Indeks Berita: Medan

Rabu, 28 Oktober 2026

 



Medan | Bandar Meriah News  
- Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polrestabes Medan, Polda Sumatera Utara mengungkap dugaan praktik penjualan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi ke sebuah pabrik pembuatan beton di Jalan Megawati, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang, Selasa (27/10/2026) malam. Dalam kasus ini, petugas mengamankan seorang sopir truk yang menggunakan kendaraan dengan tangki modifikasi untuk mengangkut BBM jenis bio solar.


Pengungkapan kasus tersebut berawal dari penyelidikan yang dilakukan personel Satreskrim Polrestabes Medan setelah menerima informasi masyarakat mengenai aktivitas sebuah truk yang memiliki lebih dari satu tangki bahan bakar.


Setelah melakukan penyelidikan, petugas mendapati truk jenis dump tersebut melintas di Jalan Medan–Binjai, kawasan Sei Semayang, Kecamatan Sunggal.


Petugas kemudian mengamankan MR (35), warga Jalan Binjai Km 10,5, Medan, yang mengemudikan truk tersebut. Dari kendaraan itu, polisi turut menyita barang bukti berupa 150 liter BBM jenis bio solar.


Kapolrestabes Medan, Kombes Pol. Dr. Jean Calvijn Simanjuntak, S.I.K., M.H., mengatakan truk tersebut telah dimodifikasi dengan penambahan tangki untuk meningkatkan kapasitas angkut BBM.


“Kami amankan truk, dengan tangki yang sudah dimodifikasi, ditambah menjadi dua tangki. Sekali angkut, ini bisa setengah ton,” ungkap Calvijn.


Setelah mengamankan sopir, petugas menelusuri lokasi penjualan BBM bersubsidi tersebut. Berdasarkan keterangan MR, BBM yang diangkutnya selama ini rutin dijual ke sebuah pabrik pembuatan beton di Jalan Megawati, Kecamatan Sunggal.


“BBM dijual ke pabrik, dengan harga lebih dari Rp.8 ribu. BBM kemudian digunakan untuk mengoperasionalkan sejumlah alat berat, termasuk jadi bahan bakar untuk menghidupkan listrik di pabrik” tambah Rafli.


Dalam pengembangan kasus tersebut, polisi masih menelusuri pihak di lingkungan pabrik yang diduga berkomunikasi dengan pelaku terkait pemesanan dan pembayaran BBM. Petugas juga mendalami asal-usul BBM bersubsidi yang dijual tersebut.


“Kami sedang mengejar potensial suspect di pabrik ini, asal usul BBM juga sedang kami dalami. Kami temukan beberapa plat nomor dan barcode pembelian BBM, ini jadi petunjuk nantinya dimana BBM itu didapat pelaku. Mohom doanya, agar kami bisa ungkap secara menyeluruh,” pungkas Calvijn.


Polrestabes Medan masih melakukan pendalaman untuk mengungkap pihak-pihak lain yang diduga terlibat serta menelusuri jalur perolehan BBM bersubsidi tersebut.(torong/p)

Selasa, 27 Oktober 2026

  


Medan | Bandar Meriah News 
- Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol. Sonny Irawan, S.I.K., M.H., melaksanakan silaturahmi dengan Kepala Badan Intelijen Negara Daerah (Kabinda) Sumatera Utara Brigjen TNI Muhammad Nasrulloh Nasution, S.Sos., di Kantor BIN Sumut, Selasa (27/10/2026).

Pertemuan yang berlangsung pada pukul 14.00 WIB tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat komunikasi dan sinergi antarlembaga dalam menjaga stabilitas keamanan serta ketertiban masyarakat di Sumatera Utara.

Dalam pertemuan tersebut, Kapolda Sumut menekankan pentingnya kerja sama dan dukungan berbagai pihak untuk menjaga keamanan, memperkuat persatuan, serta mempertahankan keutuhan bangsa dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika.

“Kami berharap sinergi dan dukungan seluruh pihak terus diperkuat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban serta mempertahankan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika,” ujar Sonny.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga nilai-nilai Pancasila, memperkuat kekompakan, serta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar, termasuk melindungi keluarga dan masyarakat dari bahaya penyalahgunaan narkoba.

Selain itu, Kapolda Sumut mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif mendukung terciptanya situasi yang aman dan kondusif. Menurutnya, pemeliharaan keamanan tidak dapat dilakukan Polri sendiri, melainkan membutuhkan partisipasi dan kerja sama seluruh komponen bangsa.

“Polri tidak akan mampu bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat. Karena itu, sinergi dan kolaborasi seluruh pihak sangat diperlukan untuk menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif,” tegasnya.

Silaturahmi ini diharapkan semakin mempererat hubungan kelembagaan antara Polda Sumut dan BIN Daerah Sumatera Utara, sekaligus memperkuat koordinasi dalam mendukung stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Sumatera Utara.(panji)

  


Medan | Bandar Meriah News
 - Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol. Sonny Irawan, S.I.K., M.H., melakukan kunjungan kerja dan silaturahmi dengan jajaran Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) Pusat dan Sumatera Utara di Kantor Sekretariat INTI Sumut, Kompleks CBD Polonia, Medan, Selasa (27/10/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Kapolda Sumut mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi kemasyarakatan, untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), memperkuat persatuan, serta merawat kebinekaan di Sumatera Utara.

Kapolda Sumut tiba di lokasi sekitar pukul 15.25 WIB bersama rombongan yang terdiri atas Wakapolda Sumut, Dirbinmas Polda Sumut, Kabid Humas Polda Sumut, Kabid Propam Polda Sumut, dan Kapolrestabes Medan. Kedatangan rombongan disambut Ketua Umum INTI Pusat Dr. Indra Wahidin, Ketua PD INTI Sumut Janlie, S.E., Ak., serta jajaran pengurus INTI dan sejumlah pimpinan organisasi kemasyarakatan Tionghoa di Sumatera Utara.

Dalam sambutannya, Ketua PD INTI Sumut Janlie menyampaikan apresiasi atas kunjungan Kapolda Sumut beserta rombongan. Ia menjelaskan bahwa INTI merupakan organisasi yang mengedepankan nilai kebangsaan dan pluralisme, serta tidak berafiliasi dengan partai politik tertentu.

“Organisasi kami tidak hanya terdiri dari satu agama atau suku tertentu, tetapi berasal dari beragam latar belakang. Semangat kebangsaan dan pluralisme menjadi bagian penting dalam organisasi kami,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum INTI Pusat Dr. Indra Wahidin menyampaikan terima kasih atas kesempatan bersilaturahmi dengan Kapolda Sumut. Ia juga menjelaskan bahwa INTI didirikan pada 1999, setelah peristiwa kerusuhan 1998, dengan membawa semangat kebangsaan dan kebersamaan.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Sumut Irjen Pol. Sonny Irawan menegaskan bahwa menjaga keamanan dan persatuan bangsa merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat.

“Kami memohon dukungan dari Bapak dan Ibu sekalian untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban serta mempertahankan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika,” ujar Sonny.

Ia juga mengajak masyarakat untuk menjaga nilai-nilai Pancasila, memperkuat kekompakan, serta melindungi keluarga dan lingkungan dari bahaya penyalahgunaan narkoba.

Selain itu, Kapolda mengingatkan pentingnya membangun kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas melalui pendekatan persuasif dan edukatif. Masyarakat diharapkan saling mengingatkan agar menggunakan helm, mematuhi marka jalan, tidak melawan arah, serta mengenakan sabuk pengaman saat berkendara.

“Polri tidak akan mampu bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat. Karena itu, sinergi dan partisipasi seluruh elemen masyarakat sangat diperlukan untuk menciptakan situasi yang aman dan kondusif,” katanya.

Kegiatan silaturahmi tersebut turut dihadiri Ketua PC INTI Medan Syafii Salim, Ketua PC INTI Binjai Erwin, Ketua PC INTI Serdang Bedagai Budi, S.E., Ketua Perempuan INTI Sylvia Wong Fong Lan, serta para ketua organisasi kemasyarakatan Tionghoa di Sumatera Utara.

Pertemuan diakhiri dengan pertukaran plakat dan cenderamata sebagai simbol silaturahmi dan penguatan hubungan antara Polda Sumut dan keluarga besar INTI.(panji)

  



Medan | Bandar Meriah News
- Polda Sumatera Utara terus menggencarkan edukasi dan imbauan keselamatan berlalu lintas kepada masyarakat dalam rangka Operasi Patuh Toba 2026 yang berlangsung mulai 26 Oktober hingga 8 November 2026.


Kegiatan tersebut menyasar pedagang, pembeli, pengguna jalan, hingga komunitas kendaraan bermotor. Upaya ini dilakukan melalui pendekatan humanis dan persuasif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mematuhi aturan lalu lintas serta menekan potensi kecelakaan di jalan raya.


Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol. Dr. Ferry Walintukan, S.I.K., S.H., M.H., menyampaikan di Mapolda Sumut,Selasa (27/10/2026), bahwa edukasi kepada masyarakat merupakan bagian penting dalam mendukung keberhasilan Operasi Patuh Toba 2026.


Menurutnya, keselamatan berlalu lintas harus menjadi kesadaran bersama, bukan semata-mata karena adanya pengawasan maupun penindakan petugas.


Dalam kegiatan tersebut, personel kepolisian memberikan imbauan kepada pedagang dan pembeli agar mengutamakan keselamatan daripada kecepatan, membudayakan tertib berlalu lintas, serta tidak menggunakan bahu jalan sebagai tempat berjualan karena dapat mengganggu kelancaran arus kendaraan.


Petugas juga membagikan brosur Operasi Patuh Toba 2026 sebagai sarana sosialisasi kepada masyarakat mengenai pentingnya keselamatan di jalan raya.


Sementara itu, kepada para pengguna jalan, petugas mengingatkan pentingnya melengkapi surat-surat kendaraan dan identitas diri, menggunakan helm sesuai ketentuan, serta menjaga konsentrasi selama berkendara. Masyarakat juga diimbau untuk tidak mengemudi dalam kondisi tidak sehat maupun di bawah pengaruh alkohol dan narkoba.


Dalam pelaksanaannya, petugas turut memberikan teguran dan edukasi kepada pelajar yang tidak menggunakan helm maupun berboncengan melebihi kapasitas kendaraan. Pelajar diarahkan untuk menggunakan angkutan umum demi menjaga keselamatan selama perjalanan.


Edukasi juga dilakukan melalui kegiatan pendidikan masyarakat (Dikmas) lalu lintas bersama komunitas kendaraan roda dua N Max Family Reborn. Kegiatan ini menjadi sarana mempererat silaturahmi antara Polri dan komunitas sekaligus mengajak para pengendara untuk menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas.


Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Polda Sumut berharap kesadaran dan kepatuhan masyarakat terhadap peraturan lalu lintas semakin meningkat, angka pelanggaran dan kecelakaan dapat ditekan, serta tercipta situasi lalu lintas yang aman, tertib, dan lancar.


Polda Sumut juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung Operasi Patuh Toba 2026 dengan menjadikan keselamatan sebagai kebutuhan bersama dan membudayakan tertib berlalu lintas dalam kehidupan sehari-hari.(panji)

Senin, 26 Oktober 2026

  

 


Medan | Bandar Meriah News  - Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol. Sonny Irawan, S.I.K., M.H., mengajak Keuskupan Agung Medan memperkuat sinergi dalam memerangi peredaran narkoba dan berbagai bentuk kejahatan sosial. Ajakan tersebut disampaikan saat kunjungan kerja dan silaturahmi dengan Uskup Agung Medan Mgr. Kornelius Sipayung, O.F.M. Cap., di Catholic Center Keuskupan Agung Medan, Senin (26/10/2026).

Pertemuan yang berlangsung pukul 15.20 hingga 16.15 WIB itu menjadi bagian dari upaya Polda Sumut memperkuat kemitraan dengan tokoh agama dan lembaga keagamaan dalam menjaga keamanan serta ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Kapolda Sumut hadir bersama Wakapolda Sumut, Dirintelkam, Dirbinmas, Dirlantas, Kabid Humas, Kabid Propam, Kabid Keu, dan Kapolrestabes Medan. Rombongan disambut langsung oleh Uskup Agung Medan Mgr. Kornelius Sipayung beserta jajaran Keuskupan Agung Medan.

Dalam sambutannya, Uskup Agung Medan menyampaikan keprihatinan atas maraknya peredaran narkoba di Sumatera Utara. Ia menegaskan kesiapan pihak gereja untuk bekerja sama dengan kepolisian dalam upaya pemberantasan narkoba melalui pendidikan iman dan penguatan hati nurani.

Selain narkoba, ia turut menyoroti perjudian daring dan perdagangan manusia yang berpotensi merusak kehidupan keluarga serta memicu berbagai bentuk eksploitasi.

Uskup Agung Medan juga menyampaikan keyakinannya bahwa Polri dapat terus menjalankan tugas dengan menjunjung tinggi kebenaran, keberanian, dan ketulusan dalam melayani masyarakat.

Sementara itu, Kapolda Sumut Irjen Pol. Sonny Irawan menyampaikan terima kasih atas sambutan yang diberikan oleh Uskup Agung Medan beserta jajaran. Ia menegaskan kunjungan tersebut bertujuan mempererat silaturahmi, membangun komunikasi, serta meminta dukungan dalam pelaksanaan tugas kepolisian.

“Kita memiliki tugas yang sama untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat. Niat kami adalah menebarkan kebaikan kepada masyarakat,” ujar Sonny.

Dalam kesempatan itu, Kapolda Sumut juga menyampaikan empat agenda utama yang ingin diperkuat bersama masyarakat, yakni menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, mengajak masyarakat menolak narkoba melalui gerakan Sumatera Utara Tolak Narkoba, membentengi masyarakat dari kejahatan jalanan, serta mewujudkan budaya tertib berlalu lintas.

Ia berharap jajaran Keuskupan Agung Medan dapat membantu menyampaikan pesan-pesan pencegahan narkoba kepada umat melalui kegiatan pembinaan keagamaan dan edukasi di lingkungan gereja.

Kapolda juga mengingatkan seluruh personel kepolisian agar menjadikan pekerjaan sebagai ladang ibadah dengan memberikan pelayanan yang memudahkan masyarakat, bukan justru mempersulit.

“Permudah urusan orang, jangan dipersulit. Tebarkan nilai-nilai kebaikan di mana pun bertugas dan bekerja. Yakinlah, setiap kebaikan akan mendapatkan balasan dari Tuhan,” pesannya.

Melalui silaturahmi tersebut, Polda Sumut berharap kolaborasi dengan Keuskupan Agung Medan semakin kuat, khususnya dalam membangun kesadaran masyarakat untuk menjauhi narkoba, mencegah kejahatan sosial, menjaga persatuan, serta menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.(panji)

 

 


Medan | Bandar Meriah News  - Polda Sumatera Utara mengungkap dugaan manipulasi takaran bahan bakar minyak (BBM) di SPBU Suka Damai, Jalan Medan–Tebing Tinggi, Desa Suka Damai, Kecamatan Sei Bamban, Kabupaten Serdang Bedagai. Dalam kasus ini, polisi menetapkan dua orang sebagai tersangka, yakni manajer dan supervisor SPBU tersebut.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sumut Kombes Pol. Irfan Rifai mengatakan pengungkapan tersebut merupakan bagian dari Program Quick Wins 100 Hari Kerja Kapolri, khususnya program pemberantasan penyalahgunaan BBM bersubsidi.

“Ini merupakan program 100 hari kerja Kapolri yang dituangkan dalam program Quick Wins nomor 8, yaitu melakukan pemberantasan terhadap BBM subsidi yang ilegal,” kata Irfan dalam konferensi pers di Mapolda Sumut, Senin (26/10/2026).

Dalam pengungkapan tersebut, penyidik menetapkan DS selaku manajer SPBU dan H selaku supervisor SPBU sebagai tersangka. DS diduga menyuruh H merusak segel mesin pompa BBM, sedangkan H diduga melakukan perusakan segel untuk mengubah takaran pengisian.

Irfan menjelaskan, kasus ini terungkap setelah tim penyidik Unit 2 Subdit I/Indag Ditreskrimsus Polda Sumut melakukan penyelidikan bersama UPT Metrologi Legal Disperindag Kabupaten Serdang Bedagai pada Selasa (20/10/2026) sekitar pukul 17.00 WIB.

Saat berada di lokasi, petugas mendapati H sedang membongkar mesin pompa BBM. Setelah dilakukan pemeriksaan, ditemukan segel atau locis pada tiga mesin pompa BBM dalam kondisi rusak.

Petugas kemudian melakukan pengujian takaran bersama pihak metrologi menggunakan bejana ukur. Hasilnya, volume BBM yang keluar tidak sesuai dengan angka 20 liter yang tertera pada indikator mesin.

Pada pengujian Biosolar, ditemukan kekurangan sebanyak 510 mililiter. Sementara itu, pengujian Pertalite menunjukkan kekurangan 440 mililiter dan Pertamax 460 mililiter untuk setiap pengujian dengan indikator 20 liter.

“Betul sekali, modusnya karena alat tera yang diubah sedemikian rupa. Kami menguji tiga pompa di SPBU tersebut dengan masing-masing 20 liter, baik Pertalite, Solar maupun Pertamax. Namun, BBM yang keluar tidak mencapai 20 liter,” ujar Irfan.

Menurut dia, selisih takaran tersebut berkisar hampir setengah liter untuk setiap pengujian 20 liter BBM. Penyidik masih mendalami bagaimana perubahan pada mesin pompa itu dilakukan dan bagaimana dugaan praktik tersebut dapat berlangsung.

Berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap sejumlah saksi, dugaan praktik perusakan segel mesin pompa BBM tersebut disebut telah berlangsung sekitar tujuh tahun.

“Dari keterangan yang disajikan dalam berita acara pemeriksaan, kegiatan ini sudah berlangsung sekitar tujuh tahun,” katanya.

Dari penghitungan sementara berdasarkan data penjualan pada totalisator SPBU dan hasil pengukuran selisih takaran oleh petugas metrologi selama Juni hingga Oktober 2026, penyidik memperkirakan keuntungan yang diduga diperoleh pelaku usaha mencapai Rp595.321.508,90.

Selisih volume BBM dalam periode tersebut terdiri atas 32.768,3 liter Biosolar, 34.681,1 liter Pertalite, dan 1.575,8 liter Pertamax.

Irfan menegaskan, angka tersebut merupakan estimasi sementara yang masih didalami penyidik. Ia juga menyebut tidak menutup kemungkinan adanya pengembangan perkara apabila ditemukan keterlibatan pihak lain.

“Tidak menutup kemungkinan dari dua tersangka yang di SPBU Serdang Bedagai ini akan berkembang ke tersangka lainnya. Ini masih kami dalami,” ujarnya.

Sementara itu, Plt. Kasubdit I/Indag Ditreskrimsus Polda Sumut AKP Marbintang menjelaskan, uang tunai sebesar Rp77.425.000 turut diamankan saat petugas melakukan penindakan di lokasi.

“Uang yang kami amankan ini ditemukan saat berada di TKP dan diduga merupakan hasil penjualan pada hari itu. Ini masih menjadi bagian dari pendalaman kami,” kata Marbintang.

Selain uang tunai, penyidik menyita satu buah tang, satu buah obeng, dokumen pendukung, rekaman CCTV dalam flash disk, tiga unit telepon genggam, serta tiga mesin pompa dispenser BBM yang telah dipasangi garis polisi.

Irfan menambahkan, penyidik juga mendalami kemungkinan keterlibatan pihak lain, termasuk terkait pemeriksaan tera secara berkala. Namun, ia menegaskan bahwa hal tersebut masih berupa pendalaman dan belum dapat disimpulkan.

“Kami masih mendalami kemungkinan tersebut. Mohon bersabar, karena penyidik masih melakukan pemeriksaan dan pengembangan,” katanya.

Atas perbuatannya, kedua tersangka dipersangkakan melanggar Pasal 8 ayat (1) huruf c juncto Pasal 62 ayat (1) Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, serta Pasal 55 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi sebagaimana telah diubah melalui Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023.

Penyidik masih melanjutkan pemeriksaan untuk mendalami dugaan manipulasi takaran, menghitung dampak yang ditimbulkan, serta menelusuri kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam perkara tersebut.(panji)

 



Medan | Bandar Meriah News
-  Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol. Sonny Irawan, S.I.K., M.H., bersilaturahmi dengan Ketua Pengurus Wilayah (PW) Al-Washliyah Sumatera Utara Dr. H. Dedi Iskandar Batubara, S.Sos., S.H., M.S.P., M.H., CIRBC., CWC, serta Ketua Gerakan Pemuda Al-Washliyah (GPA) Sumut Nurul Yakin Sitorus di Kantor PW Al-Washliyah Sumut, Jalan Sisingamangaraja, Medan, Senin (26/10/2026).

Kunjungan yang berlangsung pukul 14.15 hingga 15.15 WIB tersebut menjadi bagian dari upaya Polda Sumut memperkuat komunikasi dan kemitraan dengan organisasi keagamaan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Kapolda Sumut hadir bersama Wakapolda, Dirintelkam, Dirbinmas, Dirlantas, Kabid Humas, dan Kabid Propam Polda Sumut. Kedatangan rombongan disambut Ketua PW Al-Washliyah Sumut Dedi Iskandar Batubara bersama jajaran pengurus, Dewan Fatwa, serta perwakilan organisasi di lingkungan Al-Washliyah.

Dalam pertemuan tersebut, Dedi Iskandar Batubara menyampaikan apresiasi atas kunjungan Kapolda Sumut. Ia berharap silaturahmi tersebut dapat mempererat hubungan kelembagaan sekaligus meningkatkan sinergi dalam menjaga keamanan dan kerukunan masyarakat.

Menurutnya, Al-Washliyah yang bergerak di bidang dakwah, pendidikan, dan sosial kemasyarakatan memiliki komitmen untuk turut membina umat, memperkuat persatuan, serta menciptakan kehidupan masyarakat yang aman dan harmonis.

Ia juga menekankan pentingnya kerja sama dengan Polda Sumut dalam mencegah penyalahgunaan narkoba, membina generasi muda, memperkuat moderasi beragama, serta meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kondusivitas daerah.

Sementara itu, Kapolda Sumut Irjen Pol. Sonny Irawan menegaskan bahwa sinergi dengan berbagai elemen masyarakat merupakan bagian penting dalam pelaksanaan program Polri.

“Sejak dilantik sebagai Kapolda Sumatera Utara pada 1 Oktober 2026, kami berkomitmen melaksanakan program Kapolri, yaitu Polisi Bersama Masyarakat, melalui pendekatan humanis serta memperkuat komunikasi dan kemitraan dengan seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi kemasyarakatan dan keagamaan,” ujarnya.

Kapolda berharap Al-Washliyah dapat terus menjadi mitra strategis Polri, terutama melalui kegiatan dakwah, pendidikan, dan pembinaan sosial untuk membangun karakter generasi muda.

Ia juga mengajak keluarga besar Al-Washliyah berperan aktif membantu kepolisian dalam mencegah penyalahgunaan narkoba, kenakalan remaja, intoleransi, serta berbagai persoalan sosial lainnya melalui edukasi, pembinaan keagamaan, dan pemberdayaan masyarakat.

“Menjaga keamanan dan kondusivitas Sumatera Utara merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, diperlukan kolaborasi yang kuat antara Polri, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, dan seluruh lapisan masyarakat untuk mewujudkan situasi kamtibmas yang aman, damai, dan kondusif,” tegasnya.

Kegiatan dilanjutkan dengan doa bersama dan penyerahan plakat sebagai bentuk penghargaan serta penguatan hubungan kelembagaan. Dalam kesempatan tersebut, Ketua GPA Sumut Nurul Yakin Sitorus juga memimpin penyampaian maklumat atau pernyataan sikap PW GPA Sumut.(panji)

Minggu, 25 Oktober 2026

 



Medan | Bandar Meriah News -  Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution meresmikan Sekolah Guang Ming sebagai salah satu upaya mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Sumut. Kehadiran sekolah tersebut diharapkan mampu melahirkan generasi yang cerdas, berkarakter, toleran, berprestasi, serta memiliki kepedulian terhadap sesama.

Peresmian sekolah yang berada di bawah naungan Wadah Ketuhanan Guang Ji Indonesia Wilayah Medan, di Jalan Kuali Nomor 50, Medan, Minggu (25/10/2026), ditandai dengan pemotongan pita dan penandatanganan prasasti oleh Bobby Nasution. Gubernur juga membuka pintu gedung sekolah sebagai simbol dimulainya operasional lembaga pendidikan tersebut.

Bobby menyampaikan, peningkatan kualitas SDM membutuhkan sinergi antara pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan, termasuk lembaga pendidikan. Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam mempersiapkan generasi penerus yang unggul dan mampu menghadapi tantangan masa depan.

“Kita harus terus memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM) di Sumut. Ini merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan generasi bangsa,” ujarnya.ujarnya

Sementara itu, Ketua DPD Walubi Sumut Meryawati Amelia Prasetyo, didampingi Sekretaris Jenderal DPD Walubi Sumut Albert Masli, mengatakan pendirian Sekolah Guang Ming bertujuan mendukung pengembangan moral dan etika sejak dini, sekaligus berkontribusi dalam mencerdaskan generasi muda Indonesia.

Menurutnya, penanaman nilai moral dan etika perlu dilakukan sejak usia dini agar menjadi landasan bagi anak dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

“Di sini tersedia program soft skill, life skill, dan IQ. Program ini dimulai dari jenjang pendidikan anak usia dini (PAUD), sekolah dasar (SD), hingga sekolah menengah,” ujarnya.

Meryawati berharap kehadiran Sekolah Guang Ming dapat memberikan dampak positif bagi generasi muda Indonesia, khususnya di Sumut. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut atas dukungan terhadap pembangunan dan peresmian gedung sekolah tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Gubernur Bobby Nasution atas dukungan ini. Semoga sekolah ini memberikan dampak positif bagi pembelajaran etika generasi muda Sumut,” katanya.

Sekolah Guang Ming memiliki gedung enam lantai dengan luas bangunan mencapai 2.624,06 meter persegi. Dalam penyelenggaraan pendidikannya, Sekolah Guang Ming mengusung empat pilar utama, yakni bersyukur, beretika, jujur dan dapat dipercaya, serta mengamalkan kebenaran dalam kehidupan sehari-hari. Keempat pilar tersebut menjadi landasan pembentukan karakter peserta didik.

Turut hadir dalam peresmian tersebut Wakil Walikota Medan Zakiyuddin Harahap, Staf Ahli dan sejumlah Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov Sumut, para guru, Ketua Yayasan Pendidikan Karya Budi Gemilang Wijaya, anggota DPRD Sumut, serta Ketua Dewan Pembina Wadah Ketuhanan Guang Ji Internasional Maha Pandita HasanYT Hariono.(torong)

 



Medan | Bandar Meriah  News -  Anggota Komisi 4 DPRD Medan dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS), Zulham Efendi, S.Pd., M.I., meminta Pemerintah Kota (Pemko) Medan segera mengambil langkah konkret menyikapi kemunculan sejumlah buaya muara di kawasan perairan Siombak hingga Paloh Gayor. Keberadaan satwa liar tersebut telah menimbulkan keresahan warga, terutama nelayan kecil yang menggantungkan hidup dari aktivitas di sungai dan kawasan muara.

Zulham menilai, kemunculan buaya yang diperkirakan berjumlah sedikitnya delapan ekor itu tidak boleh dianggap sebagai persoalan biasa. Apalagi, kawasan tersebut berdekatan dengan permukiman warga, tambak, serta lokasi aktivitas nelayan dan pencari kepah atau kerang.

“Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas. Jangan sampai kita menunggu jatuhnya korban terlebih dahulu baru kemudian melakukan penanganan. Pemerintah harus segera turun ke lapangan untuk memastikan kondisi sebenarnya dan mengambil langkah antisipasi,” tegas Zulham kepada wartawan di Medan, Minggu (25/10/2026)

Disampaikan Politisi PKS Medan Utara ini, Pemko Medan perlu segera berkoordinasi dengan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara, aparat kewilayahan, serta instansi terkait untuk memetakan titik kemunculan buaya dan mengidentifikasi tingkat ancaman terhadap masyarakat.

Ia juga meminta agar dilakukan pemantauan secara berkala di aliran sungai, kawasan muara, dan lokasi yang dilaporkan menjadi tempat kemunculan buaya, termasuk Paloh Gayor. Informasi mengenai keberadaan satwa tersebut harus disampaikan secara terbuka kepada masyarakat agar warga dapat meningkatkan kewaspadaan.

“Nelayan kecil tidak bisa begitu saja menghentikan aktivitasnya karena mencari ikan merupakan sumber penghidupan mereka. Karena itu, pemerintah perlu memberikan perlindungan dan solusi yang tepat agar masyarakat tidak dihadapkan pada pilihan antara mencari nafkah dan mempertaruhkan keselamatan,” ujarnya.

Pria yang juga menjabat Ketua Bidang Petani, P:ternak dan Nelayan DPW PKS Sumut, turut mengimbau masyarakat untuk sementara menghindari aktivitas berisiko di sungai, seperti mandi, berenang, mencari ikan di titik kemunculan buaya, maupun membiarkan anak-anak bermain di sekitar perairan yang dinilai rawan. Warga juga diminta tidak mendekati, memberi makan, memancing, atau mencoba menangkap buaya secara mandiri.

Terkait dugaan warga bahwa kenaikan air pasang dan kondisi lingkungan menjadi faktor kemunculan buaya di bagian hulu sungai, Zulham meminta instansi berwenang melakukan kajian lebih lanjut. Menurutnya, penyebab kemunculan satwa tersebut tidak boleh disimpulkan tanpa pemeriksaan dan data yang memadai.

“Persoalan ini harus ditangani secara serius, bukan hanya dengan imbauan. Perlu ada langkah cepat, koordinasi lintas instansi, dan sistem peringatan bagi warga. Pada saat yang sama, penanganan buaya harus dilakukan oleh petugas yang kompeten dengan tetap memperhatikan keselamatan masyarakat dan kelestarian satwa liar,” pungkasnya.(fit)

Sabtu, 24 Oktober 2026

 


Medan | Bandar Meriah News - Kebijakan Gubernur Sumatera Utara Bobby Afif Nasution melarang aparatur sipil negara (ASN) menggunakan rokok elektrik atau vape mendapat perhatian di tengah upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika.


Kebijakan tersebut tak hanya mendapat apresiasi dari Kapolri Jendral Pol Suyudi Ario Seto, tapi juga dari  Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, Hinca Pandjaitan.


Menurutnya  kebijakan tersebut dianggap salah satu langkah tepat dalam melakukan  pencegahan penggunaan narkoba. Baginya dibutuhkan langkah tegas dalam pemberantasan narkoba, termasuk di lingkungan pemerintahan.


“Langkah pencegahan seperti ini perlu mendapat dukungan. Pemerintah harus hadir melindungi masyarakat, terutama generasi muda, dari ancaman narkoba. Lingkungan pemerintahan juga harus menjadi contoh dalam menjalankan kebijakan yang bertujuan melindungi masyarakat," ungkapnya. 


Larangan penggunaan vape itu tertuang dalam Instruksi Gubernur Sumut Nomor 188.54/3/INST/2026. Aturan tersebut berlaku bagi ASN, pegawai non-ASN, dan pegawai badan usaha milik daerah (BUMD) di lingkungan Pemprov Sumut. Bobby juga meminta bupati dan wali kota se-Sumut melakukan pengawasan terhadap penerapan larangan tersebut di daerah masing-masing.


Menurutnya,  kebijakan ini menunjukkan pemerintah tidak hanya mengandalkan penindakan setelah kejahatan terjadi, tetapi juga mempersempit peluang penyalahgunaan narkotika sejak awal.  


Ia menambahkan, persoalan vape menjadi perhatian karena cairan rokok elektrik berpotensi disalahgunakan sebagai media penyamaran zat narkotika. 


“Yang penting, kebijakan ini dijalankan secara konsisten dan disertai pengawasan. Jangan sampai aturan hanya tertulis di atas kertas. Sosialisasi juga diperlukan agar seluruh aparatur memahami tujuan larangan tersebut dan melaksanakannya sesuai ketentuan," tegasnya. Pelaksanaan instruksi gubernur sendiri meminta pengawasan serta penerapan sanksi disiplin bagi aparatur yang melanggar sesuai peraturan perundang-undangan. 


Ia juga mendorong agar surat edaran tersebut ditingkatkan menjadi sebuah produk hukum atau perda agar pengawasan dan penindakan bagi pelanggarnya lebih ketat.


"Saya apresiasi dan dukung penuh langkah Gubsu, BN larang ASN sentuh vape," tambah Hinca.(torong)

 



Medan | Bandar Meriah News
- Wakil Wali Kota Medan H. Zakiyuddin Harahap mengajak Pemuda Pancasila terus memperkuat kegiatan olahraga guna terhindar dari kegiatan negatif seperti narkoba dan judi online. Tidak hanya olahraga, Pemuda Pancasila juga diajak untuk terus meningkatkan kepedulian sosial terhadap masyarakat yang membutuhkan.

Ajakan tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Medan H Zakiyuddin Harahap saat membuka Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Kota Medan Padel Cup 2026 di Quantum Sport & Social Club, Jalan Cemara, Sabtu (24/10/2026).

Atas digelarnya Padel Cup 2026 ini, Zakiyuddin Harahap mengapresiasi Pemuda Pancasila Kota Medan yang tidak hanya menggelar kegiatan olahraga, tetapi juga menjalankan berbagai kegiatan sosial, seperti memberikan santunan kepada anak yatim dan masyarakat kurang mampu.

Menurut Zakiyuddin kegiatan olahraga menjadi salah satu sarana positif untuk mendorong generasi muda mengembangkan potensi diri sekaligus menjauhkan mereka dari pengaruh negatif, termasuk penyalahgunaan narkoba dan perjudian daring.

“Kami berharap Pemuda Pancasila terus menggerakkan kegiatan olahraga, kegiatan-kegiatan positif, dan terus berbagi kepada orang-orang yang membutuhkan,” ujar Zakiyuddin.

Dijelaskan Zakiyuddin, Pemko Medan senantiasa membuka ruang sinergi dengan berbagai organisasi kemasyarakatan, termasuk Pemuda Pancasila, untuk bersama-sama berkontribusi dalam pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Zakiyuddin secara khusus mengapresiasi Ketua MPC Pemuda Pancasila Kota Medan, Rahmaddian Shah, beserta jajaran yang telah menghadirkan beragam kegiatan olahraga, seperti futsal dan padel, serta kegiatan sosial bagi masyarakat.

Menurut Zakiyuddin, kepedulian terhadap sesama masih sangat dibutuhkan, mengingat di tengah perkembangan Kota Medan masih terdapat masyarakat yang hidup dalam kondisi ekonomi sulit dan membutuhkan perhatian bersama.

“Kalau kita lihat, Kota Medan ini kotanya sangat megah, tetapi di pinggiran masih banyak masyarakat yang kehidupannya belum layak. Karena itu, kami berharap Pemuda Pancasila dan organisasi kemasyarakatan lainnya terus memberikan sumbangsih kepada Kota Medan,” ungkapnya.

Zakiyuddin berharap kegiatan seperti Padel Cup 2026 tidak berhenti sebatas pertandingan olahraga, tetapi juga menjadi momentum mempererat persaudaraan, membangun kebersamaan, dan memperluas kontribusi organisasi kepada masyarakat.

Sebelumnya Ketua MPC Pemuda Pancasila Kota Medan, Rahmaddian Shah menyampaikan bahwa turnamen Padel ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Pemuda Pancasila. Berbagai kegiatan telah disiapkan, mulai dari kompetisi sepak bola, ajang pencarian bakat MPC Medan Idol, turnamen padel, hingga aksi sosial berupa pembagian 670 paket bantuan kepada masyarakat.

Terkait Padel Cup, Rahmaddian Shah menegaskan pentingnya menjunjung tinggi sportivitas serta independensi wasit dalam memimpin jalannya turnamen. Ia meminta para perangkat pertandingan untuk bersikap tegas dan tidak memihak kepada siapapun, termasuk kader Pemuda Pancasila sendiri.   

"Kami berharap sportivitas dijunjung tinggi, tidak pandang kanan-kiri, dan silakan tegakkan aturan sebagai wasit di lapangan," tegas Rahmadian Shah.(torong/syafrizal)

Jumat, 23 Oktober 2026

 


Medan | Bandar Meriah  News
- Membiayai anak hingga perguruan tinggi bukan perkara mudah bagi orang tua dengan penghasilan terbatas. Bagi Zulkifli Nasution, seorang tukang botot atau pencari barang rongsokan di Medan, setiap hasil yang diperoleh dari mengumpulkan barang bekas menjadi bagian dari perjuangannya memenuhi kebutuhan keluarga sekaligus mendukung pendidikan anak.

Di tengah penghasilan yang tidak menentu, bantuan biaya pendidikan dari Pemko Medan menjadi dukungan berarti bagi orang tua seperti Zulkifli. Bantuan tersebut membantu meringankan beban biaya kuliah sekaligus menjaga harapan agar anak-anak mereka dapat menyelesaikan pendidikan dan meraih masa depan yang lebih baik.

"Dengan adanya bantuan ini, sangat membantulah kami yang masyarakat menengah ke bawah. Kalau enggak ada ini, sudah tersengap-sengap bahasa kasarnya," ungkap Zulkifli penuh haru.

Bantuan yang diserahkan Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas, di Hotel Grand Kanaya,Jumat (23/10/2026) ini menjadi bentuk perhatian pemerintah terhadap mahasiswa yang membutuhkan dukungan ekonomi untuk melanjutkan pendidikan tinggi. Program tersebut juga memberikan harapan bagi keluarga agar keterbatasan biaya tidak menjadi penghalang bagi anak untuk mengejar cita-cita.

Manfaat bantuan itu turut dirasakan Maisyarah, warga Kecamatan Medan Timur, yang anaknya, Norah Hanifa, sedang menempuh semester V Program Studi Manajemen Dakwah di Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU).

Maisyarah mengaku sangat bahagia karena bantuan biaya pendidikan yang telah lama diharapkannya akhirnya terealisasi. Menurutnya, bantuan tersebut sangat berarti, terutama untuk memenuhi kebutuhan pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) anaknya.

“Saya pribadi merasa sangat senang menerima bantuan ini. Tidak bisa terbilanglah senangnya. Bantuan ini sangat membantu, terutama untuk membayar uang UKT anak,” ungkap Maisyarah.

Dinilai  Maisyarah, program bantuan biaya pendidikan Pemko Medan telah memberikan manfaat nyata bagi keluarga yang membutuhkan. Karena itu, ia berharap kuota penerima bantuan dapat ditambah sehingga semakin banyak mahasiswa memperoleh kesempatan untuk melanjutkan pendidikan.

Selain bantuan biaya kuliah, Maisyarah juga berharap adanya dukungan fasilitas pembelajaran, seperti laptop atau tablet. Menurutnya, perangkat tersebut sangat dibutuhkan mahasiswa untuk mengerjakan tugas perkuliahan.

Hal senada disampaikan Afriza Yenni Nasution, mahasiswa Program Studi Perbandingan Mazhab, Fakultas Syariah dan Hukum UINSU, yang juga menerima bantuan biaya pendidikan melalui Dinas Sosial Kota Medan.

Afriza mengaku bangga terpilih sebagai penerima bantuan. Ia menilai kondisi ekonomi keluarga menjadi salah satu pertimbangan penting dalam menentukan penerima program tersebut, selain prestasi akademik.

“Harapan saya, semoga program ini terus berjalan ke depannya dan bisa membantu kawan-kawan mahasiswa lainnya untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi,” ujarnya.

Sementara itu Wali Kota Medan Rico Waas, menjelaskan bantuan tersebut merupakan bentuk dukungan pemerintah untuk memotivasi mahasiswa agar dapat menyelesaikan pendidikan tinggi, meraih pekerjaan yang layak, serta meningkatkan kesejahteraan keluarga. Karena itu, Rico Waas meminta para penerima memanfaatkan bantuan tersebut sebaik-baiknya untuk menunjang kebutuhan pendidikan dan semakin giat menuntut ilmu.

“Ini dari masyarakat untuk masyarakat. Dana yang kita kumpulkan dari pajak masyarakat dikembalikan lagi kepada masyarakat,” tegas Rico Waas.

Seperti diketahui sebanyak 214 mahasiswa dari keluarga prasejahtera di Kota Medan menerima bantuan biaya pendidikan Tahun Anggaran 2026. Bantuan yang disalurkan melalui Dinas Sosial Kota Medan ini diberikan dengan besaran bervariasi, maksimal Rp 6 juta per mahasiswa setiap semester.

Penerima bantuan merupakan mahasiswa yang berasal dari keluarga kategori Desil 1 hingga Desil 5, dengan persyaratan Indeks Prestasi (IP) kumulatif minimal 3,00 bagi mahasiswa perguruan tinggi negeri (PTN) dan 3,25 bagi mahasiswa perguruan tinggi swasta (PTS).(torong/safrizal)

  


Medan | Bandar Meriah News -
Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas, menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap langkah tegas aparat penegak hukum yang berhasil mengungkap peredaran narkotika seberat 1,16 ton di perairan Tanjungbalai Asahan.

Pengungkapan besar ini disampaikan dalam konferensi pers Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto dan Deklarasi Polisi Bersama Masyarakat Sumut Tolak Narkoba di Terminal Bandar Deli Belawan, Jumat (23/10/2026).

​Menurut Rico Waas, barang haram dalam jumlah besar tersebut memiliki daya rusak yang sangat tinggi dan menjadi ancaman nyata bagi keselamatan jiwa masyarakat, khususnya masyarakat di Sumatera Utara.

“Kami mengapresiasi dan mendukung penuh pengungkapan ini. Barang bukti sebanyak 1,16 ton tentu sangat berbahaya apabila masuk ke masyarakat,” ujar Rico Waas.

Rico Waas berharap melalui atensi khusus dari Polri serta sinergi Lintas Instansi bersama Forkopimda dan Bea Cukai, dapat menekan peredaran narkoba di wilayah Sumatera Utara khususnya Kota Medan secara signifikan. 

“Kami berharap dengan perhatian penuh dari Kapolri, peredaran narkoba di Kota Medan, khususnya Medan Belawan, bisa kita reduksi secara bertahap. Harapan kita, narkoba dapat diberantas di Indonesia, terutama di Kota Medan,” harapnya.

Sementara itu, Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto mengungkapkan bahwa Tim Gabungan menyita 1,16 ton ketamin HCl dari kapal tanker MT Global 168 di perairan Tanjungbalai Asahan. Petugas juga mengamankan delapan awak kapal, terdiri dari tujuh warga Negara Indonesia dan satu warga Negara asing asal Taiwan, beserta kapal.

"Pengungkapan kasus tersebut berawal dari pemantauan Intelijen terhadap pergerakan kapal mencurigakan di Selat Malaka dan Laut Andaman sejak Agustus 2026. Kapal itu diduga menggunakan modus ship to ship, yakni pemindahan muatan dari satu kapal ke kapal lain,"jelas Kapolri.

Berdasarkan asumsi, bilang Kapolri, harga narkotika jenis tersebut di pasar gelap Rp 3 juta per gram, Kapolri menyebut nilai ketamin yang disita diperkirakan mencapai Rp3,48 triliun. Jumlah tersebut juga diperkirakan berpotensi mencegah penyalahgunaan narkotika terhadap 5,8 juta orang.

Rilis pengungkapan kasus ini turut dirangkai dengan penandatanganan fakta integritas dan deklarasi bersama untuk menolak narkoba di wilayah Sumatera Utara. Kegiatan tersebut juga diikuti jajaran Polres se-Sumatera Utara melalui sambungan konferensi video.


Hadir Direktur Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan Letjen TNI (Purn) Djaka Budhi Utama, Sekretaris Utama BNN RI Irjen Pol Asep Saepudin, Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution, Pejabat utama Polri, serta unsur Forkopimda Sumatera Utara dan Tokoh Masyarakat.(torong/safrizal/panji)




Medan | Bandar Meriah News - Keseriusan Gubernur Sumut Bobby Afif Nasution dalam melakukan pemberantasan narkoba di Sumut bisa dikatakan tidak main - main. 


Tak sekadar hanya membuat kebijakan larangan pemakaian vape bagi ASN di lingkungan Pemprov Sumut melalui surat edaran, tapi juga menginstruksikan personel Satpol PP membantu pihak kepolisian dalam melakukan penindakan terhadap narkoba.


Hal ini dibuktikan dengan aktifnya para personel Satpol PP dalam kegiatan operasi sarang narkoba, razia tempat hiburan malam. Bahkan, melakukan penindakan terhadap bangunan tempat hiburan malam  yang tidak memiliki izin dan diduga menjadi lokasi peredaran narkoba di beberapa wilayah. 


Personel yang diturunkan  juga tidak sedikit atau sebagai pelengkap, tapi dalam jumlah besar. Hal ini mempertegas pemberantasan narkoba menjadi salah satu program penting dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045. 


Menurut Kasat Pol PP Sumut,  Moettaqien Hasrimi, langkah ini dilakukan merupakan instruksi langsung dari Gubernur Sumut Bobby Afif Nasution. "Ini instruksi langsunh dari Pak Gubernur dan kami laksanakan dengan maksimal," ungkapnya kepada wartawan.(torong)

  


Medan | Bandar Meriah News  
- Menghadapi potensi cuaca ekstrem yang diprakirakan BMKG terjadi pada 23–25 Oktober 2026, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman hujan lebat, banjir, angin kencang, dan petir.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Medan, Yunita Sari, meminta masyarakat tidak hanya mengandalkan kesiapan pemerintah, tetapi juga melakukan langkah antisipasi secara mandiri demi melindungi diri dan keluarga. Terlebih, berdasarkan informasi BMKG, puncak musim hujan diprakirakan berlangsung pada November hingga Desember.

“Yang pertama, tetap jaga kesehatan. Kemudian, dalam penyelamatan, selamatkan diri sendiri terlebih dahulu, baru kita menyelamatkan keluarga dan lingkungan,” ujar Yunita Sari saat dikonfirmasi, Jumat (23/10/2026).

Yunita mengimbau setiap keluarga menyiapkan tas siaga bencana berisi dokumen penting, obat-obatan, dan kebutuhan dasar. Bagi keluarga yang memiliki bayi, perlengkapan seperti susu, popok, dan pakaian ganti juga perlu disiapkan agar mudah dibawa saat keadaan darurat.

"Khusus menghadapi banjir, masyarakat yang tinggal di kawasan rawan diminta segera melakukan evakuasi mandiri ke tempat yang lebih tinggi sebelum air semakin meningkat. Warga juga perlu mengenali jalur evakuasi dan titik kumpul aman di lingkungan masing-masing", katanya.

Sementara itu, saat terjadi angin kencang, dijelaskan Yunita masyarakat diingatkan untuk tidak berteduh di bawah pohon, baliho, atau lokasi lain yang berisiko tertimpa benda jatuh. Aktivitas di luar rumah sebaiknya dibatasi jika tidak mendesak, terutama ketika hujan lebat disertai petir.

Yunita turut mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan serta membersihkan saluran air agar tidak tersumbat.

“Kalau kita jaga alam, alam akan jaga kita,” ungkapnya.

Selain mengimbau masyarakat, dijelaskan Yunita Sari, sesuai arahan Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas, BPBD Kota Medan memperkuat kesiapsiagaan melalui penambahan sarana dan prasarana penanganan bencana, termasuk perahu evakuasi serta peningkatan kemampuan armada kendaraan agar lebih siap menghadapi genangan banjir yang tinggi.

"Langkah tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan pengalaman banjir sebelumnya, ketika kendaraan operasional mengalami kendala akibat tingginya genangan sehingga menghambat mobilitas petugas", jelas Yunita.

Dari sisi personel, lanjut Yunita sebanyak 53 anggota Tim Reaksi Cepat (TRC)disiagakan di Markas Komando (Mako) BPBD Kota Medan. Personel ditempatkan secara terpusat agar dapat segera bergerak menuju lokasi kejadian di wilayah Kota Medan ketika situasi darurat terjadi.

"Petugas akan dikerahkan bersama perahu dan logistik pendukung untuk membantu penanganan bencana serta mengevakuasi warga yang membutuhkan pertolongan", ucapnya.

Yunita menegaskan, kesiapsiagaan menjadi kunci untuk meminimalkan risiko dan dampak bencana. Karena itu, masyarakat diminta terus memantau informasi cuaca dan peringatan dini melalui kanal resmi BMKG maupun BPBD Kota Medan.

Masyarakat yang ingin melaporkan kejadian bencana atau membutuhkan bantuan darurat dapat menghubungi Pusdalops PB BPBD Kota Medan melalui WhatsApp Call Center 0813-7080-0880.

Melalui kesiapan personel dan peralatan, disertai kesadaran masyarakat dalam melakukan mitigasi mandiri, BPBD Kota Medan berharap penanganan bencana dapat dilakukan lebih cepat dan keselamatan warga tetap terjaga di tengah ancaman cuaca ekstrem.(torong/syafrizal)

 

 


Medan | Bandar Meriah News
- Polda Sumatera Utara melaksanakan aksi penanaman pohon melalui program Green Policing bersama masyarakat Kecamatan Medan Amplas di bantaran Sungai Panglima Denai, Jalan Sisingamangaraja, Medan Amplas, Jumat (23/10/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 07.30 WIB tersebut merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap kelestarian lingkungan sekaligus upaya mendukung mitigasi bencana banjir melalui penghijauan di kawasan rawan bencana.

Wakil Penanggung Jawab Green Policing Polda Sumut AKBP Dr. H. Herwansyah Putra, S.H., M.Si., mengatakan kegiatan tersebut merupakan pelaksanaan kedua setelah sebelumnya digelar di halaman Mapolda Sumut.

Ia mengajak seluruh personel dan pemangku kepentingan yang terlibat untuk melaksanakan program tersebut dengan penuh tanggung jawab dan keikhlasan agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.

Sementara itu, Camat Medan Amplas Zulfahmi Tarigan, S.IP., M.SP., mengapresiasi inisiatif Kapolda Sumut dalam mendorong kepedulian terhadap lingkungan. Menurut dia, penghijauan di bantaran sungai menjadi langkah positif mengingat kawasan tersebut pernah mengalami banjir hingga berdampak pada permukiman warga pada November 2025.

Ia berharap kegiatan serupa dapat diperluas ke titik-titik lain di sepanjang bantaran Sungai Panglima Denai sebagai bagian dari upaya menjaga lingkungan dan mengurangi risiko bencana.

Kabid Humas Polda Sumut dalam keterangannya menyampaikan bahwa program Green Policing merupakan wujud komitmen Polri untuk tidak hanya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga berperan aktif dalam pelestarian lingkungan.

“Melalui program Green Policing, Polda Sumut ingin membangun kesadaran bersama bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab kita semua. Penanaman pohon ini diharapkan dapat mendukung penghijauan, menjaga kualitas lingkungan, serta menjadi bagian dari upaya jangka panjang dalam mengurangi risiko bencana,” ujarnya.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut tidak berhenti pada penanaman pohon semata, tetapi akan dilanjutkan secara berkesinambungan dengan melibatkan masyarakat dan berbagai pemangku kepentingan. Dengan demikian, program Green Policing diharapkan berkembang menjadi gerakan bersama yang memberikan dampak nyata bagi lingkungan dan kehidupan masyarakat.

Rangkaian kegiatan diawali dengan doa bersama dan sambutan, dilanjutkan penyerahan pohon secara simbolis oleh perwakilan pejabat utama Polda Sumut kepada perwakilan masyarakat, penanaman pohon, serta foto bersama.

Kegiatan ini turut dihadiri sejumlah pejabat Polda Sumut, di antaranya Kayanma Polda Sumut, KSPKT, Kabag Dalpers Ro SDM, Wadir Reskrimsus, serta unsur Polsek Patumbak, Koramil Patumbak, Pemerintah Kecamatan Medan Amplas, dan masyarakat setempat.

Melalui program ini, Polda Sumut berharap terbangun kolaborasi yang semakin kuat antara Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menjaga kelestarian alam, meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, serta mewujudkan kawasan yang lebih hijau dan tangguh terhadap risiko bencana.(panji)

 




Medan | Bandar Meriah  News -  Ikatan Media Online (IMO) Indonesia Sumatera Utara mengecam keras aksi pembakaran hutan yang terjadi di sejumlah daerah. Pemerintah dan aparat penegak hukum didesak segera mengusut tuntas kasus tersebut serta menindak tegas pihak-pihak yang terbukti terlibat.


Ketua DPW IMO Indonesia Sumatera Utara, HA Nuar Erde, meminta Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memberikan perhatian serius terhadap persoalan kebakaran hutan. Ia menegaskan, penegakan hukum harus dilakukan secara tegas tanpa pandang bulu demi melindungi kelestarian lingkungan dan kepentingan masyarakat luas.


Menurut HA Nuar Erde, pembakaran hutan merupakan persoalan serius yang tidak boleh dianggap sepele. Selain merusak ekosistem dan mengancam kelestarian alam, kebakaran hutan juga berpotensi menimbulkan kabut asap, mengganggu kesehatan masyarakat, serta berdampak terhadap kehidupan sosial dan ekonomi warga lainnya.


“Kami mengecam keras tindakan pembakaran hutan. Kami meminta Presiden Prabowo Subianto mendorong pengusutan secara menyeluruh agar pihak-pihak yang terbukti terlibat segera diproses sesuai hukum yang berlaku. Jangan ada kompromi terhadap pelaku yang terbukti melakukan pembakaran hutan,” tegas HA Nuar Erde pada Jumat 23 Oktober 2026 di Medan.


Ia juga meminta aparat penegak hukum mengungkap penyebab kebakaran secara transparan, menelusuri pihak-pihak yang bertanggung jawab, serta memastikan proses hukum berjalan profesional dan berkeadilan.


Menurutnya, upaya penanganan kebakaran hutan tidak cukup hanya dengan memadamkan api. Pemerintah juga perlu memperkuat pengawasan, melakukan pencegahan secara berkelanjutan, serta menindak setiap pelanggaran hukum yang terbukti menyebabkan kerusakan hutan.


Sekretrulis IMO Indonesia Sumut : Jangan Beri Ruang bagi Pelaku Pembakaran Hutan


Senada dengan Ketua IMO Indonesia Sumatera Utara, Sekretaris IMO Indonesia Sumatera Utara, Harun Al Rasyid, turut mengecam keras aksi pembakaran hutan yang dilaporkan terjadi di sejumlah daerah.


Harun mendesak pemerintah bersama aparat penegak hukum segera melakukan penyelidikan menyeluruh dan menangkap pihak-pihak yang terbukti terlibat dalam pembakaran hutan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.


Ia menilai, ketegasan pemerintah sangat diperlukan agar persoalan kebakaran hutan tidak terus berulang dan kerusakan lingkungan dapat dicegah sejak dini.


“Jangan beri ampun dalam arti jangan ada toleransi terhadap pelanggaran hukum yang terbukti dilakukan oleh pelaku pembakaran hutan. Pemerintah dan aparat penegak hukum harus bertindak tegas, mengusut tuntas kasus-kasus tersebut, serta membawa pihak yang bertanggung jawab ke proses hukum,” tegas Harun Al Rasyid.


Ia juga menekankan bahwa perlindungan hutan merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan keseriusan pemerintah, aparat penegak hukum, dan seluruh elemen masyarakat.


Pengurus IMO Sumut Serukan Penegakan Hukum


Sikap tegas tersebut turut menjadi perhatian jajaran pengurus IMO Indonesia Sumatera Utara. Organisasi itu mengecam keras segala bentuk pembakaran hutan yang melanggar hukum dan mendesak pemerintah segera mengambil langkah nyata untuk mengungkap kasus serta menindak pihak-pihak yang bertanggung jawab.


IMO Indonesia Sumatera Utara berharap penanganan kebakaran hutan tidak berhenti pada upaya pemadaman, tetapi dilanjutkan dengan penyelidikan yang menyeluruh, penegakan hukum yang konsisten, serta penguatan pengawasan di kawasan rawan kebakaran.


Organisasi tersebut juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif menjaga kelestarian lingkungan dan melaporkan dugaan pembakaran hutan kepada pihak berwenang melalui jalur yang tepat.


IMO Indonesia Sumatera Utara menegaskan bahwa hutan merupakan aset penting bagi keberlangsungan kehidupan. Karena itu, segala bentuk tindakan yang terbukti merusak lingkungan harus ditangani secara serius sesuai peraturan perundang-undangan.


Mereka berharap pemerintah pusat dan daerah dapat memperkuat koordinasi dalam mencegah kebakaran hutan, mengungkap pihak yang bertanggung jawab, serta memastikan penegakan hukum berjalan tanpa pandang bulu demi menjaga kelestarian alam bagi generasi mendatang. (Hendri)

Kamis, 22 Oktober 2026

 



Medan | Bandar Meriah News - Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Medan, Robi Barus SE M.AP, memberikan apresiasi atas komitmen Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol Sonny Irawan yang fokus memberantas narkoba, begal dan premanisme di Sumatera Utara.

Menurut Robi Barus, komitmen tersebut sangat dibutuhkan masyarakat Sumatera Utara pada umumnya dan masyarakat Kota Medan pada khususnya. Mengingat saat ini, maraknya peredaran narkoba, banyaknya begal dan aksi-aksi premanisme sudah sangat meresahkan masyarakat Kota Medan.

"Saya apresiasi betul komitmen Kapolda Sumut yang baru, Bapak Irjen Pol Sonny Irawan. Sepertinya beliau tahu betul bahwa saat ini Sumatera Utara sudah darurat narkoba, marak begal serta aksi-aksi premanisme. Wajar bila beliau berkomitmen pada tiga hal itu, karena memang tiga hal itu yang paling diresahkan masyarakat saat ini," ucap Robi Barus kepada Wartawan, Kamis (22/10/2026).

Dikatakan Robi Barus, Sumatera Utara sudah bertahun-tahun dinobatkan sebagai provinsi dengan tingkat peredaran narkoba tertinggi di Indonesia. Sebagai ibu Kota Provinsi Sumatera Utara, peredaran narkoba di Kota Medan juga sudah sangat memprihatinkan.

"Maraknya begal dan premanisme di Kota Medan sejalan dengan maraknya peredaran narkoba, karena memang narkoba itu lah akar permasalahannya," ujarnya.

Robi Barus pun memberikan apresiasi kepada Kapolda Sumut yang telah menunjukkan aksi-aksi nyata dalam pemberantasan narkoba di Sumatera Utara. Meskipun baru saja dilantik sebagai Kapolda Sumut, namun Irjen Pol Sonny Irawan langsung gencar melakukan penangkapan sejumlah bandar narkoba di Sumatera Utara.

"Aksi-aksi nyata seperti ini yang kita butuhkan. Jangan pernah beri ruang bagi bandar narkoba untuk beroperasi di Sumatera Utara, khususnya bandar-bandar narkoba berskala, berantas semuanya," tegasnya.

Namun, sambung Robi Barus, komitmen Kapolda Sumut, Irjen Pol Sonny Irawan dalam memberantas peredaran narkoba, maraknya begal dan premanisme harus diikuti oleh seluruh jajarannya, khususnya Polrestabes Medan dan Polres Pelabuhan Belawan.

"Tentunya Polda Sumut tidak mungkin bisa bekerja maksimal kalau tidak didukung penuh oleh jajarannya. Untuk itu, kita berharap komitmen Kapolda Sumut ini dapat ditindaklanjuti oleh Polrestabes Medan dan Polres Pelabuhan Belawan," kata Anggota Komisi 1 DPRD Kota Medan itu.

Terkhusus di wilayah Medan Utara (Medan Belawan, Medan Labuhan, Medan Deli, dan Medan Marelan), Robi Barus meminta Polres Pelabuhan Belawan untuk benar-benar fokus memberantas narkoba, terlebih di Kecamatan Medan Belawan.

"Tak hanya narkoba, Polres Pelabuhan Belawan juga harus fokus dalam memberantas begal, dan premanisme. Ditambah lagi, masyarakat Medan Belawan kerap diresahkan maraknya aksi aksi tawuran. Saya percaya, Polrestabes Medan, Polres Pelabuhan Belawan dan jajarannya di setiap polsek dapat menjalankan komitmen Kapolda Sumut. Dengan begitu, tagline 'Polisi Bersama Masyarakat' benar-benar dapat terwujud," pungkasnya.(fit)




Medan | Bandar Meriah News
- Santri tidak hanya dituntut menjaga tradisi keilmuan dan nilai-nilai keislaman, tetapi juga harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman melalui penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi. Peran tersebut dinilai penting untuk menyiapkan generasi unggul yang mampu berkontribusi dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.

Pesan itu disampaikan Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas melalui Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Muhammad Sofyan, saat memimpin Upacara Peringatan Hari Santri Nasional Tingkat Kota Medan Tahun 2026 di Kampus 2 Taman Pendidikan Islam Pondok Pesantren Modern Darul Hikmah, Jalan Sisingamangaraja, Medan Amplas, Kamis (22/10/2026).

Dalam upacara tersebut, Muhammad Sofyan membacakan sambutan Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, yang mengusung tema "Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”. Hadir Kakankemenag Kota Medan Impun Siregar, Ketua MUI Kota Medan Hasan Matsum, Kabag Kesra Setda Kota Medan Agus Maryono dan sejumlah Pimpinan Pondok Pesantren se- Kota Medan.

Sambutan Menag tersebut menegaskan bahwa santri memiliki tanggung jawab besar dalam menentukan masa depan bangsa. Jika dahulu para santri turut berjuang merebut dan mempertahankan kemerdekaan, kini perjuangan tersebut harus dilanjutkan melalui penguasaan ilmu, pengembangan teknologi, inovasi, serta penguatan akhlak dan integritas.

Menurut amanat Menteri Agama yang dibacakan Muhammad Sofyan, peringatan Hari Santri setiap 22 Oktober merupakan momentum untuk mengenang perjuangan para ulama dan santri dalam sejarah kemerdekaan Indonesia.

"Salah satu tonggak penting perjuangan tersebut adalah Resolusi Jihad yang dicetuskan KH Hasyim Asy’ari pada 22 Oktober 1945. Seruan tersebut membangkitkan semangat umat Islam untuk mempertahankan kemerdekaan dan turut menggerakkan perlawanan rakyat yang mencapai puncaknya dalam peristiwa 10 November 1945", katanya.

Dijelaskan Sofyan, sejarah itu menjadi pengingat bahwa santri bukan hanya penjaga nilai-nilai agama, melainkan juga bagian penting dari perjalanan bangsa. Karena itu, penghormatan terhadap jasa para ulama dan pendahulu tidak cukup dilakukan melalui upacara seremonial, tetapi harus diwujudkan dalam pengabdian, karya, dan kontribusi nyata bagi negara.

Dalam amanat tersebut, para santri juga diajak mempersiapkan diri menghadapi Indonesia Emas 2045, ketika Indonesia genap berusia 100 tahun. Cita-cita mewujudkan bangsa yang maju, sejahtera, dan berdaya saing membutuhkan sumber daya manusia yang unggul, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, serta memiliki akhlak mulia.

"Para santri diingatkan agar tidak mempertentangkan tradisi pesantren dengan kemajuan zaman. Penguasaan ilmu agama harus berjalan beriringan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi, sehingga santri mampu menjadi generasi yang teguh memegang nilai-nilai keislaman sekaligus terbuka terhadap perubahan", ujar Sofyan.

Lebih lanjut, kata Sofyan, santri diajak menjadi pelopor kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, penjaga kerukunan, penggerak kemandirian ekonomi, serta sahabat bagi lingkungan.

"Nilai-nilai agama diharapkan menjadi sumber inspirasi untuk menyebarkan kedamaian, menjaga kelestarian bumi, dan membangun kehidupan masyarakat yang lebih baik. Perbedaan juga harus disikapi sebagai bagian dari kehidupan berbangsa yang perlu dirawat melalui semangat persaudaraan dan kebersamaan", jelasnya.

Menutup amanatnya, Menteri Agama mengajak seluruh santri dan keluarga besar pesantren untuk terus menjaga tradisi, mengembangkan inovasi, memperkuat persaudaraan, serta mempersiapkan diri untuk masa depan bangsa.

“Selamat Hari Santri Tahun 2026. Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas!” demikian pesan penutup amanat tersebut.(torong/safrizal)

Rabu, 21 Oktober 2026

   



Medan | Bandar Meriah News 
- Pergantian tugas Konsul Jenderal Jepang di Medan, Furugori Toru, diharapkan tidak mengakhiri hubungan baik yang telah terbangun, tetapi justru membuka peluang kerja sama yang lebih luas antara Jepang dan Kota Medan di berbagai sektor strategis.

Harapan tersebut disampaikan Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas melalui Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Medan, Muhammad Sofyan, dalam resepsi perpisahan Furugori Toru di Function Room Lantai 1 JW Marriott Hotel Medan, Rabu (21/10/2026) malam.

Dalam sambutan yang dibacakan Asisten Pemerintahan Dan Kesejahteraan, Rico Waas menilai, hubungan persahabatan dengan negara-negara sahabat menjadi salah satu modal penting bagi Kota Medan untuk terus berkembang sebagai kota yang terbuka terhadap kolaborasi internasional. Karena itu, hubungan baik antara Medan dan Jepang diharapkan terus diperkuat melalui kerja sama di bidang ekonomi, pendidikan, kebudayaan, serta sektor lainnya yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Perpisahan pada hari ini hendaknya bukan menjadi akhir dari hubungan yang telah terjalin, melainkan menjadi awal dari persahabatan yang semakin erat di masa mendatang,” katanya

Atas nama Pemko Medan dan masyarakat, Rico Waas turut menyampaikan apresiasi kepada Furugori Toru atas dedikasi dan kontribusinya selama menjalankan tugas sebagai Konsul Jenderal Jepang di Medan.

Menurut Rico Waas, kehadiran Furugori Toru telah menjadi bagian dari perjalanan hubungan persahabatan antara Jepang dan Kota Medan. Kontribusi tersebut diharapkan menjadi fondasi untuk membangun komunikasi dan sinergi yang lebih kuat pada masa mendatang.

Rico Waas juga menegaskan bahwa Kota Medan senantiasa terbuka menyambut kehadiran sahabat dari berbagai negara. Dengan keberagaman budaya dan keramahan masyarakatnya, Medan memiliki potensi untuk terus memperluas hubungan dengan dunia internasional.

Rico Waas berharap Furugori Toru membawa kenangan baik selama bertugas di Medan, mulai dari keberagaman budaya, kehangatan masyarakat, hingga kekayaan kuliner khas kota ini.

"Meski masa tugasnya berakhir, diharapkan kedekatan yang telah terbangun tetap terpelihara. Pengalaman dan hubungan yang diperoleh selama bertugas di Medan diharapkan dapat menjadi bagian dari jalinan persahabatan yang terus berlanjut", Jelasnya.

Menutup sambutan Rico Waas, Asisten Pemerintahan Dan Kesejahteraan menyampaikan doa agar Furugori Toru senantiasa diberikan kesehatan, kebahagiaan, dan kesuksesan dalam melanjutkan pengabdian di tempat yang baru.

Ia juga menegaskan bahwa Kota Medan akan selalu terbuka untuk menyambut kembali kehadiran Furugori Toru, sekaligus menjaga persahabatan yang telah terjalin antara masyarakat Medan dan Jepang.

Hadir dalam pertemuan tersebut Anggota DPR RI Maruli Siahaan, mewakili Gubernur Sumut, Abu Kosim, para Konsul Negara Sahabat dan sejumlah Pimpinan lembaga ataupun Organisasi.(torong/syafrizal)

Diberdayakan oleh Blogger.