Senin, 28 September 2026

  


Medan | Bandar Meriah News 
-  Polda Sumatera Utara bersama seluruh jajaran Polres terus memperkuat penegakan hukum terhadap kejahatan konvensional. Dalam periode 14 hingga 27 September 2026, polisi mengungkap 441 kasus pencurian dengan kekerasan (curas) dan pencurian dengan pemberatan (curat) dengan total 485 tersangka.


Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Dr. Ferry Walintukan, S.I.K., S.H., M.H., mengatakan pengungkapan tersebut merupakan bagian dari komitmen kepolisian dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Sumatera Utara.


“Selama periode 14 sampai 27 September 2026, Polda Sumut bersama Polres jajaran telah mengungkap 441 kasus curas dan curat dengan 485 tersangka. Ini merupakan bentuk keseriusan jajaran dalam menindak tegas berbagai tindak pidana yang meresahkan masyarakat,” ujar Ferry.


Dari total pengungkapan tersebut, kasus curas sebanyak 23 perkara dengan 28 tersangka, sedangkan kasus curat mencapai 418 perkara dengan 457 tersangka.


Dalam rangkaian pengungkapan itu, petugas juga menyita berbagai barang bukti yang berkaitan dengan perkara yang ditangani. Di antaranya 80 unit sepeda motor, 62 unit telepon seluler, 52 buah tabung gas, 525 tandan kelapa sawit, serta uang tunai sekitar Rp26,5 juta.


Selain itu, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti lain, mulai dari peralatan elektronik, pakaian, dokumen, peralatan rumah tangga hingga berbagai perlengkapan yang berkaitan dengan tindak pidana.


Ferry menegaskan, upaya menjaga kamtibmas tidak hanya dilakukan melalui penegakan hukum, tetapi juga diperkuat dengan langkah pencegahan melalui kegiatan kepolisian di lapangan.


“Selain melakukan penindakan terhadap pelaku kejahatan, Polda Sumut dan jajaran juga terus mengintensifkan patroli dan kegiatan rutin yang ditingkatkan (KRYD) sebagai langkah preventif untuk mencegah terjadinya gangguan kamtibmas,” katanya.


Menurut Ferry, patroli tersebut difokuskan pada sejumlah potensi gangguan keamanan, termasuk pencurian dengan kekerasan (curas), pencurian dengan pemberatan (curat), dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor).


Kehadiran personel di lapangan, lanjutnya, diharapkan dapat mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat.


“Patroli akan terus ditingkatkan untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan kamtibmas, khususnya curas, curat dan curanmor. Kami juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan dan segera melaporkan kepada kepolisian apabila mengetahui adanya potensi tindak pidana,” ujar Ferry.



Polda Sumut memastikan langkah penegakan hukum dan pencegahan akan terus berjalan secara berkelanjutan bersama jajaran kewilayahan sebagai bagian dari upaya menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di Sumatera Utara.(panji)

 


Binjai | Bandar Meriah News -  Kapolres Binjai AKBP R. Bimo Moernanda, S.I.K., M.H., menegaskan komitmennya dalam memberantas peredaran narkoba di wilayah hukum Polres Binjai. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pengungkapan tiga kasus narkotika dengan mengamankan empat pria yang diduga terlibat dalam peredaran narkoba di lokasi berbeda.


Keempat terduga masing-masing berinisial J (35), AP (28), MR (18), dan E (37). Dari pengungkapan tersebut, petugas menyita narkotika jenis sabu dengan total berat bruto 5,42 gram serta 7 butir ekstasi dengan berat netto 3,51 gram.


Kasat Resnarkoba Polres Binjai AKP Ismail Pane, S.H., M.H., menjelaskan, terduga J (35) ditangkap pada Rabu (23/09/2026) sekitar pukul 13.45 WIB di Jalan Ahmad Yani, Desa Kwala Air Hitam, Kecamatan Selesai, Kabupaten Langkat. Dari tangan J, petugas menyita satu paket sabu seberat bruto 3,62 gram, plastik klip kosong, satu unit handphone Vivo warna merah, serta satu unit sepeda motor Honda Supra X 125 tanpa nomor polisi.


Selanjutnya, AP (28) diamankan di Jalan Ir. Juanda, Kelurahan Timbang Langkat, Kecamatan Binjai Timur. Dari lokasi tersebut, petugas menyita lima paket sabu seberat bruto 1,80 gram, satu pipet modifikasi skop, dan satu bungkus plastik klip transparan.


Sementara itu, MR (18) dan E (37) ditangkap pada Selasa (22/09/2026) sekitar pukul 23.00 WIB di Jalan T. Amir Hamzah, Kelurahan Jati Utomo, Kecamatan Binjai Utara. Petugas menyita satu plastik klip berisi tujuh butir ekstasi warna hijau dan kuning seberat netto 3,51 gram, satu unit handphone Samsung warna ungu, serta satu unit sepeda motor Yamaha Aerox 155 warna ungu dengan nomor polisi BK 5837 RBM.


Keempat terduga beserta seluruh barang bukti telah diamankan di Satresnarkoba Polres Binjai untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut. Dan keempat terduga dijerat Pasal 114 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika juncto Pasal 609 ayat (1) huruf a UU RI Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP sebagaimana diubah dalam UU RI Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana," tegas AKP Ismail Pane.


Kapolres Binjai AKBP R. Bimo Moernanda, S.I.K., M.H., mengimbau masyarakat untuk bersama-sama memerangi peredaran narkoba. Masyarakat diminta menjauhi narkotika, meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar, serta segera melaporkan kepada pihak kepolisian dengan layanan 110 apabila mengetahui adanya dugaan penyalahgunaan maupun peredaran narkoba," tegas Kapolres.(Humasresbinjai/torong/ 28/09/2026))



Minggu, 27 September 2026

  



Samosir | Bandar Meriah News - Kabupaten Samosir kembali menunjukkan kapasitasnya sebagai salah satu destinasi pariwisata di kawasan Danau Toba yang mampu menjadi tuan rumah berbagai kegiatan berskala nasional hingga internasional. Hal itu terlihat dari suksesnya penyelenggaraan Toba Caldera Culture Festival (TCCF) 2026 yang rangkaiannya berlangsung selama empat hari di Kabupaten Samosir dan ditutup di Water Front City (WFC) Pangururan, Minggu (27/09/2026).

Salah satu agenda utama dalam festival tersebut adalah Samosir International Choir Competition (SICC) 2026) yang diikuti sekitar 2.000 peserta dari berbagai daerah di Indonesia dan sejumlah negara. Para peserta hadir ke Pulau Samosir untuk mengikuti kompetisi paduan suara sekaligus menikmati kekayaan alam dan budaya Batak yang menjadi identitas kuat kawasan Danau Toba.

Penyelenggaraan event internasional tersebut bukan hanya menjadi panggung kompetisi seni, tetapi juga momentum untuk menggerakkan sektor pariwisata, UMKM, akomodasi, kuliner, transportasi dan ekonomi kreatif masyarakat Kabupaten Samosir

Bupati Samosir Vandiko T. Gultom menyampaikan apresiasi kepada Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya beserta jajaran, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, panitia penyelenggara serta seluruh peserta yang telah hadir di Samosir dan menyukseskan acara.

"Selamat datang di Kabupaten Samosir, Negeri Indah Kepingan Surga, awal peradaban bangsa Batak. Terima kasih atas dukungan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, Kementerian Ekraf, seluruh panitia dan sponsor, peserta sehingga acara ini dapat berlangsung sukses," ujar Vandiko.

Ia menjelaskan, Kabupaten Samosir terdiri dari sembilan kecamatan dan 127 Desa dan 6 Kelurahan, dengan jumlah penduduk sekitar 145.000 jiwa.

Menurut Vandiko, kekuatan Samosir bukan hanya terletak pada keindahan alamnya, tetapi juga pada kekayaan budaya yang menjadi bagian penting dari identitas masyarakat Batak. Gunung Pusuk Buhit, kata dia, dipercaya dalam sejarah dan tradisi Batak sebagai salah satu kawasan asal-usul orang Batak.

Karena itu, Vandiko mengajak para peserta dan tamu yang hadir untuk tidak hanya mengikuti rangkaian festival, tetapi juga mengunjungi kawasan Pusuk Buhit dan melihat langsung kekayaan budaya serta sejarah Batak. "Kalau ingin mengetahui lebih luas tentang budaya Batak, silakan datang ke Pusuk Buhit. Lihat bagaimana sisa peradaban bangsa Batak," katanya.

Vandiko juga berharap penyelenggaraan Toba Caldera Culture Festival dapat kembali digelar di Samosir pada tahun mendatang.

Ia bahkan meminta dukungan Menteri Ekonomi Kreatif untuk pengembangan Dewan Kesenian Samosir serta puluhan komunitas dan sanggar seni yang berkembang di daerah tersebut.

"Samosir telah ditetapkan sebagai kabupaten kreatif untuk subsektor seni pertunjukan. Kami berharap Kementerian Ekonomi Kreatif dapat mendukung 63 komunitas dan sanggar seni yang ada di Samosir melalui program-program yang tersedia," ujarnya.

Menutup sambutannya, Vandiko berharap agar viralnya Kabupaten Samosir dapat membawa kesan yang baik dan seluruh peserta dapat membantu promosi keindahan pariwisata dan Budaya Kabupaten Samosir.

"Mohon kami dibantu untuk promosi didaerah masing-masing, kalau ada yang kurang-kurang dari Kabupaten Samosir mohon jangan disampaikan di sosial media, disampaikanlah kepada kami untuk kami perbaiki dimasa mendatang" harap Vandiko

Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Samosir dan seluruh pihak yang telah menyukseskan penyelenggaraan festival.

Menurutnya, Sumatera Utara, termasuk Samosir, memiliki banyak talenta ekonomi kreatif yang berpotensi dikembangkan hingga ke tingkat nasional dan internasional.

Ia mengatakan, kegiatan seperti SICC memberikan efek berganda terhadap perekonomian daerah. Tidak hanya peserta yang mengikuti kompetisi, tetapi juga pelaku UMKM, kuliner, akomodasi dan transportasi ikut merasakan dampak dari meningkatnya aktivitas selama festival berlangsung.

"Event Ini memberikan multiplier effect ekonomi dan mengangkat nama Samosir semakin dikenal, tidak hanya secara nasional tetapi juga di dunia," kata Teuku Riefky.

Ia menyebut Danau Toba memiliki kekayaan alam, budaya, tradisi dan kreativitas masyarakat yang telah mendapatkan pengakuan dunia melalui status UNESCO Global Geopark. Menurutnya, pengakuan tersebut membawa tanggung jawab untuk menjaga lingkungan sekaligus memastikan potensi yang ada memberikan manfaat ekonomi yang semakin besar bagi masyarakat.

Teuku Riefky juga mengungkapkan bahwa Sumatera Utara telah ditetapkan sebagai salah satu dari 15 lokasi prioritas pengembangan ekonomi kreatif Indonesia.

Karena itu, Kementerian Ekonomi Kreatif akan mendorong berbagai program pengembangan talenta kreatif di Sumatera Utara, termasuk Kabupaten Samosir.

"Kami ingin Sumatera Utara melahirkan semakin banyak talenta yang membanggakan daerahnya dan menjadi kekuatan baru musik Indonesia di panggung dunia," katanya.

Ia pun mengajak masyarakat memperkenalkan Toba melalui kekayaan alam, kreativitas dan karya seni yang dimiliki. "Biarkan dunia mengenal Danau Toba dari alamnya, merasakan Toba dari kreativitasnya dan mendengar Toba dari karya serta suara anak-anaknya," ujar Teuku Riefky.

Penutupan Toba Caldera Culture Festival 2026 turut dimeriahkan berbagai pertunjukan budaya Batak dan penampilan seruling massal dari SMP Negeri 1 Pangururan. Lagu O Tano Batak juga menggema di tepian Danau Toba melalui penampilan Maria Calista. Lagu tersebut menjadi bagian dari pesan tentang kecintaan terhadap tanah kelahiran, budaya dan nilai-nilai kehidupan yang diwariskan masyarakat Batak.

Penutupan festival ditandai dengan penyerahan piagam, medali dan piala kepada para pemenang SICC 2026. Suasana semakin meriah ketika Menteri Ekonomi Kreatif bersama peserta meneriakkan yel-yel "From Toba to the World - Gema Toba."

Bupati Samosir Vandiko T. Gultom bersama Ketua DPRD Samosir Nasip Simbolon dan jajaran Forkopimda juga menyerahkan ulos kepada Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya dan perwakilan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.

Ketua DPRD Samosir Nasip Simbolon menyebut pemberian ulos merupakan bentuk penghormatan dan tanda cinta masyarakat Samosir kepada para tamu.

"Ulos ini sebagai tanda cinta dan penghormatan. Semoga memberikan kehangatan dan kesehatan di mana pun Bapak Menteri menjalankan tugas," kata Nasip.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sumatera Utara, Terang Dewi Susantri Ujung, yang mewakili Gubernur Sumatera Utara, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung festival.

Menurutnya, festival tersebut mempererat persaudaraan sekaligus membangun kebanggaan terhadap identitas budaya bangsa. Ia menilai partisipasi peserta dari berbagai daerah dan negara menunjukkan bahwa seni dan budaya mampu melampaui batas wilayah dan bahasa.

"Penyelenggaraan ini menjadi bagian dari upaya bersama untuk memperkuat posisi Danau Toba sebagai destinasi pariwisata berkelas dunia yang beridentitas budaya dan berkelanjutan," ujarnya.

Dalam rangkaian kegiatan festival juga dilakukan penanaman bibit pohon dan penebaran benih ikan nila sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan dan keberlanjutan ekosistem Danau Toba.

Ketua Steering Committee Toba Caldera Culture Festival, Mora Nasution, mengatakan kegiatan tersebut sejak awal diarahkan untuk memperkenalkan Samosir kepada lebih banyak orang sekaligus membuka peluang bagi generasi muda.

Menurutnya, musik dan paduan suara menjadi medium yang mempertemukan peserta dari berbagai daerah dan negara sekaligus membuka jejaring baru bagi Samosir.

"Dalam pelayanan dan kebutuhan teknis di lapangan, kami merasakan besarnya perhatian dan dukungan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara serta kerja bersama Pemerintah Kabupaten Samosir sebagai tuan rumah," kata Mora.

Ia berharap SICC dapat terus berkembang dengan menjangkau lebih banyak kelompok paduan suara dari berbagai daerah di Indonesia maupun mancanegara. Mora juga berharap para peserta dan juri internasional yang telah datang ke Samosir dapat membawa cerita tentang daerah tersebut ke jejaring mereka masing-masing.

Ke depan, penyelenggara juga membuka peluang agar Toba Caldera Culture Festival tidak hanya menghadirkan kompetisi paduan suara. "Ke depan, kegiatan ini hadir dalam bentuk yang berbeda. Bukan hanya paduan suara, tetapi subsektor ekonomi kreatif lainnya juga akan kami sentuh, tentunya yang menumbuhkan dan mengembangkan kreativitas generasi muda daerah," ujarnya.

Dengan berakhirnya rangkaian Toba Caldera Culture Festival 2026, Samosir kembali menegaskan perannya sebagai ruang perjumpaan budaya, seni, pariwisata dan ekonomi kreatif di kawasan Danau Toba.

Kehadiran ribuan peserta dari berbagai daerah dan negara sekaligus menjadi peluang bagi Samosir untuk memperluas jejaring promosi pariwisata dan memperkenalkan kekayaan budaya Batak ke panggung yang lebih luas.( indra Sinurat )




 





Deli Serdang | Bandar Meriah News
- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) bersama pemerintah kabupaten/kota dan Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Sumut mendeklarasikan Sumut bebas rabies 2030. Deklarasi tersebut menjadi komitmen bersama untuk memperkuat pencegahan dan pengendalian rabies secara terpadu sekaligus melindungi kesehatan masyarakat.


Deklarasi tersebut disaksikan Wakil Gubernur (Wagub) Sumut Surya di Lapangan Astaka, Jalan Pancing, Deliserdang, Minggu (27/09/2026). Pada kesempatan tersebut, Surya juga menerima sertifikat Museum Rekor Indonesia (MURI) atas capaian vaksinasi rabies terbanyak, yakni sebanyak 15 ribu dosis.


Surya mengatakan Pemprov Sumut berkomitmen memastikan ketersediaan vaksin rabies di seluruh kabupaten/kota. Menurutnya, komitmen tersebut juga diwujudkan melalui penguatan pusat kesehatan hewan, peningkatan kapasitas tenaga medis veteriner, serta penguatan surveilans, deteksi dini, pelaporan, dan penanganan kasus secara cepat dan tepat.


“Pemerintah Provinsi Sumatera Utara berkomitmen memastikan ketersediaan vaksin rabies di seluruh kabupaten dan kota, memperkuat pusat kesehatan hewan, meningkatkan kapasitas tenaga medis veteriner, memperkuat surveilans, deteksi dini, pelaporan, serta penanganan kasus secara cepat dan tepat,” kata Surya.


Surya mengungkapkan, Sumatera Utara mencatat 280 kasus rabies sepanjang 2025. Angka tersebut menjadi pengingat bahwa pencegahan rabies tidak hanya berkaitan dengan kesehatan hewan, tetapi juga menyangkut perlindungan dan keselamatan masyarakat.


Lebih lanjut, Surya menegaskan target Sumut bebas rabies pada 2030 tidak akan tercapai apabila hanya menjadi tanggung jawab satu pihak. Karena itu, ia mengajak seluruh pemerintah kabupaten/kota, organisasi profesi, perguruan tinggi, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat untuk bersama-sama melakukan pencegahan melalui pendekatan One Health yang menghubungkan kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan.


Selain itu, ia menyebut vaksinasi rabies massal terhadap 15 ribu ekor hewan merupakan langkah nyata untuk mendorong kesadaran masyarakat agar rutin memberikan vaksinasi kepada hewan peliharaannya. Menurutnya, kesadaran masyarakat menjadi salah satu kunci untuk memutus rantai penularan rabies.


“Saya juga mengajak seluruh masyarakat, rutin memvaksinasi hewan peliharaannya. Kesadaran masyarakat merupakan kunci untuk memutus rantai penularan rabies,” katanya.


Sementara itu, Sekretaris Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Nuryani Zainuddin mengatakan persoalan rabies tidak sekadar berbicara soal angka kasus atau program vaksinasi, melainkan menyangkut kesehatan dan kehidupan manusia.


"Di balik satu kasus rabies, ada keluarga yang cemas, ada orang tua yang berharap anaknya dapat diselamatkan, dan ada kehidupan yang dapat berakhir karena penyakit rabies ini sebenarnya dapat kita cegah," ujarnya.


Deklarasi tersebut berisi komitmen bersama untuk mewujudkan Sumatera Utara bebas rabies pada 2030 melalui pencegahan dan pengendalian rabies secara terpadu, penyediaan vaksin di seluruh kabupaten/kota, pelaksanaan surveilans dan deteksi dini, edukasi masyarakat, serta penguatan kolaborasi lintas sektor melalui pendekatan One Health.(torong)


  



Langkat | Bandar Meriah News -
Dukungan terhadap kegiatan masyarakat terus dilakukan Polres Langkat, termasuk dalam membantu pembangunan rumah ibadah. Kapolres Langkat AKBP Hannry P.H. Tambunan, S.E., S.I.K. menyalurkan bantuan material berupa 100 sak untuk mendukung pembangunan rumah ibadah Gereja GBKP Runggun Titi Besi, Desa Sukaramai, Kecamatan Padang Tualang, Kabupaten Langkat Minggu (27/09/2026). 

Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk kepedulian sekaligus dukungan terhadap proses pembangunan rumah ibadah yang digunakan masyarakat untuk menjalankan aktivitas keagamaan.

Dukungan terhadap rumah ibadah tidak hanya berkaitan dengan bantuan material. Kehadiran kepolisian di tengah masyarakat juga menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi, mempererat hubungan dan memperkuat Pemolisian Masyarakat (Polmas).

Kapolres Langkat AKBP Hannry P.H. Tambunan, S.E., S.I.K. Melalui Kabag Ops Kompol Firman Imanuel PA, S.H., mengatakan, pihaknya berupaya memberikan dukungan kepada pembangunan rumah ibadah yang membutuhkan bantuan sebagai bagian dari membangun komunikasi dan kepercayaan bersama masyarakat.

“Kita berupaya memberikan bantuan kepada setiap pembangunan rumah ibadah kepada masyarakat. Ini menjadi salah satu cara untuk membangun komunikasi, meningkatkan Pemolisian Masyarakat dan memberikan kepercayaan kepada masyarakat bahwa Polri hadir untuk semua,” ujar Kompol Firman.

Hubungan yang baik antara kepolisian dan masyarakat perlu terus dibangun melalui berbagai bentuk komunikasi dan kepedulian. Dengan hubungan yang semakin dekat, diharapkan masyarakat juga semakin terbuka dalam menyampaikan informasi maupun berbagai persoalan yang ada di lingkungannya.

Bantuan material tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat dan membantu proses pembangunan Gereja GBKP Runggun Titi Besi. Kehadiran Polres Langkat menjadi bagian dari upaya merawat kebersamaan dan membangun hubungan yang harmonis bersama masyarakat.

POLISI LANGKAT GARUDA KSATRIA

Gagah, Berani untuk Dicintai Masyarakat, Kuat, Sadar Aturan, Taat, Responsibility, Inovatif dan Aman.

Satu Langkah, Satu Hati untuk Langkat yang Aman dan Damai.(ros)

Sabtu, 26 September 2026

 



Medan | Bandar Meriah News
- Direktorat Samapta Polda Sumatera Utara meningkatkan patroli malam hingga dini hari untuk mengantisipasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), termasuk pencurian dengan pemberatan (Curat), pencurian dengan kekerasan (Curas) dan pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) di wilayah hukum Polrestabes Medan.


Patroli dilaksanakan melalui Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) dan Patroli Perintis Presisi pada Jumat (25/09/2026) malam hingga Sabtu (26/09/2026) pagi dengan menyasar kawasan ramai aktivitas masyarakat serta lokasi yang dinilai memiliki potensi kerawanan.


Dalam kegiatan KRYD, sebanyak 60 personel dikerahkan dengan dukungan satu unit kendaraan roda enam dan 15 unit kendaraan roda dua. Personel dibagi ke dalam lima tim patroli, yakni Alpha, Bravo, Charlie, Delta dan Echo.


Patroli dilakukan secara mobile maupun stasioner untuk mencegah berbagai potensi gangguan kamtibmas, khususnya kejahatan jalanan seperti Curat, Curas dan Curanmor.


Selain KRYD, Unit 2 Patroli Perintis Presisi Ditsamapta Polda Sumut juga mengerahkan enam personel dengan tiga unit sepeda motor.


Patroli antara lain dilakukan di Jalan Sisingamangaraja, kawasan Simpang Pelangi hingga bawah Fly Over Amplas. Petugas juga melakukan patroli dialogis dengan masyarakat untuk mengetahui situasi keamanan sekaligus menyampaikan imbauan kamtibmas.


Sekitar pukul 01.50 WIB, personel melaksanakan patroli dialogis dengan seorang pengendara becak bernama Tobing di Jalan Sisingamangaraja. Dalam kesempatan tersebut, masyarakat menyampaikan harapan agar patroli kepolisian terus ditingkatkan, terutama di kawasan yang ramai dan rawan kejahatan.


Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol. Dr. Ferry Walintukan, S.I.K., S.H., M.H., mengatakan kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Kapolda Sumut Irjen Pol. Whisnu Hermawan Februanto, S.I.K., M.H., agar jajaran meningkatkan kegiatan preventif guna menjaga situasi kamtibmas.


“Bapak Kapolda Sumut menekankan agar personel meningkatkan kehadiran di tengah masyarakat, khususnya pada waktu dan lokasi yang memiliki potensi kerawanan. Patroli ini merupakan langkah pencegahan terhadap berbagai gangguan kamtibmas, termasuk Curat, Curas dan Curanmor,” ujar Ferry.


Ia mengatakan patroli juga dilakukan dengan pendekatan dialogis sehingga personel dapat berinteraksi langsung dengan masyarakat dan memperoleh informasi mengenai kondisi keamanan di lingkungan sekitar.


“Kami mengajak masyarakat bersama-sama menjaga keamanan lingkungan dan segera menyampaikan informasi kepada kepolisian apabila menemukan potensi gangguan kamtibmas,” katanya.


Dari hasil kegiatan patroli, situasi kamtibmas di sejumlah lokasi yang dipantau terpantau aman dan terkendali. Arus lalu lintas di kawasan Jalan Sisingamangaraja hingga Fly Over Amplas juga berjalan ramai dan lancar.


Kegiatan patroli kemudian diakhiri dengan konsolidasi personel di Mako Ditsamapta Polda Sumut pada Sabtu pagi.(panji)

 



Medan | Bandar Meriah News
- Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution berdiskusi dengan Wakil Ketua Komisi VI DPR-RI Andre Rosiade dan asosiasi pengembang perumahan di Sumut. Antara lain membahas upaya mempercepat program pembangunan perumahan rakyat, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) atau penerima rumah subsidi.


Diskusi tersebut berlangsung di Aula Tengku Rizal Nurdin (TRN), Rumah Dinas Gubernur Sumut, Sabtu (26/09/2026) malam. Sejumlah persoalan dibahas, mulai dari tingginya harga material bangunan hingga upaya mempercepat proses administrasi perumahan bersubsidi.


Dalam kesempatan itu, Gubernur Bobby Nasution memberikan gambaran terkait sejumlah kondisi yang menjadi keluhan perusahaan pengembang perumahan. Salah satunya tingginya harga material bangunan serta perlunya percepatan proses administrasi untuk perumahan bersubsidi.


"Kalau untuk harga bahan material, kami coba tawarkan cara yang mungkin bisa kita atasi bersama. Jadi memang kita harus kolaborasi, agar harga itu (material bangunan) bisa lebih murah, bagaimana jumlah pembeliannya dalam skala besar, jadi ada potongan. Karena kan pemerintah punya kebutuhan juga untuk menjalankan program pembangunan," jelas Bobby Nasution.


Menurut Bobby Nasution, ide tersebut dapat dilakukan melalui kolaborasi antara pemerintah, baik pusat maupun provinsi, untuk bersama-sama melakukan pengadaan material seperti semen dengan pihak swasta yang membutuhkannya.


"Jadi nanti pemerintah misalnya membutuhkan material, kita sampaikan ke distributor berapa kebutuhannya. Ditambah dengan kebutuhan para perusahaan pengembang perumahan. Sehingga pembelian dalam jumlah besar bisa mendapat potongan, dan harga bisa lebih murah. Dan itu (pengadaan) bisa dilakukan melalui BUMD kita," sebut Bobby.


Menurut Bobby, upaya tersebut merupakan bentuk dukungan daerah dalam menyukseskan program sejuta rumah, khususnya untuk MBR atau rumah subsidi. Selain itu, Pemprov Sumut juga mendorong agar proses administrasi seperti pengurusan sertifikat dan lainnya dapat dipermudah.


"Intinya semua pihak terkait harus saling bantu, termasuk perbankan, BUMD, pemerintah daerah, dan lainnya, untuk menyelesaikan masalah. Karena ini program nasional," kata Bobby.


Sementara itu, Wakil Ketua Komisi VI DPR-RI Andre Rosiade menyambut baik usulan Gubernur Bobby Nasution untuk membantu menjaga iklim investasi di Sumut, khususnya sektor perumahan. Hal tersebut sejalan dengan langkah pemerintah pusat yang terus mendorong agar penyediaan rumah subsidi bagi MBR dapat berjalan di seluruh wilayah Indonesia.


Andre juga mengapresiasi perhatian Gubernur Bobby Nasution yang terus bekerja menghadirkan pembangunan di berbagai daerah, terutama wilayah yang selama ini masih jauh dari harapan. Dengan demikian, masyarakat dapat merasakan kehadiran negara serta manfaat pembangunan. Sebagai lembaga legislatif, pihaknya juga akan menyuarakan dan mendorong agar program pemerintah dapat berjalan.


Diskusi yang diawali dengan makan bersama tersebut berlangsung sederhana, dengan para peserta saling menyampaikan pendapat dan mencari solusi atas berbagai persoalan. Hadir di antaranya para pimpinan dan perwakilan asosiasi pengembang perumahan, BUMD Sumut, serta pejabat terkait. (torong)


  



Samosir | Bandar Meriah News  
- Banjir bandang menerjang Dusun I Sitobu Desa Garoga Kecamatan Simanindo Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, pada Sabtu (26/09/2026) sekitar pukul 16.30 WIB.


Bencana Banjir Bandang tersebut diduga dipicu hujan dengan intensitas tinggi yang menyebabkan aliran air meluap. Material tanah dan lumpur dari kawasan perbukitan di sekitar Desa Garoga kemudian terbawa arus dan masuk ke permukiman warga.


Akibat kejadian tersebut, sejumlah rumah warga terdampak dan akses jalan menuju Dusun I Sitobu tertutup material tanah dan lumpur.


Mendapat informasi mengenai kejadian tersebut, personel Polsek Simanindo langsung turun ke lokasi. Personel Polsek Simanindo membagi tim untuk membantu proses evakuasi warga, melakukan pembersihan material banjir dan longsoran, serta melakukan pemantauan guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya banjir maupun longsor susulan.


Berdasarkan pendataan sementara, sebanyak tiga unit rumah warga mengalami kerusakan ringan. Sementara itu, korban jiwa dalam kejadian tersebut Nihil dan kerugian materiil masih dalam proses pendataan.


Tiga rumah yang terdampak masing-masing dihuni oleh Lasmaria Sidauruk Umur 57 tahun, bersama dua orang lainnya, Saurma Manik Umur 61 tahun bersama tujuh orang lainnya,  serta Nurmasta Umur 59 tahun yang tinggal bersama Peter Curson, 80 tahun. Keduanya merupakan warga negara asing (WNA).


Pada Sabtu malam sekitar pukul 20.12 WIB, Kapolres Samosir AKBP Rina Sry Nirwana Tarigan, S.I.K., M.H., langsung meninjau kondisi warga terdampak banjir bandang yang telah dievakuasi ke Polsek Simanindo.


Dalam kunjungan tersebut, Kapolres didampingi Kasat Lantas AKP Robertus Gultom, Kasat Samapta IPTU Williamson Saragih, Kasat Intelkam IPTU Donal P. Sitanggang, S.H., M.H., Kasat Binmas IPTU Priston Simbolon serta personel Polres Samosir.


Kapolres Samosir juga berkoordinasi dan berkomunikasi langsung dengan warga untuk mengetahui kondisi mereka setelah dievakuasi sekaligus memastikan keselamatan seluruh warga terdampak.


Dari hasil koordinasi tersebut, seluruh warga yang rumahnya terdampak memilih untuk tidak kembali ke rumah masing-masing untuk sementara waktu. Mereka selanjutnya beristirahat di rumah keluarga masing-masing sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan terjadinya banjir maupun longsor susulan.


Personel Polsek Simanindo bersama unsur terkait hingga malam ini masih melakukan pemantauan terhadap kondisi lokasi bencana. Petugas juga terus mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana susulan serta memastikan situasi dan kondisi warga tetap aman.


Kepolisian Resor Samosir mengimbau masyarakat yang berada di sekitar lokasi terdampak untuk tetap waspada, khususnya apabila kembali terjadi hujan dengan intensitas tinggi, serta segera mengikuti arahan petugas apabila diperlukan evakuasi ke lokasi yang lebih aman.( indra sinurat )




 



Binjai | Bandar Meriah News
-  Kapolres Binjai AKBP R. Bimo Moernanda, S.I.K., M.H., terus menunjukkan komitmennya dalam memberantas tindak pidana pencurian dengan pemberatan (Curat) di wilayah hukum Polres Binjai. Komitmen tersebut diwujudkan Unit Reskrim Polsek Binjai Timur dengan mengamankan dua pria yang diduga terlibat kasus Curat di lokasi berbeda.


Kedua terduga pelaku masing-masing berinisial S (24) dan Y (42). Keduanya diamankan petugas pada Jumat(25/09/2026), setelah melalui serangkaian penyelidikan.


Terduga S (24) diduga melakukan Curat terhadap sebuah ruko salon kecantikan milik ANS (51) di Jalan Soekarno Hatta, Kelurahan Sumber Karya, Kecamatan Binjai Timur, pada Rabu, 23 September 2026 sekitar pukul 10.00 WIB. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian sekitar Rp12 juta.


Sementara itu, terduga Y (42) diduga melakukan pencurian di sebuah rumah kos yang sedang kosong milik SP (55) di Jalan Danau Laut Tawar, Kelurahan Sumber Mulyo Rejo, Kecamatan Binjai Timur, pada Jumat, 18 September 2026 sekitar pukul 15.00 WIB. Korban mengalami kerugian sekitar Rp7 juta.


Menindaklanjuti laporan masyarakat, Kapolsek Binjai Timur AKP Gusli Effendi memerintahkan Kanit Reskrim IPTU Dapot Hutasoit, S.H., untuk melakukan penyelidikan dan mengungkap kedua kasus tersebut.


Hasil penyelidikan membuahkan hasil. Petugas mengamankan S (24) di Gang Pepaya, Kelurahan Sumber Karya, Kecamatan Binjai Timur, pada Jumat (25/09/2026) sekitar pukul 08.00 WIB.


Selanjutnya, petugas menangkap Y (42) di Jalan Danau Laut Tawar, Kelurahan Sumber Mulyo Rejo, Kecamatan Binjai Timur, pada hari yang sama sekitar pukul 10.20 WIB.


Kapolsek Binjai Timur AKP Gusli Effendi menegaskan, kedua terduga pelaku beserta barang bukti telah diamankan di Polsek Binjai Timur untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.


Sementara itu, Kapolres Binjai AKBP R. Bimo Moernanda, S.I.K., M.H., mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap aksi kejahatan serta segera melaporkan kepada pihak kepolisian dengan layanan 110 apabila mengetahui adanya tindak pidana di lingkungan masing-masing.


“Polres Binjai bersama jajaran akan terus meningkatkan upaya penegakan hukum dan memberikan rasa aman kepada masyarakat,” tegas Kapolres Binjai.(Humasresbinjai/torong/ 26/09/2026)



  



Samosir | Bandar Meriah News 
- Bupati Samosir Vandiko T. Gultom menyatakan dukungan terhadap rencana pendirian Sekolah Menengah Atas (SMA) Plus Berasrama Katolik Santo Mikael Pangururan yang diinisiasi Yayasan Pendidikan Katolik Santo Yoseph Medan–Pematangsiantar.

Dukungan tersebut disampaikan Bupati Vandiko saat menerima audiensi Ketua Yayasan Pendidikan Katolik Santo Yoseph Medan–Pematangsiantar, Pastor Fridolinus Simanjorang, bersama rombongan di Rumah Dinas Bupati Samosir, Sabtu(26/09/2026).

Pertemuan tersebut membahas rencana pengembangan pendidikan melalui pendirian SMA unggulan berasrama di Kabupaten Samosir, termasuk dukungan dan proses perizinan yang diperlukan untuk merealisasikan pembangunan sekolah tersebut.

Bupati  Samosir Vandiko T. Gultom  menyambut baik rencana Yayasan Pendidikan Katolik Santo Yoseph dan menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Samosir terbuka terhadap berbagai upaya yang dapat mendorong peningkatan kualitas pendidikan dan sumber daya manusia di daerah.

“Kami tetap membuka diri untuk peningkatan kualitas pendidikan. Berbagai upaya kami lakukan, termasuk berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi dan pihak terkait lainnya. Puji Tuhan, ada SMA unggulan yang akan hadir di Samosir. Ternyata doa dan cita-cita kita disambut baik Tuhan dengan kedatangan Pastor yang akan mendirikan sekolah SMA unggulan,” ujar Vandiko.

Ia menegaskan, Pemkab Samosir siap mendukung proses pendirian sekolah tersebut sesuai dengan kewenangan dan ketentuan yang berlaku, termasuk memberikan kemudahan dalam proses perizinan yang menjadi kewenangan pemerintah daerah.

“Intinya kami siap mendukung, Amang Pastor. Untuk perizinan seperti PBG, kita akan bantu sesuai ketentuan. Kalau ada kendala, kita siap berkoordinasi. Ini sudah menjadi sesuatu yang kita idam-idamkan dan cita-citakan. Pemerintah bersama DPRD tentu akan mendukung sesuai dengan apa yang bisa kita lakukan,” katanya.

Menurut Vandiko, kehadiran lembaga pendidikan unggulan merupakan bagian penting dalam mempersiapkan generasi muda Samosir agar memiliki kompetensi, karakter dan daya saing yang lebih baik.

Dalam audiensi tersebut, Yayasan Pendidikan Katolik Santo Yoseph menyampaikan bahwa SMA Santo Mikael Pangururan yang selama ini berjalan sebagai sekolah reguler tetap dipertahankan. Sementara itu, SMA Plus Berasrama akan dikembangkan sebagai program pendidikan unggulan yang memiliki sistem dan fasilitas tersendiri.

Pastor Fridolinus Simanjorang mengatakan, pendirian SMA Plus Berasrama tersebut merupakan bentuk komitmen Yayasan Pendidikan Katolik  Santo Yoseph Medan–Pematangsiantar untuk hadir dan bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Samosir dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

“SMA Santo Mikael tetap menjadi reguler, dan kita membuat sekolah unggulan khusus yang kita pisahkan. Intinya kami ingin hadir untuk bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Samosir menciptakan sumber daya manusia yang unggul,” jelas Pastor Fridolinus 

Ia menyampaikan, sekolah tersebut nantinya akan memberikan prioritas bagi putra-putri Samosir dengan komposisi tertentu, sehingga keberadaannya diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat daerah.

Selain mengedepankan prestasi akademik, SMA Plus Berasrama Katolik Santo Mikael Pangururan diarahkan untuk membentuk lulusan yang cerdas, beriman, rendah hati, berintegritas, mandiri serta memiliki semangat untuk melayani.

Yayasan juga akan menjadikan Samosir dan Danau Toba sebagai bagian kuat dari identitas sekolah. Secara bertahap, SMA Plus tersebut ditargetkan berkembang menjadi salah satu sekolah unggulan di Sumatera Utara dan selanjutnya diarahkan menjadi boarding school Katolik berstandar nasional.

Rencana tersebut menjadi bagian dari peluang kolaborasi untuk memperkuat ekosistem pendidikan di Kabupaten Samosir. Kehadiran sekolah unggulan dengan sistem berasrama diharapkan dapat memperluas pilihan pendidikan sekaligus mendorong lahirnya generasi muda Samosir yang memiliki kompetensi dan karakter kuat.

Audiensi tersebut menjadi langkah awal kolaborasi antara Yayasan Santo Yoseph Medan–Pematangsiantar dan Pemerintah Kabupaten Samosir dalam mempersiapkan pendirian fasilitas pendidikan unggulan di Kabupaten Samosir.

Pemkab Samosir selanjutnya akan mendukung dan menindaklanjuti berbagai kebutuhan yang menjadi kewenangan pemerintah daerah sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, sehingga rencana pendirian SMA Plus Berasrama Katolik Santo Mikael Pangururan dapat dipersiapkan dengan baik.( indra sinurat)



Diberdayakan oleh Blogger.