POLRI Bantu Petani Jagung Putus Rantai Tengkulak

Minggu, 08 Februari 2026


Jakarta | Bandar Meriah News - Polri menyelenggarakan rapat koordinasi bersama Kementan, Perum Bulog, BPK, Asosiasi Pabrik Pakan Ternak, dan Himbara di Mabes Polri, Minggu (08/02/2026)


Kegiatan yang diikuti seluruh gugus tugas Polda secara daring dan dipimpin Brigjen Langgeng Purnomo sebagai Wakil Posko Gugus Tugas Ketahanan Pangan ini bertujuan memperkuat ekosistem pertanian jagung pakan ternak dan meningkatkan kesejahteraan petani.

 

Indonesia berhasil tidak mengimpor jagung pakan ternak pada 2025. "Rakor ini kami laksanakan untuk konsolidasi dan kolaborasi menjalankan strategi ke depan tahun 2026 menjadi lebih baik lagi," ujar Brigjen Langgeng.

 

Di sisi permodalan, Polri menjembatani Poktan jagung untuk mengakses Kredit Usaha Rakyat (KUR) melalui Himbara. BRI sebagai bagian dari Himbara telah menyiapkan plafond KUR Mikro sebesar 180 triliun rupiah untuk bidang pertanian tahun 2026. 


Implementasi sudah terlihat di Nagreg dan Ciamis (Jawa Barat), di mana petani mendapatkan kredit untuk menanam dan memperluas lahan.

 

Untuk menjaga stabilitas harga dan memutus rantai tengkulak, Polri bekerja sama dengan Bulog yang akan menyerap hasil panen. Berdasarkan Surat Dinas Internal nomor SDI-217/DU000/PD.02.01/12012026 tanggal 12 Januari 2026.


Bulog menargetkan pengadaan 1 juta ton jagung untuk cadangan pangan dengan harga 6.400 rupiah per kilogram sesuai Harga Pembeliani⁸ Pemerintah (HPP).

 

"Fokus kami adalah menjaga agar harga jagung di tingkat petani minimal sesuai dengan HPP. Di Jabar dan Kalsel, kolaborasi ini telah mendorong pembelian dengan harga yang berpihak petani," jelas Brigjen Langgeng.

 

Program ini juga bertujuan mengembangkan lahan tidur dan meningkatkan produksi jagung nasional. Dengan pendampingan manajerial, diharapkan petani dapat membayar pinjaman tepat waktu dan meningkatkan taraf hidup secara berkelanjutan.(Indra Sinurat)