepon seluler.

Masih pada tanggal yang sama, sekitar pukul 19.00 WIB, Sat Narkoba kembali mengungkap perkara dugaan tindak pidana narkotika jenis sabu di Jalan Ronggur Nihuta, Desa Pardomuan I, Kecamatan Pangururan.

Dalam perkara tersebut, dua orang tersangka diamankan dengan barang bukti sabu seberat netto 0,1 gram, telepon seluler, uang tunai, jaket serta satu unit becak bermotor.

Kemudian pada 22 Agustus 2026 sekitar pukul 11.00 WIB, polisi kembali mengungkap kasus dugaan peredaran narkotika jenis sabu di Jalan DI Panjaitan, Desa Pardomuan I.

Satu orang tersangka diamankan bersama barang bukti sabu dengan berat netto 0,88 gram, satu unit telepon seluler, uang tunai, sedotan plastik dan dompet.

Pengungkapan berikutnya terjadi di Desa Pardomuan, Kecamatan Onan Runggu, pada 2 September 2026 sekitar pukul 00.30 WIB.

Dalam perkara tersebut, seorang tersangka diamankan dengan barang bukti yang diduga berupa narkotika jenis sabu dan ganja. Barang bukti antara lain sabu dengan berat netto 0,38 gram, ganja dengan berat netto 11,36 gram, ganja seberat 73,06 gram, biji ganja seberat 9,6 gram serta ganja seberat 553,34 gram. Sebagian barang bukti masih dalam proses pemeriksaan laboratorium forensik.

Selain narkotika, polisi juga mengamankan satu unit telepon seluler, uang tunai dan satu buah tas ransel.

Dalam kesempatan yang sama, Kasat Lantas Polres Samosir AKP Robertus Gultom memaparkan hasil penindakan pelanggaran lalu lintas selama periode Juli hingga Agustus 2026.

Penindakan dilakukan terhadap pengendara sepeda motor yang tidak memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan sebagaimana ketentuan Pasal 285 ayat (1) Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, termasuk penggunaan knalpot yang tidak sesuai standar.

Dari hasil penindakan, Sat Lantas Polres Samosir mengamankan sebanyak 160 unit knalpot brong atau knalpot tidak standar yang kemudian telah diganti dengan knalpot standar.

Selain itu, terdapat delapan unit sepeda motor yang hingga saat ini belum ditebus pemiliknya.

Sepeda motor yang sebelumnya terjaring pelanggaran telah dikembalikan kepada masing-masing pemilik dengan persyaratan membawa surat-surat kendaraan yang lengkap serta mengganti knalpot brong dengan knalpot standar.

Usai pelaksanaan press release, Polres Samosir kemudian melakukan pemusnahan terhadap 160 unit knalpot brong tersebut di lapangan Mako Polres Samosir.

Kegiatan press release berakhir sekitar pukul 12.30 WIB dalam keadaan aman dan kondusif.

Kapolres Samosir menegaskan bahwa pengungkapan sejumlah perkara tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan tugas kepolisian dalam memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat.

Melalui kegiatan tersebut, Polres Samosir juga menunjukkan komitmen terhadap transparansi dan akuntabilitas dalam menyampaikan hasil penanganan perkara kepada masyarakat, sekaligus memastikan setiap laporan maupun kejadian yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.( indra sinurat)




Diberdayakan oleh Blogger.